Deteksi Dini Masalah Tanaman dengan Teknologi Kamera Multispektral

Dalam pengelolaan lahan, salah satu tantangan terbesar adalah mengetahui kapan tanaman mulai mengalami masalah. Banyak penurunan hasil panen bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan diawali oleh kondisi tanaman yang perlahan memburuk tanpa disadari. Sayangnya, tanda awal ini sering tidak terlihat secara kasat mata.

Tanaman yang kekurangan nutrisi, air, atau mengalami stres lingkungan tidak selalu langsung berubah warna. Pada tahap awal, perubahan terjadi pada proses fisiologis seperti fotosintesis dan kandungan klorofil. Dari luar tanaman masih tampak normal, padahal performanya sudah menurun.

Di sinilah kamera multispektral berperan penting. Teknologi ini mampu menangkap pantulan cahaya dari daun pada berbagai spektrum, termasuk Near Infrared (NIR) dan Red Edge yang tidak dapat dilihat manusia. Pantulan cahaya tersebut berkaitan erat dengan kondisi internal tanaman.

Dengan sensor multispektral, perubahan kecil pada tanaman bisa terdeteksi lebih awal. Data yang diperoleh kemudian diolah menjadi peta vegetasi seperti NDVI yang menunjukkan tingkat kesehatan tanaman dalam bentuk visual warna. Pengguna dapat melihat area mana yang sehat dan mana yang mulai mengalami penurunan.

Perangkat seperti Landcam 2 dari TechnoGIS Indonesia banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan ini. Kamera dipasang pada drone sehingga mampu memantau lahan luas dalam waktu relatif singkat. Hasilnya adalah data menyeluruh, bukan sekadar sampel di beberapa titik.

Manfaat deteksi dini sangat besar. Pengelola lahan bisa segera melakukan tindakan sebelum masalah meluas. Misalnya menyesuaikan pemupukan, memperbaiki sistem irigasi, atau mengecek serangan hama di area tertentu.

Pendekatan ini membantu mencegah kerugian yang lebih besar. Dibandingkan menangani tanaman yang sudah terlanjur rusak, pencegahan selalu lebih efisien dari segi biaya dan tenaga.

Teknologi multispektral juga mendukung pemantauan berkala. Dengan pengambilan data rutin, pengelola dapat membandingkan kondisi tanaman dari waktu ke waktu. Pola penurunan atau peningkatan kesehatan tanaman bisa terlihat dengan jelas.

Perlu dipahami bahwa teknologi ini bukan pengganti inspeksi lapangan, melainkan alat bantu untuk menentukan prioritas. Setelah area bermasalah teridentifikasi, pengecekan langsung tetap diperlukan.

Pada akhirnya, deteksi dini memberi keuntungan besar dalam pengelolaan lahan modern. Dengan informasi yang tepat waktu, keputusan bisa diambil lebih cepat dan akurat, sehingga produktivitas dan kualitas tanaman dapat tetap terjaga.

Memahami Kondisi Tanaman dari Udara: Cara Kerja Kamera Multispektral dalam Pengelolaan Lahan Modern

Pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan saat ini semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan produksi dan efisiensi. Jika sebelumnya pengelola lahan hanya mengandalkan pengamatan langsung di lapangan, kini pendekatan berbasis data menjadi semakin penting. Salah satu teknologi yang mendukung perubahan ini adalah kamera multispektral.

Secara visual, tanaman sehat biasanya terlihat hijau dan segar. Namun kondisi sebenarnya tidak selalu bisa dinilai dari tampilan luar. Tanaman dapat mengalami stres akibat kekurangan air, nutrisi, atau gangguan lingkungan tanpa langsung menunjukkan perubahan warna. Pada tahap awal, gangguan terjadi di tingkat fisiologis, sehingga sering tidak terdeteksi oleh mata manusia.

Kamera multispektral membantu membaca kondisi tersebut dengan cara menangkap pantulan cahaya dari tanaman pada beberapa spektrum, termasuk spektrum tak terlihat seperti Near Infrared (NIR) dan Red Edge. Pantulan cahaya ini berkaitan dengan kandungan klorofil dan aktivitas fotosintesis, sehingga dapat menjadi indikator kesehatan tanaman.

Salah satu perangkat yang digunakan dalam pemantauan vegetasi adalah kamera Landcam  dari TechnoGIS Indonesia. Kamera ini umumnya dipasang pada drone untuk memetakan area luas secara cepat dan sistematis. Dalam satu kali penerbangan, area yang luas dapat direkam tanpa harus memeriksa setiap titik secara manual.

Data dari kamera multispektral kemudian diolah menjadi peta vegetasi, misalnya menggunakan indeks NDVI. Peta ini menampilkan kondisi tanaman dalam bentuk warna. Hijau tua biasanya menandakan tanaman sehat, sementara warna kuning hingga merah menunjukkan area yang memerlukan perhatian lebih.

Informasi ini membantu pengelola lahan mengambil keputusan yang lebih tepat. Pemupukan, pengairan, dan perawatan dapat difokuskan pada area yang benar-benar membutuhkan. Pendekatan ini dikenal sebagai pertanian presisi, di mana pengelolaan dilakukan berdasarkan data, bukan perkiraan.

Selain di sektor pertanian, teknologi multispektral juga digunakan dalam perkebunan dan pemantauan lingkungan. Data vegetasi dapat dimanfaatkan untuk melihat perubahan kondisi lahan dari waktu ke waktu.

Pada akhirnya, kamera multispektral berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami kondisi lahan secara lebih menyeluruh. Dikombinasikan dengan pengecekan lapangan, teknologi ini membantu pengelolaan lahan menjadi lebih efisien, hemat sumber daya, dan berkelanjutan.

Unlocking New Heights: The NiVO VTOL Drone with Technogis GNSS RTK for Precision and Efficiency

In today’s competitive landscape, companies that leverage cutting-edge technology stand out. At Technogis Indonesia, we proudly present the NiVO VTOL drone, seamlessly integrated with our Technogis GNSS RTK system, offering businesses a powerful solution for precision mapping, surveying, and operational efficiency. This innovative integration is designed to meet the demands of industries that require not only advanced technology but also the highest level of accuracy and reliability.

The NiVO VTOL Drone: Versatility in Motion

The NiVO VTOL (Vertical Take-Off and Landing) drone is an industry-leading solution that combines the best features of both multicopter and fixed-wing drones. Its ability to take off and land vertically means it can operate in spaces where other drones might struggle. From urban environments to rugged, confined spaces, the NiVO can fly where traditional aircraft cannot.

Once airborne, it seamlessly transitions into fixed-wing flight, offering extended flight times and increased energy efficiency for covering large areas. This hybrid design makes the NiVO VTOL ideal for a wide range of applications—from agricultural surveys to infrastructure inspections and environmental monitoring.

Technogis GNSS RTK: Elevating Precision to the Next Level

When it comes to aerial data collection, accuracy is paramount. That’s where Technogis GNSS RTK comes in. By enhancing standard GPS technology, RTK provides centimeter-level precision, ensuring that every piece of data captured by the NiVO drone is geo-referenced with unmatched accuracy.

This level of precision is critical in industries such as land surveying, construction, and agriculture, where even the smallest miscalculations can lead to costly errors. With RTK, businesses can eliminate the need for ground control points, speed up workflows, and ensure that the data is both reliable and actionable.

How It Works: A Seamless Integration

The NiVO VTOL drone and the Technogis GNSS RTK system work together in a seamless and efficient manner. Here’s how:

  1. Base Station Setup: A GNSS base station is established on the ground at a known point. This station collects satellite signals and calculates correction data.

  2. Real-Time Corrections: As the NiVO VTOL drone takes flight, it receives the RTK correction data transmitted from the base station in real time, ensuring highly accurate navigation and data capture throughout the flight.

  3. Precision Data Capture: With RTK, every piece of data collected—whether it’s an image, sensor reading, or telemetry—is tagged with highly precise geographic coordinates, ensuring that the data is ready to be used immediately without the need for extensive post-processing.

This real-time, high-accuracy positioning ensures that the data you capture is as reliable as it is efficient, reducing the time and cost typically spent on corrections and reprocessing.

Why Choose NiVO VTOL with Technogis GNSS RTK?

The integration of the NiVO VTOL drone with GNSS RTK offers businesses a unique combination of precision, flexibility, and operational efficiency. Let’s explore the core benefits:

  • Centimeter-Level Accuracy: With RTK, your aerial data is accurate to within centimeters, reducing the need for costly ground control points and eliminating errors in your data.

  • Flexible and Efficient Operations: The NiVO’s VTOL design means it can operate in any environment, from tight urban spaces to rugged terrain. It offers unparalleled versatility compared to traditional fixed-wing drones or multicopters.

  • Cost and Time Savings: The NiVO’s long flight endurance means you can cover more ground in fewer flights, saving time and reducing operational costs. Its ability to fly longer distances and handle larger areas makes it a more cost-efficient option for large-scale projects.

  • Enhanced Productivity: The real-time accuracy of RTK reduces the need for post-flight data corrections, allowing for faster project completion and more confident decision-making.

Transforming Industries with Precision and Efficiency

The integration of the NiVO VTOL drone with Technogis GNSS RTK is revolutionizing industries that rely on high-accuracy data collection and operational efficiency. From land surveying and agriculture to infrastructure monitoring and asset inspections, businesses are benefiting from faster data capture, reduced errors, and more informed decision-making.

By offering a solution that combines cutting-edge flight technology with world-class geospatial accuracy, we’re empowering companies to deliver more value to their clients, optimize their workflows, and ultimately achieve better project outcomes.

A Future-Ready Solution

With the NiVO VTOL drone and Technogis GNSS RTK, your business is ready for the future. Whether you’re looking to scale operations, improve accuracy, or reduce costs, this advanced aerial system provides the tools you need to stay ahead in today’s fast-paced, data-driven world.

Integrasi Drone NiVO VTOL V5 Pro LiDAR dari PT Technogis Indonesia dengan GeoLiDAR GS-100C+

Di era kebutuhan data spasial yang semakin cepat dan akurat, penggunaan drone LiDAR menjadi solusi terbaik untuk pemetaan profesional. Salah satu kombinasi unggulan yang kini tersedia di Indonesia adalah integrasi NiVO VTOL V5 Pro LiDAR dari PT Technogis Indonesia dengan sensor LiDAR GS-100C+. Kolaborasi teknologi ini menghadirkan sistem pemetaan udara yang efisien, presisi, dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.

NiVO VTOL V5 Pro merupakan drone tipe VTOL (Vertical Take-Off and Landing) yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti multirotor, namun tetap memiliki efisiensi terbang layaknya fixed wing. Artinya, drone ini dapat menjangkau area luas dalam satu kali terbang tanpa membutuhkan landasan panjang. Hal ini sangat menguntungkan untuk pekerjaan di area tambang, perkebunan, kehutanan, maupun wilayah perbukitan.

Ketika dipadukan dengan sensor LiDAR GS-100C+, kemampuan pemetaan meningkat secara signifikan. Sensor ini dirancang ringan dan kompak, sehingga tidak membebani performa drone. GS-100C+ mampu menghasilkan data point cloud 3D dengan tingkat ketelitian tinggi, bahkan di area yang tertutup vegetasi. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan model permukaan tanah (DTM), model permukaan digital (DSM), hingga analisis ketinggian vegetasi secara detail.

Keunggulan utama dari integrasi ini adalah efisiensi waktu dan biaya. Dalam satu kali penerbangan, area yang luas dapat dipetakan dengan hasil data yang langsung siap diproses. Sistem GNSS dan IMU yang terintegrasi pada sensor memastikan akurasi posisi yang stabil dan konsisten. Dengan dukungan perangkat lunak pengolahan data, hasil akhir dapat berupa peta topografi, kontur, volume cut and fill, hingga model 3D yang siap digunakan untuk perencanaan proyek.

Bagi perusahaan tambang, konstruksi, perkebunan, maupun instansi pemerintah, solusi ini memberikan nilai tambah yang besar. Proses survei menjadi lebih cepat, risiko kerja lapangan dapat dikurangi, dan keputusan dapat diambil berdasarkan data yang presisi. Investasi pada sistem NiVO VTOL V5 Pro dan GS-100C+ bukan hanya pembelian alat, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Dengan dukungan teknis dan layanan purna jual dari PT Technogis Indonesia, pengguna tidak hanya mendapatkan perangkat, tetapi juga pendampingan dalam implementasi hingga pengolahan data. Inilah solusi pemetaan udara modern yang dirancang untuk kebutuhan profesional di Indonesia.

Apabila Anda membutuhkan sistem drone LiDAR yang andal, efisien, dan siap mendukung proyek skala besar, integrasi NiVO VTOL V5 Pro dengan GS-100C+ adalah pilihan yang tepat untuk membawa bisnis Anda ke level berikutnya.

Peran Kamera Multispektral dalam Pemantauan Lingkungan dan Kehutanan

Pemantauan lingkungan menjadi semakin penting di tengah perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam. Hutan, lahan gambut, dan kawasan konservasi perlu dipantau secara berkala untuk memastikan kondisinya tetap terjaga. Tantangannya, area yang dipantau biasanya sangat luas dan sulit dijangkau.

Selama ini, pemantauan lingkungan banyak mengandalkan survei lapangan. Cara ini tetap relevan, tetapi membutuhkan waktu lama dan tenaga besar. Selain itu, tidak semua area dapat diperiksa secara detail, terutama di wilayah yang sulit diakses.

Kamera multispektral menawarkan pendekatan yang lebih efisien. Teknologi ini mampu merekam pantulan cahaya vegetasi pada berbagai spektrum, termasuk yang tidak terlihat oleh mata manusia. Dari pantulan tersebut, kondisi vegetasi dapat dianalisis secara lebih objektif.

Vegetasi yang sehat memiliki karakter pantulan cahaya tertentu, berbeda dengan vegetasi yang mengalami stres atau kerusakan. Dengan analisis multispektral, perubahan kecil pada tutupan lahan dapat terdeteksi lebih awal.

Data ini biasanya diolah menjadi peta vegetasi seperti NDVI yang menunjukkan tingkat kesehatan tanaman. Warna pada peta membantu pengguna memahami kondisi area secara cepat, apakah vegetasi masih rapat, mulai menurun, atau mengalami degradasi.

Perangkat multispektral yang digunakan dalam survei drone, seperti yang dikembangkan oleh TechnoGIS Indonesia, banyak dimanfaatkan dalam program pemantauan lingkungan. Teknologi ini membantu memantau area luas tanpa harus masuk langsung ke setiap lokasi.

Dalam sektor kehutanan, kamera multispektral digunakan untuk memantau keberhasilan rehabilitasi hutan, mendeteksi area terbuka, dan mengevaluasi kondisi tutupan lahan dari waktu ke waktu. Data yang dihasilkan dapat dibandingkan antar periode untuk melihat tren perubahan.

Keunggulan utama pendekatan ini adalah sifatnya yang terukur dan berbasis data. Hasil pemantauan tidak hanya berupa pengamatan visual, tetapi didukung oleh analisis spektral. Hal ini membuat laporan menjadi lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, survei lapangan tetap diperlukan sebagai verifikasi. Data multispektral membantu menentukan lokasi prioritas sehingga pengecekan di lapangan menjadi lebih efektif.

Pada akhirnya, teknologi kamera multispektral membantu pengelolaan lingkungan dilakukan secara lebih sistematis. Dengan pemantauan yang lebih baik, upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pemanfaatan Kamera Multispektral dalam Monitoring Area Pertambangan

Industri pertambangan memiliki tantangan besar dalam hal pemantauan area kerja. Lokasi tambang biasanya luas, dinamis, dan terus berubah seiring aktivitas operasional. Selain itu, perusahaan tambang juga dituntut menjaga aspek keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan. Dalam kondisi seperti ini, pemantauan berbasis data menjadi semakin penting.

Salah satu teknologi yang mulai banyak digunakan adalah kamera multispektral. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lahan dan vegetasi di sekitar area tambang secara lebih akurat. Kamera multispektral bekerja dengan menangkap pantulan cahaya pada berbagai spektrum, termasuk yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Dalam konteks pertambangan, teknologi ini tidak digunakan untuk melihat mineral di bawah tanah, tetapi lebih pada pemantauan permukaan. Misalnya untuk melihat perubahan tutupan lahan, kondisi vegetasi di area reklamasi, serta dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan sekitar.

Perangkat seperti kamera multispektral Landcam 2 dari TechnoGIS Indonesia umumnya dipasang pada drone. Dengan metode ini, area tambang yang luas dapat dipetakan secara cepat tanpa harus menjangkau seluruh lokasi secara langsung. Hal ini meningkatkan efisiensi sekaligus keselamatan tim lapangan.

Data multispektral sering diolah menjadi peta vegetasi seperti NDVI. Dalam area reklamasi tambang, peta ini membantu menilai keberhasilan revegetasi. Perusahaan dapat melihat apakah tanaman di area reklamasi tumbuh dengan baik atau memerlukan perbaikan.

Selain itu, pemantauan berkala membantu perusahaan melihat tren perubahan lingkungan dari waktu ke waktu. Jika terjadi penurunan kualitas vegetasi di sekitar tambang, tindakan korektif bisa segera dilakukan.

Keunggulan utama pendekatan ini adalah sifatnya yang objektif dan terukur. Data yang dihasilkan dapat menjadi bagian dari laporan lingkungan dan evaluasi internal perusahaan. Ini penting untuk memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang berlaku.

Meski demikian, kamera multispektral tetap merupakan alat bantu. Verifikasi lapangan masih diperlukan untuk memastikan kondisi nyata di lokasi. Kombinasi antara data udara dan pengecekan langsung memberikan hasil paling optimal.

Pada akhirnya, pemanfaatan kamera multispektral membantu perusahaan tambang memantau area operasional dan lingkungan secara lebih sistematis. Dengan data yang lebih akurat, pengelolaan tambang dapat dilakukan secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Survey Volume dan Monitoring Produksi Pertambangan Berbasis Teknologi Geospasial

Survey volume dan monitoring produksi merupakan komponen krusial dalam manajemen operasional pertambangan untuk memastikan akurasi perhitungan material, pengendalian biaya, serta evaluasi kinerja produksi secara berkelanjutan. Aktivitas ini mencakup perhitungan volume cut and fill, stockpile, disposal, serta pemantauan perubahan topografi area tambang sebagai dasar pelaporan produksi dan perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.

PT TechnoGIS Indonesia menyediakan layanan Survey Volume dan Monitoring Produksi Pertambangan Terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi geospasial berpresisi tinggi, seperti UAV/Drone Photogrammetry, LiDAR Terrestrial dan Airborne, GNSS RTK, serta pengolahan data berbasis GIS dan pemodelan permukaan 3D. Data akuisisi diolah menjadi Digital Terrain Model (DTM), Digital Elevation Model (DEM), dan point cloud densitas tinggi untuk menghasilkan perhitungan volume yang akurat dan dapat diaudit.

Perhitungan volume dilakukan menggunakan metode surface-to-surface comparison, TIN-based volume calculation, serta grid-based modeling, yang memungkinkan estimasi volume material dengan tingkat ketelitian tinggi dan kesalahan minimal. Setiap hasil perhitungan dilengkapi dengan analisis ketelitian (error assessment), kontrol kualitas data (QA/QC), dan dokumentasi metodologi guna memastikan transparansi serta keterlacakan data untuk kebutuhan audit internal maupun eksternal.

Layanan monitoring produksi dilakukan secara periodik (harian, mingguan, atau bulanan) untuk memantau perubahan volume material dan progres penambangan. Dengan pendekatan time-series analysis, klien dapat mengevaluasi laju produksi (production rate), material movement, serta efektivitas operasional alat berat dan fleet management. Data monitoring ini juga dapat diintegrasikan dengan mine planning software dan sistem pelaporan produksi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data aktual.

Selain survey volume, PT TechnoGIS Indonesia menyediakan layanan pendukung yang terintegrasi, termasuk survey topografi detail tambang, monitoring deformasi lereng pit dan waste dump, perencanaan dan evaluasi jalan hauling, pemetaan progres reklamasi, serta pemetaan eksplorasi dan estimasi sumber daya. Kami juga mengembangkan WebGIS, dashboard monitoring produksi, dan sistem visualisasi 3D interaktif untuk mendukung analisis teknis, pelaporan manajemen, serta komunikasi lintas departemen.

Dengan didukung oleh tenaga ahli survey, geodesi, GIS, dan pertambangan, serta penerapan standar keselamatan kerja dan prosedur QA/QC yang ketat, PT TechnoGIS Indonesia berkomitmen menyediakan layanan survey volume dan monitoring produksi yang presisi, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Solusi kami dirancang untuk membantu perusahaan tambang meningkatkan akurasi pelaporan produksi, optimalisasi perencanaan tambang, efisiensi biaya operasional, serta penerapan praktik pertambangan yang berbasis data dan berkelanjutan.

Enhancing Asset Inspection with LiDAR-Equipped Quadrone Nivo: Precision and Efficiency

In recent years, asset inspection across various industries—such as energy, infrastructure, and telecommunications—has seen a significant shift toward more efficient and accurate methods. The integration of LiDAR (Light Detection and Ranging) technology with the Quadrone Nivo drone from PT Technogis Indonesia is revolutionizing how inspections are conducted. This combination provides unparalleled precision in capturing high-resolution 3D data of assets, enhancing maintenance workflows, safety, and decision-making.

LiDAR-Equipped Quadrone Nivo for Asset Inspection:
The Quadrone Nivo drone, equipped with LiDAR sensors, offers an ideal solution for asset inspection due to its ability to easily navigate complex environments and capture highly accurate spatial data. Unlike traditional methods, which require human intervention and often pose safety risks, the Quadrone Nivo can perform inspections quickly and safely without the need for scaffolding, ladders, or helicopters.

The integration of LiDAR sensors with the Quadrone Nivo allows for the collection of precise measurements of physical structures, capturing detailed information about asset conditions, including cracks, corrosion, and structural deformations. This data is crucial for industries where preventative maintenance is essential, such as in power lines, telecommunications towers, bridges, wind turbines, and oil and gas facilities.

Advantages of LiDAR-equipped Quadrone Nivo in Asset Inspection:

  1. High Precision and Detail:
    LiDAR systems on the Quadrone Nivo emit laser beams to scan the surface of an asset and record distances based on the time it takes for the laser to return. This process creates detailed 3D models and point clouds that can highlight even the smallest irregularities in an asset, offering highly accurate condition assessments. These 3D models are particularly useful for engineers to inspect the exact shape, size, and structure of assets down to the millimeter level.

  2. Efficient and Time-Saving:
    The Quadrone Nivo equipped with LiDAR can cover large areas in a fraction of the time compared to traditional manual inspections. For instance, inspecting long pipelines, large energy transmission towers, or extensive roof structures is significantly faster with the Quadrone Nivo. This leads to cost savings and ensures that assets are regularly monitored without long downtimes.

  3. Improved Safety:
    In hazardous environments such as tall structures, remote installations, or areas with difficult terrain, drones like the Quadrone Nivo provide a safer alternative to human workers. They can access hard-to-reach places without the need for scaffolding, ropes, or ladders, thereby reducing the risk of accidents and injuries. This safety aspect is especially critical in industries like energy, where high-voltage equipment and challenging weather conditions can pose additional threats to human inspectors.

  4. Real-Time Data Processing:
    The integration of real-time data processing with the Quadrone Nivo allows operators to quickly identify issues as soon as data is collected. This can be particularly important for mission-critical assets, where fast responses are required to avoid downtime or prevent more severe damage. With advanced software, this data is transformed into actionable insights almost instantly, enabling companies to make decisions and deploy maintenance crews faster.

  5. Remote and Difficult-to-Access Locations:
    One of the primary benefits of using the Quadrone Nivo for asset inspection is its ability to reach remote or difficult-to-access locations, such as offshore oil rigs, high-voltage powerlines, or remote pipeline sections. LiDAR technology combined with the Quadrone Nivo‘s mobility ensures that inspectors can obtain accurate readings and 3D models of assets, even in the most challenging environments.

The fusion of LiDAR technology with the Quadrone Nivo has revolutionized the field of asset inspection. By providing accurate, real-time, and comprehensive data, these drones help industries conduct inspections faster, more safely, and with greater precision. As technology advances, the use of drones in asset inspection will only continue to grow, enabling companies to reduce operational costs, improve safety, and make more informed maintenance decisions.

TechnoGIS Indonesia Tampilkan Inovasi Geospasial di EXPO FORBISDA HIPMI DIY 2026

TechnoGIS Indonesia berpartisipasi dalam EXPO FORBISDA HIPMI DIY yang diselenggarakan pada 6-7 Februari 2026. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen TechnoGIS Indonesia dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi geospasial di Indonesia, sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri.

Selama dua hari pelaksanaan acara, booth TechnoGIS Indonesia menarik minat pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat berbagai perangkat dan solusi geospasial terkini, khususnya teknologi survei dan pemetaan yang canggih. Pengunjung diberikan kesempatan untuk mengikuti demonstrasi langsung serta berdiskusi mengenai penerapan teknologi geospasial dalam berbagai sektor, seperti infrastruktur, lingkungan, pertanian, hingga perencanaan dan pengembangan wilayah.

Melalui pendekatan interaktif, TechnoGIS Indonesia menampilkan beragam solusi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pengumpulan data spasial yang akurat dan efisien. Demonstrasi alat survey dan pemetaan menjadi salah satu daya tarik utama, karena memberikan gambaran nyata mengenai proses kerja teknologi geospasial serta manfaatnya dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Selain memperkenalkan produk dan teknologi, TechnoGIS Indonesia juga memaparkan layanan profesional yang meliputi jasa survei dan pemetaan, pengolahan data geospasial, serta program pelatihan dan pengembangan kompetensi. Layanan ini ditujukan untuk mendukung instansi, perusahaan, maupun institusi pendidikan dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan data spasial.

Booth TechnoGIS Indonesia juga berfungsi sebagai ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan. Berbagai topik dibahas secara mendalam, mulai dari perkembangan teknologi geospasial, peluang penerapan di sektor industri, hingga potensi kerja sama dan kemitraan proyek. Interaksi ini membuka peluang sinergi antara TechnoGIS Indonesia dengan berbagai pihak yang memiliki minat dan kebutuhan di bidang geospasial.

Selain itu, TechnoGIS Indonesia turut membagikan informasi terkait pengembangan karier dan peluang kerja di industri geospasial. Hal ini mendapat respons positif dari mahasiswa dan lulusan baru yang tertarik untuk berkarier di bidang teknologi survei, pemetaan, dan pengolahan data spasial.

Partisipasi TechnoGIS Indonesia dalam EXPO FORBISDA HIPMI DIY 2026 diharapkan dapat memperkuat peran perusahaan sebagai penyedia solusi geospasial yang inovatif dan terpercaya. Melalui kegiatan ini, TechnoGIS Indonesia terus berupaya mendorong pemanfaatan teknologi geospasial secara lebih luas guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengambilan keputusan yang berbasis data di Indonesia.

TechnoGIS Indonesia Lakukan Pengiriman NIVO VTOL V5 Pro LiDAR ke PVMBG Kementerian ESDM

Bandung, Jawa Barat – Rabu, 8 Oktober 2025 | 10.20 WIB

TechnoGIS Indonesia secara resmi telah melaksanakan pengiriman NIVO VTOL V5 Pro LiDAR ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proses pengiriman dilakukan pada Rabu, 8 Oktober 2025, pukul 10.20 WIB, bertempat di Jalan Surapati No. 55, Bandung, Jawa Barat.

NIVO VTOL V5 Pro LiDAR merupakan platform UAV VTOL fixed-wing berperforma tinggi yang dirancang untuk mendukung pemetaan topografi presisi, pemantauan kawasan rawan bencana, serta akuisisi data geospasial di wilayah dengan medan yang kompleks. Dengan teknologi LiDAR, sistem ini mampu menghasilkan data elevasi yang akurat dan detail, sangat penting untuk kebutuhan mitigasi bencana geologi dan analisis kebencanaan.

Pengiriman ini menjadi bagian dari komitmen TechnoGIS Indonesia dalam mendukung lembaga pemerintah melalui penyediaan solusi teknologi geospasial yang andal, inovatif, dan siap operasional. Integrasi UAV VTOL dengan sensor LiDAR diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan gunung api, longsor, dan potensi bencana geologi lainnya di Indonesia.

TechnoGIS Indonesia terus berupaya menghadirkan solusi UAV dan sistem geospasial terkini guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat dan berkelanjutan, khususnya untuk sektor kebencanaan, lingkungan, dan infrastruktur nasional.