Pos

PEMETAAN VEGETASI LINGKUNGAN CANDI BOROBUDUR

Pemetaan Vegetasi Lingkungan Candi Borobudur – pemetaan topografi dan pemotretan udara dilakukan di Kawasan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan TechnoGIS untuk melihat kerapatan vegetasi di wilayah tersebut. Hasil pengukuran dengan peta situasi, peta kontur dan foto udara.

TechnoGIS melayani jasa pemetaan topografi, pemetaan kontur, pemasangan patok, pemetaan bidang, dan pemetaan terestris lainnya menggunakan total station, gps geodetik, dan alat survey lainnya. bagi anda yang ingin menggunakan jasa TechnoGIS Indonesia bisa menggubungi :
Studio    : Jln Pamularsih No 152B Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581

Email     : info@technogis.co.id / technogis.id@gmail.com
Telp        : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Pemetaan Topografi :
Jasa Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi Untuk Perencanaan Pembangunan Lahan di Ambarawa

Pemetaan Topografi Untuk Perencanaan Pembangunan Lahan di Ambarawa – Pada minggu ke 3 Bulan Januari, TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan topografi lahan di Ambarawa yang digunakan untuk perencanaan pembangunan. Pemetaan topografi menggunakan total station dengan penentuan skala 1:500 . pemotretan udara dilakukan untuk milhat kenampakan real dari area yang dilakukan pemetaan topografi.

Hasil kontur pemetaan topografi :

 

 

Bagi anda yang membutuhkan jasa pemetaan topografi di seluruh indonesia silahkan hubungi staff marketing TechnoGIS Indonesia :

 

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Area Perumahan di Dekat Green Hill, Sleman

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Area Perumahan di Dekat Gren Hill, Sleman – Pada awal bulan Desember 2017 tim survey dan UAV TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan lahan yang akan dikembangkan menjadi area perumahan di kawasan sekitar perumahan Green Hill, area yang dikembangkan merupakan lahan yang cocok untuk kawasan perumahan di slemen. pengukuran topografi dan pemotretan udara dilakukan untuk perencanaan awal dan penentuan design kavling perumahan. pengukuran topografi menggunakan total station dan pemotretan udara menggunakan DJI Phantom 3 Profesional.

Hasil Pengukuran Topografi

 

Hasil Pemotretan Udara

 

Pemetaan Topografi Lahan Yayasan DEL di Sumatera Utara

Pemetaan Topografi Lahan Yayasan DEL di Sumatera Utara – Pada bulan November – Desember 2017, TechnoGIS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan DEL untuk memetakan lahan seluas 33 ha dengan menggunakan total station di lahan milik Yayasan DEL di Sumatera Utara, pemetaan detail diperuntukan untuk memetakan topografi daerah yang akan di kaji. projek dilaksanakan selama 1 bulan dengan masa survey lapangan selama 1 minggu. lahan yang dipetakan topografi merupakan lahan terbuka yang dalam rencananya akan dikembangkan untuk kepentingan yayasan.

Hasil foto udara menggunakan drone

Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi – Dalam dunia ilmu kebumian kita akan mengenal istilah dari peta topografi. sebelum kita membahas mengetahui apa itu pemetaan topografi secara detail kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksut peta. dan apa yang di maksut topografi , dalam artikel ini kita akan membahas mulai dari pengertian, teknik/metode, dan kelemahan dan kelebihan dari peta topografi.

Peta adalah representasi permukaan muka bumi (topografi) ataupun fenomena geosfer yang dituangkan dalam bidang datar. Pada sebuah peta, terdapat informasi spasial yang kemudian dapat dikomunikasikan kepada pembaca peta. Dalam penggambarannya terdapat unsur-unsur yang diperlukan untuk menambah presisi dan akurasi peta agar informasi yang tampilkan dapat diukur secara matematis. Penggambaran fenomena geosfer melalui peta mempermudah dalam penyampaian infromasi secara spasial maupun analisisnya. Namun pada praktek pembuatannya tidak bisa sembarangan karena banyak aspek yang perlu diperhatikan.

Dalam suatu proses pemetaan, hal yang pertama harus di pahami adalah jenis data yang akan digunakan. Sumber data harus jelas dan informasi apa yang akan ditampilkan nantinya. Apakah membutuhkan seleksi data, melalui proses pengolahan terlebih dahulu, atau perlu adanya  penggambungan dengan data lainnya. Tentunya metode yang akan digunakan beserta output seperti apa harus jelas, karena memetakan sesuatu tidak semata-mata menampilkan data spasial begitu saja melainkan disajikan dengan infromasi yang mudah dibaca dan ditangkap oleh indera pembaca peta.

Perbedaan jenis data yang digunakan jelas mempengaruhi bagaimana proses peta itu akan diolah nantinya. Sedangkan representasi data akhir juga perlu dianalisa lebih lanjut apakan semua informasi didalamnya dapat tersalurkan dengan baik atau tidak. Pada dasarnya, peta disajikan dengan bergam simbol yang dapat dibedakan oleh mata manusia. Namun perlu juga diperhatikan pemilihan karakter simbol seperti apa yang memudahkan dibaca. Hal ini berkaitan dengan karakteristik alami mata dalam menerima rangsangan sehingga pemilihan simbol pun memiliki aturan.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam pemetaan adalah informasi sekunder dan tersier yang perlu atau tidak perlu di munculkan. Pengaruhnya adalah apakah informasi yang diterima pembaca peta utuh atau tidak atau malah terjadi missunderstanding dari pembacaannya. Dari sinilah si pembuat peta perlu mempertimbangkan apa yang perlu dicantumkan dan tidak pada peta yang dibuatnya.

Terkait dengan representasi permukaan bumi secara detil biasa disajikan dalam bentuk peta topografi. Seperti namanya, informasi utama peta ini adalah infromasi topografi yang biasanya digambarkan dengan garis kontur detil dan sebaran titik-titik ketinggian. Peta topografi biasanya dibuat dari hasil pengukuran ketinggian dan kodisi permukaan sampel titik yang digunakan.

Peta topografi yang digunakan di Indonesia sebagian besar adalah peninggalan Belanda pada masaa penjajahan dahulu. Mereka jauh lebih dulu mengenal pemanfaatan peta dan bagaimana cara pembuatannya. Namun pada saat itu, perkembangan informasi spasial belum seperti sekarang sehigga penentuan datum hingga proyeksi yang digunakan saat itu juga jauh lebih sempit lingkupnya. Alasan ini berimbas pada pembuatan peta topografi Indonesia yang dibuat dengan menggunakan proyeksi Lambert Conical Orthomorpic (LCO) yang sebenarnya proyeksi tersebut tidak cocok digunakan untuk melakukan pemetaan di wilayah khatulistiwa. Penggunaan proyeksi sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap presisi dan akurasi peta. Namun dibalik kekurangannya, peta topografi yang biasa digunakan masih memiliki informasi yang cukup detil mengenai representasi topografi wilayah dibandingkan dengan peta lainnya.

Perlu diingat bahwa skal pemetaan peta topografi menggunakan skala kecil sehingga cakupannya luas. Hal ini yang menjadi pertimbangan ketika ingin melakukan perencanaan dan pembangunan dengan skala detil. Ada baiknya jika untuk pembangunan, membutuhkan data spasial hasil dari pengukuran dan survei independent sehingga data yang digunakan sesuai untuk diproses dan output akan muncul dalam skala yang lebih detil.

Pemetaan bisa  dikatakan mudah dan sulit bergantung dari sisi mana dilihatnya. Namun jangan khawatir jika memang pemetaan itu sulit, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan jasa pemetaan sehingga hasil yang diperoleh pastinya telah dibuat dengan sebaik mungkin dengan memperhatikan banyak pertimbangan.

Untuk pembuatan detil representasi permukaan wilayah dengan cakupan tertentu dapat dilakukan dengan melakukan pengumpulan data pengukuran terlebih dahulu. Data-data tersebut dapat diukur menggunakan berbagai macam teknik dan dengan bantuan alat survei untuk mengetahui posisi absolut hingga ketinggian tempat tersebut. Pemetaan topografi dapat dilakukan dengan mudah setelahnya dan tentunya hasilnya akan jauh lebih presisi dibandingkan mengacu pada peta topografi yang sudah ada.

Pemetaan topografi detil memiliki banyak sekali manfaat. Khususnya bagi pembangunan bangunan, jalan, landasan, dan sebagainya membutuhkan pengukuran yang presisi. Perbedaan ketinggian tanah dalam selisih sentimeter saja memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembangunan. Tidak jarang juga kontraktor melakukan proses perataan agar pembangunan lancar. Proses in tidak terlepas dari pemetaan karena kontur akan diketahui secara pasti dan dapat diturunkan menjadi informasi lainnya seperti volume yang dibutuhkan untuk meratakan lahan, dan lain sebagainya.

Melakukan survey dan pengukuran topografi bukanlah hal yang mudah karena menggunakan berbagai alat dan metode bergantung jenis output yang diinginkan memerlukan keahlian khusus. Oleh sebab itu tidak ada salahnya ketika menggunakan jasa pemetaan topografi untuk memfasilitasi pekerjaan agar dapat selesai lebih cepat.

TechnoGIS Indonesia memberikan solusi terbaik untuk membantu melakukan pengukuran topografi yang akurat. Jika berminat dengan jasa kami, silahkan hubungi kontak kami.

 

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman – Pada minggu ke 2 bulan september 2017 tim TechnoGIS Indonesia melakukan pengukuran topografi dan perencanaan kawasan yang akan dikembangkan menjadi resto dan villa di daerah sleman. pemetaan dilakukan dengan pemotretan drone untuk melihat kondisi terbaru dan pengukuran menggunakan total station.

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

Jasa Pengukuran Topografi Lahan

Jasa Pengukuran Topografi Lahan – Pengukuran topografi lahan untuk perencanaan villa, hotel, perumahan, dan sertifikasi lahan. pengukuran dilakukan secara langsung menggunakan alat survey terestris. pemetaan topografi kebanyakan digunakan untuk mengetahui kontur dan volume pengurukan suatu lahan ketika akan dibangun. dengan mengetahui kondisi medan dan situasi gambar design bangunan dapat lebih akurat untuk estimasi waktu dan biaya pengerjaannya.

Hasil yang diperoleh dari jasa pemetaan topografi

  • Softcopy hasil pengukuran lapangan
  • File PDF peta terskala
  • File CAD
  • File SHP (GIS)
  • Laporan akhir

Manfaat jasa survey topografi

  • Perencanaan Perumahan
  • Perencanaan Villa/Wisata
  • Pengukuran Volume Uruk Tanah
  • Pengukuran Luas
  • Pembuatan Kontur
  • Mengetahui Beda Tinggi
  • Syarat sertifikasi lahan

Alat yang digunakan untuk survey lahan

  • GPS
  • Total Station
  • Theodolite
  • Waterpass
  • Meteran
  • Drone
  • Dan alat pendukung lainnya

Harga jasa survey pemetaan topografi 

Hubungi kami

Portfolio Items

Laman

PEMETAAN VEGETASI LINGKUNGAN CANDI BOROBUDUR

Pemetaan Vegetasi Lingkungan Candi Borobudur – pemetaan topografi dan pemotretan udara dilakukan di Kawasan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan TechnoGIS untuk melihat kerapatan vegetasi di wilayah tersebut. Hasil pengukuran dengan peta situasi, peta kontur dan foto udara.

TechnoGIS melayani jasa pemetaan topografi, pemetaan kontur, pemasangan patok, pemetaan bidang, dan pemetaan terestris lainnya menggunakan total station, gps geodetik, dan alat survey lainnya. bagi anda yang ingin menggunakan jasa TechnoGIS Indonesia bisa menggubungi :
Studio    : Jln Pamularsih No 152B Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581

Email     : info@technogis.co.id / technogis.id@gmail.com
Telp        : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Pemetaan Topografi :
Jasa Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi Untuk Perencanaan Pembangunan Lahan di Ambarawa

Pemetaan Topografi Untuk Perencanaan Pembangunan Lahan di Ambarawa – Pada minggu ke 3 Bulan Januari, TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan topografi lahan di Ambarawa yang digunakan untuk perencanaan pembangunan. Pemetaan topografi menggunakan total station dengan penentuan skala 1:500 . pemotretan udara dilakukan untuk milhat kenampakan real dari area yang dilakukan pemetaan topografi.

Hasil kontur pemetaan topografi :

 

 

Bagi anda yang membutuhkan jasa pemetaan topografi di seluruh indonesia silahkan hubungi staff marketing TechnoGIS Indonesia :

 

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Area Perumahan di Dekat Green Hill, Sleman

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Area Perumahan di Dekat Gren Hill, Sleman – Pada awal bulan Desember 2017 tim survey dan UAV TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan lahan yang akan dikembangkan menjadi area perumahan di kawasan sekitar perumahan Green Hill, area yang dikembangkan merupakan lahan yang cocok untuk kawasan perumahan di slemen. pengukuran topografi dan pemotretan udara dilakukan untuk perencanaan awal dan penentuan design kavling perumahan. pengukuran topografi menggunakan total station dan pemotretan udara menggunakan DJI Phantom 3 Profesional.

Hasil Pengukuran Topografi

 

Hasil Pemotretan Udara

 

Pemetaan Topografi Lahan Yayasan DEL di Sumatera Utara

Pemetaan Topografi Lahan Yayasan DEL di Sumatera Utara – Pada bulan November – Desember 2017, TechnoGIS Indonesia bekerja sama dengan Yayasan DEL untuk memetakan lahan seluas 33 ha dengan menggunakan total station di lahan milik Yayasan DEL di Sumatera Utara, pemetaan detail diperuntukan untuk memetakan topografi daerah yang akan di kaji. projek dilaksanakan selama 1 bulan dengan masa survey lapangan selama 1 minggu. lahan yang dipetakan topografi merupakan lahan terbuka yang dalam rencananya akan dikembangkan untuk kepentingan yayasan.

Hasil foto udara menggunakan drone

Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi – Dalam dunia ilmu kebumian kita akan mengenal istilah dari peta topografi. sebelum kita membahas mengetahui apa itu pemetaan topografi secara detail kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksut peta. dan apa yang di maksut topografi , dalam artikel ini kita akan membahas mulai dari pengertian, teknik/metode, dan kelemahan dan kelebihan dari peta topografi.

Peta adalah representasi permukaan muka bumi (topografi) ataupun fenomena geosfer yang dituangkan dalam bidang datar. Pada sebuah peta, terdapat informasi spasial yang kemudian dapat dikomunikasikan kepada pembaca peta. Dalam penggambarannya terdapat unsur-unsur yang diperlukan untuk menambah presisi dan akurasi peta agar informasi yang tampilkan dapat diukur secara matematis. Penggambaran fenomena geosfer melalui peta mempermudah dalam penyampaian infromasi secara spasial maupun analisisnya. Namun pada praktek pembuatannya tidak bisa sembarangan karena banyak aspek yang perlu diperhatikan.

Dalam suatu proses pemetaan, hal yang pertama harus di pahami adalah jenis data yang akan digunakan. Sumber data harus jelas dan informasi apa yang akan ditampilkan nantinya. Apakah membutuhkan seleksi data, melalui proses pengolahan terlebih dahulu, atau perlu adanya  penggambungan dengan data lainnya. Tentunya metode yang akan digunakan beserta output seperti apa harus jelas, karena memetakan sesuatu tidak semata-mata menampilkan data spasial begitu saja melainkan disajikan dengan infromasi yang mudah dibaca dan ditangkap oleh indera pembaca peta.

Perbedaan jenis data yang digunakan jelas mempengaruhi bagaimana proses peta itu akan diolah nantinya. Sedangkan representasi data akhir juga perlu dianalisa lebih lanjut apakan semua informasi didalamnya dapat tersalurkan dengan baik atau tidak. Pada dasarnya, peta disajikan dengan bergam simbol yang dapat dibedakan oleh mata manusia. Namun perlu juga diperhatikan pemilihan karakter simbol seperti apa yang memudahkan dibaca. Hal ini berkaitan dengan karakteristik alami mata dalam menerima rangsangan sehingga pemilihan simbol pun memiliki aturan.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam pemetaan adalah informasi sekunder dan tersier yang perlu atau tidak perlu di munculkan. Pengaruhnya adalah apakah informasi yang diterima pembaca peta utuh atau tidak atau malah terjadi missunderstanding dari pembacaannya. Dari sinilah si pembuat peta perlu mempertimbangkan apa yang perlu dicantumkan dan tidak pada peta yang dibuatnya.

Terkait dengan representasi permukaan bumi secara detil biasa disajikan dalam bentuk peta topografi. Seperti namanya, informasi utama peta ini adalah infromasi topografi yang biasanya digambarkan dengan garis kontur detil dan sebaran titik-titik ketinggian. Peta topografi biasanya dibuat dari hasil pengukuran ketinggian dan kodisi permukaan sampel titik yang digunakan.

Peta topografi yang digunakan di Indonesia sebagian besar adalah peninggalan Belanda pada masaa penjajahan dahulu. Mereka jauh lebih dulu mengenal pemanfaatan peta dan bagaimana cara pembuatannya. Namun pada saat itu, perkembangan informasi spasial belum seperti sekarang sehigga penentuan datum hingga proyeksi yang digunakan saat itu juga jauh lebih sempit lingkupnya. Alasan ini berimbas pada pembuatan peta topografi Indonesia yang dibuat dengan menggunakan proyeksi Lambert Conical Orthomorpic (LCO) yang sebenarnya proyeksi tersebut tidak cocok digunakan untuk melakukan pemetaan di wilayah khatulistiwa. Penggunaan proyeksi sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap presisi dan akurasi peta. Namun dibalik kekurangannya, peta topografi yang biasa digunakan masih memiliki informasi yang cukup detil mengenai representasi topografi wilayah dibandingkan dengan peta lainnya.

Perlu diingat bahwa skal pemetaan peta topografi menggunakan skala kecil sehingga cakupannya luas. Hal ini yang menjadi pertimbangan ketika ingin melakukan perencanaan dan pembangunan dengan skala detil. Ada baiknya jika untuk pembangunan, membutuhkan data spasial hasil dari pengukuran dan survei independent sehingga data yang digunakan sesuai untuk diproses dan output akan muncul dalam skala yang lebih detil.

Pemetaan bisa  dikatakan mudah dan sulit bergantung dari sisi mana dilihatnya. Namun jangan khawatir jika memang pemetaan itu sulit, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan jasa pemetaan sehingga hasil yang diperoleh pastinya telah dibuat dengan sebaik mungkin dengan memperhatikan banyak pertimbangan.

Untuk pembuatan detil representasi permukaan wilayah dengan cakupan tertentu dapat dilakukan dengan melakukan pengumpulan data pengukuran terlebih dahulu. Data-data tersebut dapat diukur menggunakan berbagai macam teknik dan dengan bantuan alat survei untuk mengetahui posisi absolut hingga ketinggian tempat tersebut. Pemetaan topografi dapat dilakukan dengan mudah setelahnya dan tentunya hasilnya akan jauh lebih presisi dibandingkan mengacu pada peta topografi yang sudah ada.

Pemetaan topografi detil memiliki banyak sekali manfaat. Khususnya bagi pembangunan bangunan, jalan, landasan, dan sebagainya membutuhkan pengukuran yang presisi. Perbedaan ketinggian tanah dalam selisih sentimeter saja memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembangunan. Tidak jarang juga kontraktor melakukan proses perataan agar pembangunan lancar. Proses in tidak terlepas dari pemetaan karena kontur akan diketahui secara pasti dan dapat diturunkan menjadi informasi lainnya seperti volume yang dibutuhkan untuk meratakan lahan, dan lain sebagainya.

Melakukan survey dan pengukuran topografi bukanlah hal yang mudah karena menggunakan berbagai alat dan metode bergantung jenis output yang diinginkan memerlukan keahlian khusus. Oleh sebab itu tidak ada salahnya ketika menggunakan jasa pemetaan topografi untuk memfasilitasi pekerjaan agar dapat selesai lebih cepat.

TechnoGIS Indonesia memberikan solusi terbaik untuk membantu melakukan pengukuran topografi yang akurat. Jika berminat dengan jasa kami, silahkan hubungi kontak kami.

 

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman – Pada minggu ke 2 bulan september 2017 tim TechnoGIS Indonesia melakukan pengukuran topografi dan perencanaan kawasan yang akan dikembangkan menjadi resto dan villa di daerah sleman. pemetaan dilakukan dengan pemotretan drone untuk melihat kondisi terbaru dan pengukuran menggunakan total station.

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

Jasa Pengukuran Topografi Lahan

Jasa Pengukuran Topografi Lahan – Pengukuran topografi lahan untuk perencanaan villa, hotel, perumahan, dan sertifikasi lahan. pengukuran dilakukan secara langsung menggunakan alat survey terestris. pemetaan topografi kebanyakan digunakan untuk mengetahui kontur dan volume pengurukan suatu lahan ketika akan dibangun. dengan mengetahui kondisi medan dan situasi gambar design bangunan dapat lebih akurat untuk estimasi waktu dan biaya pengerjaannya.

Hasil yang diperoleh dari jasa pemetaan topografi

  • Softcopy hasil pengukuran lapangan
  • File PDF peta terskala
  • File CAD
  • File SHP (GIS)
  • Laporan akhir

Manfaat jasa survey topografi

  • Perencanaan Perumahan
  • Perencanaan Villa/Wisata
  • Pengukuran Volume Uruk Tanah
  • Pengukuran Luas
  • Pembuatan Kontur
  • Mengetahui Beda Tinggi
  • Syarat sertifikasi lahan

Alat yang digunakan untuk survey lahan

  • GPS
  • Total Station
  • Theodolite
  • Waterpass
  • Meteran
  • Drone
  • Dan alat pendukung lainnya

Harga jasa survey pemetaan topografi 

Hubungi kami