Tag Archive for: gcp

Pemanfaatan GCP dan ICP dalam Teknologi Geospasial

Dalam era digital yang terus berkembang, teknologi geospasial menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung berbagai sektor industri. Salah satu teknologi kunci dalam pemrosesan data geospasial adalah penggunaan Ground Control Points (GCP) dan Image Control Points (ICP). Kedua elemen ini memainkan peran penting dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi pemetaan wilayah serta analisis data. Artikel ini akan membahas peran GCP dan ICP serta manfaatnya secara umum.

Apa Itu GCP dan ICP?

  • Ground Control Points (GCP):
    GCP adalah titik referensi di lapangan yang memiliki koordinat geografis yang diketahui dengan sangat akurat. Titik ini digunakan untuk mengkalibrasi dan menyelaraskan data geospasial yang diperoleh dari drone, satelit, atau teknologi LIDAR. GCP berfungsi sebagai rujukan utama dalam memastikan bahwa hasil pemetaan mencerminkan kondisi lapangan dengan tepat.
  • Image Control Points (ICP):
    ICP adalah titik kendali yang diambil langsung dari citra atau gambar hasil survei. ICP digunakan untuk meningkatkan akurasi pemrosesan citra dan korelasi antar gambar dalam model 3D atau mosaik peta. Berbeda dengan GCP, ICP biasanya tidak memerlukan pengukuran langsung di lapangan, tetapi tetap penting untuk proses validasi.

Manfaat GCP dan ICP Secara Umum

  • Akurasi Tinggi: Dengan menggunakan GCP, data geospasial dapat memiliki presisi tinggi yang penting untuk berbagai aplikasi seperti pemetaan, perencanaan wilayah, dan pengelolaan sumber daya.
  • Efisiensi Operasional: ICP membantu mempercepat proses validasi data citra tanpa memerlukan pengumpulan data tambahan di lapangan.
  • Analisis Data yang Andal: GCP dan ICP memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dan akurat.
  • Pengelolaan Risiko: Data yang akurat memungkinkan identifikasi potensi risiko di berbagai sektor, seperti mitigasi bencana, perencanaan infrastruktur, dan pengelolaan lingkungan.

Aplikasi Teknologi GCP dan ICP

  • Sektor Infrastruktur: Membantu dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur dengan peta yang presisi dan analisis topografi yang akurat.
  • Sektor Lingkungan: Digunakan untuk pemantauan perubahan lingkungan, seperti deforestasi, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi risiko bencana.
  • Sektor Agrikultur: Mendukung pemetaan lahan, analisis kesehatan tanaman, dan pengelolaan irigasi berbasis data geospasial.
  • Sektor Energi: Memfasilitasi eksplorasi sumber daya energi dan perencanaan jaringan distribusi yang efisien.

Kesimpulan

Teknologi GCP dan ICP adalah elemen kunci dalam meningkatkan kualitas dan akurasi data geospasial. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi ini dapat membantu berbagai sektor dalam pengambilan keputusan berbasis data dan optimalisasi operasional. Sebagai bagian dari transformasi digital, penggunaan GCP dan ICP menawarkan solusi yang efisien, andal, dan akurat untuk kebutuhan geospasial modern.

Untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi ini dan penerapannya, jangan ragu untuk menghubungi penyedia layanan geospasial terpercaya.

Pemetaan Topografi LiDAR untuk Eksplorasi Batubara di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau

Pemetaan Topografi LiDAR untuk Eksplorasi Batubara di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi RiauPada bulan Juli 2024, PT Techno GIS Indonesia bekerjasama dengan PT Dunggio Drilling dalam sebuah proyek penting di bidang geologi dan pengeboran batubara. Proyek ini melibatkan pemetaan topografi menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) di daerah Lemang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Area eksplorasi yang dicakup dalam proyek ini mencakup luas 1.000 hektar, menjadikannya salah satu proyek penting dalam eksplorasi pendahuluan prospeksi batubara geologi dan geofisika di wilayah tersebut.

 

Penggunaan teknologi LiDAR dalam proyek ini merupakan langkah maju dalam pengumpulan data topografi yang akurat. LiDAR bekerja dengan mengirimkan sinar laser ke permukaan bumi dan mengukur waktu yang dibutuhkan sinar tersebut untuk kembali. Dengan metode ini, LiDAR mampu menghasilkan model digital permukaan bumi yang sangat akurat.

Untuk memastikan kualitas data yang dihasilkan, pengambilan data udara yang dilakukan menggunakan LiDAR ini dikoreksi melalui pengamatan pada titik Benchmark (BM) dan Ground Control Points (GCP). Titik-titik ini berfungsi sebagai referensi untuk mengkalibrasi data. Hasil dari pekerjaan topografi LiDAR berupa Orthomosaic Foto Udara, Digital Terrain Model (DTM), Digital Surface Model (DSM), Peta Kontur, Peta Tematik 3D dan Laporan Akhir, sehingga hasil akhir dari pemetaan topografi ini dapat digunakan secara tepat dalam analisis geologi dan eksplorasi lebih lanjut.

 

Melalui kolaborasi ini, PT Techno GIS Indonesia dan PT Dunggio Drilling menunjukkan komitmen mereka dalam menyediakan data geospasial berkualitas baik yang menjadi pondasi penting bagi keberhasilan proyek eksplorasi batubara. Data yang akurat dan baik ini akan sangat membantu dalam mengidentifikasi potensi sumber daya batubara serta merencanakan strategi eksplorasi yang lebih efektif di wilayah tersebut.

Selain pemetaan menggunakan LiDAR, PT Techno GIS Indonesia melayani jasa pemetaan menggunakan UAV/Foto Udara untuk pengambilan foto udara dimana hasil berupa ortophoto, kontur / topografi, analisis foto udara berbagai tematik.

Bagi anda yang ingin menggunakan jasa pemetaan Techno GIS Indonesia untuk dipergunakan diberbagai bidang dapat menggubungi :

  • Studio : Jln Pamularsih No 152B. Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta
  • Email  : [email protected]
  • Telp     : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Jasa Foto Udara Untuk Pemetaan Topografi : Jasa Pemetaan LiDAR

Capture Ground Control Points dan Penggunaanya untuk Survey Pemetaan

Capture Ground Control Points dan Penggunaanya untuk Survey PemetaanSebelumnya, pernahkah anda mendengar tentang sebutan Capture Ground Control Points? GCP ini sering dipakai dalam industri survey, serta desain virtual dan juga konstruksi. Ground Control Point disebut juga dengan titik kontrol tanah dan ini merupakan suatu alat yang penting sekali untuk pemetaan yang presisi.

Mungkin anda juga telah penasaran apa sebenarnya yang dimaksud dengan titik kontrol tanah atau GCP tersebut. Simaklah pengertiannya di bawah ini serta terkait penggunaan GCP yang harus dipahami.

Baca : Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM

 

Pengertian Capture Ground Control Points dan Penggunaannya untuk Pemetaan

Titik kontrol tanah atau Ground Control Points merupakan penandaan suatu lokasi di tanah, ditempatkan dengan strategis di berbagai area survey dengan teknis serta preferensi tertentu. Terlebih dahulu harus dilakukan penentuan koordinat GPS RTK di masing-masing pusatnya.

Kemudian GCP dan koordinatnya dipakai untuk dapat membantu perangkat lunak pemetaan kamera drone untuk bisa secara akurat dan presisi memposisikan peta dengan kondisi kenyataan di sekitarnya. Apabila digunakan dengan tepat, GCP bisa meningkatkan akurasi pada peta. Perusahaan survey biasanya menggunakan GCP dikarenakan tingginya tingkat akurasi penting di dalam sebagian besar pekerjaan yang dijalankan.

Layanan Techno GIS Indonesia : Jasa Pemetaan Topografi Untuk Perencanaan Dengan Total Station dan Pemotretan Udara

Terkait kapan harus menggunakan GCP, penting sekali untuk menilai tiap proyek terlebih dahulu

sebelum anda memutuskan mengambil langkah memakai GCP. Karena tiap proyek pemetaan drone Ground Control Points adalah unik, tak semua proyek membutuhkan tingginya tingkat akurasi pada peta.

GCP sangat penting fungsinya untuk proses pemetaan. Dimana GCP akan membantu meningkatkan akurasi peta dengan memastikan bahwa garis lintang maupun garis bujur berada pada titik yang benar dan akurat.

Capture Ground Control Points ini bagaikan menempatkan paku payung dalam suatu majalah dinding. Masing-masing pin bisa membantu untuk merekatkan scrap atau potongan rubrik mading dengan bantalan pada mading supaya dapat dipajang di dindingnya. Itulah fungsi GCP untuk bisa merujuk suatu lokasi referensi peta di tiap-tiap titiknya.

Baca juga : Perbandingan Waterpass Theodolite dan Total Station Dalam Survey Pemetaan

Maka dari itu, GCP hanya digunakan pada saat pengerjaan yang membutuhkan akurasi dan juga tingkat presisi peta yang tinggi. Tetapi secara umum, jenis proyek seperti contohnya overlay georeferensi, dokumen desain serta survey tanah dapat memanfaatkan penggunaan Ground Control Point ini.

PELATIHAN WEB GIS DASAR

Pelatihan Web Gis Dasar | Technogis Indonesia

 

Penempatan Ground Control Points (GCP)

Setelah anda mengetahui definisi serta penggunaan dari Capture Ground Control Points, berikut adalah terkait penempatannya. Tentu penempatan titik kontrol tidak boleh secara sembarangan, inilah sejumlah tips pada pemasangan titik kontrol.

1. Penyebaran Titik Secara Merata

Titik utama yang disebarkan harus bisa ditempatkan pada sudut terluar dari suatu area yang

dipetakan. Kemudian setelah itu point atau titik kontrol lainnya dapat disebar di tengah-tengah area yang dipetakan.

Rekomendasi Layanan : Jasa Pemotretan Drone / UAV

2. Elevasi di Area yang Dipetakan

Perbedaan elevasi di area yang dipetakan sangat berpengaruh terhadap suatu pemasangan titik kontrol. Supaya menghindari kesalahan prosesing, diperlukan pemasangan point control (titik kontrol) di tiap perbedaan tinggi yang signifikan. Sehingga mempunyai data elevasi yang paling tinggi dan paling rendah di suatu area yang dipetakan.

3. Obstruksi di Area Pemasangan

Suatu pemasangan Ground Control Point tak disarankan berada di dekat obstruksi yang nantinya dapat mengganggu proses pengambilan gambar/foto dan juga pengukuran. Penempatan control

point tak disarankan di samping bangunan (bisa kemungkinan terkena bayangan), tempat yang silau, bawah pohon, daerah yang rimbun, maupun medan yang sulit.

 

Pengukuran Lokasi Ground Control Points (GCP)

Dalam hal ini, pengukuran koordinat GPS pada pusat tiap titik kontrol tanah sangatlah penting. Untuk dapat melakukannya, diperlukan RTK (Receiver Real Time Kinematic) atau PPK (Pasca Pengolahan Kinematik). Jangan memakai ponsel maupun tablet untuk pengukuran lokasi control point tanah anda.

Rekomendasi Pelatihan : Pelatihan Drone LiDAR untuk Pemetaan

 

Pelatihan GIS di Techno GIS Indonesia

Membutuhkan jasa pemetaan untuk proyek Anda Anda? Bisa menggunakan jasa pemetaan dari Techno GIS Indonesia. Dengan surveyor yang berpengalaman dan profesional membantu menangani banyak proyek besar di Indonesia.

Atau jika ingin belajar tentang GCP (Ground control point) juga bisa banget belajar mudah dan nyaman di Pelatihan GIS bersama teman-teman techno GIS. Dengan proses pembelajaran yang terarah, mempelajari teori juga praktik yang menyenangkan.

Informasi tentang Pelatihan GIS maupun layanan yang diberikan di Techno GIS Indonesia bisa langsung komunikasi dengan tim kami di Kontak Techno GIS.

Kontak Technogis

Kontak Technogis

Pemetaan Topografi Lahan Menggunakan LiDAR UAV di Kupang, Nusa Tenggara Timur

Pemetaan Lahan menggunakan LiDAR UAV – TechnoGIS Indonesia bekerja sama dengan PT Panorama Wisata Handalan dan CV. Billion Technology untuk melakukan Pemetaan Lahan Menggunakan LiDAR UAV seluas 60 ha. Pada pemetaan LiDAR didukung dengan pemasangan Ground Control Point (GCP) atau Premark guna untuk mengkoreksi dan memperbaiki akurasi orthophoto.

Pemotretan Udara menggunakan LiDAR ini menghasilkan Raw Data (Point Cloud LiDAR), Orthomosaic Foto Udara, Digital Elevation Model (DEM), Peta Situasi, dan Peta Kontur, yang akan dijadikan pendukung untuk pembangunan peternakan. Pekerjaan ini dilakukan pada bulan Juni s/d Agustus 2021.

   

   

TechnoGIS melayani jasa pemetaan menggunakan UAV untuk pengambilan foto udara dimana hasil berupa ortophoto, kontur / topografi, analisis foto udara berbagai tematik. bagi anda yang ingin menggunakan jasa pemetaan foto udara untuk sawit, tambang, dan tata ruang di TechnoGIS Indonesia bisa menggubungi :

  • Studio : Jln Pamularsih No 152B. Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
  • Email  :  [email protected]
  • Telp    : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Jasa Foto Udara Untuk Pemetaan Topografi : Jasa Pemetaan UAV Foto Udara

Pelatihan SIG Dasar dan Penggunaan GPS

Pelatihan SIG Dasar dan Penggunaan GPS – GPS merupakan salah satu alat survei sederhana yang tidak pernah luput digunakan ketika melakukan survei lapangan. GPS dapat merekam data posisi abolut suati lokasi maupun rute saat survei berlangsung. Pada saat ini, GPS menjadi alat yang mudah digunakan mengingat aplikasi GPS sudah banyak tertanam pada perangkat telepon genggam. Namun untuk menemani survei lapangan, sebaiknya digunakan GPS handheld ataupun geodetik untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Penggunaan GPS di Lapangan

 

GPS handheld merupakan GPS yang paling banyak digunakan dalam melakukan survei lapangan. Walaupun banyak digunakan, tidak semua orang mengetahui cara pengoperasian alat tersebut. Adapun beberapa fitur yang ada pada GPS untuk memudahkan integrasi dengan komputer ataupun perangkat lunak juga banyak yang belum memahaminnya.

Pada pelatihan periode 24 – 27 Juli 2017, pelatihan GIS Dasar diberkan materi tambahan mengenai GPS. Mulai dari pengenalan alat, perolehan data lapangan, integrasi dengan perangkat lain, bahkan pengolahan data dari perekama GPS juga menjadi materi pokok pelatihan ini. Pada pelatihan ini peserta diharapkan dapa mengoperasikan alat secara makimal sehingga data yang diperoleh memiliki kualitas data yang baik.

 

Tag Archive for: gcp