Mengenal Teknologi GNSS Geodetik dalam Kuliah Tamu Departemen Teknik Geomatika ITS Bersama PT. TechnoGIS Indonesia

Surabaya, 22 April 2025 – Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menyelenggarakan acara kuliah tamu yang menghadirkan praktisi profesional di bidang pemetaan dan teknologi geospasial. Kali ini, kuliah tamu bertajuk “Pemetaan Presisi Tinggi Menggunakan Teknologi GNSS Geodetik Berstandar Global” diselenggarakan bekerja sama dengan PT. TechnoGIS Indonesia dan diikuti oleh mahasiswa S1 dan S2 Teknik Geomatika.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 April 2025, pukul 09.30 hingga 12.30 WIB, bertempat di ruang GM 104–105, Kampus ITS. Kuliah ini menghadirkan Gen Azza, S.Geo, yang merupakan Koordinator Business Development Produk di PT. TechnoGIS Indonesia, sebagai pembicara utama. Dengan latar belakang yang kuat di bidang pemetaan presisi dan pengembangan teknologi GNSS, Gen Azza membagikan wawasan dan pengalaman praktis terkait penerapan teknologi GNSS Geodetik yang kini banyak digunakan dalam berbagai proyek pemetaan berskala besar, baik nasional maupun internasional.

Kupas Tuntas Teknologi GNSS Geodetik

GNSS (Global Navigation Satellite System) merupakan sistem yang memungkinkan penentuan posisi secara presisi dengan bantuan satelit. Teknologi ini telah menjadi tulang punggung dalam dunia pemetaan modern, terutama dalam proyek infrastruktur, penelitian lingkungan, dan tata ruang wilayah. Dalam kuliah tamu ini, peserta diajak memahami lebih dalam bagaimana teknologi GNSS Geodetik digunakan untuk pemetaan dengan tingkat akurasi tinggi yang sesuai dengan standar global.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai sistem GNSS seperti GPS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou, teknik-teknik pengukuran diferensial, hingga integrasi dengan perangkat lunak pemetaan. Tidak hanya teori, peserta juga mendapat kesempatan untuk menyaksikan demo langsung penggunaan alat TGS GNSS EQ1 di lokasi acara, yang menambah pemahaman praktis mahasiswa terhadap teknologi ini.

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: dengan memperkenalkan mahasiswa kepada teknologi terbaru yang dapat diaplikasikan dalam dunia industri pemetaan dan konstruksi.

  • SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: melalui kegiatan edukatif yang langsung melibatkan praktisi industri, mahasiswa dapat memperoleh ilmu yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, kuliah tamu seperti ini menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyerap pengalaman lapangan langsung dari profesional.

Antusiasme dan Manfaat bagi Mahasiswa

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh mahasiswa, terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung selama acara. Banyak mahasiswa menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru mengenai peluang karir di bidang geospasial dan pemetaan.

Tidak hanya memperkaya pengetahuan, acara ini juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih mendalami teknologi GNSS, baik dalam proyek penelitian, tugas akhir, maupun dalam dunia kerja nanti.

Penutup

Kuliah tamu “Pemetaan Presisi Tinggi Menggunakan Teknologi GNSS Geodetik Berstandar Global” menjadi salah satu langkah nyata Departemen Teknik Geomatika ITS dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan bekal pengetahuan teknologi terkini. Melalui kolaborasi dengan industri seperti PT. TechnoGIS Indonesia, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan demikian, ITS terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan adaptif dalam bidang teknologi geomatika.

Serah Terima GNSS RTK: ITK Siap Pemetaan Lebih Akurat

Balikpapan, – Dalam upaya mendukung kemajuan pendidikan dan penelitian berbasis teknologi geospasial, TechnoGIS Indonesia telah melaksanakan proses serah terima TGS GNSS EQ1 RTK kepada Laboratorium Sistem Informasi Geografis (SIG), Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Serah terima berlangsung di lingkungan kampus ITK dan dihadiri oleh perwakilan dosen, laboran, dan tim dari TechnoGIS Indonesia. Perangkat GNSS RTK ini dirancang untuk memberikan akurasi pengukuran tinggi secara real-time, dan sangat sesuai untuk kebutuhan akademik, penelitian lapangan, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang membutuhkan data spasial presisi.

Perwakilan Laboratorium SIG ITK menyampaikan bahwa keberadaan perangkat ini akan meningkatkan mutu praktikum mahasiswa dan memperkaya proyek-proyek riset di bidang pemetaan, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis. Mereka juga menilai bahwa kolaborasi dengan industri seperti TechnoGIS membuka ruang bagi penguatan kompetensi mahasiswa secara langsung di lapangan.

Selain serah terima, tim TechnoGIS juga memberikan sesi pelatihan teknis mengenai instalasi, operasional, dan pengolahan data dari perangkat GNSS RTK, memastikan alat ini dapat langsung digunakan secara optimal.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret TechnoGIS Indonesia dalam menjembatani dunia industri dengan dunia pendidikan, serta mempercepat pemanfaatan teknologi geospasial di berbagai lini pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Tutorial Penggunaan TGS GNSS EQ1 dalam Mode Static

Solusi Presisi untuk Pengukuran Baseline dan Data GNSS Akurat

TGS GNSS EQ1 merupakan perangkat GNSS geospasial buatan TechnoGIS Indonesia yang dirancang untuk mendukung kebutuhan survei dengan akurasi tinggi. Salah satu mode utama yang sering digunakan oleh para profesional pemetaan adalah mode Static, yang berguna untuk pengamatan titik koordinat secara presisi dan digunakan untuk keperluan baseline pengolahan data diferensial (post-processing).

Artikel ini akan membahas secara detail bagaimana menggunakan TGS GNSS EQ1 dalam mode Static, mulai dari persiapan alat hingga proses pengambilan data.

Kapan Mode Static Digunakan?

Mode static digunakan ketika Anda membutuhkan:

  • Data posisi yang sangat akurat (hingga level milimeter)

  • Pengamatan titik kontrol (GCP) dalam jangka waktu tertentu

  • Proyek pemetaan dengan metode diferensial atau koreksi pasca-survei (PPK)

Langkah-langkah Menggunakan Mode Static

1. Persiapan Peralatan

Pastikan Anda telah menyiapkan:

  • Receiver TGS GNSS EQ1

  • Tripod dan tribrach atau tongkat GNSS

  • Aplikasi TGS GNSS Tools di smartphone Android

  • Baterai penuh atau power bank (jika survei berlangsung lama)

  • Waterpass untuk memastikan posisi tegak lurus

2. Pemasangan Receiver

Pasang receiver TGS EQ1 di atas titik yang akan diukur. Gunakan tripod dan pastikan posisi tegak lurus dengan bantuan waterpass.

Catatan penting: Semakin stabil dan tegak posisi receiver, semakin baik kualitas data statik yang dikumpulkan.

3. Koneksikan ke Aplikasi TGS GNSS Tools

  • Nyalakan receiver hingga lampu indikator menyala

  • Buka aplikasi TGS GNSS Tools

  • Aktifkan Bluetooth di HP, lalu hubungkan ke perangkat TGS EQ1

  • Setelah terkoneksi, masuk ke menu utama

4. Mulai Perekaman Data Static

  • Pilih menu Static Survey di aplikasi

  • Masukkan:

    • Nama titik (Point Name)

    • Durasi pengamatan (rekomendasi: 30 menit – 2 jam)

    • Tinggi antena dari permukaan tanah ke pusat antena (ARPH)

  • Tekan tombol Start Logging

  • Biarkan proses berjalan hingga durasi selesai

5. Mengakhiri dan Mengekspor Data

  • Setelah waktu pengamatan selesai, tekan Stop Logging

  • File data observasi (.OBS atau RINEX) akan tersimpan otomatis di receiver

  • Data ini kemudian bisa Anda ekspor dan proses menggunakan software seperti TGS Post Processing

✅ Tips Penting

  • Lakukan pengamatan saat kondisi langit cerah dan minim gangguan multipath (pantulan sinyal)

  • Jangan bergerak atau menyentuh receiver selama pengamatan

  • Gunakan durasi lebih lama untuk mendapatkan hasil koordinat yang lebih presisi

  • Dokumentasikan tinggi antena dan durasi dengan baik untuk kebutuhan pengolahan data

🎓 Butuh Bantuan Pelatihan atau Pendampingan?

TechnoGIS Indonesia menyediakan layanan pelatihan, konsultasi teknis, serta support penggunaan alat GNSS EQ1 untuk instansi, perusahaan, dan akademisi.

📞 Hubungi kami melalui:

PT TechnoGIS Indonesia Sukses Tampilkan Inovasi Geospasial di GeoConnect Asia 2025

Singapura, 9-10 April 2025 – PT TechnoGIS Indonesia menutup partisipasinya di GeoConnect Asia 2025 dengan hasil yang sangat positif. Selama dua hari penyelenggaraan di Marina Bay Sands, Singapura, TechnoGIS hadir sebagai salah satu exhibitor yang menampilkan solusi geospasial unggulan karya anak bangsa. Keikutsertaan ini menjadi ajang penting untuk menunjukkan bahwa teknologi geospasial berbasis TKDN mampu bersaing di kancah internasional dan mendapat apresiasi tinggi dari pelaku industri global.

Sepanjang pameran, TechnoGIS membawa berbagai produk inovatif yang menjadi andalan perusahaan, antara lain drone NiVO VTOL V3 dan Quadrone Pro untuk pemetaan udara, solusi pemetaan berbasis LiDAR seperti GeoLiDAR TLS, SLAM, dan ALS, perangkat GNSS terbaru TGS EQ 1 RTK versi terbaru, serta platform Dashboard IT Sensing yang dirancang untuk mendukung monitoring dan pengambilan keputusan secara real-time. Produk-produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan survei, pemetaan, hingga pemantauan aset di berbagai sektor industri, mulai dari infrastruktur, pertambangan, kehutanan, hingga kelistrikan.

Booth TechnoGIS Indonesia menjadi salah satu pusat perhatian selama pameran berlangsung. Puluhan pengunjung dari berbagai negara datang untuk melihat langsung kemampuan produk geospasial buatan Indonesia. Perusahaan-perusahaan konsultan dari India dan Singapura menjadi yang paling aktif dalam menjajaki kerja sama, menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap performa dan keunggulan teknologi TechnoGIS. Produk NiVO VTOL V3 dan GeoLiDAR SLAM mendapat respons sangat positif karena kemudahan pengoperasian dan akurasi data yang tinggi.

Selain mengenalkan teknologi, GeoConnect Asia 2025 juga menjadi momentum strategis bagi TechnoGIS dalam memperluas jaringan kolaborasi. Pada hari pertama, TechnoGIS menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan salah satu perusahaan konsultan geospasial asal Singapura. Di hari kedua, muncul peluang kerja sama baru dengan perusahaan SONY, yang tertarik untuk mengintegrasikan sensor kamera mereka dengan platform drone TechnoGIS. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kualitas akuisisi data spasial yang lebih baik, serta membuka pasar baru di bidang pemetaan udara resolusi tinggi.

Melalui partisipasi di GeoConnect Asia 2025, PT TechnoGIS Indonesia tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan kemandirian teknologi dalam industri geospasial. Pencapaian ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat posisi TechnoGIS sebagai pelaku utama industri geospasial Indonesia yang mampu bersaing secara global dengan tetap mengusung nilai lokal dalam setiap solusi yang ditawarkan.

PT Technogis Indonesia Dorong Inovasi Teknologi Geospasial dalam Forum Strategis Indonesia – Arab Saudi

Jakarta, 16 April 2025 — PT Technogis Indonesia menunjukkan komitmennya dalam penguatan kerja sama internasional melalui partisipasi aktif dalam pertemuan strategis antara Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi, Bandar Al-Khorayef. Pertemuan yang digelar di Jakarta ini merupakan bagian dari upaya bilateral kedua negara dalam meningkatkan kolaborasi di sektor industri, khususnya di bidang petrokimia, manufaktur, dan pengolahan mineral.

Event ini menjadi ajang penting bagi startup dan pelaku industri Indonesia untuk menjalin koneksi strategis dengan mitra dari Arab Saudi. Kehadiran PT Technogis Indonesia sebagai representasi startup lokal dalam sektor teknologi geospasial menandai langkah maju dalam membawa inovasi karya anak bangsa ke panggung global.

Dalam kesempatan ini, PT Technogis Indonesia memperkenalkan sejumlah produk unggulan berbasis teknologi tinggi yang telah dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pemetaan dan analisis spasial industri. Salah satu produk andalan yang ditampilkan adalah TGS GNSS EQ1 RTK, sebuah perangkat pemetaan berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) yang dilengkapi teknologi Real-Time Kinematic (RTK). Alat ini mampu memberikan akurasi tinggi dalam survei pemetaan, sangat ideal untuk berbagai kebutuhan seperti perencanaan wilayah, infrastruktur, dan pertambangan.

Selain itu, Technogis juga menampilkan sistem GeoLiDAR ALS (Airborne LiDAR System), yaitu teknologi pemindaian udara yang menggunakan laser untuk menghasilkan data spasial dengan resolusi tinggi. Teknologi ini sangat efektif dalam mengakuisisi informasi topografi dan objek permukaan secara detail, bahkan di area dengan tutupan vegetasi yang lebat.

Inovasi lain yang turut diperkenalkan adalah solusi IoT Sensing, sistem pengumpulan data berbasis sensor cerdas yang dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor seperti monitoring lingkungan, sistem keamanan industri, serta pemantauan aset secara real-time.

Melengkapi portofolio teknologi yang ditampilkan, Technogis juga menunjukkan kemampuan pemrosesan data LiDAR menjadi model 3 dimensi jaringan listrik (3D Powerline Model). Model ini sangat berguna dalam mendeteksi potensi kerusakan atau gangguan pada jaringan transmisi listrik, sehingga mendukung upaya mitigasi risiko dan peningkatan efisiensi pemeliharaan infrastruktur energi.

Keterlibatan PT Technogis Indonesia dalam forum ini tidak hanya menegaskan kapasitas startup Indonesia dalam bidang teknologi industri, namun juga memperlihatkan besarnya potensi kolaborasi dengan mitra internasional, terutama di era transformasi digital yang semakin cepat. Produk dan solusi yang ditawarkan Technogis mendapat sambutan positif dari pihak Arab Saudi yang menunjukkan minat untuk mempelajari lebih lanjut pengalaman dan inovasi yang dimiliki Indonesia, khususnya di bidang manufaktur dan teknologi geospasial.

Melalui partisipasi ini, Technogis berharap dapat menjadi bagian dari kemitraan strategis yang berkelanjutan, serta terus berkontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pelaku penting dalam industri berbasis teknologi di tingkat global.

Silaturahmi Penuh Inovasi: Kunjungan TechnoGIS ke AMX UAV Bahas Kolaborasi Drone Masa Depan

Menjalin Silaturahmi dan Menyusun Sinergi: Kunjungan PT TechnoGIS Indonesia ke AMX UAV Yogyakarta

Yogyakarta, 27 Maret 2025 — PT TechnoGIS Indonesia melakukan kunjungan resmi ke AMX UAV, sebuah perusahaan teknologi pesawat tanpa awak (UAV/Drone) yang berbasis di Yogyakarta. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus membahas potensi kerja sama strategis di bidang teknologi drone yang kian berkembang pesat di Indonesia.

Acara yang berlangsung pada hari Rabu tersebut dihadiri langsung oleh tim perwakilan dari PT TechnoGIS Indonesia yang terdiri dari jajaran Business Development dan R&D. Mereka disambut hangat oleh tim AMX UAV yang diwakili oleh manajemen dan teknisi pengembangan produk. Momen ini menjadi titik awal dari sinergi antardua perusahaan nasional yang memiliki fokus pada pengembangan teknologi geospasial dan UAV.

Latar Belakang Kunjungan

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang solusi geospasial, PT TechnoGIS Indonesia memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan teknologi drone yang kini menjadi salah satu perangkat utama dalam akuisisi data spasial. Dengan meningkatnya kebutuhan akan pemetaan presisi tinggi, monitoring infrastruktur, pengawasan wilayah, hingga pemantauan lingkungan, integrasi antara sistem UAV dan pemrosesan data geospasial menjadi sangat penting.

Di sisi lain, AMX UAV merupakan produsen drone lokal yang telah mengembangkan berbagai platform UAV untuk kebutuhan pemetaan, surveilans, hingga pemantauan area terpencil. Produk-produk AMX UAV telah digunakan dalam berbagai proyek nasional dan memiliki keunggulan dalam hal adaptasi teknologi terhadap kondisi geografis Indonesia.

Kunjungan ini bukan hanya untuk mengenal lebih jauh produk dan kemampuan teknis AMX UAV, tetapi juga sebagai bagian dari upaya TechnoGIS dalam memperkuat ekosistem teknologi dalam negeri serta mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor UAV dan geospasial.

Agenda Kegiatan

Kegiatan kunjungan diawali dengan sesi perkenalan dari masing-masing pihak. PT TechnoGIS Indonesia memaparkan visi dan misi perusahaan yang berfokus pada integrasi teknologi geospasial dengan industri strategis di Indonesia. Dalam presentasinya, tim TechnoGIS juga memperkenalkan berbagai lini produk seperti sistem pemetaan berbasis LiDAR, bathimetri, solusi monitoring infrastruktur, serta pengembangan aplikasi geospasial berbasis AI (Geo-AI).

Sementara itu, tim AMX UAV menjelaskan sejarah perkembangan perusahaan, portofolio produk UAV yang telah dikembangkan, serta kemampuan manufaktur dan R&D yang dimiliki. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kemampuan AMX dalam mengembangkan drone fixed-wing dan multirotor untuk berbagai misi, termasuk misi pemetaan topografi dan pengawasan lahan.

Setelah sesi presentasi, acara dilanjutkan dengan tur fasilitas produksi AMX UAV. Tim TechnoGIS diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses produksi UAV mulai dari desain body, perakitan komponen, hingga pengujian sistem. Interaksi yang intensif terjadi selama sesi ini, di mana kedua pihak berdiskusi mengenai spesifikasi teknis, efisiensi produksi, serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangan drone nasional.

Pembahasan Potensi Kerja Sama

Salah satu fokus utama dari kunjungan ini adalah pembahasan kerja sama antara PT TechnoGIS Indonesia dan AMX UAV dalam mengembangkan dan memasarkan solusi UAV terintegrasi untuk kebutuhan industri geospasial dan infrastruktur.

Beberapa skema kerja sama yang dibahas antara lain:

  1. Pengembangan Paket UAV untuk Pemetaan
    TechnoGIS dan AMX UAV menjajaki kemungkinan pengembangan paket drone khusus untuk kegiatan pemetaan udara dengan integrasi sistem kamera fotogrametri, LiDAR ringan, serta software pengolahan data yang dikembangkan oleh TechnoGIS.

  2. Kolaborasi dalam Proyek Pemerintah dan Swasta
    Kedua pihak sepakat untuk membuka peluang kolaborasi dalam menjawab kebutuhan proyek nasional, terutama di bidang pemetaan wilayah, pemantauan kawasan hutan, dan pengawasan jaringan infrastruktur seperti jalan, rel, dan jaringan listrik.

  3. Peningkatan TKDN dan Kemandirian Teknologi
    Sebagai sesama perusahaan yang mendukung pengembangan teknologi dalam negeri, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam produk UAV yang dipasarkan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan solusi UAV hasil kolaborasi TechnoGIS dan AMX UAV dapat menjadi produk unggulan dalam negeri yang kompetitif.

  4. Pelatihan dan Edukasi
    Tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, kerja sama ini juga mencakup aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan pengoperasian drone, pengolahan data geospasial, hingga pengembangan aplikasi UAV menjadi bagian dari agenda bersama untuk mendukung SDM unggul di bidang teknologi UAV.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Dalam sambutannya, perwakilan dari PT TechnoGIS Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari tim AMX UAV dan menyatakan optimismenya terhadap potensi sinergi ini.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara TechnoGIS dan AMX UAV akan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi kedua perusahaan, tetapi juga bagi ekosistem teknologi geospasial nasional. Melalui kerja sama ini, kami berharap bisa menghasilkan produk-produk UAV yang presisi, adaptif, dan berdaya saing tinggi untuk menjawab kebutuhan industri di Indonesia,” ujar perwakilan TechnoGIS.

Senada dengan itu, tim AMX UAV menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk penguatan industri UAV lokal. Mereka menilai bahwa integrasi antara kemampuan manufaktur drone dengan kapabilitas pemrosesan data geospasial dari TechnoGIS akan menciptakan nilai tambah yang luar biasa.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan TechnoGIS, yang kami nilai memiliki pengalaman dan jaringan luas di sektor geospasial. Sinergi ini semoga menjadi awal dari kerja sama jangka panjang untuk menghasilkan solusi UAV berbasis teknologi lokal yang handal,” ungkap pihak AMX UAV.

Penutup

Kunjungan PT TechnoGIS Indonesia ke AMX UAV pada 27 Maret 2025 bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar dua perusahaan teknologi, tetapi juga momentum strategis untuk membangun kolaborasi yang berorientasi pada inovasi dan kemandirian bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi UAV dan kebutuhan data geospasial yang semakin tinggi, kolaborasi semacam ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing industri nasional.

Dengan semangat gotong royong, sinergi antar pelaku industri seperti TechnoGIS dan AMX UAV diharapkan dapat menghadirkan solusi berbasis teknologi tinggi yang tidak hanya presisi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Indonesia. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung visi Indonesia sebagai negara maju berbasis inovasi teknologi.

PT Techno GIS Indonesia and Synergy Engineering Lead the Charge in Geospatial Innovation at Hannover Messe 2025

Hannover, Germany – At the prestigious Hannover Messe 2025, PT Techno GIS Indonesia demonstrated its commitment to advancing digital mapping and geospatial solutions by showcasing its cutting-edge technologies in collaboration with Synergy Engineering. Held from March 31 to April 4, 2025, this international industrial fair provided an ideal platform for the two companies to display their expertise, foster global partnerships, and highlight transformative solutions that are paving the way for sustainable industry practices worldwide.

During the event, PT Techno GIS Indonesia unveiled a range of innovative products, including a cloud-based spatial monitoring platform that integrates real-time data collection with advanced analytics. This platform is specifically designed to enhance operational efficiency across diverse sectors such as agriculture, urban planning, disaster management, and resource optimization. With its ability to rapidly process and analyze vast amounts of geospatial data, the platform is set to revolutionize how industries approach decision-making processes and strategic planning.

In a demonstration that captured the attention of industry leaders, investors, and government representatives, the PT Techno GIS Indonesia booth featured interactive displays where visitors could witness live demonstrations of the latest remote sensing and GIS technologies. The company’s experts explained how the integration of artificial intelligence (AI) and big data analytics with geographic information systems (GIS) enables more accurate mapping, predictive modeling, and real-time situational awareness. These innovations not only streamline operations but also contribute to more sustainable and environmentally responsible practices.

A key highlight of the event was the strategic collaboration with Synergy Engineering. This partnership exemplifies how combining local expertise with robust, internationally acclaimed engineering practices can lead to superior technology solutions. Synergy Engineering has played an instrumental role in the research and development processes, ensuring that the solutions developed meet both local needs and international standards. Their collaboration has also facilitated the creation of scalable technologies that are ready for deployment across various markets.

“Partnering with Synergy Engineering has been a game-changer for us,” said the CEO of PT Techno GIS Indonesia during his presentation at Hannover Messe 2025. “Their commitment to excellence and deep technical expertise have greatly enhanced our capacity to deliver advanced geospatial solutions that are both innovative and reliable. Together, we are setting new benchmarks in digital transformation and sustainable industry practices.”

In addition to product demonstrations, the event provided ample networking opportunities. Both PT Techno GIS Indonesia and Synergy Engineering engaged in high-level discussions with international counterparts, exploring avenues for future collaborations, joint research projects, and market expansions. These discussions underscored the global appetite for advanced geospatial solutions and showcased the companies’ readiness to contribute to the digital transformation of industries worldwide.

The collaborative efforts of PT Techno GIS Indonesia and Synergy Engineering extended beyond technology demonstrations. They also hosted several workshops and seminars during the fair, aimed at educating industry stakeholders about the benefits of integrating geospatial data with AI and IoT. These sessions highlighted case studies and real-world applications of their solutions, emphasizing how a data-driven approach can lead to more informed decision-making and ultimately, a more efficient use of resources.

Looking forward, both companies are eager to build on the momentum generated at Hannover Messe 2025. Plans are already underway to conduct pilot projects in various regions, deploying their innovative solutions in local contexts to further refine and adapt the technology based on real-world feedback. This proactive approach is anticipated to not only enhance technological capabilities but also drive broader adoption of digital mapping and geospatial intelligence across industries.

The success at Hannover Messe 2025 reinforces PT Techno GIS Indonesia’s position as a trailblazer in the geospatial technology arena, while the partnership with Synergy Engineering demonstrates the power of collaboration in achieving technological excellence. As the world continues to embrace digital transformation, their joint efforts are well-positioned to deliver significant value, fostering innovation and sustainability in both local and global industrial landscapes.

PT Techno GIS Indonesia and Taskility Forge Partnership at Hannover Messe 2025, Marking a New Era in Mapping Technology Innovation

Hannover, Germany – In a remarkable development at Hannover Messe 2025, PT Techno GIS Indonesia and Taskility, a technology firm based in Mexico, officially signed a Memorandum of Understanding (MoU) solidifying their commitment to collaborate on innovative mapping technology solutions. This strategic alliance not only underscores the global reach of both companies but also marks a significant milestone in the broader context of advancing digital innovation at an international level.

A Meeting of Minds in Hannover
Hannover Messe is renowned worldwide as one of the largest and most influential industrial exhibitions, bringing together leading companies, startups, researchers, and government representatives from all corners of the globe. The 2025 edition of the event was no exception, serving as the perfect backdrop for groundbreaking agreements and initiatives. For PT Techno GIS Indonesia and Taskility, Hannover Messe provided the ideal stage to showcase their respective expertise in geospatial solutions and digital innovation, attracting the attention of potential partners and stakeholders worldwide.

Aligning Visions for the Future
The key focus of this newly minted partnership is the development of advanced mapping technology solutions and the integration of cutting-edge digital innovation. By combining PT Techno GIS Indonesia’s extensive experience in geospatial data management, remote sensing, and geographic information systems (GIS) with Taskility’s prowess in digital transformation and process optimization, both organizations aim to reshape how mapping solutions are conceived and implemented in various sectors.

This collaboration was born out of a shared belief that, in today’s increasingly complex and interconnected world, innovation knows no boundaries. Through joint research and development, knowledge-sharing, and the pooling of resources, both companies seek to create impactful solutions capable of addressing the most pressing challenges faced by multiple industries—ranging from agriculture, urban planning, and logistics to disaster management and environmental conservation.

Bridging Continents: Indonesia Meets Mexico
One of the most notable aspects of this partnership is its international dimension, bridging two distinct yet promising markets: Indonesia in Southeast Asia and Mexico in North America. By leveraging each other’s regional expertise, PT Techno GIS Indonesia and Taskility anticipate broadening the reach of their innovations, tailoring solutions to the local contexts of countries in Asia and Latin America. This geographic diversity enriches the collaboration, creating opportunities for bilateral knowledge exchange, cultural insights, and, potentially, further commercial expansion into other regions.

Driving Global Digital Innovation
As part of the MoU, both parties have pledged to jointly invest in research projects that push the boundaries of mapping technology. The integration of artificial intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), and big data analytics into geospatial platforms stands at the core of this effort. By deploying these emerging technologies, the partnership intends to create highly efficient, user-friendly, and scalable systems that can be adapted to multiple use cases.

Furthermore, the two companies aim to encourage innovation by conducting joint workshops and training sessions. These sessions will focus on enabling developers, engineers, and decision-makers—both from Indonesia and Mexico—to leverage advanced mapping tools effectively. The goal is not merely to build new software or hardware, but to cultivate a transnational community of innovators who can continue refining and implementing these tools well into the future.

Opening Doors to Collaborative Opportunities
This MoU also paves the way for exploring additional collaborations, particularly in academic research and government-led initiatives. Both PT Techno GIS Indonesia and Taskility recognize the importance of partnering with universities, research institutions, and government agencies to accelerate the development of pioneering mapping solutions. By pooling collective expertise and resources, the collaboration stands to benefit public-sector projects, such as infrastructure development and environmental protection efforts.

The Road Ahead
Though the MoU signing at Hannover Messe 2025 represents a significant accomplishment, both companies view it as a starting point rather than a final achievement. In the coming months, PT Techno GIS Indonesia and Taskility plan to establish dedicated working groups that will identify specific pilot projects and potential funding sources. Once these pilot projects are underway, they will serve as testbeds for evaluating newly developed systems and software, helping the partnership refine their approach before scaling up for broader deployment.

Looking forward, this alliance has the potential to not only transform how mapping solutions are generated and used but also reinforce the role of digital innovation in global industrial processes. By championing collaboration across borders and bridging expertise from diverse markets, the partnership highlights the value of international synergy in tackling technological and societal challenges.

A Milestone for Both Companies and Beyond
In summary, the MoU signing between PT Techno GIS Indonesia and Taskility at Hannover Messe 2025 is a testament to the strength of cross-continental collaboration and a shared vision for the future of mapping technology. It underscores their mutual commitment to fostering innovation, enhancing knowledge exchange, and advancing digital solutions on a global scale. As the partnership progresses, stakeholders in various industries will have much to gain from the anticipated breakthroughs that this collaboration promises.

Ultimately, Hannover Messe 2025 has provided the perfect platform for two forward-thinking companies to unite their respective strengths—geospatial know-how and digital transformation expertise—and chart an exciting path toward more intelligent, efficient, and sustainable mapping solutions. Through this MoU, PT Techno GIS Indonesia and Taskility are set to leave a lasting impact on the world of digital innovation and position themselves as leading figures in the rapidly evolving landscape of global mapping technologies.

PT Techno GIS Indonesia Signs an MoU with Aerial Intelligence at Hannover Messe 2025, Germany

Hannover, Germany – The Hannover Messe 2025 event once again witnessed the emergence of various innovative collaborations in the fields of technology and industry. One of the most significant moments of this grand event was the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) between PT Techno GIS Indonesia and Aerial Intelligence, a German-based technology company. Through this MoU, both parties agreed to collaboratively develop aerial data-based solutions and strengthen their partnership in image processing and geospatial innovation powered by artificial intelligence (AI).

As the world’s largest industrial trade fair, Hannover Messe is known for bridging a myriad of ideas and innovations from across the globe. In 2025, the event adopted the theme “Industrial Transformation – Energizing a Sustainable Industry,” emphasizing the importance of merging technology and sustainability across all industrial sectors. In line with this spirit, PT Techno GIS Indonesia and Aerial Intelligence recognized the tremendous potential in harnessing aerial data and AI technology for various applications, ranging from agricultural land mapping, urban planning, disaster mitigation, to more efficient natural resource management.

One of the primary focuses of this MoU is the development of a comprehensive aerial data-based solution. Both parties are committed to designing systems for the collection, processing, and analysis of geospatial data that are not only reliable but also scalable. PT Techno GIS Indonesia, leveraging its extensive experience and local client base, will utilize its infrastructure and local expertise to gather field data. Meanwhile, Aerial Intelligence, through its advanced technology and R&D ecosystem in Germany, will provide an AI-based aerial image analysis platform capable of processing data quickly and accurately.

This collaboration also encompasses AI-powered geospatial innovations. Such technology is projected to help overcome various complex challenges faced by industries and governments, such as mapping remote areas, managing critical infrastructure, and identifying land cover changes. With the integration of AI, the developed systems are expected to generate predictive analyses, minimize data errors, and optimize resource utilization. These improvements are anticipated to have a positive impact across a range of sectors, including agriculture, plantation, forestry, mining, and urban planning.

The signing of this MoU is a strong symbol of PT Techno GIS Indonesia’s commitment to advancing geospatial technology in Indonesia. By partnering with Aerial Intelligence, the company aims to introduce sophisticated solutions that can stand up to global competition. In turn, Aerial Intelligence views this partnership as a gateway to penetrating the Southeast Asian market, particularly Indonesia, which has a significant demand for mapping and remote sensing technologies.

During the MoU signing at Hannover Messe 2025, representatives from both companies emphasized that this agreement is not merely an ordinary business collaboration; it is a synergistic effort to integrate two areas of expertise: the local knowledge held by PT Techno GIS Indonesia and the state-of-the-art technology of Aerial Intelligence on a global scale. The outcomes of this development are expected to be implemented in a more targeted manner, effectively addressing real-world needs.

Furthermore, the MoU opens the door for interdisciplinary collaborations. Various sectors, including academia and government, will be invited to work together to test and utilize the solutions emerging from this cooperation. This step is crucial to ensure that the innovations created truly have a high leverage effect on industrial development and sustainable growth.

In the near future, a joint team from PT Techno GIS Indonesia and Aerial Intelligence will initiate pilot projects in several selected locations in Indonesia. These pilot projects aim to test the integration of aerial data, image processing, and AI in addressing various needs, such as managing agricultural land.

CEO of PT Techno GIS Indonesia Serves as a Speaker at Hannover Messe 2025

Hannover, Germany – PT Techno GIS Indonesia once again achieved a moment of pride at the international event, Hannover Messe 2025. On March 1, 2025, Ir. Sarono, M.Eng., the CEO of PT Techno GIS Indonesia, took the stage as a representative speaker for Indonesia at the prestigious Startup Stage Area.

During this opportunity, Ir. Sarono delivered a presentation titled “Towards Carbon Balance: Strategies for Emission Neutralization in Industry and on a Global Scale.” His presentation addressed the significant issues surrounding carbon balance and outlined concrete strategies for neutralizing emissions, both on an industrial level and globally. This topic is highly pertinent to the global focus on sustainability and the ongoing transition toward a green industry—a central theme at this year’s Hannover Messe.

Ir. Sarono’s participation as a speaker underscores the international confidence in PT Techno GIS Indonesia’s competence and commitment to developing technologies that support sustainable industry practices. In his address, he highlighted the critical importance of collaboration among the technology sector, industry players, and government bodies in creating data-driven, spatial solutions for mitigating carbon emissions. Furthermore, the technologies developed by Techno GIS—such as their GIS-based monitoring systems and integration of remote sensing data—have proven to be strategic tools for making informed decisions regarding environmental policy.

The presence of PT Techno GIS Indonesia on this international stage further solidifies Indonesia’s reputation as an active contributor to the global climate change agenda through technological innovation and creative approaches. Ir. Sarono emphasized that Indonesia holds enormous potential to offer solutions to global environmental challenges, especially through the integrated utilization of geospatial technology.

Beyond showcasing technological innovation, the event provided PT Techno GIS Indonesia with a valuable opportunity to broaden its international network and demonstrate its technical capabilities on a global platform. Many participants from around the world expressed keen interest in the approaches and solutions presented, opening up significant possibilities for future collaborations in the field of environmentally friendly technology.

By featuring the CEO of PT Techno GIS Indonesia as a speaker at Hannover Messe 2025, the company not only showcased its technological prowess but also reinforced its commitment to being an integral part of the global solution for urgent environmental issues. This milestone marks a strategic step toward positioning the company as a leader in sustainable geospatial technology, both at the national and international levels.

The impressive participation of PT Techno GIS Indonesia and its CEO at such a high-profile event reflects the growing emphasis on green technology and sustainable practices in today’s industrial landscape. As the world increasingly turns its attention to reducing carbon footprints and fostering an environmentally responsible future, the contributions of companies like PT Techno GIS Indonesia become ever more critical.

Looking ahead, PT Techno GIS Indonesia remains steadfast in its mission to innovate and develop advanced geospatial solutions that not only cater to the demands of modern industries but also promote a sustainable future. The insights and collaborative relationships forged at Hannover Messe 2025 will undoubtedly serve as a foundation for continued progress in bridging local expertise with global technological advancements.

By continually pushing the boundaries of what is possible in geospatial technology, PT Techno GIS Indonesia is setting new benchmarks in the industry, paving the way for transformative changes that benefit both the economy and the environment. The company’s commitment to sustainability and innovation promises to influence future trends in environmental technology, highlighting Indonesia’s role on the global stage as a contributor to sustainable industrial development.