Integrasi Drone NiVO VTOL V5 Pro LiDAR dari PT Technogis Indonesia dengan GeoLiDAR GS-100C+

Di era kebutuhan data spasial yang semakin cepat dan akurat, penggunaan drone LiDAR menjadi solusi terbaik untuk pemetaan profesional. Salah satu kombinasi unggulan yang kini tersedia di Indonesia adalah integrasi NiVO VTOL V5 Pro LiDAR dari PT Technogis Indonesia dengan sensor LiDAR GS-100C+. Kolaborasi teknologi ini menghadirkan sistem pemetaan udara yang efisien, presisi, dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.

NiVO VTOL V5 Pro merupakan drone tipe VTOL (Vertical Take-Off and Landing) yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti multirotor, namun tetap memiliki efisiensi terbang layaknya fixed wing. Artinya, drone ini dapat menjangkau area luas dalam satu kali terbang tanpa membutuhkan landasan panjang. Hal ini sangat menguntungkan untuk pekerjaan di area tambang, perkebunan, kehutanan, maupun wilayah perbukitan.

Ketika dipadukan dengan sensor LiDAR GS-100C+, kemampuan pemetaan meningkat secara signifikan. Sensor ini dirancang ringan dan kompak, sehingga tidak membebani performa drone. GS-100C+ mampu menghasilkan data point cloud 3D dengan tingkat ketelitian tinggi, bahkan di area yang tertutup vegetasi. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan model permukaan tanah (DTM), model permukaan digital (DSM), hingga analisis ketinggian vegetasi secara detail.

Keunggulan utama dari integrasi ini adalah efisiensi waktu dan biaya. Dalam satu kali penerbangan, area yang luas dapat dipetakan dengan hasil data yang langsung siap diproses. Sistem GNSS dan IMU yang terintegrasi pada sensor memastikan akurasi posisi yang stabil dan konsisten. Dengan dukungan perangkat lunak pengolahan data, hasil akhir dapat berupa peta topografi, kontur, volume cut and fill, hingga model 3D yang siap digunakan untuk perencanaan proyek.

Bagi perusahaan tambang, konstruksi, perkebunan, maupun instansi pemerintah, solusi ini memberikan nilai tambah yang besar. Proses survei menjadi lebih cepat, risiko kerja lapangan dapat dikurangi, dan keputusan dapat diambil berdasarkan data yang presisi. Investasi pada sistem NiVO VTOL V5 Pro dan GS-100C+ bukan hanya pembelian alat, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Dengan dukungan teknis dan layanan purna jual dari PT Technogis Indonesia, pengguna tidak hanya mendapatkan perangkat, tetapi juga pendampingan dalam implementasi hingga pengolahan data. Inilah solusi pemetaan udara modern yang dirancang untuk kebutuhan profesional di Indonesia.

Apabila Anda membutuhkan sistem drone LiDAR yang andal, efisien, dan siap mendukung proyek skala besar, integrasi NiVO VTOL V5 Pro dengan GS-100C+ adalah pilihan yang tepat untuk membawa bisnis Anda ke level berikutnya.

Peran Kamera Multispektral dalam Pemantauan Lingkungan dan Kehutanan

Pemantauan lingkungan menjadi semakin penting di tengah perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam. Hutan, lahan gambut, dan kawasan konservasi perlu dipantau secara berkala untuk memastikan kondisinya tetap terjaga. Tantangannya, area yang dipantau biasanya sangat luas dan sulit dijangkau.

Selama ini, pemantauan lingkungan banyak mengandalkan survei lapangan. Cara ini tetap relevan, tetapi membutuhkan waktu lama dan tenaga besar. Selain itu, tidak semua area dapat diperiksa secara detail, terutama di wilayah yang sulit diakses.

Kamera multispektral menawarkan pendekatan yang lebih efisien. Teknologi ini mampu merekam pantulan cahaya vegetasi pada berbagai spektrum, termasuk yang tidak terlihat oleh mata manusia. Dari pantulan tersebut, kondisi vegetasi dapat dianalisis secara lebih objektif.

Vegetasi yang sehat memiliki karakter pantulan cahaya tertentu, berbeda dengan vegetasi yang mengalami stres atau kerusakan. Dengan analisis multispektral, perubahan kecil pada tutupan lahan dapat terdeteksi lebih awal.

Data ini biasanya diolah menjadi peta vegetasi seperti NDVI yang menunjukkan tingkat kesehatan tanaman. Warna pada peta membantu pengguna memahami kondisi area secara cepat, apakah vegetasi masih rapat, mulai menurun, atau mengalami degradasi.

Perangkat multispektral yang digunakan dalam survei drone, seperti yang dikembangkan oleh TechnoGIS Indonesia, banyak dimanfaatkan dalam program pemantauan lingkungan. Teknologi ini membantu memantau area luas tanpa harus masuk langsung ke setiap lokasi.

Dalam sektor kehutanan, kamera multispektral digunakan untuk memantau keberhasilan rehabilitasi hutan, mendeteksi area terbuka, dan mengevaluasi kondisi tutupan lahan dari waktu ke waktu. Data yang dihasilkan dapat dibandingkan antar periode untuk melihat tren perubahan.

Keunggulan utama pendekatan ini adalah sifatnya yang terukur dan berbasis data. Hasil pemantauan tidak hanya berupa pengamatan visual, tetapi didukung oleh analisis spektral. Hal ini membuat laporan menjadi lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, survei lapangan tetap diperlukan sebagai verifikasi. Data multispektral membantu menentukan lokasi prioritas sehingga pengecekan di lapangan menjadi lebih efektif.

Pada akhirnya, teknologi kamera multispektral membantu pengelolaan lingkungan dilakukan secara lebih sistematis. Dengan pemantauan yang lebih baik, upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pemanfaatan Kamera Multispektral dalam Monitoring Area Pertambangan

Industri pertambangan memiliki tantangan besar dalam hal pemantauan area kerja. Lokasi tambang biasanya luas, dinamis, dan terus berubah seiring aktivitas operasional. Selain itu, perusahaan tambang juga dituntut menjaga aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan. Dalam kondisi seperti ini, pemantauan berbasis data menjadi semakin penting.

Salah satu teknologi yang mulai banyak digunakan adalah kamera multispektral. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lahan dan vegetasi di sekitar area tambang secara lebih akurat. Kamera multispektral bekerja dengan menangkap pantulan cahaya pada berbagai spektrum, termasuk yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Dalam konteks pertambangan, teknologi ini tidak digunakan untuk melihat mineral di bawah tanah, tetapi lebih pada pemantauan permukaan. Misalnya untuk melihat perubahan tutupan lahan, kondisi vegetasi di area reklamasi, serta dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan sekitar.

Perangkat seperti kamera multispektral Landcam 2 dari TechnoGIS Indonesia umumnya dipasang pada drone. Dengan metode ini, area tambang yang luas dapat dipetakan secara cepat tanpa harus menjangkau seluruh lokasi secara langsung. Hal ini meningkatkan efisiensi sekaligus keselamatan tim lapangan.

Data multispektral sering diolah menjadi peta vegetasi seperti NDVI. Dalam area reklamasi tambang, peta ini membantu menilai keberhasilan revegetasi. Perusahaan dapat melihat apakah tanaman di area reklamasi tumbuh dengan baik atau memerlukan perbaikan.

Selain itu, pemantauan berkala membantu perusahaan melihat tren perubahan lingkungan dari waktu ke waktu. Jika terjadi penurunan kualitas vegetasi di sekitar tambang, tindakan korektif bisa segera dilakukan.

Keunggulan utama pendekatan ini adalah sifatnya yang objektif dan terukur. Data yang dihasilkan dapat menjadi bagian dari laporan lingkungan dan evaluasi internal perusahaan. Ini penting untuk memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang berlaku.

Meski demikian, kamera multispektral tetap merupakan alat bantu. Verifikasi lapangan masih diperlukan untuk memastikan kondisi nyata di lokasi. Kombinasi antara data udara dan pengecekan langsung memberikan hasil paling optimal.

Pada akhirnya, pemanfaatan kamera multispektral membantu perusahaan tambang memantau area operasional dan lingkungan secara lebih sistematis. Dengan data yang lebih akurat, pengelolaan tambang dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Survey Volume dan Monitoring Produksi Pertambangan Berbasis Teknologi Geospasial

Survey volume dan monitoring produksi merupakan komponen krusial dalam manajemen operasional pertambangan untuk memastikan akurasi perhitungan material, pengendalian biaya, serta evaluasi kinerja produksi secara berkelanjutan. Aktivitas ini mencakup perhitungan volume cut and fill, stockpile, disposal, serta pemantauan perubahan topografi area tambang sebagai dasar pelaporan produksi dan perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.

PT TechnoGIS Indonesia menyediakan layanan Survey Volume dan Monitoring Produksi Pertambangan Terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi geospasial berpresisi tinggi, seperti UAV/Drone Photogrammetry, LiDAR Terrestrial dan Airborne, GNSS RTK, serta pengolahan data berbasis GIS dan pemodelan permukaan 3D. Data akuisisi diolah menjadi Digital Terrain Model (DTM), Digital Elevation Model (DEM), dan point cloud densitas tinggi untuk menghasilkan perhitungan volume yang akurat dan dapat diaudit.

Perhitungan volume dilakukan menggunakan metode surface-to-surface comparison, TIN-based volume calculation, serta grid-based modeling, yang memungkinkan estimasi volume material dengan tingkat ketelitian tinggi dan kesalahan minimal. Setiap hasil perhitungan dilengkapi dengan analisis ketelitian (error assessment), kontrol kualitas data (QA/QC), dan dokumentasi metodologi guna memastikan transparansi serta keterlacakan data untuk kebutuhan audit internal maupun eksternal.

Layanan monitoring produksi dilakukan secara periodik (harian, mingguan, atau bulanan) untuk memantau perubahan volume material dan progres penambangan. Dengan pendekatan time-series analysis, klien dapat mengevaluasi laju produksi (production rate), material movement, serta efektivitas operasional alat berat dan fleet management. Data monitoring ini juga dapat diintegrasikan dengan mine planning software dan sistem pelaporan produksi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data aktual.

Selain survey volume, PT TechnoGIS Indonesia menyediakan layanan pendukung yang terintegrasi, termasuk survey topografi detail tambang, monitoring deformasi lereng pit dan waste dump, perencanaan dan evaluasi jalan hauling, pemetaan progres reklamasi, serta pemetaan eksplorasi dan estimasi sumber daya. Kami juga mengembangkan WebGIS, dashboard monitoring produksi, dan sistem visualisasi 3D interaktif untuk mendukung analisis teknis, pelaporan manajemen, serta komunikasi lintas departemen.

Dengan didukung oleh tenaga ahli survey, geodesi, GIS, dan pertambangan, serta penerapan standar keselamatan kerja dan prosedur QA/QC yang ketat, PT TechnoGIS Indonesia berkomitmen menyediakan layanan survey volume dan monitoring produksi yang presisi, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Solusi kami dirancang untuk membantu perusahaan tambang meningkatkan akurasi pelaporan produksi, optimalisasi perencanaan tambang, efisiensi biaya operasional, serta penerapan praktik pertambangan yang berbasis data dan berkelanjutan.

Enhancing Asset Inspection with LiDAR-Equipped Quadrone Nivo: Precision and Efficiency

In recent years, asset inspection across various industries—such as energy, infrastructure, and telecommunications—has seen a significant shift toward more efficient and accurate methods. The integration of LiDAR (Light Detection and Ranging) technology with the Quadrone Nivo drone from PT Technogis Indonesia is revolutionizing how inspections are conducted. This combination provides unparalleled precision in capturing high-resolution 3D data of assets, enhancing maintenance workflows, safety, and decision-making.

LiDAR-Equipped Quadrone Nivo for Asset Inspection:
The Quadrone Nivo drone, equipped with LiDAR sensors, offers an ideal solution for asset inspection due to its ability to easily navigate complex environments and capture highly accurate spatial data. Unlike traditional methods, which require human intervention and often pose safety risks, the Quadrone Nivo can perform inspections quickly and safely without the need for scaffolding, ladders, or helicopters.

The integration of LiDAR sensors with the Quadrone Nivo allows for the collection of precise measurements of physical structures, capturing detailed information about asset conditions, including cracks, corrosion, and structural deformations. This data is crucial for industries where preventative maintenance is essential, such as in power lines, telecommunications towers, bridges, wind turbines, and oil and gas facilities.

Advantages of LiDAR-equipped Quadrone Nivo in Asset Inspection:

  1. High Precision and Detail:
    LiDAR systems on the Quadrone Nivo emit laser beams to scan the surface of an asset and record distances based on the time it takes for the laser to return. This process creates detailed 3D models and point clouds that can highlight even the smallest irregularities in an asset, offering highly accurate condition assessments. These 3D models are particularly useful for engineers to inspect the exact shape, size, and structure of assets down to the millimeter level.

  2. Efficient and Time-Saving:
    The Quadrone Nivo equipped with LiDAR can cover large areas in a fraction of the time compared to traditional manual inspections. For instance, inspecting long pipelines, large energy transmission towers, or extensive roof structures is significantly faster with the Quadrone Nivo. This leads to cost savings and ensures that assets are regularly monitored without long downtimes.

  3. Improved Safety:
    In hazardous environments such as tall structures, remote installations, or areas with difficult terrain, drones like the Quadrone Nivo provide a safer alternative to human workers. They can access hard-to-reach places without the need for scaffolding, ropes, or ladders, thereby reducing the risk of accidents and injuries. This safety aspect is especially critical in industries like energy, where high-voltage equipment and challenging weather conditions can pose additional threats to human inspectors.

  4. Real-Time Data Processing:
    The integration of real-time data processing with the Quadrone Nivo allows operators to quickly identify issues as soon as data is collected. This can be particularly important for mission-critical assets, where fast responses are required to avoid downtime or prevent more severe damage. With advanced software, this data is transformed into actionable insights almost instantly, enabling companies to make decisions and deploy maintenance crews faster.

  5. Remote and Difficult-to-Access Locations:
    One of the primary benefits of using the Quadrone Nivo for asset inspection is its ability to reach remote or difficult-to-access locations, such as offshore oil rigs, high-voltage powerlines, or remote pipeline sections. LiDAR technology combined with the Quadrone Nivo‘s mobility ensures that inspectors can obtain accurate readings and 3D models of assets, even in the most challenging environments.

The fusion of LiDAR technology with the Quadrone Nivo has revolutionized the field of asset inspection. By providing accurate, real-time, and comprehensive data, these drones help industries conduct inspections faster, more safely, and with greater precision. As technology advances, the use of drones in asset inspection will only continue to grow, enabling companies to reduce operational costs, improve safety, and make more informed maintenance decisions.

Studi Implementasi GIS untuk Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian

Pendahuluan

Dalam pertanian, tidak semua lahan cocok untuk semua jenis tanaman. Ada lahan yang cocok untuk padi, ada yang lebih sesuai untuk jagung, kopi, atau sawit. Jika tanaman tidak sesuai dengan kondisi lahannya, hasil panen bisa menurun bahkan gagal panen.

Saat ini, teknologi peta digital atau GIS (Geographic Information System) dapat membantu menentukan lahan mana yang paling cocok untuk suatu jenis tanaman. Dengan bantuan peta dan data, petani dan pemerintah dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam mengelola lahan pertanian. Artikel ini membahas bagaimana teknologi peta digital digunakan untuk mengetahui kesesuaian lahan pertanian dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.

 

Apa itu Kesesuaian Lahan Pertanian?

Kesesuaian lahan adalah penilaian apakah suatu lahan cocok untuk ditanami jenis tanaman tertentu.

Secara sederhana, lahan dinilai berdasarkan:

  • Kondisi tanah
  • Ketersediaan air
  • Kemiringan lahan
  • Curah hujan
  • Lingkungan sekitar

Hasil penilaian biasanya dibagi menjadi:

  • Sangat cocok
  • Cukup cocok
  • Kurang cocok
  • Tidak cocok

Dengan mengetahui hal ini, petani dapat memilih tanaman yang paling sesuai sehingga hasil panen lebih baik.

 

Apa itu GIS (Peta Digital)?

GIS bisa dianggap sebagai peta pintar di komputer.
Peta ini tidak hanya menunjukkan lokasi, tetapi juga menyimpan informasi seperti:

  • Jenis tanah
  • Curah hujan
  • Tinggi rendahnya lahan
  • Penggunaan lahan
  • Sumber air

Semua informasi tersebut digabungkan sehingga kita bisa melihat wilayah mana yang cocok untuk pertanian tertentu.

Data yang Digunakan

Untuk menentukan kesesuaian lahan, beberapa data yang dikumpulkan antara lain:

  1. Jenis Tanah.
    Menunjukkan apakah tanah subur atau tidak.
  2. Curah Hujan.
    Menentukan kebutuhan air tanaman.
  3. Kemiringan Lahan.
    Lahan yang terlalu curam sulit untuk bertani.
  4. Sumber Air / Irigasi.
    Penting untuk tanaman seperti padi.
  5. Penggunaan Lahan Saat Ini.
    Apakah lahan masih kosong atau sudah menjadi pemukiman.

Data ini dikumpulkan dari peta, satelit, dan survei lapangan.

 

Bagaimana Cara Menentukan Kesesuaian Lahan?

Prosesnya dapat dijelaskan dengan langkah sederhana:

  1. Mengumpulkan Data.

Data tanah, hujan, dan kondisi lahan dikumpulkan dalam bentuk peta.

  1. Membandingkan dengan Kebutuhan Tanaman.

Setiap tanaman punya kebutuhan berbeda.
Contohnya:

  • Padi butuh banyak air dan lahan datar
  • Jagung butuh tanah gembur dan air sedang
  • Kopi cocok di dataran tinggi
  1. Menggabungkan Semua Informasi.

Semua peta digabung sehingga terlihat daerah mana yang cocok dan tidak cocok.

  1. Membuat Peta Rekomendasi.

Hasil akhirnya berupa peta yang menunjukkan:

  • Daerah sangat cocok.
  • Daerah cukup cocok.
  • Daerah kurang cocok.
  • Daerah tidak cocok.

Contoh Penerapan di Lapangan

Misalnya, suatu daerah ingin mengetahui lahan terbaik untuk menanam padi.
Dengan peta digital, diketahui bahwa:

  • Wilayah dekat sungai dengan tanah lempung dan lahan datar → sangat cocok.
  • Wilayah berbukit dan jauh dari air → kurang cocok.

Dengan informasi ini, petani dapat fokus menanam padi di lokasi yang tepat dan menghindari area yang berisiko gagal panen.

 

Manfaat Bagi Petani dan Masyarakat

Penggunaan peta digital untuk pertanian memberikan banyak manfaat:

  • Hasil panen lebih baik.
  • Penggunaan air lebih efisien.
  • Menghemat biaya produksi.
  • Mengurangi risiko gagal panen.
  • Perencanaan lahan lebih jelas.
  • Menjaga lingkungan tetap lestari.

 

Tantangan yang Dihadapi

Beberapa kendala yang masih dihadapi:

  • Tidak semua daerah memiliki data yang lengkap.
  • Petani belum terbiasa menggunakan teknologi.
  • Perlu pendampingan dan pelatihan.

Namun, dengan dukungan pemerintah dan teknologi yang semakin murah, penggunaan peta digital dalam pertanian akan semakin luas.

 

Kesimpulan

Teknologi peta digital (GIS) membantu menentukan lahan yang paling cocok untuk jenis tanaman tertentu. Dengan cara ini, pertanian bisa menjadi lebih tepat sasaran, mengurangi kesalahan tanam, dan meningkatkan hasil panen. Walaupun terlihat rumit, sebenarnya GIS hanyalah alat bantu untuk melihat kondisi lahan secara menyeluruh melalui peta. Jika digunakan dengan benar, teknologi ini sangat membantu petani dan perencana pertanian dalam mengambil keputusan.

 

Penutup

Pertanian masa depan membutuhkan data dan teknologi agar lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan peta digital untuk analisis kesesuaian lahan, kita dapat mengelola lahan dengan lebih bijak demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Elevate Your Business with NiVO VTOL Drones by PT TechnoGIS Indonesia

In today’s fast‑paced world, businesses are continually seeking ways to optimize operations, reduce costs, and enhance data precision. PT TechnoGIS Indonesia introduces NiVO VTOL drones — cutting‑edge, hybrid UAVs that combine vertical takeoff and landing (VTOL) functionality with long‑range flight capabilities. Whether you’re involved in construction, agriculture, environmental research, or infrastructure development, NiVO VTOL drones offer a game‑changing solution to help businesses soar above the competition.

Harness the Power of Hybrid Technology

NiVO VTOL drones are designed with versatility at their core. These drones effortlessly combine the agility of multirotor UAVs with the extended coverage and speed of fixed‑wing aircraft. This hybrid technology makes them ideal for a variety of industries requiring high‑precision data capture over large areas — all while minimizing operational disruptions. From small urban rooftops to vast fields, NiVO drones provide efficient and accurate results no matter the environment.

Unmatched Flexibility and Precision for Your Projects

At PT TechnoGIS Indonesia, we understand that precision matters. That’s why NiVO VTOL drones are equipped with top‑tier sensors including RGB cameras, LiDAR, and multispectral imaging tools. Powered by RTK/PPK GPS systems, these drones ensure centimeter‑level accuracy — perfect for mapping, surveying, and monitoring projects that demand reliable data.

Whether you’re tracking crop health, surveying infrastructure, or assessing land for development, NiVO drones guarantee results you can trust. They reduce the need for expensive and time‑consuming traditional survey methods, allowing businesses to accomplish more in less time. (technogis.co.id)

Sustainability in Every Flight

NiVO VTOL drones are designed to enhance operational efficiency while promoting sustainability. By reducing reliance on human labor and ground‑based equipment, these drones offer businesses a greener, more eco‑friendly alternative to traditional surveying methods. Their ability to cover large areas quickly minimizes the environmental impact of data collection — a vital aspect for industries that are looking to reduce their carbon footprint.

For businesses in agriculture, these drones are instrumental in promoting precision farming practices. By providing real‑time insights on soil conditions, water usage, and plant health, NiVO drones support sustainable farming techniques that optimize yields while conserving resources. This leads to better productivity and healthier ecosystems. (technogis.co.id)

Built for the Future of Your Industry

NiVO VTOL drones are not just about flying; they’re about transforming the future of your business. With increased flight endurance, rapid deployment, and the ability to gather rich geospatial data in remote or difficult‑to‑access locations, NiVO VTOL drones provide a powerful tool for industries ranging from construction and mining to environmental monitoring and urban planning.

By leveraging PT TechnoGIS Indonesia’s state‑of‑the‑art drone technology, your business can take the lead in digital transformation, using real‑time data to make smarter, more informed decisions. The future of efficient and sustainable operations is at your fingertips. (technogis.co.id)

The NiVO Advantage — Innovation in Every Flight

With PT TechnoGIS Indonesia’s NiVO VTOL drones, your business gains more than just cutting‑edge technology. You gain a partner that prioritizes reliability, efficiency, and sustainability, empowering you to meet your goals with precision and agility. The NiVO VTOL series will take your operations to new heights, offering a cost‑effective, data‑rich solution that provides invaluable insights, faster turnaround, and better decision‑making.

Take your business to the next level with NiVO VTOL drones — the intelligent choice for businesses seeking to futureproof their operations and drive growth.

TechnoGIS Indonesia Lakukan Pengiriman NIVO VTOL V5 Pro LiDAR ke PVMBG Kementerian ESDM

Bandung, Jawa Barat – Rabu, 8 Oktober 2025 | 10.20 WIB

TechnoGIS Indonesia secara resmi telah melaksanakan pengiriman NIVO VTOL V5 Pro LiDAR ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proses pengiriman dilakukan pada Rabu, 8 Oktober 2025, pukul 10.20 WIB, bertempat di Jalan Surapati No. 55, Bandung, Jawa Barat.

NIVO VTOL V5 Pro LiDAR merupakan platform UAV VTOL fixed-wing berperforma tinggi yang dirancang untuk mendukung pemetaan topografi presisi, pemantauan kawasan rawan bencana, serta akuisisi data geospasial di wilayah dengan medan yang kompleks. Dengan teknologi LiDAR, sistem ini mampu menghasilkan data elevasi yang akurat dan detail, sangat penting untuk kebutuhan mitigasi bencana geologi dan analisis kebencanaan.

Pengiriman ini menjadi bagian dari komitmen TechnoGIS Indonesia dalam mendukung lembaga pemerintah melalui penyediaan solusi teknologi geospasial yang andal, inovatif, dan siap operasional. Integrasi UAV VTOL dengan sensor LiDAR diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan gunung api, longsor, dan potensi bencana geologi lainnya di Indonesia.

TechnoGIS Indonesia terus berupaya menghadirkan solusi UAV dan sistem geospasial terkini guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat dan berkelanjutan, khususnya untuk sektor kebencanaan, lingkungan, dan infrastruktur nasional.

PT TechnoGIS Indonesia Serahkan Produk Kamera Multispektral Landcam 2 Spektra kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM

Sleman, 31 Desember 2025 – PT TechnoGIS Indonesia telah menyelesaikan serah terima Kamera Multispektral Landcam 2 Spektra kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Gadjah Mada.

Kamera multispektral ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian, khususnya dalam analisis vegetasi, pemetaan lahan, serta kajian lingkungan berbasis data spasial. Dengan kemampuan merekam spektrum cahaya tertentu secara akurat, Landcam 2 Spektra memungkinkan pengguna memperoleh informasi kondisi tanaman dan lahan yang lebih detail dibandingkan kamera konvensional.

Melalui kerja sama ini, TechnoGIS Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan teknologi geospasial di lingkungan akademik serta mendorong kolaborasi berkelanjutan antara dunia industri dan perguruan tinggi guna mendukung inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan.

PT TechnoGIS Indonesia Serahkan Produk Kamera Multispektral Landcam 4 Spektra kepada Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Sleman, 30 Desember 2025 – PT TechnoGIS Indonesia telah menyelesaikan proses serah terima Kamera Multispektral Landcam 4 Spektra kepada Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.

Kamera multispektral ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan dalam bidang analisis vegetasi, pemetaan lahan, serta penerapan pertanian presisi berbasis teknologi.

 

Semoga kerja sama ini memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi pertanian.