Pemetaan Drone dan GIS dalam Monitoring Tanaman Perkebunan

Pendahuluan

Perkebunan seperti kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan kakao membutuhkan pemantauan rutin agar tanaman tetap sehat dan hasil panen maksimal. Selama ini, pemantauan biasanya dilakukan dengan cara berjalan langsung ke kebun dan melihat kondisi tanaman satu per satu. Cara ini membutuhkan waktu lama dan tenaga besar.

Kini, teknologi drone dan peta digital (GIS) membantu memantau kondisi tanaman dengan lebih cepat, mudah, dan akurat. Dengan bantuan drone, kondisi kebun bisa dilihat dari udara, sedangkan GIS digunakan untuk mengolah dan menyimpan data dalam bentuk peta yang mudah dipahami. Artikel ini menjelaskan bagaimana drone dan GIS digunakan untuk memantau tanaman perkebunan dengan bahasa sederhana untuk masyarakat umum.

 

Apa itu Drone dan GIS?

Drone adalah pesawat kecil tanpa awak yang bisa terbang dan mengambil foto atau video dari udara. Drone dapat memotret seluruh area perkebunan dalam waktu singkat.

GIS (Sistem Informasi Geografis) adalah peta digital di komputer yang menyimpan informasi tentang lokasi dan kondisi suatu wilayah. Dengan GIS, foto dari drone bisa diubah menjadi peta yang menunjukkan kondisi tanaman secara jelas.

Singkatnya:

  • Drone = mata dari udara
  • GIS = peta pintar untuk mengolah informasi

 

Mengapa Perlu Monitoring Tanaman Perkebunan?

Monitoring atau pemantauan tanaman penting untuk:

  • Mengetahui tanaman sehat atau sakit
  • Melihat area yang kekurangan air
  • Mendeteksi hama dan penyakit lebih awal
  • Mengetahui tanaman yang mati atau rusak
  • Membantu perencanaan pemupukan dan panen

Jika masalah diketahui lebih cepat, kerugian dapat dicegah.

 

Data yang Diambil oleh Drone

Drone mengambil gambar kebun dari atas. Dari gambar ini, dapat diketahui:

  • Luas area perkebunan
  • Jumlah tanaman
  • Kondisi daun (hijau atau menguning)
  • Area yang kering atau tergenang air
  • Jalur jalan dan saluran air

Semua gambar ini kemudian dimasukkan ke dalam sistem GIS untuk diolah menjadi peta.

 

Bagaimana Proses Monitoring dengan Drone dan GIS?

Prosesnya dapat dijelaskan dengan langkah sederhana:

  1. Drone Terbang Mengambil Gambar

Drone diterbangkan di atas kebun sesuai jalur yang sudah ditentukan dan mengambil foto seluruh area.

  1. Foto Diolah Menjadi Peta

Foto-foto tersebut digabung menjadi satu peta utuh yang menunjukkan kondisi kebun secara lengkap.

  1. Data Disimpan dalam Peta Digital (GIS)

Peta disimpan di komputer sehingga mudah dianalisis dan dibandingkan dengan data sebelumnya.

  1. Analisis Kondisi Tanaman

Dari peta tersebut dapat diketahui:

  • Area tanaman sehat
  • Area bermasalah
  • Lokasi yang perlu perawatan khusus

Contoh Penerapan di Perkebunan

Misalnya di perkebunan kelapa sawit:

  • Drone mendeteksi beberapa bagian kebun berwarna lebih pucat
  • Setelah dicek, ternyata kekurangan air atau terserang hama
  • Perusahaan perkebunan dapat segera melakukan perawatan hanya di area tersebut

Dengan cara ini, waktu dan biaya menjadi lebih hemat.

Manfaat Drone dan GIS untuk Perkebunan

Penggunaan drone dan GIS memberikan banyak manfaat:

  • Pemantauan lebih cepat
  • Data dalam bentuk peta yang jelas
  • Deteksi masalah sejak dini
  • Menghemat biaya operasional
  • Mengurangi kerja manual di lapangan
  • Mendukung keputusan berbasis data

Tantangan Penggunaan Teknologi

Beberapa tantangan yang masih dihadapi:

  • Biaya awal penggunaan drone
  • Perlu pelatihan operator
  • Cuaca mempengaruhi penerbangan drone
  • Tidak semua petani terbiasa dengan teknologi

Namun seiring waktu, teknologi ini semakin terjangkau dan mudah digunakan.

 

Kesimpulan

Pemetaan menggunakan drone dan GIS membantu memantau tanaman perkebunan secara cepat dan akurat. Dengan melihat kondisi kebun dari udara dan mengolahnya dalam peta digital, pengelola perkebunan dapat mengetahui masalah lebih awal dan mengambil tindakan tepat. Teknologi ini membuat pengelolaan perkebunan menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

 

Penutup

Pemantauan tanaman tidak lagi harus dilakukan dengan cara lama yang memakan waktu dan tenaga. Dengan drone dan peta digital, kondisi perkebunan dapat dilihat secara menyeluruh dalam waktu singkat. Teknologi ini menjadi solusi penting untuk meningkatkan hasil perkebunan dan menjaga kualitas lingkungan.

Integrasi Drone NiVO VTOL V5 Pro LiDAR dari PT Technogis Indonesia dengan GeoLiDAR GS-100C+

Di era kebutuhan data spasial yang semakin cepat dan akurat, penggunaan drone LiDAR menjadi solusi terbaik untuk pemetaan profesional. Salah satu kombinasi unggulan yang kini tersedia di Indonesia adalah integrasi NiVO VTOL V5 Pro LiDAR dari PT Technogis Indonesia dengan sensor LiDAR GS-100C+. Kolaborasi teknologi ini menghadirkan sistem pemetaan udara yang efisien, presisi, dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.

NiVO VTOL V5 Pro merupakan drone tipe VTOL (Vertical Take-Off and Landing) yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti multirotor, namun tetap memiliki efisiensi terbang layaknya fixed wing. Artinya, drone ini dapat menjangkau area luas dalam satu kali terbang tanpa membutuhkan landasan panjang. Hal ini sangat menguntungkan untuk pekerjaan di area tambang, perkebunan, kehutanan, maupun wilayah perbukitan.

Ketika dipadukan dengan sensor LiDAR GS-100C+, kemampuan pemetaan meningkat secara signifikan. Sensor ini dirancang ringan dan kompak, sehingga tidak membebani performa drone. GS-100C+ mampu menghasilkan data point cloud 3D dengan tingkat ketelitian tinggi, bahkan di area yang tertutup vegetasi. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan model permukaan tanah (DTM), model permukaan digital (DSM), hingga analisis ketinggian vegetasi secara detail.

Keunggulan utama dari integrasi ini adalah efisiensi waktu dan biaya. Dalam satu kali penerbangan, area yang luas dapat dipetakan dengan hasil data yang langsung siap diproses. Sistem GNSS dan IMU yang terintegrasi pada sensor memastikan akurasi posisi yang stabil dan konsisten. Dengan dukungan perangkat lunak pengolahan data, hasil akhir dapat berupa peta topografi, kontur, volume cut and fill, hingga model 3D yang siap digunakan untuk perencanaan proyek.

Bagi perusahaan tambang, konstruksi, perkebunan, maupun instansi pemerintah, solusi ini memberikan nilai tambah yang besar. Proses survei menjadi lebih cepat, risiko kerja lapangan dapat dikurangi, dan keputusan dapat diambil berdasarkan data yang presisi. Investasi pada sistem NiVO VTOL V5 Pro dan GS-100C+ bukan hanya pembelian alat, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Dengan dukungan teknis dan layanan purna jual dari PT Technogis Indonesia, pengguna tidak hanya mendapatkan perangkat, tetapi juga pendampingan dalam implementasi hingga pengolahan data. Inilah solusi pemetaan udara modern yang dirancang untuk kebutuhan profesional di Indonesia.

Apabila Anda membutuhkan sistem drone LiDAR yang andal, efisien, dan siap mendukung proyek skala besar, integrasi NiVO VTOL V5 Pro dengan GS-100C+ adalah pilihan yang tepat untuk membawa bisnis Anda ke level berikutnya.

Enhancing Asset Inspection with LiDAR-Equipped Quadrone Nivo: Precision and Efficiency

In recent years, asset inspection across various industries—such as energy, infrastructure, and telecommunications—has seen a significant shift toward more efficient and accurate methods. The integration of LiDAR (Light Detection and Ranging) technology with the Quadrone Nivo drone from PT Technogis Indonesia is revolutionizing how inspections are conducted. This combination provides unparalleled precision in capturing high-resolution 3D data of assets, enhancing maintenance workflows, safety, and decision-making.

LiDAR-Equipped Quadrone Nivo for Asset Inspection:
The Quadrone Nivo drone, equipped with LiDAR sensors, offers an ideal solution for asset inspection due to its ability to easily navigate complex environments and capture highly accurate spatial data. Unlike traditional methods, which require human intervention and often pose safety risks, the Quadrone Nivo can perform inspections quickly and safely without the need for scaffolding, ladders, or helicopters.

The integration of LiDAR sensors with the Quadrone Nivo allows for the collection of precise measurements of physical structures, capturing detailed information about asset conditions, including cracks, corrosion, and structural deformations. This data is crucial for industries where preventative maintenance is essential, such as in power lines, telecommunications towers, bridges, wind turbines, and oil and gas facilities.

Advantages of LiDAR-equipped Quadrone Nivo in Asset Inspection:

  1. High Precision and Detail:
    LiDAR systems on the Quadrone Nivo emit laser beams to scan the surface of an asset and record distances based on the time it takes for the laser to return. This process creates detailed 3D models and point clouds that can highlight even the smallest irregularities in an asset, offering highly accurate condition assessments. These 3D models are particularly useful for engineers to inspect the exact shape, size, and structure of assets down to the millimeter level.

  2. Efficient and Time-Saving:
    The Quadrone Nivo equipped with LiDAR can cover large areas in a fraction of the time compared to traditional manual inspections. For instance, inspecting long pipelines, large energy transmission towers, or extensive roof structures is significantly faster with the Quadrone Nivo. This leads to cost savings and ensures that assets are regularly monitored without long downtimes.

  3. Improved Safety:
    In hazardous environments such as tall structures, remote installations, or areas with difficult terrain, drones like the Quadrone Nivo provide a safer alternative to human workers. They can access hard-to-reach places without the need for scaffolding, ropes, or ladders, thereby reducing the risk of accidents and injuries. This safety aspect is especially critical in industries like energy, where high-voltage equipment and challenging weather conditions can pose additional threats to human inspectors.

  4. Real-Time Data Processing:
    The integration of real-time data processing with the Quadrone Nivo allows operators to quickly identify issues as soon as data is collected. This can be particularly important for mission-critical assets, where fast responses are required to avoid downtime or prevent more severe damage. With advanced software, this data is transformed into actionable insights almost instantly, enabling companies to make decisions and deploy maintenance crews faster.

  5. Remote and Difficult-to-Access Locations:
    One of the primary benefits of using the Quadrone Nivo for asset inspection is its ability to reach remote or difficult-to-access locations, such as offshore oil rigs, high-voltage powerlines, or remote pipeline sections. LiDAR technology combined with the Quadrone Nivo‘s mobility ensures that inspectors can obtain accurate readings and 3D models of assets, even in the most challenging environments.

The fusion of LiDAR technology with the Quadrone Nivo has revolutionized the field of asset inspection. By providing accurate, real-time, and comprehensive data, these drones help industries conduct inspections faster, more safely, and with greater precision. As technology advances, the use of drones in asset inspection will only continue to grow, enabling companies to reduce operational costs, improve safety, and make more informed maintenance decisions.

Studi Implementasi GIS untuk Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian

Pendahuluan

Dalam pertanian, tidak semua lahan cocok untuk semua jenis tanaman. Ada lahan yang cocok untuk padi, ada yang lebih sesuai untuk jagung, kopi, atau sawit. Jika tanaman tidak sesuai dengan kondisi lahannya, hasil panen bisa menurun bahkan gagal panen.

Saat ini, teknologi peta digital atau GIS (Geographic Information System) dapat membantu menentukan lahan mana yang paling cocok untuk suatu jenis tanaman. Dengan bantuan peta dan data, petani dan pemerintah dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam mengelola lahan pertanian. Artikel ini membahas bagaimana teknologi peta digital digunakan untuk mengetahui kesesuaian lahan pertanian dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.

 

Apa itu Kesesuaian Lahan Pertanian?

Kesesuaian lahan adalah penilaian apakah suatu lahan cocok untuk ditanami jenis tanaman tertentu.

Secara sederhana, lahan dinilai berdasarkan:

  • Kondisi tanah
  • Ketersediaan air
  • Kemiringan lahan
  • Curah hujan
  • Lingkungan sekitar

Hasil penilaian biasanya dibagi menjadi:

  • Sangat cocok
  • Cukup cocok
  • Kurang cocok
  • Tidak cocok

Dengan mengetahui hal ini, petani dapat memilih tanaman yang paling sesuai sehingga hasil panen lebih baik.

 

Apa itu GIS (Peta Digital)?

GIS bisa dianggap sebagai peta pintar di komputer.
Peta ini tidak hanya menunjukkan lokasi, tetapi juga menyimpan informasi seperti:

  • Jenis tanah
  • Curah hujan
  • Tinggi rendahnya lahan
  • Penggunaan lahan
  • Sumber air

Semua informasi tersebut digabungkan sehingga kita bisa melihat wilayah mana yang cocok untuk pertanian tertentu.

Data yang Digunakan

Untuk menentukan kesesuaian lahan, beberapa data yang dikumpulkan antara lain:

  1. Jenis Tanah.
    Menunjukkan apakah tanah subur atau tidak.
  2. Curah Hujan.
    Menentukan kebutuhan air tanaman.
  3. Kemiringan Lahan.
    Lahan yang terlalu curam sulit untuk bertani.
  4. Sumber Air / Irigasi.
    Penting untuk tanaman seperti padi.
  5. Penggunaan Lahan Saat Ini.
    Apakah lahan masih kosong atau sudah menjadi pemukiman.

Data ini dikumpulkan dari peta, satelit, dan survei lapangan.

 

Bagaimana Cara Menentukan Kesesuaian Lahan?

Prosesnya dapat dijelaskan dengan langkah sederhana:

  1. Mengumpulkan Data.

Data tanah, hujan, dan kondisi lahan dikumpulkan dalam bentuk peta.

  1. Membandingkan dengan Kebutuhan Tanaman.

Setiap tanaman punya kebutuhan berbeda.
Contohnya:

  • Padi butuh banyak air dan lahan datar
  • Jagung butuh tanah gembur dan air sedang
  • Kopi cocok di dataran tinggi
  1. Menggabungkan Semua Informasi.

Semua peta digabung sehingga terlihat daerah mana yang cocok dan tidak cocok.

  1. Membuat Peta Rekomendasi.

Hasil akhirnya berupa peta yang menunjukkan:

  • Daerah sangat cocok.
  • Daerah cukup cocok.
  • Daerah kurang cocok.
  • Daerah tidak cocok.

Contoh Penerapan di Lapangan

Misalnya, suatu daerah ingin mengetahui lahan terbaik untuk menanam padi.
Dengan peta digital, diketahui bahwa:

  • Wilayah dekat sungai dengan tanah lempung dan lahan datar → sangat cocok.
  • Wilayah berbukit dan jauh dari air → kurang cocok.

Dengan informasi ini, petani dapat fokus menanam padi di lokasi yang tepat dan menghindari area yang berisiko gagal panen.

 

Manfaat Bagi Petani dan Masyarakat

Penggunaan peta digital untuk pertanian memberikan banyak manfaat:

  • Hasil panen lebih baik.
  • Penggunaan air lebih efisien.
  • Menghemat biaya produksi.
  • Mengurangi risiko gagal panen.
  • Perencanaan lahan lebih jelas.
  • Menjaga lingkungan tetap lestari.

 

Tantangan yang Dihadapi

Beberapa kendala yang masih dihadapi:

  • Tidak semua daerah memiliki data yang lengkap.
  • Petani belum terbiasa menggunakan teknologi.
  • Perlu pendampingan dan pelatihan.

Namun, dengan dukungan pemerintah dan teknologi yang semakin murah, penggunaan peta digital dalam pertanian akan semakin luas.

 

Kesimpulan

Teknologi peta digital (GIS) membantu menentukan lahan yang paling cocok untuk jenis tanaman tertentu. Dengan cara ini, pertanian bisa menjadi lebih tepat sasaran, mengurangi kesalahan tanam, dan meningkatkan hasil panen. Walaupun terlihat rumit, sebenarnya GIS hanyalah alat bantu untuk melihat kondisi lahan secara menyeluruh melalui peta. Jika digunakan dengan benar, teknologi ini sangat membantu petani dan perencana pertanian dalam mengambil keputusan.

 

Penutup

Pertanian masa depan membutuhkan data dan teknologi agar lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan peta digital untuk analisis kesesuaian lahan, kita dapat mengelola lahan dengan lebih bijak demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Analisis Geospasial untuk Optimasi Irigasi Pertanian

Pendahuluan

Irigasi merupakan faktor kunci dalam keberhasilan sektor pertanian. Ketersediaan air yang cukup dan tepat waktu sangat menentukan produktivitas tanaman. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya air, serta distribusi air yang tidak merata sering menjadi kendala utama. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pendekatan berbasis teknologi yang mampu mengelola sumber daya air secara efisien dan akurat. Salah satu solusi yang semakin berkembang adalah analisis geospasial.

Analisis geospasial memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS), citra satelit, drone, serta data spasial lainnya untuk memetakan, menganalisis, dan mengelola sistem irigasi pertanian secara lebih optimal.

 

Konsep Analisis Geospasial dalam Irigasi Pertanian

Analisis geospasial adalah proses pengolahan data berbasis lokasi untuk menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan. Dalam konteks irigasi pertanian, analisis ini digunakan untuk:

  • Mengidentifikasi sumber air (sungai, waduk, embung, dan air tanah).
  • Memetakan jaringan saluran irigasi.
  • Menganalisis kondisi topografi dan kemiringan lahan.
  • Mengukur kebutuhan air tanaman berdasarkan jenis tanaman dan fase pertumbuhan.
  • Menentukan area rawan kekeringan atau kelebihan air.

Dengan pendekatan ini, pengelolaan irigasi tidak lagi berdasarkan perkiraan, tetapi berbasis data yang terukur dan akurat.

 

Data yang Digunakan dalam Analisis Geospasial Irigasi

Beberapa jenis data utama yang digunakan dalam analisis geospasial irigasi meliputi:

  1. Data Topografi (DEM – Digital Elevation Model).
    Digunakan untuk mengetahui arah aliran air dan menentukan jalur distribusi irigasi yang paling efisien.
  2. Citra Satelit dan Drone.
    Berfungsi untuk memantau kondisi tanaman, kelembapan tanah, serta mendeteksi area yang mengalami stres air.
  3. Data Curah Hujan dan Iklim.
    Membantu dalam perhitungan kebutuhan air tanaman dan prediksi kekeringan.
  4. Data Jenis Tanah (Soil Map).
    Menentukan kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air.
  5. Data Jaringan Irigasi Eksisting.
    Meliputi saluran primer, sekunder, dan tersier yang sudah ada.

 

Tahapan Analisis Geospasial untuk Optimasi Irigasi

Proses analisis geospasial untuk optimasi irigasi dilakukan melalui beberapa tahapan utama:

  1. Pemetaan Jaringan Irigasi.

Seluruh saluran irigasi dipetakan menggunakan GPS, drone, atau citra satelit resolusi tinggi. Peta ini menjadi dasar untuk mengetahui kondisi fisik jaringan dan distribusi air.

  1. Analisis Topografi dan Aliran Air.

Dengan menggunakan DEM, dapat diketahui arah aliran air alami dan potensi genangan atau kekeringan di suatu area.

  1. Analisis Kebutuhan Air Tanaman.

Menggabungkan data jenis tanaman, fase pertumbuhan, dan iklim untuk menghitung kebutuhan air secara spasial.

  1. Identifikasi Area Prioritas.

Area yang sering mengalami kekurangan air atau memiliki produktivitas rendah dapat diprioritaskan untuk perbaikan sistem irigasi.

  1. Simulasi Distribusi Air.

Model geospasial dapat digunakan untuk mensimulasikan berbagai skenario distribusi air agar diperoleh solusi paling efisien.

 

Manfaat Analisis Geospasial dalam Sistem Irigasi

Penerapan analisis geospasial memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Efisiensi penggunaan air dengan mengurangi pemborosan dan kebocoran
  • Peningkatan produktivitas tanaman karena air diberikan sesuai kebutuhan
  • Pengurangan risiko gagal panen akibat kekeringan atau genangan
  • Perencanaan irigasi yang lebih akurat dan berkelanjutan
  • Monitoring real-time kondisi lahan dan jaringan irigasi
  • Pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making)

 

Implementasi dalam Pertanian Modern

Di era pertanian modern, analisis geospasial dikombinasikan dengan konsep Precision Agriculture. Teknologi seperti sensor kelembapan tanah, IoT, dan sistem informasi geospasial memungkinkan petani dan pengelola lahan untuk:

  • Menentukan jadwal irigasi otomatis
  • Mengontrol volume air yang dialirkan
  • Memantau kondisi tanaman melalui dashboard digital
  • Mengintegrasikan data lapangan dengan peta digital

Pendekatan ini sangat relevan untuk perkebunan skala besar seperti sawit, tebu, dan hortikultura, maupun untuk pertanian rakyat yang membutuhkan efisiensi tinggi.

 

Tantangan dan Peluang

Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan analisis geospasial masih menghadapi beberapa tantangan seperti:

  • Ketersediaan data spasial yang akurat
  • Keterbatasan sumber daya manusia yang memahami GIS
  • Biaya awal pengadaan teknologi

Namun, dengan semakin murahnya teknologi drone dan semakin banyaknya platform GIS berbasis cloud, peluang pemanfaatan analisis geospasial di sektor pertanian semakin terbuka luas.

 

Kesimpulan

Analisis geospasial merupakan solusi inovatif untuk mengoptimalkan sistem irigasi pertanian secara efisien dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan data spasial, pengelolaan air dapat dilakukan secara tepat sasaran, mengurangi risiko kerugian, serta meningkatkan hasil produksi pertanian. Ke depan, integrasi antara GIS, remote sensing, dan teknologi digital lainnya akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan pertanian cerdas (Smart Agriculture). Melalui penerapan analisis geospasial, sektor pertanian tidak hanya menjadi lebih produktif, tetapi juga lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan tantangan global.

Elevate Your Business with NiVO VTOL Drones by PT TechnoGIS Indonesia

In today’s fast‑paced world, businesses are continually seeking ways to optimize operations, reduce costs, and enhance data precision. PT TechnoGIS Indonesia introduces NiVO VTOL drones — cutting‑edge, hybrid UAVs that combine vertical takeoff and landing (VTOL) functionality with long‑range flight capabilities. Whether you’re involved in construction, agriculture, environmental research, or infrastructure development, NiVO VTOL drones offer a game‑changing solution to help businesses soar above the competition.

Harness the Power of Hybrid Technology

NiVO VTOL drones are designed with versatility at their core. These drones effortlessly combine the agility of multirotor UAVs with the extended coverage and speed of fixed‑wing aircraft. This hybrid technology makes them ideal for a variety of industries requiring high‑precision data capture over large areas — all while minimizing operational disruptions. From small urban rooftops to vast fields, NiVO drones provide efficient and accurate results no matter the environment.

Unmatched Flexibility and Precision for Your Projects

At PT TechnoGIS Indonesia, we understand that precision matters. That’s why NiVO VTOL drones are equipped with top‑tier sensors including RGB cameras, LiDAR, and multispectral imaging tools. Powered by RTK/PPK GPS systems, these drones ensure centimeter‑level accuracy — perfect for mapping, surveying, and monitoring projects that demand reliable data.

Whether you’re tracking crop health, surveying infrastructure, or assessing land for development, NiVO drones guarantee results you can trust. They reduce the need for expensive and time‑consuming traditional survey methods, allowing businesses to accomplish more in less time. (technogis.co.id)

Sustainability in Every Flight

NiVO VTOL drones are designed to enhance operational efficiency while promoting sustainability. By reducing reliance on human labor and ground‑based equipment, these drones offer businesses a greener, more eco‑friendly alternative to traditional surveying methods. Their ability to cover large areas quickly minimizes the environmental impact of data collection — a vital aspect for industries that are looking to reduce their carbon footprint.

For businesses in agriculture, these drones are instrumental in promoting precision farming practices. By providing real‑time insights on soil conditions, water usage, and plant health, NiVO drones support sustainable farming techniques that optimize yields while conserving resources. This leads to better productivity and healthier ecosystems. (technogis.co.id)

Built for the Future of Your Industry

NiVO VTOL drones are not just about flying; they’re about transforming the future of your business. With increased flight endurance, rapid deployment, and the ability to gather rich geospatial data in remote or difficult‑to‑access locations, NiVO VTOL drones provide a powerful tool for industries ranging from construction and mining to environmental monitoring and urban planning.

By leveraging PT TechnoGIS Indonesia’s state‑of‑the‑art drone technology, your business can take the lead in digital transformation, using real‑time data to make smarter, more informed decisions. The future of efficient and sustainable operations is at your fingertips. (technogis.co.id)

The NiVO Advantage — Innovation in Every Flight

With PT TechnoGIS Indonesia’s NiVO VTOL drones, your business gains more than just cutting‑edge technology. You gain a partner that prioritizes reliability, efficiency, and sustainability, empowering you to meet your goals with precision and agility. The NiVO VTOL series will take your operations to new heights, offering a cost‑effective, data‑rich solution that provides invaluable insights, faster turnaround, and better decision‑making.

Take your business to the next level with NiVO VTOL drones — the intelligent choice for businesses seeking to futureproof their operations and drive growth.

TechnoGIS Indonesia Lakukan Pengiriman NIVO VTOL V5 Pro LiDAR ke PVMBG Kementerian ESDM

Bandung, Jawa Barat – Rabu, 8 Oktober 2025 | 10.20 WIB

TechnoGIS Indonesia secara resmi telah melaksanakan pengiriman NIVO VTOL V5 Pro LiDAR ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proses pengiriman dilakukan pada Rabu, 8 Oktober 2025, pukul 10.20 WIB, bertempat di Jalan Surapati No. 55, Bandung, Jawa Barat.

NIVO VTOL V5 Pro LiDAR merupakan platform UAV VTOL fixed-wing berperforma tinggi yang dirancang untuk mendukung pemetaan topografi presisi, pemantauan kawasan rawan bencana, serta akuisisi data geospasial di wilayah dengan medan yang kompleks. Dengan teknologi LiDAR, sistem ini mampu menghasilkan data elevasi yang akurat dan detail, sangat penting untuk kebutuhan mitigasi bencana geologi dan analisis kebencanaan.

Pengiriman ini menjadi bagian dari komitmen TechnoGIS Indonesia dalam mendukung lembaga pemerintah melalui penyediaan solusi teknologi geospasial yang andal, inovatif, dan siap operasional. Integrasi UAV VTOL dengan sensor LiDAR diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan gunung api, longsor, dan potensi bencana geologi lainnya di Indonesia.

TechnoGIS Indonesia terus berupaya menghadirkan solusi UAV dan sistem geospasial terkini guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat dan berkelanjutan, khususnya untuk sektor kebencanaan, lingkungan, dan infrastruktur nasional.

Cara Kerja Drone NIVO dalam 5 Langkah Sederhana

Drone NIVO VTOL dari Technogis Indonesia adalah solusi inovatif yang memadukan teknologi pemetaan canggih dengan kemudahan penggunaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri. Dengan kemampuannya dalam mengumpulkan data geospasial secara akurat dan efisien, drone ini menawarkan keunggulan yang tak tertandingi dibandingkan dengan metode pemetaan tradisional. Bagaimana cara kerjanya? Berikut adalah penjelasan singkat mengenai 5 langkah sederhana dalam memanfaatkan Drone NIVO VTOL untuk pemetaan dan analisis geospasial.

1. Persiapan Penerbangan dan Pengaturan Sistem

Langkah pertama dalam menggunakan Drone NIVO VTOL adalah melakukan persiapan penerbangan. Proses ini dimulai dengan memastikan bahwa semua komponen teknis drone, seperti baterai, sensor LiDAR, kamera resolusi tinggi, dan perangkat lunak pengendali sudah terpasang dengan sempurna. Salah satu keunggulan utama Drone NIVO adalah kemampuan VTOL (Vertical Take-Off and Landing), yang memungkinkan drone untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal, memberikan fleksibilitas dalam pengoperasian di area terbatas.

Setelah itu, operator drone akan menggunakan perangkat lunak perencanaan penerbangan untuk menentukan rute dan area pemetaan. Sistem navigasi GPS yang akurat serta pengaturan sensor memastikan bahwa data yang dikumpulkan selama penerbangan akan memiliki ketelitian yang tinggi, baik dalam pemetaan 3D maupun analisis topografi.

2. Pengambilan Gambar dan Data Geospasial

Setelah pengaturan selesai, Drone NIVO VTOL mulai terbang untuk mengambil data geospasial. Drone ini dilengkapi dengan sensor LiDAR, yang menggunakan sinar laser untuk memetakan permukaan tanah, bangunan, dan objek lainnya dengan sangat rinci. Selain itu, drone ini juga dilengkapi dengan kamera multispektral yang dapat menangkap berbagai spektrum cahaya, menghasilkan citra yang lebih kaya informasi dan bermanfaat untuk aplikasi pertanian, kehutanan, atau pemetaan lingkungan.

Kemampuan VTOL memungkinkan drone untuk terbang di area sempit atau terpencil tanpa memerlukan landasan pacu, yang sangat ideal untuk situasi yang sulit dijangkau oleh pesawat terbang biasa atau drone jenis lain.

3. Pengolahan Data di Lapangan

Setelah data dikumpulkan, Drone NIVO VTOL dapat langsung memproses data di lapangan. Platform GIS (Geographic Information System) yang terintegrasi memungkinkan pengolahan point cloud atau data LiDAR untuk menghasilkan model elevasi digital (DEM) dan model permukaan digital (DSM). Pemrosesan ini dapat dilakukan secara real-time, memberikan informasi yang cepat dan akurat untuk pemangku kepentingan atau tim lapangan yang membutuhkan data segera.

Kelebihan lain dari Drone NIVO VTOL adalah kemampuannya untuk memantau area yang sulit diakses, seperti daerah berbukit, hutan lebat, atau wilayah bencana, yang membutuhkan pemetaan dengan akurasi tinggi dan tanpa mengorbankan waktu atau biaya operasional.

4. Analisis Data Menggunakan Software Canggih

Setelah pengolahan awal, data yang terkumpul dapat dianalisis menggunakan perangkat lunak canggih. Drone NIVO VTOL mengintegrasikan berbagai teknologi untuk analisis data geospasial yang lebih mendalam. Misalnya, dengan menggunakan AI (Artificial Intelligence) dan algoritma pembelajaran mesin, drone ini dapat mengidentifikasi pola atau objek secara otomatis, seperti klasifikasi tanah, deteksi perubahan struktural, atau pemetaan vegetasi secara presisi.

Proses ini mempercepat pekerjaan analisis dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, menjadikannya pilihan utama untuk industri yang membutuhkan keputusan berbasis data secara cepat dan akurat.

5. Penyajian Hasil dan Laporan Pemetaan

Setelah analisis selesai, hasilnya disajikan dalam format laporan atau peta digital yang mudah dipahami dan siap digunakan. Drone NIVO VTOL menghasilkan peta 3D, model elevasi, dan ortofoto dengan resolusi tinggi, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang area yang dipetakan. Hasil pemetaan ini sangat berguna dalam berbagai sektor, seperti perencanaan kota, pertanian presisi, konstruksi, pertambangan, dan pemantauan lingkungan.

Selain itu, hasil pemetaan dapat langsung diintegrasikan dengan sistem pemantauan berbasis cloud, memudahkan kolaborasi tim dan pengambilan keputusan lebih lanjut secara real-time.

Kenapa Memilih Drone NIVO VTOL dari Technogis Indonesia?

Drone NIVO VTOL dari Technogis Indonesia adalah pilihan terbaik untuk pemetaan geospasial berkat kemampuan VTOL-nya yang unik, fleksibilitas pengoperasian di area sempit, serta kecanggihan teknologi sensor dan pemrosesan data yang dimilikinya. Dengan sistem yang mudah digunakan, hasil yang cepat dan akurat, serta aplikasinya yang luas di berbagai sektor industri, Drone NIVO adalah solusi yang sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan pemetaan Anda.

Kegiatan Pembuatan Peta Menggunakan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) untuk Mendukung Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Desa Congko, Kabupaten Soppeng

TechnoGIS Indonesia telah melaksanakan kegiatan pengadaan jasa pembuatan peta menggunakan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) yang berlokasi di Desa Congko, Kecamatan Mario Riwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Soppeng dalam rangka mendukung program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Lengkap Luar Jawa.

Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan data spasial yang akurat dan terkini sebagai dasar pendukung kegiatan pendaftaran tanah secara menyeluruh di wilayah Desa Congko. Melalui pemanfaatan teknologi drone UAV (PUNA), proses pemetaan dapat dilakukan secara lebih efisien, cepat, dan presisi, terutama dalam menjangkau area pemetaan yang luas dan memiliki karakteristik wilayah beragam.

Pelaksanaan pemetaan dilakukan dengan metode pengambilan foto udara menggunakan drone UAV, yang kemudian diolah menjadi produk peta yang sesuai dengan kebutuhan PTSL. Data yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng dalam proses inventarisasi, identifikasi, serta validasi bidang tanah secara sistematis dan terintegrasi.

Selama pelaksanaan kegiatan, tim TechnoGIS Indonesia berkomitmen untuk menjaga kualitas data dan ketepatan hasil pemetaan sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Proyek ini menjadi bagian dari kontribusi TechnoGIS Indonesia dalam mendukung program strategis nasional di bidang pertanahan, khususnya dalam percepatan pendaftaran tanah dan penyediaan data geospasial yang andal.

Selain layanan pemetaan menggunakan Pesawat Udara Nirawak (PUNA), TechnoGIS Indonesia juga menyediakan berbagai jasa pemetaan geospasial lainnya, termasuk pemetaan foto udara, pembuatan ortofoto, kontur/topografi, serta analisis foto udara untuk berbagai kebutuhan tematik.

Tingkatkan Respons Bencana Alam dengan NIVO V3 Pro: Drone Canggih untuk Pemantauan Efektif dan Cepat

Bencana alam datang dengan cepat dan sering kali tanpa peringatan. Kecepatan dan akurasi dalam merespons sangat penting untuk mengurangi dampak dan menyelamatkan nyawa. Di sinilah NIVO V3 Pro, drone industri dengan teknologi Vertical Take-Off and Landing (VTOL), hadir sebagai solusi canggih untuk memantau dan menangani bencana alam dengan lebih cepat dan lebih efektif.

1. Deteksi Kebakaran Hutan Secara Dini

Kebakaran hutan adalah bencana alam yang sangat merusak. Dengan kamera termal, NIVO V3 Pro bisa mendeteksi titik panas bahkan sebelum kebakaran meluas. Drone ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi api lebih cepat, sehingga tindakan pemadaman bisa segera dilakukan di titik yang tepat. Dengan kemampuan terbang otonom, NIVO V3 Pro bisa menjangkau area sulit diakses dengan lebih efisien.

2. Pemetaan Daerah Banjir dengan Akurasi Tinggi

Banjir datang tak terduga dan sering kali membawa kerusakan besar. Dengan LiDAR dan sistem GNSS PPK, drone ini bisa memetakan daerah tergenang dengan sangat akurat, bahkan dalam kondisi banjir parah. Data ini sangat berharga untuk memahami seberapa luas area yang terdampak dan membantu merencanakan strategi penanggulangan yang lebih tepat.

3. Pencatatan Kerusakan Infrastruktur

Setelah bencana seperti gempa bumi atau tsunami, penting untuk mengetahui seberapa parah kerusakan pada infrastruktur seperti jembatan, gedung, dan jalan. NIVO V3 Pro dilengkapi dengan kamera RGB dan LiDAR untuk memberikan gambar yang jelas dan rinci mengenai kondisi bangunan. Informasi ini memudahkan tim penyelamat dan pihak berwenang dalam merencanakan perbaikan dengan cepat.

4. Pemantauan Polusi dan Kualitas Lingkungan

Selain bencana alam, polusi juga bisa menjadi ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan. Dengan sensor multispectral, NIVO V3 Pro dapat membantu memantau polusi udara atau emisi gas berbahaya, terutama setelah kebakaran atau kecelakaan industri. Drone ini bisa mendeteksi area yang membutuhkan perhatian lebih, memberikan informasi yang sangat berguna untuk pengambilan keputusan lebih cepat.

5. Membantu Pencarian Korban dalam Situasi Darurat

Dalam keadaan darurat, kamera termal pada NIVO V3 Pro memungkinkan pencarian korban yang terjebak dalam reruntuhan atau area yang sulit dijangkau. Ketika akses terbatas, drone ini bisa langsung terbang ke lokasi dan mendeteksi panas tubuh korban, memberikan informasi berharga bagi tim penyelamat untuk segera menemukan dan membantu mereka.

6. Data Real-Time untuk Pengambilan Keputusan Cepat

NIVO V3 Pro dapat mengirimkan data real-time langsung ke pusat komando bencana, memungkinkan petugas untuk membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih tepat. Dengan informasi yang tersedia segera, tim penyelamat bisa lebih efisien dalam merespons dan mengatasi situasi darurat.

7. Pemetaan dan Analisis Daerah Rawan Bencana

Dengan kemampuan untuk terbang secara otonom, drone ini dapat digunakan untuk memetakan wilayah rawan bencana, seperti daerah yang berpotensi terkena banjir, longsor, atau kebakaran. NIVO V3 Pro membantu pihak berwenang merencanakan jalur evakuasi dan strategi mitigasi bencana dengan lebih baik, mengurangi risiko dan dampak bagi masyarakat.

Kenapa Memilih NIVO V3 Pro?

  • Akurasi Tinggi: Dengan teknologi RTK/PPK GNSS dan LiDAR, drone ini memberikan data dengan presisi tinggi, sangat penting untuk pemetaan dan analisis pasca-bencana.

  • Mudah Digunakan: Dengan sistem kontrol yang ramah pengguna, NIVO V3 Pro mudah dioperasikan oleh siapa saja, bahkan bagi yang belum berpengalaman.

  • Desain Tahan Banting: Dibuat dari bahan ringan namun kuat, drone ini mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem dan medan yang berat.

  • Waktu Terbang Lama: Dengan daya tahan baterai hingga 60 menit, NIVO V3 Pro mampu menjangkau area yang lebih luas dalam satu kali penerbangan.

Dengan NIVO V3 Pro, Anda mendapatkan lebih dari sekadar drone. Anda mendapatkan solusi untuk mengurangi dampak bencana alam, mempercepat proses penyelamatan, dan memberikan data yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Pemantauan bencana yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien kini ada di tangan Anda.

Siap untuk meningkatkan respons bencana Anda dengan teknologi canggih? Hubungi kami untuk demo atau informasi lebih lanjut tentang NIVO V3 Pro!