Tingkatkan Respons Bencana Alam dengan NIVO V3 Pro: Drone Canggih untuk Pemantauan Efektif dan Cepat

Bencana alam datang dengan cepat dan sering kali tanpa peringatan. Kecepatan dan akurasi dalam merespons sangat penting untuk mengurangi dampak dan menyelamatkan nyawa. Di sinilah NIVO V3 Pro, drone industri dengan teknologi Vertical Take-Off and Landing (VTOL), hadir sebagai solusi canggih untuk memantau dan menangani bencana alam dengan lebih cepat dan lebih efektif.

1. Deteksi Kebakaran Hutan Secara Dini

Kebakaran hutan adalah bencana alam yang sangat merusak. Dengan kamera termal, NIVO V3 Pro bisa mendeteksi titik panas bahkan sebelum kebakaran meluas. Drone ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi api lebih cepat, sehingga tindakan pemadaman bisa segera dilakukan di titik yang tepat. Dengan kemampuan terbang otonom, NIVO V3 Pro bisa menjangkau area sulit diakses dengan lebih efisien.

2. Pemetaan Daerah Banjir dengan Akurasi Tinggi

Banjir datang tak terduga dan sering kali membawa kerusakan besar. Dengan LiDAR dan sistem GNSS PPK, drone ini bisa memetakan daerah tergenang dengan sangat akurat, bahkan dalam kondisi banjir parah. Data ini sangat berharga untuk memahami seberapa luas area yang terdampak dan membantu merencanakan strategi penanggulangan yang lebih tepat.

3. Pencatatan Kerusakan Infrastruktur

Setelah bencana seperti gempa bumi atau tsunami, penting untuk mengetahui seberapa parah kerusakan pada infrastruktur seperti jembatan, gedung, dan jalan. NIVO V3 Pro dilengkapi dengan kamera RGB dan LiDAR untuk memberikan gambar yang jelas dan rinci mengenai kondisi bangunan. Informasi ini memudahkan tim penyelamat dan pihak berwenang dalam merencanakan perbaikan dengan cepat.

4. Pemantauan Polusi dan Kualitas Lingkungan

Selain bencana alam, polusi juga bisa menjadi ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan. Dengan sensor multispectral, NIVO V3 Pro dapat membantu memantau polusi udara atau emisi gas berbahaya, terutama setelah kebakaran atau kecelakaan industri. Drone ini bisa mendeteksi area yang membutuhkan perhatian lebih, memberikan informasi yang sangat berguna untuk pengambilan keputusan lebih cepat.

5. Membantu Pencarian Korban dalam Situasi Darurat

Dalam keadaan darurat, kamera termal pada NIVO V3 Pro memungkinkan pencarian korban yang terjebak dalam reruntuhan atau area yang sulit dijangkau. Ketika akses terbatas, drone ini bisa langsung terbang ke lokasi dan mendeteksi panas tubuh korban, memberikan informasi berharga bagi tim penyelamat untuk segera menemukan dan membantu mereka.

6. Data Real-Time untuk Pengambilan Keputusan Cepat

NIVO V3 Pro dapat mengirimkan data real-time langsung ke pusat komando bencana, memungkinkan petugas untuk membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih tepat. Dengan informasi yang tersedia segera, tim penyelamat bisa lebih efisien dalam merespons dan mengatasi situasi darurat.

7. Pemetaan dan Analisis Daerah Rawan Bencana

Dengan kemampuan untuk terbang secara otonom, drone ini dapat digunakan untuk memetakan wilayah rawan bencana, seperti daerah yang berpotensi terkena banjir, longsor, atau kebakaran. NIVO V3 Pro membantu pihak berwenang merencanakan jalur evakuasi dan strategi mitigasi bencana dengan lebih baik, mengurangi risiko dan dampak bagi masyarakat.

Kenapa Memilih NIVO V3 Pro?

  • Akurasi Tinggi: Dengan teknologi RTK/PPK GNSS dan LiDAR, drone ini memberikan data dengan presisi tinggi, sangat penting untuk pemetaan dan analisis pasca-bencana.

  • Mudah Digunakan: Dengan sistem kontrol yang ramah pengguna, NIVO V3 Pro mudah dioperasikan oleh siapa saja, bahkan bagi yang belum berpengalaman.

  • Desain Tahan Banting: Dibuat dari bahan ringan namun kuat, drone ini mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem dan medan yang berat.

  • Waktu Terbang Lama: Dengan daya tahan baterai hingga 60 menit, NIVO V3 Pro mampu menjangkau area yang lebih luas dalam satu kali penerbangan.

Dengan NIVO V3 Pro, Anda mendapatkan lebih dari sekadar drone. Anda mendapatkan solusi untuk mengurangi dampak bencana alam, mempercepat proses penyelamatan, dan memberikan data yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Pemantauan bencana yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien kini ada di tangan Anda.

Siap untuk meningkatkan respons bencana Anda dengan teknologi canggih? Hubungi kami untuk demo atau informasi lebih lanjut tentang NIVO V3 Pro!

Choosing the Right Drone for Your Surveying Needs: Quadrone Pro vs. NiVO Drone

In the world of professional aerial surveying, drones are essential tools that help surveyors, engineers, and geospatial experts collect high-precision data efficiently. However, with numerous options available, selecting the right drone for the job is critical. Today, we compare two top-tier drones from TechnoGIS Indonesia: the Quadrone Pro and the NiVO Drone. Both of these drones offer unique features and benefits tailored to specific needs. Here’s a breakdown of their strengths to help you make the right choice for your projects.

Quadrone Pro: High-Precision and Versatility for Smaller Areas

The Quadrone Pro is an industrial-grade UAV multirotor designed to deliver high-precision surveying and mapping solutions, particularly for smaller areas. It’s ideal for tasks that require agility, versatility, and quick deployment. Here are some of the drone’s key advantages:

  • Key Features:

    • Endurance: 45 minutes of flight time.

    • Payload: 1,000g, making it capable of carrying multiple sensors, including RGB, LiDAR, and multispectral cameras.

    • Autonomous Flight Modes: Pre-programmed flight paths and autonomous navigation for seamless data collection with minimal manual intervention.

  • Advantages:

    • The Quadrone Pro excels in high-precision applications like topographic mapping, land surveying, and environmental monitoring. Its superior payload capacity and sensor compatibility (including LiDAR for high-density data capture) make it a great fit for urban planning and infrastructure monitoring.

    • Quick Deployment: The Quadrone Pro is easy to operate and designed for smaller, more confined areas where rapid deployment is needed.

  • Limitations:

    • It has a lower flight time compared to the NiVO Drone, and its range may not be suitable for large-scale area surveys.

NiVO Drone: Efficiency and Coverage for Large-Scale Projects

The NiVO Drone, on the other hand, is designed for large-scale surveys and aerial mapping, with features tailored to extensive geographical areas. As a VTOL (Vertical Takeoff and Landing) drone, it offers excellent versatility in flight performance, making it ideal for various industries, from agriculture to infrastructure.

  • Key Features:

    • Wingspan: 2,100mm, providing stability and range for large-scale mapping.

    • Endurance: 120 minutes of flight time, allowing it to cover vast areas without interruption.

    • Payload: 1,000g with multiple compatible sensors, including high-resolution RGB cameras, LiDAR, and multispectral NDVI cameras.

  • Advantages:

    • Greater Coverage: Thanks to its long endurance and wingspan, the NiVO Drone can cover large areas, making it perfect for projects like terrain mapping, power line patrol, and smart city construction.

    • Flexible Flight: Its VTOL capabilities make it ideal for a variety of environments, with quick deployment and the ability to take off and land in tight spaces.

  • Limitations:

    • Its smaller payload capacity compared to other drones may limit its application in specific cases requiring heavier equipment.

    • While versatile, its takeoff and landing need open areas, limiting operational flexibility in highly congested zones.

Applications: Finding the Right Tool for the Job

  • NiVO Drone:
    The NiVO Drone is perfect for:

    • Terrain Mapping: Its long endurance allows it to cover large, remote areas in a single flight.

    • Power Line Patrol: With the ability to fly long distances and survey vast areas, it’s ideal for maintaining infrastructure.

    • Smart City Construction & Cultural Heritage Mapping: Its precision and VTOL capabilities make it a great choice for projects that require access to both open and restricted spaces.

  • Quadrone Pro:
    The Quadrone Pro shines in:

    • Smaller Area Surveys: It’s ideal for projects in confined spaces, where quick data collection and easy deployment are essential.

    • Urban and Infrastructure Monitoring: The Quadrone Pro’s sensors (including LiDAR and multispectral) make it perfect for detailed environmental assessments and building inspections.

    • Agriculture & Forestry: Its compatibility with various payloads allows for precision agriculture and forest management.

Conclusion: Which One Should You Choose?

Both the Quadrone Pro and NiVO Drone have their respective strengths. If you need to survey large-scale areas and require high endurance, the NiVO Drone with its VTOL capabilities and extended flight time is the right choice. However, for smaller, more confined areas that demand precision and quick deployment, the Quadrone Pro offers an excellent solution, especially with its advanced autonomous flight modes and superior sensor capabilities.

In conclusion:

  • Choose the NiVO Drone for high-precision aerial surveys in diverse environments with high payloads and large-area coverage.

  • Choose the Quadrone Pro for quick, efficient surveying in smaller, more confined areas that require agility and versatility.

TechnoGIS at Indonesia-Russia Business Matching for INNOPROM 2026

TechnoGIS Indonesia proudly took part in the Indonesia–Russia Business Matching 2025, held at Hotel Baltschug Kempinski, Moscow, on December 8, 2025.
The event gathered Indonesian companies across multiple sectors to connect with Russian enterprises, explore business opportunities, and strengthen bilateral industrial cooperation ahead of INNOPROM 2026.


TechnoGIS’ participation aligns with Indonesia’s broader initiative to build global partnerships in digital, industrial, and technology sectors. As part of the event’s networking activities, TechnoGIS CEO Mr. Sarono held a productive discussion with Mr. Yuri Manshtein, representative of SiberGeo , a leading Russian company specializing in geophysical instruments and subsurface investigation technologies.

 

The discussion explored:

  1. Integration of subsurface geophysical tools (ERT, EM profilers, GPR) with TechnoGIS’ surface mapping technologies
  2. Opportunities for future pilot projects in Indonesia
  3. Potential cooperation in research, training, and technology development
  4. Market alignment for geospatial and geophysical solutions across both countries

Strengthening Indonesia’s Presence on the Global Stage

TechnoGIS is honored to be one of the companies representing Indonesia during this international event. The Business Matching not only opened new opportunities with SiberGeo but also expanded TechnoGIS’ network among Russian industries and institutions. The insights and connections built during this event will support TechnoGIS’ mission to deliver world-class geospatial solutions and contribute to international collaboration across multiple sectors.

TechnoGIS Indonesia — Advancing Geospatial Technology, Connecting Nations

NiVO V2: The Ultimate Drone for Professional Aerial Surveying

The NiVO V2 VTOL (Vertical Takeoff and Landing) drone is a state-of-the-art solution designed for high-precision aerial surveying and mapping. Engineered for professionals such as surveyors, engineers, and geospatial experts, this drone combines advanced technology with an efficient flight system, making it the ideal tool for a variety of industries, including land surveying, agriculture, and infrastructure monitoring.

One of the standout features of the NiVO V2 is its ability to capture exceptionally accurate data. Equipped with high-resolution cameras, including a 24.3 MP RGB camera, the drone delivers detailed aerial images suitable for topographic mapping and environmental analysis. Additionally, it supports specialized sensors such as Landcam Multispectral and GeoLiDAR ALS, allowing for comprehensive data collection with a ground sampling accuracy of up to 2 cm per pixel. These capabilities make it the perfect choice for precise and reliable survey work across diverse fields.

With an optimized flight system, the NiVO V2 offers impressive endurance, allowing it to fly for up to 60 minutes per mission. This extended flight time enables the drone to cover a wide area, making it efficient for large-scale projects such as agricultural surveys or urban development monitoring. The drone can cover areas ranging from 200 to 500 hectares in a single flight, reducing the need for multiple recharges and increasing operational efficiency.

The NiVO V2 also boasts autonomous flight modes, allowing users to pre-program flight paths and conduct surveys with minimal manual intervention. This feature significantly enhances operational efficiency, especially when performing complex or repetitive tasks. The drone’s automatic navigation capabilities ensure that the mission is carried out accurately, with the system handling the flight without the need for continuous input from the operator.

Despite its advanced technology, the NiVO V2 is designed for ease of use. It features a simple control system that can be operated via a mobile app, making it accessible to both seasoned professionals and newcomers to drone technology. This user-friendly interface ensures that even those with minimal experience can operate the drone effectively, reducing the learning curve and allowing for quick deployment.

Built with high-quality materials like Epo Fiber, the NiVO V2 strikes the perfect balance between lightweight design and durability. It’s capable of withstanding various weather conditions without compromising performance, ensuring reliable operation in challenging environments. Its lightweight yet robust construction ensures the drone remains stable, even in harsh conditions, while its ability to carry payloads of up to 1,200 grams offers versatility in terms of sensor and equipment compatibility.

In summary, the NiVO V2 is a powerful, efficient, and user-friendly drone designed to meet the demanding needs of professionals across various industries. With its high-precision data capture, long flight endurance, autonomous capabilities, and durable construction, the NiVO V2 is the ultimate tool for aerial surveying, mapping, and monitoring, providing exceptional value and performance for any project.

Memperkuat Sinergi Pendidikan dan Industri Geospasial: Penandatanganan MoU antara TechnoGIS dan SaIG UPI

Yogyakarta, 26 November 2025 — TechnoGIS dan SaIG UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) secara resmi menjalin kemitraan baru setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada hari Rabu, 26 November 2025. Perjanjian ini menandai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi dalam pelatihan geospasial bagi mahasiswa, inovasi digital, dan pengembangan pendidikan.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak yang masing-masing menekankan pentingnya menghubungkan keahlian akademis dengan kebutuhan industri. Sesi penandatanganan dilanjutkan dengan pembahasan tentang program-program mendatang, kegiatan bersama, dan tujuan bersama untuk tahun mendatang.
Selama upacara, Bapak Sarono selaku Direktur utama TechnoGIS Indonesia menyoroti nilai kemitraan ini:

“Kemitraan ini memungkinkan kita untuk menggabungkan kekuatan pengalaman industri dengan penelitian akademik. Bersama-sama, kita dapat menciptakan solusi yang tidak hanya inovatif tetapi juga praktis untuk tantangan dunia nyata.”

Sementara itu, Bapak Cecep Darmawan selaku Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia mengekspresikan optimisme tentang bagaimana kerja sama ini akan membuka peluang baru bagi mahasiswa, peneliti, dan komunitas akademik:

“Kami berkomitmen untuk memperluas kolaborasi penelitian yang menguntungkan kedua institusi. Dengan bekerja sama erat dengan industri, hasil akademik yang kita ciptakan dapat menjadi dampak yang lebih luas di dunia nyata.

Area Kerja Sama dan Rencana Masa Depan

Kemitraan yang baru dibentuk ini mencakup beberapa area kerja sama utama. Kedua institusi sepakat untuk bekerja sama dalam penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan teknologi, dan inovasi terapan yang relevan dengan bidang masing-masing. Selain itu, MoU ini mencakup rencana untuk workshop, kuliah tamu, program pengembangan kapasitas, dan magang mahasiswa, memungkinkan para pelajar untuk menerapkan konsep akademik secara langsung dalam lingkungan industri.
Selain itu, pembicaraan awal selama acara tersebut menjajaki proyek kolaboratif potensial yang dapat dimulai sesegera mungkin. Ini termasuk inisiatif untuk mendukung pengembangan komunitas, meningkatkan literasi digital, memperkuat kemampuan geospasial, dan memperkuat kapasitas inovasi secara keseluruhan di wilayah tersebut.

Pertukaran Hadiah Simbolis

Setelah penandatanganan, kedua institusi melakukan pertukaran hadiah simbolis, yang mewakili saling menghormati dan komitmen terhadap kemitraan baru yang terbentuk. Bapak Sarono menyerahkan hadiah yang melambangkan nilai-nilai perusahaan—seperti inovasi, pertumbuhan, atau tradisi—sedangkan Bapak Cecep Darmawan memberikan simbol yang mencerminkan identitas dan misi akademik universitas. Pertukaran ini menonjolkan kehangatan kolaborasi dan berfungsi sebagai pengingat visual akan visi bersama yang dibagikan oleh kedua belah pihak.

Langkah Menuju Dampak Jangka Panjang

MoU antara TechnoGIS dan Saig UPI mewakili langkah berarti dalam menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan industri. Dengan kedua institusi berkomitmen untuk bekerja sama erat dalam beberapa tahun ke depan, kemitraan ini diharapkan akan menciptakan manfaat konkret bagi mahasiswa, peneliti, profesional, dan masyarakat luas. Setelah penandatangan selesai, kedua belah pihak mengungkapkan bahwa kolaborasi ini akan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang mendorong inovasi, mendukung pengembangan talenta, dan berkontribusi positif bagi sektor geospasial. Perjanjian ini tidak hanya menandai aliansi formal tetapi juga awal dari pertumbuhan bersama, pemahaman, dan pencapaian di masa depan.

Kedua institusi meyakini bahwa menggabungkan keterampilan industri praktis dengan pengetahuan akademis akan menciptakan hasil yang berdampak dan mendukung inovasi jangka panjang. Pembicaraan setelah penandatanganan juga membahas proyek-proyek bersama yang direncanakan akan dimulai segera.

 

Memperkuat Komunitas dan Inovasi

Kemitraan ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan geospasial, serta memperluas peluang belajar bagi mahasiswa. Kolaborasi ini mencerminkan visi bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, inovasi teknologi, manfaat bagi komunitas, dan pertumbuhan berkelanjutan.

 

 

 

TechnoGIS and TECRS Sign MoU for International Geospatial Technology Collaboration

MAKASSAR-October 31 2025– At an important moment in the global geospatial technology industry, TechnoGIS and TECRS officially signed a Memorandum of Understanding (MoU) that marks the beginning of an international strategic partnership. The signing was carried out by Mr. Sahrono as CEO of TechnoGIS, and Mr. Sultan Al Sultan representing TECRS based in Riyadh, Saudi Arabia. This collaboration is expected to open wider opportunities for both parties in strengthening geospatial development in regional and international markets.

This partnership was born in response to the growing need for advanced geospatial solutions amid rapid digital transformation and globalization. Geospatial data has become a critical element in decision-making across various sectors such as infrastructure, smart cities, environmental management, transportation, and national resilience. Both companies see that the integration of technology, expertise, and international networks is key to supporting sustainable development and efficient digital ecosystems.

One of the first concrete steps in realizing this collaboration is the joint participation of TechnoGIS and TECRS in The Asian Conference on Remote Sensing (ACRS) 2025, which will take place in Makassar, Indonesia, on 27–31 October 2025. ACRS is one of the largest and most prestigious geospatial conferences in the Asia-Pacific region, bringing together experts, government agencies, industry leaders, and academics from various countries. Through this forum, TechnoGIS and TECRS will introduce their innovative solutions, build strategic partnerships, and contribute to geospatial knowledge development through exhibitions, technical sessions, and collaborative discussions.

TechnoGIS, as a company focusing on geospatial platforms, mapping services, and digital solutions using advanced GIS technologies, continues to expand its global presence. Meanwhile, TECRS, known in the Middle East for its innovative technological capabilities and wide network, offers strong international market access and solution delivery expertise in the government and private sectors. The combination of these competitive strengths creates a synergy that will accelerate the development of effective, adaptive, and scalable geospatial solutions.

Furthermore, both companies emphasize the importance of technology transfer, capacity building, and research collaboration to support long-term industrial growth. They also believe that strengthening human resource capabilities and improving spatial data accessibility can drive smarter governance and more responsive development planning. In addition, the partnership aims to encourage innovation in climate monitoring, disaster mitigation, and environmental management — areas where geospatial intelligence has become increasingly crucial in addressing global challenges.

As next steps, the two companies will establish a joint working group to draft a detailed roadmap for the MoU implementation. This includes determining initial project targets, commercial strategies, knowledge exchange mechanisms, and operational frameworks to ensure impactful and measurable outcomes. This collaboration is expected to not only expand their business reach, but also contribute positively to the future of global geospatial innovation. The upcoming milestones from this partnership will showcase stronger synergy and greater contributions to the dynamic advancement of the global geospatial sector.

With aligned vision and strong commitment, the partnership between TechnoGIS and TECRS is projected to become a milestone in international geospatial cooperation, offering greater value for technological advancement and sustainable development in the years ahead.

TechnoGIS Indonesia dan STTKD Yogyakarta Jalin Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Inovasi Geospasial

Yogyakarta – TechnoGIS Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kegiatan ini menandai komitmen bersama antara dunia industri dan akademisi dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi geospasial.

Acara penandatanganan yang berlangsung di kampus STTKD ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi, termasuk pihak pimpinan dan tim pengembang. MoU ini tidak hanya menjadi bentuk simbolis dari kerja sama, tetapi juga awal dari serangkaian program nyata yang menjembatani kebutuhan akademik dengan praktik industri di lapangan.

TechnoGIS Indonesia, sebagai perusahaan rintisan yang bergerak di bidang geospasial dan pemetaan digital, melihat pentingnya membangun ekosistem kolaboratif antara kampus dan industri. Dalam kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa kini dan masa depan, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor geospasial.

“Kami percaya bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri adalah kunci untuk menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif, tapi juga berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bapak Anton Prasetyo selaku Direktur Teknis perwakilan PT TechnoGIS Indonesia dalam sambutannya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek pengembangan teknologi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap kemajuan keilmuan dan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Dengan semangat kolaboratif ini, TechnoGIS dan STTKD berharap dapat mendorong pemanfaatan teknologi geospasial yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta menjadi bagian dari transformasi digital nasional di bidang pemetaan dan pengelolaan data spasial.

TechnoGIS Selected as One of the Top 8 B2B Startups in the Startup Welcome Package 2025 Stuttgart

Stuttgart, Germany – Exciting news from Europe! PT TechnoGIS Indonesia, a geospatial technology startup based in Yogyakarta, has been selected as one of the Top 8 B2B Startups in the prestigious Startup Welcome Package 2025 program, held in Stuttgart, Germany.

This international program opens up strategic opportunities for selected startups to expand their global business networks, explore the European market, and showcase Indonesia’s geospatial innovation on a global stage. With this achievement, TechnoGIS proudly brings the spirit of Indonesian innovation to the world.

A Golden Opportunity for Global Expansion

The Startup Welcome Package is an initiative by the City of Stuttgart and local business partners to attract high-potential international startups with a focus on innovation and impactful technology. As one of the chosen participants, TechnoGIS will receive office space, business mentoring, connections to the industrial ecosystem, and valuable collaboration opportunities with various stakeholders across Europe.

Ir. Sarono S.Si., M.Eng., IPM, who personally represented TechnoGIS at the program and serves as the President Director of PT TechnoGIS Indonesia, expressed his appreciation for this valuable opportunity.

“This program opens many new doors for TechnoGIS. Not only does it allow us to broaden our market reach, but it also provides space to build partnerships with international collaborators who share the same vision for sustainable geospatial technology development,” he stated.

Insights and Aspirations

Mr. Sarono further emphasized that TechnoGIS’s participation in this program is a testament to the global competitiveness of homegrown Indonesian innovation.

“We are truly grateful for the support of all parties, including the government and Indonesia’s startup community. Our hope is that this participation marks the beginning of TechnoGIS’s global expansion while also opening up international collaborations in geospatial technology for sustainable development,” he added.

He also hopes that TechnoGIS’s journey will inspire other Indonesian startups to grow confidently and reach the global stage.

Proudly Representing Indonesia

By joining the Startup Welcome Package 2025, TechnoGIS not only represents itself but also brings the spirit of Indonesian innovation to the global spotlight.

Through this program, TechnoGIS aims to expand its geospatial technology solutions—currently used in government, infrastructure, forestry, agriculture, and disaster management—into broader international markets.

PT Techno GIS Indonesia dan BRIN Jalin Kerja Sama Strategis untuk Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta, Indonesia – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, PT Techno GIS Indonesia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi strategis ini menandai langkah penting dalam mendorong riset dan inovasi pemanfaatan teknologi geoinformatika sebagai solusi modern untuk mendukung kemandirian pangan di Indonesia.

Acara penandatanganan PKS ini berlangsung dalam suasana penuh antusiasme, dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak. Dalam dokumentasi yang dibagikan oleh Techno GIS Indonesia melalui akun media sosial resminya, terlihat jajaran pimpinan dari PT Techno GIS dan BRIN saling bertukar dokumen kerja sama sambil berjabat tangan, sebagai simbol komitmen bersama untuk mendukung pembangunan nasional berbasis data dan teknologi.

Fokus pada Riset dan Inovasi Geospasial

Kerja sama antara Techno GIS dan BRIN ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi geospasial, khususnya geoinformatika, dalam mendukung sektor ketahanan pangan. Dengan tantangan global yang semakin kompleks – mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga fluktuasi produksi pertanian – pemanfaatan teknologi menjadi hal yang krusial untuk merumuskan kebijakan berbasis data dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya pangan.

Geoinformatika sebagai cabang ilmu yang menggabungkan geografi, sistem informasi, dan teknologi komputer, memiliki peranan penting dalam pengumpulan, pengolahan, analisis, dan visualisasi data spasial. Dalam konteks ketahanan pangan, data geospasial dapat digunakan untuk memetakan lahan potensial, menganalisis kesesuaian tanah, memantau kondisi tanaman secara real-time, serta mendukung sistem peringatan dini terhadap ancaman kekeringan, banjir, atau hama.

“Kerja sama ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang visi bersama untuk masa depan Indonesia yang mandiri dalam hal pangan. Kami percaya bahwa teknologi geospasial memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan yang lebih presisi dan berkelanjutan,” ujar perwakilan dari PT Techno GIS Indonesia dalam kesempatan tersebut.

Sinergi antara Lembaga Riset dan Swasta

Sebagai lembaga pemerintah yang berwenang dalam bidang riset dan inovasi, BRIN memiliki kapasitas besar dalam menghasilkan penelitian berkualitas dan mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Di sisi lain, Techno GIS Indonesia hadir sebagai mitra industri yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam penerapan teknologi geospasial di berbagai sektor, termasuk pertanian, kehutanan, perkotaan, hingga mitigasi bencana.

Kolaborasi ini menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong transformasi digital di bidang ketahanan pangan. Dengan penggabungan sumber daya dan keahlian dari kedua pihak, diharapkan berbagai solusi inovatif dapat dikembangkan secara lebih cepat, efisien, dan aplikatif di lapangan.

Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan pangan. Namun, untuk menghadapi tantangan global dan lokal, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berbasis tradisi, tetapi juga teknologi mutakhir. Kerja sama antara Techno GIS dan BRIN ini menjadi langkah awal menuju pembangunan sistem pangan yang lebih tangguh, efisien, dan ramah lingkungan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan nomor dua, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan nutrisi serta pertanian berkelanjutan.

Penutup

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, PT Techno GIS Indonesia dan BRIN menegaskan komitmen mereka dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi model kemitraan strategis yang menginspirasi pihak-pihak lain dalam memajukan ketahanan pangan dan pemanfaatan teknologi geospasial di Indonesia.

Kolaborasi PLN Enjiniring dan TechnoGIS: Langkah Strategis Menuju Inovasi Digital di Sektor Energi dan Lingkungan

Jakarta, 21 Mei 2025 – Dalam era transformasi digital yang kian pesat, inovasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan di berbagai sektor, termasuk energi dan pengelolaan lingkungan. Sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong inovasi digital, PLN Enjiniring secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan TechnoGIS Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi geospasial dan Internet of Things (IoT), untuk pemanfaatan teknologi canggih dalam monitoring sedimentasi secara real-time.

Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam pemanfaatan teknologi IoT “IT Sensing”, khususnya melalui integrasi perangkat unggulan bernama Blue Marine Echosounder. Perangkat ini dirancang untuk mendeteksi dan memantau kondisi sedimentasi di lingkungan perairan secara akurat, cepat, dan berkelanjutan. Dengan adanya teknologi ini, proses pemantauan sedimentasi yang sebelumnya memerlukan metode manual dan rentan terhadap keterlambatan data, kini dapat dilakukan secara otomatis dan real-time, membuka peluang besar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu dan berbasis data.

Solusi Cerdas untuk Tantangan Lingkungan

Sedimentasi adalah tantangan nyata dalam pengelolaan sumber daya air, baik di bendungan, waduk, kanal, maupun instalasi pembangkit listrik tenaga air. Penumpukan sedimen yang tidak terpantau secara berkala dapat menyebabkan penurunan kapasitas tampung, mempercepat degradasi infrastruktur, hingga berdampak pada efisiensi produksi energi. Oleh karena itu, teknologi seperti Blue Marine Echosounder hadir sebagai solusi yang sangat relevan.

Perangkat ini bekerja dengan memanfaatkan prinsip sonar untuk mengukur kedalaman dan distribusi sedimen di dasar perairan. Data yang diperoleh kemudian dikirimkan secara langsung melalui sistem IoT ke platform digital, di mana pihak pengelola dapat memantau kondisi terkini dari lokasi yang dimaksud kapan saja dan di mana saja.

Dukungan Terhadap Visi Energi Berkelanjutan

Melalui kerja sama ini, PLN Enjiniring tidak hanya menunjukkan komitmennya dalam mengadopsi teknologi terkini, tetapi juga mendukung pencapaian visi besar PLN Group untuk menjadi perusahaan energi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Teknologi monitoring digital seperti ini juga mendukung agenda besar pemerintah Indonesia dalam hal digitalisasi sektor energi dan penguatan ketahanan infrastruktur melalui teknologi ramah lingkungan.

Di sisi lain, TechnoGIS Indonesia sebagai mitra teknologi membawa pengalaman dan keahlian dalam pengembangan perangkat berbasis sensor, pemetaan geospasial, dan sistem digital terintegrasi. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari sinergi antara sektor energi dan penyedia teknologi lokal dalam menciptakan inovasi berbasis kebutuhan nasional.

Kolaborasi yang Terbuka untuk Masa Depan

Kerja sama antara PLN Enjiniring dan TechnoGIS Indonesia juga membuka peluang besar untuk implementasi teknologi serupa di berbagai proyek lain ke depannya. Pemanfaatan perangkat Blue Marine Echosounder dapat diperluas tidak hanya untuk monitoring sedimentasi, tetapi juga untuk berbagai aplikasi kelautan dan pengelolaan sumber daya air lainnya, termasuk mitigasi banjir, pengelolaan pelabuhan, serta konservasi lingkungan perairan.

Dengan semangat “Kolaborasi untuk Inovasi Digital”, sinergi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai inisiatif berbasis teknologi yang akan memperkuat ekosistem inovasi di sektor energi dan lingkungan hidup di Indonesia. Kehadiran solusi seperti Blue Marine Echosounder menjadi bukti bahwa inovasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kolaborasi, visi bersama, dan keberanian untuk melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik.