Pos

Pemetaan Lahan Kritis Area Danau Toba Kerjasama Dengan PT Innalum

Pemetaan Lahan Kritis Area Danau Toba Kerjasama Dengan PT Innalum – Danau Toba merupakan daerah yang dianfaatkan airnya oleh PT Inalum sebagai energi penggerak turbin pembangkit listrik tenaga air. karena pentingnya hal tersebut maka pelestarian daerah cathment area di sekitar danau toba perlu di lestarikan. untuk itu perlu kajian dimana lokasi-lokasi lahan kritis di sekitar danau toba yang perlu dilakukan penghijauan kembali. TechnoGIS Indonesia menjadi  perusahaan yang digandeng oleh PT Inalum dalam melakukan pemetaan lahan kritis didaerah tersebut, dimana hasil studi akan dijadikan refrensi penghijauan kembali. pemetaan dilakukan dengan menggunakan peraturan menteri tentang lahan kritis.

 

Tahapan Dalam Melakukan Survey dan Pemetaan

Tahapan Dalam Melakukan Survey dan Pemetaan – Untuk melakukan survey dan pemetaan kita harus melakukan perencanaan yang matang. Survey dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu survey fisik lahan dan survey kondisi sosial masyarakat.

Pada survey fisik lahan, surveyor dituntut untuk mengumpulkan informasi karakteritik fisik lahan tertentu dimana informasinya diperoleh melalui observasi lapangan, pengambilan sampel fisik, ataupun pengukuran di lapangan. Untuk jenis pengukurannya sendiri bervariasi, ada pengukuran lereng, ketinggian, kerapatan, suhu, dll. Semuanya bergantung pada fokus dan tujuan survey itu sendiri. Berbeda dengan survey fisik, survey sosial biasanya dilakukan dengan melakukan interview beberapa atau seluruh masyarakat tertentu yang termasuk dalam kriteria kajian. Keduanya memiliki kesamaan yaitu dilengkapi dengan form kuisioner survei. Jika survey fisik biasanya diisi oleh surveyor, jika survey sosial biasanya diisi oleh surveyor atau boleh diisi langsung pihak narasumber.

Tahapan dalam melakukan survey pemetaan harus dicermati baik – baik. Pasalnya pada setiap survey yang berkaitan dengan pemetaan terdiri dari 3 tahap dasar yaitu pra survey, field survey, dan pasca survey. Mari kita jabarkan satu per satu.

  1. Pra survey

Pada tahap ini dilakukan perencanaan sebelum survey. Perencanaan meliputi penentuan metode untuk mencapai hasil, penentuan sampel (metode sampling, jumlah dan sebaran sample), penentuan metode pengambilan data, persiapan alat survey dan personil, hingga estimasi waktu dan pembiayaan. Tahap ini harus diteliti prosesnya karena kesalahan dalam persiapan akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran saat survey dilakukan.

Dalam proses pemetaan, pre processing cukup memiliki andil yang besar. Beberapa survey membutuhkan data sekunder untuk acuan saat pengambilan data primer berlangsung. Misalnya dalam arahan penggunaan lahan, penentuan faktor fisik hingga pengolahan data medan harus dilakukan sebelum terjun ke lapangan. Hal ini diharapkan agar saat pengambilan data di lapangan optimal yakni seluruh data yang tidak dapat diperoleh melalui data sekunder maka akan diambil saat survey lapangan. Sehingga bisa terjadi kemungkinan saat survey lebih dari satu jenis data yang akan diambil.

Kasus lainnya pada perencanaan survey sosial, biasanya tahap pra lapangan menghasilkan target sampel dan sebaran hingga rute yang akan dilalui nantinya. Proses perencanaan ini penting karena jika semuanya berjalan lancar, maka perhitungan cost pun akan semakin akurat.

  1. Survey lapangan

Pada tahap ini sudah termasuk dalam proses pengambilan data. Surveyor yang bekerja di lapangan akan mengikuti prosedur untuk melakukan pengmbilan data berdasarkan titik – titik sampel yang telah di tentukan. Survey lapangan bertujuan untuk memperoleh data primer yang merupakan data utama dalam suatu informasi yang akan di petakan atau diproses ataupun data untuk melakukan uji akurasi atau validasi hasil pemrosesan pada tahap pra survey.

Survey sendiri merupakan tahap dimana cost yang dikeluarkan paling besar, oleh karena itu pada tahap ini surveyor harus bisa berjalan sesuai target untuk mengejar waktu dan data yang dibutuhkan.

  1. Pasca survey

Tahapan terakhir ini merupakan pengolahan data hasil survey dan finishing. Tahapan ini bisa menjadi tahapan tersulit jika data survey dan pra survey memiliki anomaly sehingga kesimpulan akan sulit di putuskan. Namun sebaliknya, jika semuanya sesuai dengan perencanaan bahkan hasil survey lapangan juga menunjukkan hasil yang baik, biasanya akan terlewati dengan mudah. Hanya saja proses pada tahap pasca survey biasanya lebih lama karena finishing dan evaluasi diperlukan pada tahap ini.

Untuk menghasilkan peta yang baik, maka setiap prosesnya juga harus dikerjakan dengan saksama dan teliti. Perlu jam terbang yang banyak untuk menghasilkan tangan – tangan profesional. Karena itulah banyak pihak yang llebih memilih untuk menggunkan jasa survey dibandingkan melakukannya sendiri.

Bagi yang memiliki masalah pemetaan dan survey, langsung saja hubungi kami untuk mendapatkan solusinya. Tim survey dan pemetaan TechnoGIS Indonesia akan melayani dengan sepenuh hati.

Baca juga :

 

List Perlengkapan Untuk Survey dan Pemetaan Topografi

List Perlengkapan Untuk Survey dan Pemetaan Topografi – Dalam melakukan survey dan pemetaan banyak hal hal yang perlu diperhatikan dengan teliti agar survey yang akan kita lakulan berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil sesuai yang di harapkan. Salah satu hal yang paling penting adalah mempersiapkan alat-alat survey itu sendiri.

Berikut beberapa alat survei yang perlu dibawa saat melakukan pengukuran dan pemetaan topografi.

  1. Peta lokasi, ini penting untuk mengetahui lokasi pemetaan ada di mana. Disamping itu, dengan mengetahui kawasan yang akan dipetakan akan memudahkan dalam perencanaan survei seperti peletakan bench mark (BM), backsight (BS), foresight (FS), hingga transek peletakan titik pengukuran detilnya (P).
  2. Global Position System (GPS). GPS dibutuhkan untuk mengetahui lokasi titik pengukuran acuan (BM). Dengan diketahui lokasi absolut titik ikat pengukuran maka pengukuran lainnya akan mudah untuk dihitung. Penggunaan GPS dala survey dapat digunakan tipe hand held, namun pada kasus tertentu yang membutuhkan kedetilan rinci dibutuhkan GPS geodetik. Salah satu contohnya adalah perencanaan pembuatan jalur pipa, pengukuran topografi yang dilakukan harus skala detil sehingga membutuhkan GPS geodetik karena selisih 1 cm saja akan berperngaruh terhadap tekana air dalam pipa yang akan dibangun nantinya.
  3. Pita ukur. Nama lainnya adalah meteran, digunakan untuk melakukan pengukuran tinggi alat ukur yang dipasang terhadap tanah. Tinggi ini penting untuk mengetahui selilist tinggi alat yang ditembakkan.
  4. Alat ukur topografi. Banyak jenis yang digunakan, antara lain waterpass, theodolite, kompas survey, ataupun total station. Masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap jenis alat survey memiliki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Metode yang digunakan juga berbeda – beda, sehingga bagi surveyor yang melakukan pengukuran harus sudah paham di luar kepala mengenai karakteristik alat survey beserta metodenya.
  5. Prisma. Peletakan prisma ada dua, ada yang diletakkan diatas statif untuk penentuan titik utama dan ada yang diletakkan diatas yalon untuk pengukuran detil.
  6. Yalon. Yalon adalah tongkat yang biasanya berwarna merah putih berseling dengan panjang tiap ruas adalah 50cm dan tinggi yalon biasanya 180 – 200 cm. Yalon digunakan untuk membantu pembacaan ketinggian dan peletakkan prisma detil.
  7. Bak ukur. Penggunaan bak ukur dipasangkan pada alat ukur waterpass, kompas survey dan theodolite. Ketiganya belum dilengkapi oleh laser sehingga pembidikannya perlu dilakukan dengan pembacaan angka melalui bak ukur atau yalon.
  8. Statif. Biasa disebut dengan tripod atau kaki tiga. ALat ini digunakan untuk memberdirikan alat survey dan prisma pembalik.
  9. Unting – unting. Digunakan untuk meposisikan kelurusan alat dengan patok pengukuran di bawahnya.

Metode dalam melakukan pengukuran pun bermacam – macam. Penentuan pemilihan metode juga perlu mempertimbangkan kondisi wilayah yang dipetakan serta kedetilan informasi yang ingin diperoleh. Untuk itu, sebagian besar orang memilih menggunakan jasa survey  untuk membantu dalam melakukan pemetaan dan perencanaan sebelum pembangunan untuk meminimalkan resiko kesalahan dalam pengukuran dan penggambaran topografi suatu tempat.

Pada awal perencanaan, sebaiknya dilakukan dengan observasi umum mengenai wilayah yang akan dipetakan. Dengan mengetahui batasan wilayah hingga bentuk secara umum akan memudahkan perencanaan pengukuran dan penghematan waktu, tenaga, serta biaya. Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan gambaran umum tersebut ?

Caranya mudah, yaitu dengan menggunakan data spasial dapat berupa pemotretan udara maupun citra satelit. Untuk kawasan yang lingkupnya relatif kecil, disarankan untuk menggunakan foto udara. Alasannya adalah memiliki tingkat kedetilan lebih baik dan resolusinya juga besar. Dengan menggunakan jasa pemetaan dari TechnoGIS Indonesia, pengukuran topografi yang dilakukan juga difasilitasi dengan pemotretan udara dengan menggunakan drone sehingga titik terluar area kajian akan lebih mudah ditentukan.

Untuk melakukan survey pemetaan memang membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang. Pengenalan medan hingga penentuan rule yang digunakan untuk mendaptkan data perlu diperhatikan. Bahkan dalam pelaksanaannya, tim survey harus memiliki banyak rencana cadangan dan dituntut harus bisa memberikan keputusan terbaik untuk mendapatkan data optimal. Sehingga tidak heran jika banyak pemilik kepentingan memilih untuk menggunakan jasa survey pemetaan karena cost yang dibutuhkan akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan melakukan survey pemetaan sendiri.

Jika Anda bingung mencari jasa survey dan pemetaan atau permasalah pemetaan lainnya, segera hubungi kami. TechnoGIS Indonesia telah lama menggeluti ranah spasial dan kami selalu memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang kompetitif.

Jasa Survey Pemetaan

Jasa Survey Pemetaan – TechnoGIS Indonesia merupakan perusahaan di bidang jasa survey dan pemetaan beralamatkan di Jogjakarta yang secara hukum bernama CV Billion Technology yang berfokus pada layanan gis dan pemetaan. layanan pemetaan mulai dari perencanaan, pra lapangan, survey lapangan dan pemrosesan data lapangan. TechnoGIS Indonesia merupakan salah satu brand berfokus pada informasi dan teknologi spasial, seperti survei, pemetaan, analisis spasial, pemrosesan citra digital, pembuatan WebGIS, maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan teknologi dan analisis keruangan.

Pemetaan adalah proses penggambaran suatu fenomena tertentu pada suatu lokasi kedalam bentuk visual baik representasi 2 dimensi ataupun 3 dimensi. Pembuatan peta dimulai dengan pengumpulan data spasial yang kemudian diolah kedalam bentuk grafis. Pemetaan itu sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu menggunakan acuan peta dan dilakukan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan peta informasi baru. Adapun cara lainnya dengan melakukan pemotretan udara agar memperoleh gambaran kondisi eksisting lapangan dengan cara yang lebih efisien. Namun bisa juga pemetaan dilakukan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Layanan jasa pemetaan di TechnoGIS Indonesia dapat melayani pemetaan 2D atau pemetaan 3D

Proses pengolahannya melalui beberapa tahap dasar diantaranya tahap pra pemrosesan, tahap perolehan data primer, dan tahap terakhir yang merupakan pengolahan hasil dan finishing. Tahap perencanaan termasuk kedalam tahapan pra pemrosesan. Pada tahapan ini pengumpulan data sekunder telah dimulai dan rencana survey lapangan juga harus dilakukan dengan matang.

Tahap pengambilan data primer adalah pengambilan data yang dilakukan secara langsung. Biasanya metode pengambilan dilakukan melalui survey lapangan. Kegiatan survey dapat dilakukan dengan berbagai macam cara bergantung dengan pendekatan dan metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Survey dapat dilakukan dengan observasi lapangan secara langsung maupun melalui interview responden. Pemilihan metode ditinjau melalui data apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut.

Tahap terakhir dalam survei dan pemetaan adalah pemrosesan akhir dan penyajian hasil. Pada tahap ini, sisi keilmuan dan seni dikomparasikan menjadi satu untuk memperoleh hasil pemetaan yang menarik, informatif, dan fungsional. Oleh sebab itu, pengetahuan yang mendalam, keahlian dan jam terbang pelaksana sangat dibutuhkan karena memiliki peran yang besar dalam menghasilkan peta yang baik.

Alasan Memilih TechnoGIS Indonesia dalam Jasa Survey Pemetaan

  • Sebagai perusahaan resmi di pemerintahan AKTA, SIUP, TDP, NPWP.
  • Didukung tenaga ahli dan tim profesional dibidang survei pemetaan.
  • Didukung peralatan yang lengkap dalam mengerjakan projek survei pemetaan.
  • Memberikan layanan terbaik dengan mengedepankan pelayanan ramah dan tetap profesional.
  • Telah banyak instansi maupun swasta yang bekerja sama dengan kami baik pemetaan, webgis maupun training GIS.

Layanan Survey dan Pemetaan

  • Survey hasil pengolahan citra satelit
  • Survey lapangan cek interpretasi / akurasi peta
  • Survey lapangan Topografi
  • Survey lapangan untuk jalur pipa
  • Survey lapangan panjang jalan
  • Survey lapangan cek kelurusan rell/tiang
  • Survey pengukuran kemiringan lereng
  • Survey pemetaan sosial
  • Survey batimetri
  • Survey inventarisasi sumber daya
  • Survey konstruksi bangunan / arsitek  / sipil
  • Survey DED konstruksi

Perlengkapan Survey yang Digunakan TechnoGIS Indonesia

  • GPS Handheld Garmin berbagai seri
  • Total Station
  • Theodolite
  • Waterpass
  • GPS Geodetik
  • Drone Phantom 3 Profesional
  • UAV Fix Wing

Tenaga Ahli Survey dan Pemetaan TechnoGIS Indonesia

  • Tenaga Ahli Kartografi dan Penginderaan Jauh ( Alumi UGM )
  • Tenaga Ahli Pembangunan Wilayah ( Alumni UGM )
  • Tenaga Ahli Geodesi ( Alumni UGM )
  • Tenaga Surveyor

Jangan sungkan untuk konsultasi jasa survey dan jasa pemetaan melalui informasi kontak dibawah ini

Alamat Kantor TechnoGIS Indonesia

Telp            : 0274 – 885879/ 0813-2552-3979
Jl Pamularsih No.152 B,
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283
Yogyakarta – Indonesia

Portfolio Items

Laman

Pemetaan Lahan Kritis Area Danau Toba Kerjasama Dengan PT Innalum

Pemetaan Lahan Kritis Area Danau Toba Kerjasama Dengan PT Innalum – Danau Toba merupakan daerah yang dianfaatkan airnya oleh PT Inalum sebagai energi penggerak turbin pembangkit listrik tenaga air. karena pentingnya hal tersebut maka pelestarian daerah cathment area di sekitar danau toba perlu di lestarikan. untuk itu perlu kajian dimana lokasi-lokasi lahan kritis di sekitar danau toba yang perlu dilakukan penghijauan kembali. TechnoGIS Indonesia menjadi  perusahaan yang digandeng oleh PT Inalum dalam melakukan pemetaan lahan kritis didaerah tersebut, dimana hasil studi akan dijadikan refrensi penghijauan kembali. pemetaan dilakukan dengan menggunakan peraturan menteri tentang lahan kritis.

 

Tahapan Dalam Melakukan Survey dan Pemetaan

Tahapan Dalam Melakukan Survey dan Pemetaan – Untuk melakukan survey dan pemetaan kita harus melakukan perencanaan yang matang. Survey dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu survey fisik lahan dan survey kondisi sosial masyarakat.

Pada survey fisik lahan, surveyor dituntut untuk mengumpulkan informasi karakteritik fisik lahan tertentu dimana informasinya diperoleh melalui observasi lapangan, pengambilan sampel fisik, ataupun pengukuran di lapangan. Untuk jenis pengukurannya sendiri bervariasi, ada pengukuran lereng, ketinggian, kerapatan, suhu, dll. Semuanya bergantung pada fokus dan tujuan survey itu sendiri. Berbeda dengan survey fisik, survey sosial biasanya dilakukan dengan melakukan interview beberapa atau seluruh masyarakat tertentu yang termasuk dalam kriteria kajian. Keduanya memiliki kesamaan yaitu dilengkapi dengan form kuisioner survei. Jika survey fisik biasanya diisi oleh surveyor, jika survey sosial biasanya diisi oleh surveyor atau boleh diisi langsung pihak narasumber.

Tahapan dalam melakukan survey pemetaan harus dicermati baik – baik. Pasalnya pada setiap survey yang berkaitan dengan pemetaan terdiri dari 3 tahap dasar yaitu pra survey, field survey, dan pasca survey. Mari kita jabarkan satu per satu.

  1. Pra survey

Pada tahap ini dilakukan perencanaan sebelum survey. Perencanaan meliputi penentuan metode untuk mencapai hasil, penentuan sampel (metode sampling, jumlah dan sebaran sample), penentuan metode pengambilan data, persiapan alat survey dan personil, hingga estimasi waktu dan pembiayaan. Tahap ini harus diteliti prosesnya karena kesalahan dalam persiapan akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran saat survey dilakukan.

Dalam proses pemetaan, pre processing cukup memiliki andil yang besar. Beberapa survey membutuhkan data sekunder untuk acuan saat pengambilan data primer berlangsung. Misalnya dalam arahan penggunaan lahan, penentuan faktor fisik hingga pengolahan data medan harus dilakukan sebelum terjun ke lapangan. Hal ini diharapkan agar saat pengambilan data di lapangan optimal yakni seluruh data yang tidak dapat diperoleh melalui data sekunder maka akan diambil saat survey lapangan. Sehingga bisa terjadi kemungkinan saat survey lebih dari satu jenis data yang akan diambil.

Kasus lainnya pada perencanaan survey sosial, biasanya tahap pra lapangan menghasilkan target sampel dan sebaran hingga rute yang akan dilalui nantinya. Proses perencanaan ini penting karena jika semuanya berjalan lancar, maka perhitungan cost pun akan semakin akurat.

  1. Survey lapangan

Pada tahap ini sudah termasuk dalam proses pengambilan data. Surveyor yang bekerja di lapangan akan mengikuti prosedur untuk melakukan pengmbilan data berdasarkan titik – titik sampel yang telah di tentukan. Survey lapangan bertujuan untuk memperoleh data primer yang merupakan data utama dalam suatu informasi yang akan di petakan atau diproses ataupun data untuk melakukan uji akurasi atau validasi hasil pemrosesan pada tahap pra survey.

Survey sendiri merupakan tahap dimana cost yang dikeluarkan paling besar, oleh karena itu pada tahap ini surveyor harus bisa berjalan sesuai target untuk mengejar waktu dan data yang dibutuhkan.

  1. Pasca survey

Tahapan terakhir ini merupakan pengolahan data hasil survey dan finishing. Tahapan ini bisa menjadi tahapan tersulit jika data survey dan pra survey memiliki anomaly sehingga kesimpulan akan sulit di putuskan. Namun sebaliknya, jika semuanya sesuai dengan perencanaan bahkan hasil survey lapangan juga menunjukkan hasil yang baik, biasanya akan terlewati dengan mudah. Hanya saja proses pada tahap pasca survey biasanya lebih lama karena finishing dan evaluasi diperlukan pada tahap ini.

Untuk menghasilkan peta yang baik, maka setiap prosesnya juga harus dikerjakan dengan saksama dan teliti. Perlu jam terbang yang banyak untuk menghasilkan tangan – tangan profesional. Karena itulah banyak pihak yang llebih memilih untuk menggunkan jasa survey dibandingkan melakukannya sendiri.

Bagi yang memiliki masalah pemetaan dan survey, langsung saja hubungi kami untuk mendapatkan solusinya. Tim survey dan pemetaan TechnoGIS Indonesia akan melayani dengan sepenuh hati.

Baca juga :

 

List Perlengkapan Untuk Survey dan Pemetaan Topografi

List Perlengkapan Untuk Survey dan Pemetaan Topografi – Dalam melakukan survey dan pemetaan banyak hal hal yang perlu diperhatikan dengan teliti agar survey yang akan kita lakulan berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil sesuai yang di harapkan. Salah satu hal yang paling penting adalah mempersiapkan alat-alat survey itu sendiri.

Berikut beberapa alat survei yang perlu dibawa saat melakukan pengukuran dan pemetaan topografi.

  1. Peta lokasi, ini penting untuk mengetahui lokasi pemetaan ada di mana. Disamping itu, dengan mengetahui kawasan yang akan dipetakan akan memudahkan dalam perencanaan survei seperti peletakan bench mark (BM), backsight (BS), foresight (FS), hingga transek peletakan titik pengukuran detilnya (P).
  2. Global Position System (GPS). GPS dibutuhkan untuk mengetahui lokasi titik pengukuran acuan (BM). Dengan diketahui lokasi absolut titik ikat pengukuran maka pengukuran lainnya akan mudah untuk dihitung. Penggunaan GPS dala survey dapat digunakan tipe hand held, namun pada kasus tertentu yang membutuhkan kedetilan rinci dibutuhkan GPS geodetik. Salah satu contohnya adalah perencanaan pembuatan jalur pipa, pengukuran topografi yang dilakukan harus skala detil sehingga membutuhkan GPS geodetik karena selisih 1 cm saja akan berperngaruh terhadap tekana air dalam pipa yang akan dibangun nantinya.
  3. Pita ukur. Nama lainnya adalah meteran, digunakan untuk melakukan pengukuran tinggi alat ukur yang dipasang terhadap tanah. Tinggi ini penting untuk mengetahui selilist tinggi alat yang ditembakkan.
  4. Alat ukur topografi. Banyak jenis yang digunakan, antara lain waterpass, theodolite, kompas survey, ataupun total station. Masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap jenis alat survey memiliki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Metode yang digunakan juga berbeda – beda, sehingga bagi surveyor yang melakukan pengukuran harus sudah paham di luar kepala mengenai karakteristik alat survey beserta metodenya.
  5. Prisma. Peletakan prisma ada dua, ada yang diletakkan diatas statif untuk penentuan titik utama dan ada yang diletakkan diatas yalon untuk pengukuran detil.
  6. Yalon. Yalon adalah tongkat yang biasanya berwarna merah putih berseling dengan panjang tiap ruas adalah 50cm dan tinggi yalon biasanya 180 – 200 cm. Yalon digunakan untuk membantu pembacaan ketinggian dan peletakkan prisma detil.
  7. Bak ukur. Penggunaan bak ukur dipasangkan pada alat ukur waterpass, kompas survey dan theodolite. Ketiganya belum dilengkapi oleh laser sehingga pembidikannya perlu dilakukan dengan pembacaan angka melalui bak ukur atau yalon.
  8. Statif. Biasa disebut dengan tripod atau kaki tiga. ALat ini digunakan untuk memberdirikan alat survey dan prisma pembalik.
  9. Unting – unting. Digunakan untuk meposisikan kelurusan alat dengan patok pengukuran di bawahnya.

Metode dalam melakukan pengukuran pun bermacam – macam. Penentuan pemilihan metode juga perlu mempertimbangkan kondisi wilayah yang dipetakan serta kedetilan informasi yang ingin diperoleh. Untuk itu, sebagian besar orang memilih menggunakan jasa survey  untuk membantu dalam melakukan pemetaan dan perencanaan sebelum pembangunan untuk meminimalkan resiko kesalahan dalam pengukuran dan penggambaran topografi suatu tempat.

Pada awal perencanaan, sebaiknya dilakukan dengan observasi umum mengenai wilayah yang akan dipetakan. Dengan mengetahui batasan wilayah hingga bentuk secara umum akan memudahkan perencanaan pengukuran dan penghematan waktu, tenaga, serta biaya. Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan gambaran umum tersebut ?

Caranya mudah, yaitu dengan menggunakan data spasial dapat berupa pemotretan udara maupun citra satelit. Untuk kawasan yang lingkupnya relatif kecil, disarankan untuk menggunakan foto udara. Alasannya adalah memiliki tingkat kedetilan lebih baik dan resolusinya juga besar. Dengan menggunakan jasa pemetaan dari TechnoGIS Indonesia, pengukuran topografi yang dilakukan juga difasilitasi dengan pemotretan udara dengan menggunakan drone sehingga titik terluar area kajian akan lebih mudah ditentukan.

Untuk melakukan survey pemetaan memang membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang. Pengenalan medan hingga penentuan rule yang digunakan untuk mendaptkan data perlu diperhatikan. Bahkan dalam pelaksanaannya, tim survey harus memiliki banyak rencana cadangan dan dituntut harus bisa memberikan keputusan terbaik untuk mendapatkan data optimal. Sehingga tidak heran jika banyak pemilik kepentingan memilih untuk menggunakan jasa survey pemetaan karena cost yang dibutuhkan akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan melakukan survey pemetaan sendiri.

Jika Anda bingung mencari jasa survey dan pemetaan atau permasalah pemetaan lainnya, segera hubungi kami. TechnoGIS Indonesia telah lama menggeluti ranah spasial dan kami selalu memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang kompetitif.

Jasa Survey Pemetaan

Jasa Survey Pemetaan – TechnoGIS Indonesia merupakan perusahaan di bidang jasa survey dan pemetaan beralamatkan di Jogjakarta yang secara hukum bernama CV Billion Technology yang berfokus pada layanan gis dan pemetaan. layanan pemetaan mulai dari perencanaan, pra lapangan, survey lapangan dan pemrosesan data lapangan. TechnoGIS Indonesia merupakan salah satu brand berfokus pada informasi dan teknologi spasial, seperti survei, pemetaan, analisis spasial, pemrosesan citra digital, pembuatan WebGIS, maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan teknologi dan analisis keruangan.

Pemetaan adalah proses penggambaran suatu fenomena tertentu pada suatu lokasi kedalam bentuk visual baik representasi 2 dimensi ataupun 3 dimensi. Pembuatan peta dimulai dengan pengumpulan data spasial yang kemudian diolah kedalam bentuk grafis. Pemetaan itu sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu menggunakan acuan peta dan dilakukan pengolahan lanjutan untuk mendapatkan peta informasi baru. Adapun cara lainnya dengan melakukan pemotretan udara agar memperoleh gambaran kondisi eksisting lapangan dengan cara yang lebih efisien. Namun bisa juga pemetaan dilakukan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Layanan jasa pemetaan di TechnoGIS Indonesia dapat melayani pemetaan 2D atau pemetaan 3D

Proses pengolahannya melalui beberapa tahap dasar diantaranya tahap pra pemrosesan, tahap perolehan data primer, dan tahap terakhir yang merupakan pengolahan hasil dan finishing. Tahap perencanaan termasuk kedalam tahapan pra pemrosesan. Pada tahapan ini pengumpulan data sekunder telah dimulai dan rencana survey lapangan juga harus dilakukan dengan matang.

Tahap pengambilan data primer adalah pengambilan data yang dilakukan secara langsung. Biasanya metode pengambilan dilakukan melalui survey lapangan. Kegiatan survey dapat dilakukan dengan berbagai macam cara bergantung dengan pendekatan dan metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Survey dapat dilakukan dengan observasi lapangan secara langsung maupun melalui interview responden. Pemilihan metode ditinjau melalui data apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut.

Tahap terakhir dalam survei dan pemetaan adalah pemrosesan akhir dan penyajian hasil. Pada tahap ini, sisi keilmuan dan seni dikomparasikan menjadi satu untuk memperoleh hasil pemetaan yang menarik, informatif, dan fungsional. Oleh sebab itu, pengetahuan yang mendalam, keahlian dan jam terbang pelaksana sangat dibutuhkan karena memiliki peran yang besar dalam menghasilkan peta yang baik.

Alasan Memilih TechnoGIS Indonesia dalam Jasa Survey Pemetaan

  • Sebagai perusahaan resmi di pemerintahan AKTA, SIUP, TDP, NPWP.
  • Didukung tenaga ahli dan tim profesional dibidang survei pemetaan.
  • Didukung peralatan yang lengkap dalam mengerjakan projek survei pemetaan.
  • Memberikan layanan terbaik dengan mengedepankan pelayanan ramah dan tetap profesional.
  • Telah banyak instansi maupun swasta yang bekerja sama dengan kami baik pemetaan, webgis maupun training GIS.

Layanan Survey dan Pemetaan

  • Survey hasil pengolahan citra satelit
  • Survey lapangan cek interpretasi / akurasi peta
  • Survey lapangan Topografi
  • Survey lapangan untuk jalur pipa
  • Survey lapangan panjang jalan
  • Survey lapangan cek kelurusan rell/tiang
  • Survey pengukuran kemiringan lereng
  • Survey pemetaan sosial
  • Survey batimetri
  • Survey inventarisasi sumber daya
  • Survey konstruksi bangunan / arsitek  / sipil
  • Survey DED konstruksi

Perlengkapan Survey yang Digunakan TechnoGIS Indonesia

  • GPS Handheld Garmin berbagai seri
  • Total Station
  • Theodolite
  • Waterpass
  • GPS Geodetik
  • Drone Phantom 3 Profesional
  • UAV Fix Wing

Tenaga Ahli Survey dan Pemetaan TechnoGIS Indonesia

  • Tenaga Ahli Kartografi dan Penginderaan Jauh ( Alumi UGM )
  • Tenaga Ahli Pembangunan Wilayah ( Alumni UGM )
  • Tenaga Ahli Geodesi ( Alumni UGM )
  • Tenaga Surveyor

Jangan sungkan untuk konsultasi jasa survey dan jasa pemetaan melalui informasi kontak dibawah ini

Alamat Kantor TechnoGIS Indonesia

Telp            : 0274 – 885879/ 0813-2552-3979
Jl Pamularsih No.152 B,
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283
Yogyakarta – Indonesia