Pos

Pemetaan UAV untuk Perkebunan

Jasa Pemetaan UAV untuk Perkebunan – UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah hal yang banyak dibutuhkan dalam dunia pertanian dan perkebunan modern. Semakin maju teknologi pemetaan, selain digunakan untuk memantau lahan juga semakin maju untuk mengetahui kondisi tumbuhan sampai dengan irigasi. Teknologi UAV memungkinkan para  petani mengelola perkebunan dan pertanian dengan lebih baik.

Beberapa manfaat dari UAV yang dapat membantu pertanian dan perkebunan, antara lain digunakan untuk membantu mengelola irigasi, mengetahui kondisi tanaman, mengetahui kesehatan vegetasi dan juga mengcegah ancaman hama dan penyakit. Bagaimana sih pemetaan UAV berguna untuk perkebunan? mari kita bahas bersama di ulasan hari ini.

uav untuk perkebunan

uav untuk perkebunan

UAV untuk Perkebunan

UAV menjadi alat yang cukup efektif untuk membantu mengelola perkebunan untuk mengumpulkan data visual dan juga membantu menganalisis kondisi tanaman juga tanah untuk perkebunan. Beberapa hal yang dapat dilakukan teknologi UAV untuk perkebunan, antara lain:

1. Uav untuk pengecekan pertumbuhan tanaman

UAV dapat membantu para petani untuk melihat kondisi pertumbuhan tanaman. Hal ini karena UAV dilengkapi dengan kamera untuk merekam gambar dan video dari ketinggian. Sehingga untuk mengecek pertumbuhan tanaman (ketinggian tanaman, area yang lambat berkembang) dan lain sebagainya, UAV bisa membantu mengeceknya dengan sangat baik.

2. Pengecekan Hama Penyakit

Selanjutnya UAV juga cukup efektif digunakan untuk menilai secara dini atau mendeteksi tanda awal hama penyakit pada tanaman. Kamera multispektral dan termal membantu pengeekan hama dan penyakit, karena kamera ini dapat menunjukkan perubahan suhu pada tanaman yang menunjukkan adanya hama/penyakit pada tanaman. Hal ini tidak terlihat dari mata manusia, sehingga akan lebih efektif membantu petani melakukan pencegahan jika tanaman terkena penyakit.

 

[Artikel Terbaru : Drone Untuk Pemetaan Topografi dengan Lidar

 

3. Saluran irigasi perkebunan

UAV juga sangat membantu dalam hal pengelolaan air untuk perkebunan. UAV memungkinkan petani untuk memantau kondisi aliran air atau irigasi perkebunan sehingga akan membantu pengelolaan air yang lebih efisien. Sehingga petani nantinya akan memperoleh informasi tentang kondisi saluran air yang akurat.

Jika ada aliran air yang terhambat, tanda kebocoran maupun erosi dapat terpantau dengan baik dengan pemantauan visual dari UAV. Sedangkan untuk pengoptimalan irigasi seperti perencanaan aliran air, pendeteksian diri masalah dan juga pengoptimasian aliran air juga pemeliharaan juga dapat terbantu dari UAV.

UAV menjadi alat yang kuat untuk membantu mengoptimalkan perkebunan termasuk saluran irigasi yang optimal.

4. Manajemen pupuk

Selanjutnya adalah manajemen pupuk, dimana UAV dapat membantu petani mengidentifikasi area yang membutuhkan pupuk lebih banyak atau juga daerah yang malah kurang pupuk. Dengan pola pemupukan seperti ini maka akan membantu efisiensi biaya pengeluaran pupuk yang lebih baik.

 

Mozaik hasil pemotretan foto udara

Mozaik hasil pemotretan foto udara

Pemetaan melalui pemotretan UAV dapat digunakan untuk pengukuran luasan lahan, jumlah tanaman dalam area pemotretan, jarak tanam tanaman, identifikasi kesehatan tanaman, perhitungan estimasi produksi hasil perkebunan, dan masih banyak lagi.

baca juga : Kelebihan Lidar daripada Foto Udara Kamera 

 

Jasa UAV untuk Perkebunan dari Techno GIS

Jika Anda membutuhkan layanan UAV untuk perkebunan, Techno GIS membantu Anda menganalisis kebutuhan perkebunan untuk kebutuhan pemupukan, melihat kondisi tanaman sampai dengan irigasi. Silahkan konsultasi kami, tim pemetaan GIS kami siap untuk membantu Anda dengan senang hati.

jasa survey dan pemetaan

itulah penjelasan hari ini tentang UAV untuk perkebunan dan juga rekomendasi kami jasa uav dari Techno GIS, semoga bermanfaat untuk Anda!

Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM

Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM – Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM sebenarnya apakah itu? Mungkin ada diantara anda yang bertanya-tanya tentang hal tersebut. Jika anda ingin mengetahui jawabannya, maka anda bisa untuk baca dan simak ulasannya seperti berikut ini.

Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM

Pernahkah anda melihat sebuah peta? Jika anda amati sebuah peta, anda akan melihat garis-garis membujur dan melintang. Garis-garis ini dapat memudahkan anda untuk menentukan dan mengetahui suatu tempat di muka bumi. 

Baca : Mengenal Pengertian Survey Terestris dan Metode Pengukurannya 

Akan ada perpotongan dari garis yang membujur dan ada juga garis melintang, dua garis membujur dan melintang akan membuat perpotongan tersebut yang dinamakan koordinator. koordinat ini bisa digunakan untuk mengetahui posisi anda di permukaan bumi.  Untuk mengetahui perbedaan koordinat geografik dan UTM mari kita pelajari terlebih dahulu tentang koordinat geografik dan UTM di rincian definisi seperti di bawah ini.

a. Sistem Koordinat Geografik

Di Indonesia ada dua jenis sistem koordinat yang digunakan, dua sistem koordinat tersebut adalah sistem koordinat geografis (lintang-bujur) dan sistem koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). Lalu apa perbedaan koordinat tersebut?

Sistem koordinat geografis merupakan sistem koordinat yang dinyatakan dengan Lintang dan Bujur dan satuan yang digunakan adalah derajat. Untuk sistem yang satu ini akan mengacu kepada titik-titik ke permukaan bumi jika diletakkan pada permukaan bola atau yang dikenal dengan sistem koordinat ellipsoid.

Sistem koordinat ini pun terdiri dari dua komponen yang menentukan. Dua komponen dari koordinat ini adalah.

  1. Garis dari atas ke bawah atau vertikal yaitu yang menghubungkan kutub Utara dan kutub Selatan, ini disebut dengan garis lintang atau Latitude. 
  2. Selanjutnya adalah garis datar yang sejajar dengan khatulistiwa, ini disebut harus bujur atau Longitude. 

Nah, garis khatulistiwa atau Equator sendiri adalah garis yang digunakan untuk membagi dua wilayah Utara dan Selatan, maka dengan demikian garis ini berada di tengah. Lalu untuk membagi dua wilayah Timur dan Barat bagian bumi akan digunakan garis garis Prime meridian.

Baca Juga: Apa sih Peran Surveyor dalam Proses Survey Pemetaan? 

b. Sistem Koordinat UTM

Selanjutnya adalah sistem koordinat UTM. Perbedaan koordinat geografis dan UTM adalah jika untuk sistem koordinat geografis mengacu pada bentuk bumi yang sesungguhnya, sedangkan koordinat UTM atau Universal Transverse Mercator adalah sistem koordinat proyeksi atau tidak mengacu pada bentuk bumi yang bulat melainkan pada bentuk bumi yang datar. 

Sistem koordinat ini akan memproyeksikan bentuk bumi ke dalam bentuk tabung ke dalam satuan meter. Nah, proyeksi tersebut akan dilakukan pada setiap garis bujur 6°, garis bujur inilah yang disebut zona UTM.

Sehingga jika mengacu pada bentuk bumi yang bulat maka akan ada 60° zona UTM di dunia, zona UTM dunia dari zona 1 dari 180° Bujur Barat (BB) – 174° BB, kemudian zona 2 dari 174° BB ke 168° BB, terus berlanjut ke arah timur sampai ke zona 60 yang dimulai dari 174° Bujur Timur sampai ke 180° BT. 

Nah, di Indonesia ada 9 zona UTM. 9 zona UTM yang ada di Indonesia akan dimulai dari meridian 90° BT sampai ke meridian 144° BT dengan batas paralel (lintang) 11° LS hingga 6°LU. Dengan demikian maka diketahui jika wilayah Indonesia dimulai dari zona ke 46 yaitu meridian sentral 93° BT, hingga ke zona 54 yaitu meridian sentral 141° BT.

Kesimpulan

Itulah ulasan seputar perbedaan koordinat Geografik dan UTM. Dengan sistem koordinat maka pemetaan suatu wilayah akan lebih mudah. Jika anda berencana melakukan pemetaan wilayah yang lebih sempit (skala besar) seperti hanya memetakan daerah pertambangan  di salah satu Kecamatan atau desa maka anda bisa menggunakan sistem koordinat UTM. 

Tertarik mempelajari tentang koordinat geografik dan UTM? bisa banget mengikuti pelatihan gis bersama Techno GIS Indonesia. Belajar geospasial jadi lebih terarah dan mudah bersama mentor yang profesional juga tempat yang nyaman. 

di pelatihan gis ini Anda bisa belajar dalam kelas pelatihan gis dasar juga kelas advance. Informasi pelatihan, fasilitas yang didapatkan, materi pembelajaran juga harga bisa langsung konsultasi dengan tim Techno GIS Indonesia.

Sekian informasi hari ini tentang Perbedaan koordinat geografik dan UTM, semoga bermanfaat!

Survey Pemetaan Lahan Sawah di Kab Klaten dan Wonogiri

Survey Pemetaan Lahan Sawah di Kab Klaten dan Wonogiri – Pada bulan juli 2018 TechnoGIS yang bermitra dengan AIP-Rural ( Australian Indonesian Partnership ) melakukan kajian tentang kondisi persawahan di beberapa kabupaten di jawa tengah. kali ini  merupakan salah satu kegiatan survey lapangan di area persawahan di kabupaten wonogiri dan kabupaten klaten. metode survey dengan metode wawancara kepada pemilik sawah yang ada di area sampel yang telah ditentukan.

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman – Pada minggu ke 2 bulan september 2017 tim TechnoGIS Indonesia melakukan pengukuran topografi dan perencanaan kawasan yang akan dikembangkan menjadi resto dan villa di daerah sleman. pemetaan dilakukan dengan pemotretan drone untuk melihat kondisi terbaru dan pengukuran menggunakan total station.

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

Perbedaan Survey Terestris dan Pemetaan Tematik

Perbedaan Survey Terestris dan Pemetaan Tematik – Dalam ilmu kebumian pasti akan ada istilah survey, pemetaan, pengukuran saat kita mempelajari nya. Hal-hal tersebut akan sangat berkaitan satu dengan yang lain, namun dalam dunia kerja beberapa hal tersebut memiliki arti yang berbeda  apalagi ketika sudah sangat teknis.

Mulai dari pengukuran terlebih dahulu, pengukuran yang dimaksud dalam bidang geografi adalah pengukuran posisi secara absolut. Dengan diketahui posisi suatu objek atau titik lokasi maka dapat pula diturunkan hingga informasi jarak ataupun luas baik horizontal ataupun vertikal terhadap objek lainnya. Selain itu, pengukuran yang dilakukan juga dapat berupa pengukuran intensitas objek, kerapatan, kapadatan, dan lain sebagainya bergantung dengan tema kajian yang diangkat. Pengukuran pada dasarnya menentukan nilai kuantitatif suatu fenomena atau objek tertentu untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Beralih ke survey, penggunaan kata survey juga berkaitan terhadap pengukuran. Survey merupakan teknik riset untuk mengumpulkan data. Lantas apa bedanya dengan pengukuran? Jika pengukuran menentukan nilai dari suatu fenomena atau objek, sedangkan survey adalah kegiatan yang menaungi pengukuran khusus yang dilakukan dengan cara berinteraksi atau observasi langsung dengan objek. Jadi survei biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data primer. Pelaksanaan survey juga perlu persiapan yang cukup rinci mengingat data primer jauh lebih sulit diperoleh dan membutuhkan alat survey yang disesuaikan dengan temanya. Ada yang menggunakan alat ukur tanah ataupun alat ukur berupa kuisioner. Semua bergantung pada informasi apa yang ingin diperoleh.

Hasil survey dan pengukuran tersebut yang nantinya akan diolah dan dijadikan peta untuk mempermudah pembaacaan atau analisis lanjutan dilakukan. Proses ini disebut dengan pemetaan. Pemetaan memang tidak mudah dilakukan mengingat banyak kaidah yang perlu dipertimbangkan untuk menjadikan informasi terepresentasi dengan baik dan informatif. Namun bukan berarti tidak mungkin untuk dipelajari karena pada dasarnya jika memiliki ttekad kuat dan tekun akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Bagi yang ingin melakukan pemetaan namun kapabitas untuk melakukannya masih kurng mampu, bisa gunakan jasa pemetaan untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut. Tidak lupa pula kami juga menyediakan jasa survey untuk membantu memberikan solusi pemetaan Anda.

Jasa Survey Pemetaan

Jasa Survey Pemetaan – TechnoGIS Indonesia merupakan perusahaan di bidang jasa survey dan pemetaan beralamatkan di Jogjakarta yang secara hukum bernama CV Billion Technology yang berfokus pada layanan gis dan pemetaan. layanan pemetaan mulai dari perencanaan, pra lapangan, survey lapangan dan pemrosesan data lapangan. TechnoGIS Indonesia merupakan salah satu brand berfokus pada informasi dan teknologi spasial, seperti survei, pemetaan, analisis spasial, pemrosesan citra digital, pembuatan WebGIS, maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan teknologi dan analisis keruangan.

Pemetaan adalah proses penggambaran suatu fenomena tertentu pada suatu lokasi kedalam bentuk visual baik representasi 2 dimensi ataupun 3 dimensi. Pembuatan peta dimulai dengan pengumpulan data spasial yang kemudian diolah kedalam bentuk grafis. Pemetaan itu sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu menggunakan acuan peta dan dilakukan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan peta informasi baru. Adapun cara lainnya dengan melakukan pemotretan udara agar memperoleh gambaran kondisi eksisting lapangan dengan cara yang lebih efisien. Namun bisa juga pemetaan dilakukan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Layanan jasa pemetaan di TechnoGIS Indonesia dapat melayani pemetaan 2D atau pemetaan 3D

Proses pengolahannya melalui beberapa tahap dasar diantaranya tahap pra pemrosesan, tahap perolehan data primer, dan tahap terakhir yang merupakan pengolahan hasil dan finishing. Tahap perencanaan termasuk kedalam tahapan pra pemrosesan. Pada tahapan ini pengumpulan data sekunder telah dimulai dan rencana survey lapangan juga harus dilakukan dengan matang.

Tahap pengambilan data primer adalah pengambilan data yang dilakukan secara langsung. Biasanya metode pengambilan dilakukan melalui survey lapangan. Kegiatan survey dapat dilakukan dengan berbagai macam cara bergantung dengan pendekatan dan metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Survey dapat dilakukan dengan observasi lapangan secara langsung maupun melalui interview responden. Pemilihan metode ditinjau melalui data apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut.

Tahap terakhir dalam survei dan pemetaan adalah pemrosesan akhir dan penyajian hasil. Pada tahap ini, sisi keilmuan dan seni dikomparasikan menjadi satu untuk memperoleh hasil pemetaan yang menarik, informatif, dan fungsional. Oleh sebab itu, pengetahuan yang mendalam, keahlian dan jam terbang pelaksana sangat dibutuhkan karena memiliki peran yang besar dalam menghasilkan peta yang baik.

Alasan Memilih TechnoGIS Indonesia dalam Jasa Survey Pemetaan

  • Sebagai perusahaan resmi di pemerintahan AKTA, SIUP, TDP, NPWP.
  • Didukung tenaga ahli dan tim profesional dibidang survei pemetaan.
  • Didukung peralatan yang lengkap dalam mengerjakan projek survei pemetaan.
  • Memberikan layanan terbaik dengan mengedepankan pelayanan ramah dan tetap profesional.
  • Telah banyak instansi maupun swasta yang bekerja sama dengan kami baik pemetaan, webgis maupun training GIS.

Layanan Survey dan Pemetaan

  • Survey hasil pengolahan citra satelit
  • Survey lapangan cek interpretasi / akurasi peta
  • Survey lapangan Topografi
  • Survey lapangan untuk jalur pipa
  • Survey lapangan panjang jalan
  • Survey lapangan cek kelurusan rell/tiang
  • Survey pengukuran kemiringan lereng
  • Survey pemetaan sosial
  • Survey batimetri
  • Survey inventarisasi sumber daya
  • Survey konstruksi bangunan / arsitek  / sipil
  • Survey DED konstruksi

Perlengkapan Survey yang Digunakan TechnoGIS Indonesia

  • GPS Handheld Garmin berbagai seri
  • Total Station
  • Theodolite
  • Waterpass
  • GPS Geodetik
  • Drone Phantom 3 Profesional
  • UAV Fix Wing

Tenaga Ahli Survey dan Pemetaan TechnoGIS Indonesia

  • Tenaga Ahli Kartografi dan Penginderaan Jauh ( Alumi UGM )
  • Tenaga Ahli Pembangunan Wilayah ( Alumni UGM )
  • Tenaga Ahli Geodesi ( Alumni UGM )
  • Tenaga Surveyor

Jangan sungkan untuk konsultasi jasa survey dan jasa pemetaan melalui informasi kontak dibawah ini

Alamat Kantor TechnoGIS Indonesia

Telp            : 0274 – 885879/ 0813-2552-3979
Jl Pamularsih No.152 B,
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283
Yogyakarta – Indonesia

Pelatihan UAV Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau

Pelatihan UAV Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau – Pemetaan dengan UAV mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam prosesnya dibandingkan dengan melakukan survei lapangan menyeluruh. Hasil yang diperoleh memiliki akurasi yang baik bahkan skala peta yang ingin di hasilkan dapat dengan mudah diatur melalui teknik pengendalian UAV dan pemotretannya. Pemantauan lahan dalam bidang pertanian tentunya menjadi alasan utama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau untuk lebih mendalami terkait pemetaan menggunaan UAV. Melalui pelatihan UAV yang diselenggarakan pada 22 – 25 Mei 2017 inilah, teori dan praktek dalam pengoperasian UAV dapat diperoleh.

 

Pelatihan cukup menyenangkan karena peserta diberi kesempatan untuk mengoperasikan drone secara mandiri.

Pelatihan dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu pre processing di dalam kelas, kegiatan lapangan, dan post processing di kelas. Ditambah lagi, instruktur penanggungjawab pelatihan sangat koperatif dan komunikatif, sehingga sangat memungkinkan untuk melakukan diskusi selama pelatihan berlangsung.

Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan UAV seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau, silahkan hubungi kontak kami di [email protected] atau melalui telepon 0274-2833287 (kantor), 085743328257 (wa). Kami juga menyediakan jasa pemetaan menggunakan UAV.

Portfolio Items

Laman

Pemetaan UAV untuk Perkebunan

Jasa Pemetaan UAV untuk Perkebunan – UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah hal yang banyak dibutuhkan dalam dunia pertanian dan perkebunan modern. Semakin maju teknologi pemetaan, selain digunakan untuk memantau lahan juga semakin maju untuk mengetahui kondisi tumbuhan sampai dengan irigasi. Teknologi UAV memungkinkan para  petani mengelola perkebunan dan pertanian dengan lebih baik.

Beberapa manfaat dari UAV yang dapat membantu pertanian dan perkebunan, antara lain digunakan untuk membantu mengelola irigasi, mengetahui kondisi tanaman, mengetahui kesehatan vegetasi dan juga mengcegah ancaman hama dan penyakit. Bagaimana sih pemetaan UAV berguna untuk perkebunan? mari kita bahas bersama di ulasan hari ini.

uav untuk perkebunan

uav untuk perkebunan

UAV untuk Perkebunan

UAV menjadi alat yang cukup efektif untuk membantu mengelola perkebunan untuk mengumpulkan data visual dan juga membantu menganalisis kondisi tanaman juga tanah untuk perkebunan. Beberapa hal yang dapat dilakukan teknologi UAV untuk perkebunan, antara lain:

1. Uav untuk pengecekan pertumbuhan tanaman

UAV dapat membantu para petani untuk melihat kondisi pertumbuhan tanaman. Hal ini karena UAV dilengkapi dengan kamera untuk merekam gambar dan video dari ketinggian. Sehingga untuk mengecek pertumbuhan tanaman (ketinggian tanaman, area yang lambat berkembang) dan lain sebagainya, UAV bisa membantu mengeceknya dengan sangat baik.

2. Pengecekan Hama Penyakit

Selanjutnya UAV juga cukup efektif digunakan untuk menilai secara dini atau mendeteksi tanda awal hama penyakit pada tanaman. Kamera multispektral dan termal membantu pengeekan hama dan penyakit, karena kamera ini dapat menunjukkan perubahan suhu pada tanaman yang menunjukkan adanya hama/penyakit pada tanaman. Hal ini tidak terlihat dari mata manusia, sehingga akan lebih efektif membantu petani melakukan pencegahan jika tanaman terkena penyakit.

 

[Artikel Terbaru : Drone Untuk Pemetaan Topografi dengan Lidar

 

3. Saluran irigasi perkebunan

UAV juga sangat membantu dalam hal pengelolaan air untuk perkebunan. UAV memungkinkan petani untuk memantau kondisi aliran air atau irigasi perkebunan sehingga akan membantu pengelolaan air yang lebih efisien. Sehingga petani nantinya akan memperoleh informasi tentang kondisi saluran air yang akurat.

Jika ada aliran air yang terhambat, tanda kebocoran maupun erosi dapat terpantau dengan baik dengan pemantauan visual dari UAV. Sedangkan untuk pengoptimalan irigasi seperti perencanaan aliran air, pendeteksian diri masalah dan juga pengoptimasian aliran air juga pemeliharaan juga dapat terbantu dari UAV.

UAV menjadi alat yang kuat untuk membantu mengoptimalkan perkebunan termasuk saluran irigasi yang optimal.

4. Manajemen pupuk

Selanjutnya adalah manajemen pupuk, dimana UAV dapat membantu petani mengidentifikasi area yang membutuhkan pupuk lebih banyak atau juga daerah yang malah kurang pupuk. Dengan pola pemupukan seperti ini maka akan membantu efisiensi biaya pengeluaran pupuk yang lebih baik.

 

Mozaik hasil pemotretan foto udara

Mozaik hasil pemotretan foto udara

Pemetaan melalui pemotretan UAV dapat digunakan untuk pengukuran luasan lahan, jumlah tanaman dalam area pemotretan, jarak tanam tanaman, identifikasi kesehatan tanaman, perhitungan estimasi produksi hasil perkebunan, dan masih banyak lagi.

baca juga : Kelebihan Lidar daripada Foto Udara Kamera 

 

Jasa UAV untuk Perkebunan dari Techno GIS

Jika Anda membutuhkan layanan UAV untuk perkebunan, Techno GIS membantu Anda menganalisis kebutuhan perkebunan untuk kebutuhan pemupukan, melihat kondisi tanaman sampai dengan irigasi. Silahkan konsultasi kami, tim pemetaan GIS kami siap untuk membantu Anda dengan senang hati.

jasa survey dan pemetaan

itulah penjelasan hari ini tentang UAV untuk perkebunan dan juga rekomendasi kami jasa uav dari Techno GIS, semoga bermanfaat untuk Anda!

Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM

Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM – Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM sebenarnya apakah itu? Mungkin ada diantara anda yang bertanya-tanya tentang hal tersebut. Jika anda ingin mengetahui jawabannya, maka anda bisa untuk baca dan simak ulasannya seperti berikut ini.

Perbedaan Koordinat Geografik dan UTM

Pernahkah anda melihat sebuah peta? Jika anda amati sebuah peta, anda akan melihat garis-garis membujur dan melintang. Garis-garis ini dapat memudahkan anda untuk menentukan dan mengetahui suatu tempat di muka bumi. 

Baca : Mengenal Pengertian Survey Terestris dan Metode Pengukurannya 

Akan ada perpotongan dari garis yang membujur dan ada juga garis melintang, dua garis membujur dan melintang akan membuat perpotongan tersebut yang dinamakan koordinator. koordinat ini bisa digunakan untuk mengetahui posisi anda di permukaan bumi.  Untuk mengetahui perbedaan koordinat geografik dan UTM mari kita pelajari terlebih dahulu tentang koordinat geografik dan UTM di rincian definisi seperti di bawah ini.

a. Sistem Koordinat Geografik

Di Indonesia ada dua jenis sistem koordinat yang digunakan, dua sistem koordinat tersebut adalah sistem koordinat geografis (lintang-bujur) dan sistem koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). Lalu apa perbedaan koordinat tersebut?

Sistem koordinat geografis merupakan sistem koordinat yang dinyatakan dengan Lintang dan Bujur dan satuan yang digunakan adalah derajat. Untuk sistem yang satu ini akan mengacu kepada titik-titik ke permukaan bumi jika diletakkan pada permukaan bola atau yang dikenal dengan sistem koordinat ellipsoid.

Sistem koordinat ini pun terdiri dari dua komponen yang menentukan. Dua komponen dari koordinat ini adalah.

  1. Garis dari atas ke bawah atau vertikal yaitu yang menghubungkan kutub Utara dan kutub Selatan, ini disebut dengan garis lintang atau Latitude. 
  2. Selanjutnya adalah garis datar yang sejajar dengan khatulistiwa, ini disebut harus bujur atau Longitude. 

Nah, garis khatulistiwa atau Equator sendiri adalah garis yang digunakan untuk membagi dua wilayah Utara dan Selatan, maka dengan demikian garis ini berada di tengah. Lalu untuk membagi dua wilayah Timur dan Barat bagian bumi akan digunakan garis garis Prime meridian.

Baca Juga: Apa sih Peran Surveyor dalam Proses Survey Pemetaan? 

b. Sistem Koordinat UTM

Selanjutnya adalah sistem koordinat UTM. Perbedaan koordinat geografis dan UTM adalah jika untuk sistem koordinat geografis mengacu pada bentuk bumi yang sesungguhnya, sedangkan koordinat UTM atau Universal Transverse Mercator adalah sistem koordinat proyeksi atau tidak mengacu pada bentuk bumi yang bulat melainkan pada bentuk bumi yang datar. 

Sistem koordinat ini akan memproyeksikan bentuk bumi ke dalam bentuk tabung ke dalam satuan meter. Nah, proyeksi tersebut akan dilakukan pada setiap garis bujur 6°, garis bujur inilah yang disebut zona UTM.

Sehingga jika mengacu pada bentuk bumi yang bulat maka akan ada 60° zona UTM di dunia, zona UTM dunia dari zona 1 dari 180° Bujur Barat (BB) – 174° BB, kemudian zona 2 dari 174° BB ke 168° BB, terus berlanjut ke arah timur sampai ke zona 60 yang dimulai dari 174° Bujur Timur sampai ke 180° BT. 

Nah, di Indonesia ada 9 zona UTM. 9 zona UTM yang ada di Indonesia akan dimulai dari meridian 90° BT sampai ke meridian 144° BT dengan batas paralel (lintang) 11° LS hingga 6°LU. Dengan demikian maka diketahui jika wilayah Indonesia dimulai dari zona ke 46 yaitu meridian sentral 93° BT, hingga ke zona 54 yaitu meridian sentral 141° BT.

Kesimpulan

Itulah ulasan seputar perbedaan koordinat Geografik dan UTM. Dengan sistem koordinat maka pemetaan suatu wilayah akan lebih mudah. Jika anda berencana melakukan pemetaan wilayah yang lebih sempit (skala besar) seperti hanya memetakan daerah pertambangan  di salah satu Kecamatan atau desa maka anda bisa menggunakan sistem koordinat UTM. 

Tertarik mempelajari tentang koordinat geografik dan UTM? bisa banget mengikuti pelatihan gis bersama Techno GIS Indonesia. Belajar geospasial jadi lebih terarah dan mudah bersama mentor yang profesional juga tempat yang nyaman. 

di pelatihan gis ini Anda bisa belajar dalam kelas pelatihan gis dasar juga kelas advance. Informasi pelatihan, fasilitas yang didapatkan, materi pembelajaran juga harga bisa langsung konsultasi dengan tim Techno GIS Indonesia.

Sekian informasi hari ini tentang Perbedaan koordinat geografik dan UTM, semoga bermanfaat!

Survey Pemetaan Lahan Sawah di Kab Klaten dan Wonogiri

Survey Pemetaan Lahan Sawah di Kab Klaten dan Wonogiri – Pada bulan juli 2018 TechnoGIS yang bermitra dengan AIP-Rural ( Australian Indonesian Partnership ) melakukan kajian tentang kondisi persawahan di beberapa kabupaten di jawa tengah. kali ini  merupakan salah satu kegiatan survey lapangan di area persawahan di kabupaten wonogiri dan kabupaten klaten. metode survey dengan metode wawancara kepada pemilik sawah yang ada di area sampel yang telah ditentukan.

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman

Pemetaan Drone dan Topografi Detail Perencanaan Resto di Sleman – Pada minggu ke 2 bulan september 2017 tim TechnoGIS Indonesia melakukan pengukuran topografi dan perencanaan kawasan yang akan dikembangkan menjadi resto dan villa di daerah sleman. pemetaan dilakukan dengan pemotretan drone untuk melihat kondisi terbaru dan pengukuran menggunakan total station.

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

hasil contur peta topografi menggunakan autocad

Perbedaan Survey Terestris dan Pemetaan Tematik

Perbedaan Survey Terestris dan Pemetaan Tematik – Dalam ilmu kebumian pasti akan ada istilah survey, pemetaan, pengukuran saat kita mempelajari nya. Hal-hal tersebut akan sangat berkaitan satu dengan yang lain, namun dalam dunia kerja beberapa hal tersebut memiliki arti yang berbeda  apalagi ketika sudah sangat teknis.

Mulai dari pengukuran terlebih dahulu, pengukuran yang dimaksud dalam bidang geografi adalah pengukuran posisi secara absolut. Dengan diketahui posisi suatu objek atau titik lokasi maka dapat pula diturunkan hingga informasi jarak ataupun luas baik horizontal ataupun vertikal terhadap objek lainnya. Selain itu, pengukuran yang dilakukan juga dapat berupa pengukuran intensitas objek, kerapatan, kapadatan, dan lain sebagainya bergantung dengan tema kajian yang diangkat. Pengukuran pada dasarnya menentukan nilai kuantitatif suatu fenomena atau objek tertentu untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Beralih ke survey, penggunaan kata survey juga berkaitan terhadap pengukuran. Survey merupakan teknik riset untuk mengumpulkan data. Lantas apa bedanya dengan pengukuran? Jika pengukuran menentukan nilai dari suatu fenomena atau objek, sedangkan survey adalah kegiatan yang menaungi pengukuran khusus yang dilakukan dengan cara berinteraksi atau observasi langsung dengan objek. Jadi survei biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data primer. Pelaksanaan survey juga perlu persiapan yang cukup rinci mengingat data primer jauh lebih sulit diperoleh dan membutuhkan alat survey yang disesuaikan dengan temanya. Ada yang menggunakan alat ukur tanah ataupun alat ukur berupa kuisioner. Semua bergantung pada informasi apa yang ingin diperoleh.

Hasil survey dan pengukuran tersebut yang nantinya akan diolah dan dijadikan peta untuk mempermudah pembaacaan atau analisis lanjutan dilakukan. Proses ini disebut dengan pemetaan. Pemetaan memang tidak mudah dilakukan mengingat banyak kaidah yang perlu dipertimbangkan untuk menjadikan informasi terepresentasi dengan baik dan informatif. Namun bukan berarti tidak mungkin untuk dipelajari karena pada dasarnya jika memiliki ttekad kuat dan tekun akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Bagi yang ingin melakukan pemetaan namun kapabitas untuk melakukannya masih kurng mampu, bisa gunakan jasa pemetaan untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut. Tidak lupa pula kami juga menyediakan jasa survey untuk membantu memberikan solusi pemetaan Anda.

Jasa Survey Pemetaan

Jasa Survey Pemetaan – TechnoGIS Indonesia merupakan perusahaan di bidang jasa survey dan pemetaan beralamatkan di Jogjakarta yang secara hukum bernama CV Billion Technology yang berfokus pada layanan gis dan pemetaan. layanan pemetaan mulai dari perencanaan, pra lapangan, survey lapangan dan pemrosesan data lapangan. TechnoGIS Indonesia merupakan salah satu brand berfokus pada informasi dan teknologi spasial, seperti survei, pemetaan, analisis spasial, pemrosesan citra digital, pembuatan WebGIS, maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan teknologi dan analisis keruangan.

Pemetaan adalah proses penggambaran suatu fenomena tertentu pada suatu lokasi kedalam bentuk visual baik representasi 2 dimensi ataupun 3 dimensi. Pembuatan peta dimulai dengan pengumpulan data spasial yang kemudian diolah kedalam bentuk grafis. Pemetaan itu sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu menggunakan acuan peta dan dilakukan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan peta informasi baru. Adapun cara lainnya dengan melakukan pemotretan udara agar memperoleh gambaran kondisi eksisting lapangan dengan cara yang lebih efisien. Namun bisa juga pemetaan dilakukan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Layanan jasa pemetaan di TechnoGIS Indonesia dapat melayani pemetaan 2D atau pemetaan 3D

Proses pengolahannya melalui beberapa tahap dasar diantaranya tahap pra pemrosesan, tahap perolehan data primer, dan tahap terakhir yang merupakan pengolahan hasil dan finishing. Tahap perencanaan termasuk kedalam tahapan pra pemrosesan. Pada tahapan ini pengumpulan data sekunder telah dimulai dan rencana survey lapangan juga harus dilakukan dengan matang.

Tahap pengambilan data primer adalah pengambilan data yang dilakukan secara langsung. Biasanya metode pengambilan dilakukan melalui survey lapangan. Kegiatan survey dapat dilakukan dengan berbagai macam cara bergantung dengan pendekatan dan metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Survey dapat dilakukan dengan observasi lapangan secara langsung maupun melalui interview responden. Pemilihan metode ditinjau melalui data apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut.

Tahap terakhir dalam survei dan pemetaan adalah pemrosesan akhir dan penyajian hasil. Pada tahap ini, sisi keilmuan dan seni dikomparasikan menjadi satu untuk memperoleh hasil pemetaan yang menarik, informatif, dan fungsional. Oleh sebab itu, pengetahuan yang mendalam, keahlian dan jam terbang pelaksana sangat dibutuhkan karena memiliki peran yang besar dalam menghasilkan peta yang baik.

Alasan Memilih TechnoGIS Indonesia dalam Jasa Survey Pemetaan

  • Sebagai perusahaan resmi di pemerintahan AKTA, SIUP, TDP, NPWP.
  • Didukung tenaga ahli dan tim profesional dibidang survei pemetaan.
  • Didukung peralatan yang lengkap dalam mengerjakan projek survei pemetaan.
  • Memberikan layanan terbaik dengan mengedepankan pelayanan ramah dan tetap profesional.
  • Telah banyak instansi maupun swasta yang bekerja sama dengan kami baik pemetaan, webgis maupun training GIS.

Layanan Survey dan Pemetaan

  • Survey hasil pengolahan citra satelit
  • Survey lapangan cek interpretasi / akurasi peta
  • Survey lapangan Topografi
  • Survey lapangan untuk jalur pipa
  • Survey lapangan panjang jalan
  • Survey lapangan cek kelurusan rell/tiang
  • Survey pengukuran kemiringan lereng
  • Survey pemetaan sosial
  • Survey batimetri
  • Survey inventarisasi sumber daya
  • Survey konstruksi bangunan / arsitek  / sipil
  • Survey DED konstruksi

Perlengkapan Survey yang Digunakan TechnoGIS Indonesia

  • GPS Handheld Garmin berbagai seri
  • Total Station
  • Theodolite
  • Waterpass
  • GPS Geodetik
  • Drone Phantom 3 Profesional
  • UAV Fix Wing

Tenaga Ahli Survey dan Pemetaan TechnoGIS Indonesia

  • Tenaga Ahli Kartografi dan Penginderaan Jauh ( Alumi UGM )
  • Tenaga Ahli Pembangunan Wilayah ( Alumni UGM )
  • Tenaga Ahli Geodesi ( Alumni UGM )
  • Tenaga Surveyor

Jangan sungkan untuk konsultasi jasa survey dan jasa pemetaan melalui informasi kontak dibawah ini

Alamat Kantor TechnoGIS Indonesia

Telp            : 0274 – 885879/ 0813-2552-3979
Jl Pamularsih No.152 B,
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283
Yogyakarta – Indonesia

Pelatihan UAV Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau

Pelatihan UAV Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau – Pemetaan dengan UAV mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam prosesnya dibandingkan dengan melakukan survei lapangan menyeluruh. Hasil yang diperoleh memiliki akurasi yang baik bahkan skala peta yang ingin di hasilkan dapat dengan mudah diatur melalui teknik pengendalian UAV dan pemotretannya. Pemantauan lahan dalam bidang pertanian tentunya menjadi alasan utama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau untuk lebih mendalami terkait pemetaan menggunaan UAV. Melalui pelatihan UAV yang diselenggarakan pada 22 – 25 Mei 2017 inilah, teori dan praktek dalam pengoperasian UAV dapat diperoleh.

 

Pelatihan cukup menyenangkan karena peserta diberi kesempatan untuk mengoperasikan drone secara mandiri.

Pelatihan dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu pre processing di dalam kelas, kegiatan lapangan, dan post processing di kelas. Ditambah lagi, instruktur penanggungjawab pelatihan sangat koperatif dan komunikatif, sehingga sangat memungkinkan untuk melakukan diskusi selama pelatihan berlangsung.

Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan UAV seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Riau, silahkan hubungi kontak kami di [email protected] atau melalui telepon 0274-2833287 (kantor), 085743328257 (wa). Kami juga menyediakan jasa pemetaan menggunakan UAV.