Map Design 1

,Map Design 1 – Pengaturan tata letak dalam pembuatan peta merupakan sentuhan terakhir yang menentukan kualitas visual dari peta tersebut. Selain memuat informasi pendukung dalam pembacaan peta, tata letak juga memiliki fungsi untuk memperindah tampilan peta.

Tata letak atau yang sering disebut dengan layout memiliki andil dalam proses transfer informasi dari peta kepada map user. Secara visual, mata memiliki kemampuan dan keterbatasan dalam pembacaan warna, rona, bentuk, simbol, maupun tulisan pada suatu gambar. Oleh sebab itu, pemilihan tata letak sangat menentukan apakah peta yang dihasilkan dapat menyalurkan informasi secara optimal atau tidak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan desain peta adalah sebagai berikut.

  1. Legibility and Clarity (Keterbacaan dan Kejelasan)

Peta harus didesain secara baik agar  informasi di dalamnya dapat dibaca dan dipahami. Kejelasan peta menentukan apakah informasi yang disampaikan dapat diterima map user tanpa ada kesalahan pengertian. Aspek keterbacaan pada layout lebih menekankan pada simbol-simbol yang ada di dalam peta dapat di mengerti oleh map user. Sebagai salah satu contohnya, apabila font yang digunakan dalam penulisan label di muka peta terlalu kecil sehingga dapat menggangu proses pembacaan.

 

Gambar 1. Perbandingan peta (kiri) menggunakan font ukuran lebih kecil dengan (kanan) peta menggunakan font yang disesuiakan dengan skala peyajian peta.

Disamping itu pemilihan font dan penempatan label juga perlu diperhatikan. Pada kasus tertentu, huruf-huruf yang memiliki lekuk sama berpotensi salah pada saat pembacaan hanya karena pemilihan font yang kurang sesuai. Penempatan label juga berpengaruh pada keterbacaan peta karena posisi label objek biasanya ditempatkan berasosiasi dengan objek itu sendiri tanpa tumpeng tindih dengan objek atau label lain. Penyajian peta dalam bentuk hardfile tercetak atau disajikan secara digital ataupun ukuran peta yang akan dibuat juga perlu dipertimbangkan karena berkaitan dengan proses dan media yang digunakan.

Aspek kejelasan pada desain peta adalah informasi peta yang dimunculkan jelas dan mudah untuk dipahami. Permisalan paling mudah adalah pada peta statistik. Pada peta statistic terdapat informasi nilai di dalamnya. Setiap nilai tersebut dapat dimuculkan dalam bentuk ordering menggunakan klasifikasi pengklasan ataupun nilai absolut dimana disimbolkan melalui simbol yang dapat diukur atau konversi. Pemilihan cara representasi nilai tersebut yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan.

Gambar 2. Perbandingan representasi peta statistic dengan graduated symbol (kiri) dan dot (kanan) dalam penyajian data statistik kepadatan penduduk di DIY.

Pada kasus diatas, pemilihan graduated  symbol  lebih cocok digunakan dengan alasan ukurannya yang lebih mudah dibedakan antara nilai satu dengan nilai lainnya walaupun angka yang disajikan tidak berupa nilai absolut melainkan nilai dalam kisaran. Peta dengan simbol dot pada Gambar 2 cenderung memiliki simbol yang terlalu banyak sehingga menimbulka efek tumpeng tindih antar simbolnya. Meskipun nilai yang dihasilkan dari simbol dot memiliki presisi lebih baik, namun dari segi penyampaian informasi peta dianggap kurang baik karena sulit  untuk dibaca, khususnya untuk orang awam.

  1. Visual Contrast (Kontras Visual)

Kontras pada simbolisasi pemetaan sering dikaitkan dengan sistem pewarnaan. Sebenarnya, kontras yng dimaksud dalam layouting peta adalah cara penyajian peta yang memperhatikan aspek atau objek manasajakah yang perlu ditonjolkan dan objek atau aspek mana yang berperan sebagai informasi sekunder. Perlu diketahui bahwa peta tematik memiliki berbagai informasi di dalamnya yang terbagi menjadi beberapa klaster tingkatan.

Informasi yang berkaitan dengan tema, judul, area  kajian, dan informasi-informasi khusus yang diangkat pada tema peta tematik disebut dengan informasi utama dan bersifat primer. Informasi ini harus ada dan menjadi prioritas utama dalam simbologi maupun layouting. Informasi sekunder biasanya berisi informasi dasar yang membantu dalam pembacaan peta, seperti jalan, batas administrasi, sungai, dan informasi-informasi lainnya yang dimunculkan pada peta. Informasi sekunder yang diperoleh dari peta dasar tidak serta merta harus di munculkan semua, namun bisa dilakukan seleksi aspek mana saja yang dipertahankan dan mana yang bisa dihilangkan.

Visual contrast merupakan salah cara untuk mengetahui apakah peta yang kita buat memiliki kualitas visual baik atau tidak. Kontras tidak hanya sebatas  cara pemilihan warna, namun juga pemilihan simbol, ataupun pattern. Kontras erat kaitannya dengan kapabilitas mata dalam mengidentifikasi suatu gambar. Mata manusia cenderung terfokus pada warna yang memiliki rona terang atau pola rapat, sehingga informasi primer harus disimbolkan dengan karakter yang lebih kuat daripa informasi sekunder. Kontras juga berlaku pada penyusunan layout dimana informasi tepi yang berperan sebagai informasi pendukung tidak boleh lebih menonjol dibandingkan dengan muka peta.

Gambar 3. Perbandingan penggunaan kontras pada peta.

3 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *