Pos

Pelatihan GIS Dasar Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kediri 3-6 Juli 2018

Pelatihan GIS Dasar Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kediri 3-6 Juli 2018 – Pelatihan gis pada minggu pertama bulan juli 2018. pelatihan GIS Dasar di ikuti peserta dari dinas lingkungan hidur kab kediri. pelatihan dimulai dari pengenalan data spasial, pemrosesan, dan pengolahan data hingga menjadi peta.

Bagi anda yang ingin mengikuti pelatihan GIS / SIG / Sistem Informasi Geografis silahkan menanyakan detail program pelatihan di TechnGIS melalui kontak kami :
Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

info@technogis.co.id / technogis.id@gmail.com
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan GIS Dasar :
Pelatihan GIS Tingkat Dasar

Pelatihan GIS Dasar PT Jayaland

Pelatihan gis technogis indonesia

Pelatihan gis technogis indonesia

Pelatihan GIS Dasar PT Jayaland – Pada minggu ke 2 bulan juni 2018 TechnoGIS Indonesia melakukan pelatihan GIS Tingkat dasar untuk peserta dari PT Jayaland, pelatihan dimulai dari pengenalan data spasial, pembuatan geodatabase, digitasi, hingga layouting peta, pelatihan juga dilaksanakan untuk penggunaan gps survey, mulai dari penggunaan, input data dan pemrosesan data dari GPS Survey.

 

 

Bagi anda yang ingin mengikuti pelatihan GIS / SIG / Sistem Informasi Geografis silahkan menanyakan detail program pelatihan di TechnGIS melalui kontak kami :
Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

info@technogis.co.id / technogis.id@gmail.com
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan GIS Dasar :
Pelatihan GIS Tingkat Dasar

Pelatihan GIS Dasar CV Asri Papua Consulindo

Pelatihan GIS Dasar CV Asri Papua Consulindo – Pada tahun 2018 TechnoGIS memberikan pelatihan diklat GIS Dasar kepada salah satu konsultan di Papua. pelatihan dimulai dari pengenalan data-data spasial dan bagaimana pemrosesannya. pelatihan juga terdapat materi lapangan yaitu penggunaan GPS dan pemrosesan data GPS di software-software pemetaan.

Pelatihan GIS Tingkat Dasar Universitas Pelita Harapan Jakarta

Pelatihan GIS Tingkat Dasar Universitas Pelita Harapan Jakarta – Pada minggu ke -2 bulan desember 2017. TechnoGIS kembali mengadakan pelatihan GIS tingkat dasar untuk parak praktisi di Universitas Pelita Harapan jakarta. pelatihan berfokus pada pengenalan data spasial dasar dan penerapannya dalam pembuatan peta. pelatihan sistem informasi geografis ini dilaksanakan selama 4 hari dengan konsep workshop intensif dari pukul 8 hingga 17.00. Pelatihan GIS tingkat dasar ditambahkan materi penggunaan GPS dilapangan dan cara pengolahan datanya.

pelatihan gis dasar technogis periode minggu ke 2 desember 17

Pelatihan GIS Tingkat Dasar Untuk Analisis Perbankan Bank BNI 46

Pelatihan GIS Tingkat Dasar Untuk Analisis Perbankan Bank BNI 46 – Pada minggu ke empat bulan november 2017, TechnoGIS memberikan pelatihan GIS Tingkat dasar untuk membantu analisis bidang perbankan menggunakan teknologi GIS. diharapkan pelatihan gis dasar ini dapat diterapkan untuk analisis persebaran bank, analalisis keruangan berkaitan dengan kondisi sekitar bank, dan jangkauan pelayanan suatu cabang menggunakan analisis spasial menggunakan software software GIS.

Pelatihan GIS Tingkat Dasar CV Benhari Konsultan, Papua-

Pelatihan GIS Tingkat Dasar CV Benhari Konsultan, Papua– Pada minggu ke 3 bulan Oktober 2017, TechnoGIS memberikan pelatihan diklat SIG Tingkat Dasar kepada perwakilan CV Benhari Konsultan yang sedang mengerjakan pekerjaan dibidang pemetaan. Perusahaan tersebut bergerak di bidang konstruksi dan konsultansi sejenisnya. pelatihan GIS Tingkat dasar memberikan pemahaman konsep spasial dan pelatihan pemetaan secara langsung.

Sistem Informasi Geografis ( SIG )

Sistem Informasi Geografis atau SIG adalah integrasi seperangkat hardware dan software yang digunakan untuk membuat, memproses, menganalisis data permukaan bumi untuk mendapatkan suatu tujuan tertentu. pengertian ini merupakan hasil penggabungan dari berbagai pengertian-pengertian tentang Sistem Informasi Geografis dalam berbagai sumber dan tenaga ahli dibidang ilmu kebumian. Sistem Informasi Geografis mempunyai ciri yang unik daripada sistem informasi pada umumnya, dimana data spasial merupakan obyek utama yang dipelajari mempunya unsur lokasi secara absolut dimana posisi ini ditentukan dalam bentuk sumbu x (longitute) dan sumbu y (latitute) dalam perkembangannya data spasial untuk pemodelan 3D akan memiliki sumbu y (ketinggian). sumbu x dan y merupakan hasil pemikiran manusia dimana posisi ditentukan dari garis imaginer yang telah disepakati secara internasional menjadi sebuah batas / lokasi secara absolut di permukaan bumi.

Berikut beberapa pengertian Sistem Informasi Geografis dari berbagai sumber dan ahli.

Credit photo : TechnoGIS ID 2017

Sejarah perkembangan Sistem Informasi Geografis

Sebelum menilik mengenai sejarah dan perkembangan SIG, perlu di ketahui dahulu komponen utama dalam SIG yaitu data spasial. Data spasial merupakan data yang memiliki nilai keruangan atau posisi baik bersifat relatif maupun absolut. Awal mulanya, data spasial banyak digambarkan dalam berbagai jenis, bisa berupa mental map (peta yang tertanam dalam pikiran/ingatan), peta tergambar ataupun denah.

Pada beberapa situs bersejarah, salah satunya di gua Lascaux di Perancis yang diperkirakan dibuat pada 35000 tahun lalu terdapat gambaran rute migrasi hewan  pada dinding-dinding gua. Gambaran tersebut didiga sebagai gambaran mental map untuk menujukkan lokasi buruan hewan melalui kebiasaan migrasi mereka.

Informasi dan data spasial terus mengalami perkembangan hingga pembuatan peta dengan sistem yang lebih matematis pada tahun 150 SM dengan memperhatikan presisi hingga penambahan informasi garis khayal untuk acuan posisi. Perkembangan pemetaan terus dilakukan seiring dengan kebutuhan informasi spasial sehingga pada tahun 1700-an awal, survey pengukuran teknis terkontrol mulai dilakukan untuk pembuatan peta topografi.

Perkembangan peta juga beriringan dengan perkembangan teknologi komputerisasi. Awalnya komputer digunakan untuk keperluan militer saat perang dunia II dan perkembangannya cukup pesat saat itu. Setelah perang usai, komputer mulai dikembangkan untuk berbagai bidang tidak terkecuali untuk pengolahan data spasial. Perkembangan fungsi perangkat keras dan perangkat lunak mendorong untuk perkembangan pengolahan data spasial yang mulanya penggambaran menjadi satu basis mulai dipisahkan dalam sistem layer. Teknik ini mulai digunakan pada kisaran tahu 1960-an.

Pada tahun 1967 Kanada menjadi negara pertama yang menggunakan SIG untuk inventarisasi data spasial di negaranya. Sistem yang digunakan diberi nama Canadian GIS untuk memetakan berbagai informasi penting di Kanada dikembangkan oleh Roger Tominson. Perangkat yang dikembangkan adalah gvSIG.CGIS yang sudah membawa banyak fitur didalamnya. Pada zaman itu, perangkat SIG tersebut sudah cukup lengkap dan luar biasa karena mampu untuk menampilkan banyak dataa dalam bentuk layer berbeda, mampu untuk memindai data dengan digitasi, dapat digunakan untuk analisis spasial berupa overlay atau tumpang tindih layer, basis data atribut yang terpisah, koordinat, hingga topologi.

Hingga akhir 1980 penggunaan perangkat keras SIG terus dikembangkan. Memang membutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkan sistem ini, namun akhirnya pada awal tahun 1990-an, beberapa perusahaan besar mampu mengambil alih kinerja perangkat CGIS menjadi bentuk perangkat mikro pada komputer pribadi. Hingga saat ini, banyak sekali perkembangan penggunaan aplikasi SIG karena fitur yang diberikan semakin canggih dan praktis. SIG dapat digunakan dengan mudah saat ini karena aplikasi free pun dapat ditemui. Implementasi ilmu dan analisis berbasis SIG juga dapat diterapkan dalam berbagai fenomena keruangan. Hal ini yang menuntut kebutuhan akan sumberdaya manusia yang mumpuni untuk mengolah dan menganalisis data spasial semakin tinggi.

Universitas yang berperan aktif dalam perkembangan ilmu Sistem Informasi Geografis di Indonesia Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang bberfokus dalam pengembangan ilmu Geografi, dan masih banyak lagi universitas di Indonesia yang juga memiliki fakultas Geografi berbasis pendidikan.

Pengenalan dan pengelolaan data spasial dapat dilakukan dengan belajar sig sejak dini. Belajar harus mencangkup praktek penggunaan tools beserta ekseskusinya. Hal ini dikarenakan data spasial berbeda dengan data biasa pada umumya karena memiliki informasi spasial dan memiliki informasi lainnya yang tercantum pada atributnya. Disamping pengenalan mengenai peran SIG dalam segala bidang, pemahaman mengenai konsep spasial juga sangat diperlukan. Nantinya pemahaman konsep ini yang akan menuntun dalam analisis spasial menggunakan SIG.

Untuk lebih mematangkan konsep dan prakteknya, perlu dilakukan pelatihan sig atau kursus sig yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Pelatihan yang memberikan konsep dasar secara ringan dan jelas sehingga mudah dipahami dan diterima serta praktek dalam eksekusi suatu studi kasus untuk mempermudah pemahaman dan implementasi SIG.

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis di berbagai bidang telah banyak diterapkan. Pada bidang pertanian contohnya, analisis untuk membantu pembuatan jaringan irigasi yang efektif dan pembuatan pemodelan jaringan sehingga perencanaan menjadi lebih efisien dari segi waktu dan tenaga jika dibandingkan dengan melakukan survey lapangan secara keseluruhan. Adapun di bidang pertanian, SIG juga memiliki peran untuk membatu dalam pengukuran lahan hingga estimasi produksi melalui pemetaan. Pada bidang perencanaan kota, SIG sangat berperan dalam representasi tata ruang kota dan perencanaan pembangunan dengan melihat aspek dampak dari pemanfataan suatu ruang. Bahkan untuk bidang kesehatan, SIG juga mulai dikembangkan untuk mengetahui potensi penyakit endemik yang dikaitkan dengan habitat vektor penyakit tersebut sehingga wilayah berpotensi dapat terklasifikasi dan tindakan preventif dapat dilakukan. Masih banyak lagi implementasi SIG lainnya untuk berbagai bidang yang sangat bermanfaat dan memiliki peran dalam pengambilan keputusan.

Prediksi arah perkambangan Sistem Informasi Geografis dimasa mendatang akan semakin berperan dan banyak digunakan oleh berbagai kalangan. Pada saat ini, kebutuhan sumberdaya manusia yang memiliki skill analisis spasial dan pengoperasian SIG sudah banyak dibutuhkan, sehingga banyak orang yang belajar secara otodidak untuk mengenal SIG karena tuntutan. Oleh karenanya tidak ada salahnya jika memulai untuk belajar SIG dari sekarang dengan konsep yang benar sehingga implementasi dalam segala hal menjadi lebih mudah.

Pelatihan GIS Dasar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab Jabung Timur

Pelatihan GIS Dasar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab Jabung Timur – Pada minggu ke 2 bulan oktober, TechnoGIS Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jabung Timur menggelar pelatihan GIS tingkat dasar untuk penerapan dibidang-bidang tataruang. pelatihan ini meliputi pembangunan database spasial, hingga layouting data spasial. pelatihan ini di fokuskan untuk pemanfaatan gis untuk tataruang wilayah dikabupaten tersebut. pelatihan gis dilakukan dengan metode diklat selama 4 hari dari tanggal 16 hingga 18 oktober 2017.

Pelatihan GIS Tingkat Lanjut Untuk Zonasi Wilayah Pesisir Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau

Pelatihan GIS Tingkat Lanjut Untuk Zonasi Wilayah Pesisir Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau – Minggu ke 4 bulan september 2017 TechnoGIS Indonesia menggelar pelatihan GIS tingkat advanced untuk zonasi wilayah pesisir dinas kelautan dan perikanan provinsi riau.

Portfolio Items