Pos

Mengenal DTM, DSM dan 3D Land Model?

Mengenal DTM, DSM dan 3D Land Model? – Istilah DTM, DSM dan 3d land model tentu sudah tidak asing lagi bagi seorang surveyor khususnya dalam survey topografi. Untuk membuat perencanaan yang tepat maka dibutuhkan representasi kondisi topografi di permukaan bumi. 

Dimana itu juga bisa digunakan pada tahap perencanaan sampai pemeliharaan. Untuk itu, model permukaan bumi hadir dalam bentuk data elevasi digital tiga dimensi yang diistilahkan dengan 3d land model, DSM dan DTM. 

Belajar GIS untuk Pemula : Pelatihan GIS Dasar 

Apa Itu DTM, DSM dan 3D Land Model?

Nah, ketiga istilah di atas merupakan model permukaan yang terbentuk dari data elevasi digital yang tiap pikselnya memiliki nilai elevasi yang mewakili ketinggian titik di permukaan bumi. Data tersebut dapat diperoleh dari pengukuran tidak langsung diantaranya, penginderaan jauh, fotogrametri dan Light Detection and Ranging (Lidar).  Nah, untuk memahami arti dari masing-masing istilah di atas. Berikut penjelasan singkatnya terkait DSM, DTM serta 3d land model. 

artikel terkait : Topografi : Penjelasan dan Fungsinya 

1. DTM (Digital Terrain Model)

DTM sebenarnya identik dengan DEM atau Digital Elevation Model. Biasanya DTM dibuat dengan fotogrametri stereo di mana titik titiknya terpisah teratur mengikuti permukaan bumi.

Dalam DTM lebih menonjolkan ke bentuk permukaan elevasi bumi yang kosong dengan referensi datum vertikal. Biasanya DTM dibuat dengan fotogrametri stereo di mana titik titiknya terpisah teratur mengikuti permukaan bumi.

Fitur medan yang lebih baik dengan adanya batas-batas 3D dan titik 3D yang terhapus secara spasial bisa digambarkan dengan DTM ini. Apalagi, di model ini juga ditambahkan fitur lain seperti breakline yang didapatkan selain dari pengamatan data asli. 

Tujuannya untuk mengevaluasi kondisi topografi yang telah terbentuk. DTM juga memuat informasi ketinggian dari suatu rupabumi Indonesia.

 Adapun kualitas yang mempengaruhi DTM diantaranya adalah metode sampling data, kompleksitas terrain, kerapatan atau densitas data serta metode interpolasi dan parameter interpolasi.

survey topografi

survey topografi

 

2. DSM (Digital Surface Model)

Selanjutnya adalah model Digital Surface Model   yang mengarah pada keseluruhan objek bumi terlihat. Model ini mencakup objek bangunan serta vegetasi yang menutupi tanah. Objek tanah terbuka juga termasuk dalam DSM. 

Bentuk permukaan bumi misalnya pada keadaan nyata yang tampak dari foto juga merupakan kenampakan dari DSM. Untuk membentuk Digital Terrain Model (DTM) dapat menggunakan DSM dengan membuang semua fitur jga area pohon digital. 

Ini juga sekaligus mendeskripsikan ketinggian dari vegetasi seperti pohon dan fitur-fitur lainya.  DSM berkait pula dengan hasil representasi permukaan fisik dari sekumpulan titik-titik koordinat dalam bentuk tiga dimensi. 

Dengan demikian, data hasil DSM biasanya meliputi jalan, bangunan, vegetasi serta fitur terrain alami. Maka juga dapat dibuat dengan berbagai sudut pandang serta bisa menambahkan land covernya juga.

 

3. 3D Land Model 

Ini juga biasa dikenal dengan pemodelan 3D. Istilah ini merupakan proses melakukan pengembangan representasi matematis dari setiap permukaan suatu objek termasuk objek hidup ataupun objek mati ke dalam ruang tiga dimensi dengan menggunakan bantuan perangkat lunak khusus. 

Model ini biasanya dibuat secara otomatis ataupun manual. Sementara itu, untuk bisa membuat 3D land model harus mempersiapkan data geometris untuk grafik komputer 3D yang mirip dengan seni patung. Model ini biasanya juga bisa dicetak ke dalam bentuk fisik dengan menggunakan perangkat percetakan 3D.

Lebih lanjut terkait perbedaan antara DTM, DSM dan DEM adalah bisa dilihat dari penyajian ketinggian dari masing-masing model. Di mana DTM menyajikan ketinggian permukaan tanah serta objek yang terlihat dari atas. 

Selain itu, DTM ini juga dilengkapi fitur breaklines yang bisa memberi definisi lebih baik mengenai karakteristik topografi. Misalnya, sungai, garis punggungan dan lain-lain. 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai DTM, DSM dan 3d land model yang kerap kali digunakan untuk penggambaran topografi permukaan bumi. Dengan penjelasan di atas, dapat diketahui perbedaan dari masing-masing istilah tersebut.

 

artikel terkait lainya : 

>> Manfaat Lidar Untuk Pemetaan Topografi

>> Pembuatan DSM dan DTM Menggunakan Agisoft Metashape

 

Jasa Pemetaan Topografi Indonesia

Ingin menggunakan jasa topografi untuk memetakan dan menganalisis hasil dari wilayah yang Anda targetkan? Anda bisa menggunakan jasa pemetaan topografi dari Techno GIS Indonesia. Untuk dapatkan hasil pemetaan yang akurat, analisis topografi, dan pengembangan model 3D seperti DTM, DSM, dan 3D Land menggunakan dukungan teknologi GIS. Informasi tentang memahami bentuk dan karakteristik fisik wilayah Anda secara mendalam juga bisa dikonsultasikan kepada tim kami.

Dengan informasi yang tepat, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam perencanaan tata ruang, rekayasa sipil, dan pemodelan hidrologi dan project lainya.

 

Kontak Technogis

Kontak Technogis

Manfaat Survey Topografi untuk Perencanaan Pembangunan

Manfaat Survey Topografi untuk Perencanaan Pembangunan – Survey topografi untuk perencanaan pembangunan tentu berperan penting agar proses pengerjaan berlangsung aman tanpa kendala. Manfaat lainnya dari pengadaan survey topografi sebagai data awal sebelum proses pembangunan dilaksanakan adalah sebagai berikut!

baca : Topografi : Penjelasan dan Fungsinya 

Manfaat Survey Topografi untuk Perencanaan Pembangunan

berikut adalah beberapa manfaat survey topografi untuk proses pembangunan. Anda bisa menggunakan jasa survey topografi jika dibutuhkan dalam proses pembangunan property maupun project besar lainya.

1. Perencanaan Pembangunan yang Tepat

Seperti yang dijelaskan pada bagian pengantar bahwa survey topografi merupakan data penting sebelum proses pengerjaan pembangunan. Pembangunan yang dimaksud termasuk gedung perumahan dan lainnya di mana membutuhkan jasa ukur profesional. 

Jasa ukur memiliki peran penting dalam memperoleh data akurat sehingga penyusunan rencana bisa dilakukan tepat sasaran sesuai topografi lokasi pembangunan. Data hasil survey akan menjadi tolok ukur kesesuaian lokasi dengan pembangunan yang akan dikerjakan. Selain itu data topografi akan membuat proses pembangunan dilaksanakan lebih baik dengan memilih material yang sesuai dengan kondisi tanahnya. 

survey topografi

survey topografi

2. Pengukuran Luas Tanah yang Valid

Ada banyak peran yang dimiliki oleh para jasa ukur topografi. Salah satunya adalah untuk mengukur luas tanah. Para surveyor pemetaan  tentu telah dibekali dengan peralatan canggih dan mumpuni untuk mendapatkan data akurat serta valid. 

Apabila luas tanah secara praktik telah dilakukan maka data akan disajikan melalui laporan tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan.Validitas data tersebut nantinya akan digunakan sebagai pedoman bagi para pekerja pembangunan untuk perhitungan material yang dibutuhkan. Pengukuran luas tanah yang valid juga dianggap penting sebagai legalitas di mata hukum. 

3. Pembuatan Saluran Irigasi

Data yang diperoleh dari survey topografi juga akan berguna untuk pembuatan saluran irigasi di sekitar pembangunan. Misalnya pembangunan gedung, perkantoran, rumah dan sebagainya yang membutuhkan saluran untuk dialiri air agar terhindar dari genangan air pembuangan dan lainnya. 

Pembuatan irigasi tidak dilakukan secara asal sehingga membutuhkan data untuk menargetkan alat dan material yang akan digunakan. Apabila data yang dihasilkan tidak akurat, maka bisa dipastikan alat dan material yang digunakan juga tidak tepat sehingga proses pembangunan tidak maksimal. 

 

Baca juga : Pemanfaatan Drone Foto Udara Untuk Pemetaan Topografi

 

4. Akurasi Pembangunan Proyek

Survey topografi untuk perencanaan pembangunan dibutuhkan sebagai sumber informasi mengenai kondisi lahan. Misalnya lokasi untuk memulai pembangunan masih dipenuhi hutan belantara dengan medan berat. Lokasi tersebut nantinya akan dibabat habis agar dapat dilakukan survey topografi secara maksimal. 

Seluruh data yang dihasilkan dari survey topografi akan membuat proses pembangunan menjadi lebih lancar. Proyek yang dibangun untuk kepentingan orang banyak seharusnya juga tidak meninggalkan jejak negatif setelah pengerjaannya rampung. 

5. Mengecek Perbedaan Tinggi Tanah

Kegiatan pengukuran lahan dapat menghasilkan berbagai data penting termasuk tinggi rendahnya tanah. Hal ini tentu akan berguna untuk pembuatan jalur air. Tidak hanya untuk pembuatan jalur air, data tinggi rendahnya tanah juga dibutuhkan dalam pembangunan jalan. Apalagi jika lokasi pembangunan terletak di pedesaan yang tinggi rendahnya lahan menjadi hal paling penting untuk dipertimbangan. 

6. Penentuan Batas Wilayah

Lokasi lahan yang akan digunakan untuk proses pembangunan tentu harus berada di wilayah dengan otoritas resmi. Survey topografi juga akan menghasilkan data luas lahan secara akurat serta penentuan batas wilayah yang tepat. Hasil survey akan disajikan dalam bentuk tulisan yang sah dengan kekuatan hukum. 

Jadi, hasil survey topografi sangat berguna dan penting terutama untuk perencanaan pembangunan sebuah proyek besar. Anda bisa menggunakan jasa survey topografi yang telah memiliki legalitas di bidangnya agar tidak terjadi kesalahan data hasil survey. 

Rekomendasi Layanan Techno GIS : Jasa Pemetaan 

Gunakan Jasa Survey Topografi dari Techno GIS Indonesia

Membutuhkan jasa survey topografi untuk perencanaan project pembangunan Anda? bisa menggunakan jasa survey dari Techno GIS Indonesia. Layanan survey pemetaan untuk seluruh Indonesia. Membantu Anda menyelesaikan project dengan lebih mudah. Memiliki surveyor terbaik dan professional di bidangnya. Jika ingin mempelajari GIS secara lebih dalam juga bisa menggunakan jasa pelatihan GIS dari pelatihan dasar, advance, pelatihan Lidar, Webgis maupun pelatihan GIS lainya.

Informasi tekait harga, fasilitas dan layanan bisa langsung ditanyakan kepada tim kami di kontak berikut

 

Kontak Technogis

Kontak Technogis

Topografi : Penjelasan dan Fungsinya

Topografi : Penjelasan dan FungsinyaTopografi adalah suatu ilmu studi yang mempelajari bentuk dan struktur permukaan tanah. Dalam arti lain, topografi adalah ilmu yang mempelajari lebih jauh dari kedua materi tersebut. Materi yang dimaksud adalah vegetasi lingkungan, pengaruh manusia terhadap perubahan lingkungan serta kebudayaan lokal suatu daerah.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, pembelajaran topografi semakin berkembang dan mudah. Dengan adanya model 3 dimensi, Kita bisa mempelajari topografi mengenai relief permukaan bumi dengan cermat. Serta mengidentifikasi suatu lahan atau tempat dengan baik.

Ilmu topografi memiliki tujuan objektif, yakni mengenali dan mengkonfirmasi suatu posisi menggunakan koordinat horizontal seperti lintang, bujur, dan ketinggian (altitude).

 

Teknik Pembelajaran Topografi

Dalam membuat data topografi suatu wilayah, ada dua teknik dan metode yang bisa dilakukan.

1. Pengamatan Secara Langsung

Ketika melakukan pengamatan secara langsung, ada tiga poin yang dipelajari dan diteliti. Yaitu jarak, sudut, dan ketinggian. Pengamatan secara langsung dinilai masih relevan hingga kini meskipun perkembangan teknologi semakin memudahkan pembelajaran. Karena Dengan mendatangi langsung lokasi yang akan Kita teliti, Kita akan memahami dengan betul bagaimana kondisi sebenarnya di lokasi.

Baca Tentang : GPS RTK : Definisi dan Penggunaannya

2. Pengamatan Jarak Jauh

Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, peneltian topografi suatu wilayah dapat dilakukan dimana saja. Tanpa harus mendatangi lokasi sebenarnya di lapangan.

Untuk melakukan analisa pada wilayah yang Kita tidak datangi, pengamatan dilakukan dengan menggunakan data pada alat GPS  atau Global Positioning System dan citra wilayah yang diperoleh dari wahana satelit agar hasil pengamatan yang dihasilkan semakin akurat.

Seringkali juga, pengamatan topografi jarak jauh juga memanfaatkan Sensor agar data yang didapat lebih akurat lagi. Biasanya para ahli memasang sensor dan kamera pada  pesawat, drone atau uav, dan balon udara stratosfer. Dengan menggunakan ketiga wahana tersebut. Data yang seharusnya didapat dengan mengunjungi lokasi penelitian bisa diperoleh dengan mudah dengan pengamatan jarak jauh.

 

Peta Topografi

Salah satu data yang dihasilkan dari ilmu topografi adalah peta topografi. Peta topografi merupakan salah satu jenis peta yang menggambarkan secara jelas bentuk relief permukaan bumi. Data yang ditampilkan peta topografi meliputi tinggi dan rendahnya kawasan dengan gambaran garis-garis.

Garis garis yang digambarkan dalam peta melambangkan kontur bumi. Antara garis satu dengan yang lain saling berhubungan untuk memudahkan pembaca peta untuk memahami tinggi rendahnya suatu wilayah serta  memperkirakan kecuraman dan kemiringan lereng.

Ciri khas peta topografi adalah penggunaan garis kontur elevasi untuk menunjukkan bentuk permukaan bumi. Kontur elevasi adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang memiliki elevasi yang sama pada permukaan tanah. Baik di atas atau di bawah. Dengan adanya penggunaan garis kontur elevasi, Kita juga dapat mengukur dengan baik  ketinggian dan bentuk gunung dan kedalaman dasar laut.

Berbeda dengan peta lainnya, di dalam peta topografi dapat dibedakan dengan dua poin yang dimiliki peta ini.

1. Garis Kontur

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Ciri utama dari peta ini adalah adanya garis kontur yang tidak dimiliki peta jenis lainnya. Garis tegas yang terhubung menjelaskan secara gamblang mengenai kondisi permukaan bumi. Garis garis ini terdiri dari dua kombinasi segmen yang saling berhubungan.

2. Informasi Perihal Kontur dan Struktur Tanah

Di dalam peta topografi, juga menjelaskan mengenai kontur tanah atau kondisi tanah di suatu wilayah. Penjelasan tersebut meliputi tinggi rendahnya tanah dan kemiringan suatu lereng secara teknis.

Selain dua poin di atas, peta topografi tak lain sama dengan peta lainnya. Peta yang menampilkan informasi mengenai Judul Peta, Tahun Pembuatan Peta, Legenda, Skala, Garis Koordinat dan Ketinggian / Kontur wilayah, dan tentu saja arah mata angin.

Baca Artikel : Sewa GPS Geodetik

 

Fungsi Pemetaan Topografi

Tak bisa dipungkiri, saat ini pemetaan topografi sangat membantu di segala bidang. Dengan perkembangan teknologi semakin memudahkan pekerjaan itu. Berikut adalah beberapa pengaplikasian dan  Fungsi pemetaan topografi.

1. Search and Rescue SAR

Fungsi pemetaan topografi yang paling penting adalah memudahkan dan memandu tim SAR dalam menyelamatkan korban kecelakaan. Upaya penyelamatan dan pencarian akan menjadi mudah karena Kita dapat memahami bagaimana kondisi dan struktur wilayah tempat penyelamatan. Sehingga kegiatan SAR bisa berjalan lancar.

2. Pemetaan Wilayah Sipil

Ketika akan melakukan pengembangan infrastruktur suatu wilayah, terkadang Kita akan membutuhkan data dari pemetaan topografi. Pengembangan suatu wilayah memang memerlukan perencanaan matang, contohnya adalah pembangunan jalan tol, bendungan dan waduk, serta sistem drainase. Dan untuk memudahkan pekerjaan tersebut, akan memerlukan data struktur kontur, dan tinggi rendahnya suatu wilayah dari peta topografi.

Selain itu, pembangunan suatu bangunan juga memerlukan peta topografi, terutama saat melakukan perencanaan tempat (siteplan) sebagai struktur bangunan awal. Data tesebut sangat berguna untuk mengetahui keadaan suatu wilayah ketika membangun rumah, gedung, sirkuit, dan stadion.

3. BIdang Militer

Dalam bidang pertahanan, pengetahuan dan penguasaan akan topografi suatu wilayah sangatlah penting, Fungsi pemetaan topografi di bidang pertahanan adalah, Pasukan bisa membuat strategi penyerangan, pengepungan, atau pertahanan atas musuh dengan memanfaatkan keadaan wilayah dari data pemetaan topografi.

Baca Artikel Tentang Lebih Dekat Dengan WebGIS

 

pelatihan gis basic

Butuh Jasa Survey Topografi?

Butuh jasa survey topografi untuk proyek Anda? Bisa banget menghubungi tim GIS dari Techno GIS Indonesia. Selain menyediakan jasa survey geospasial juga menyediakan pelatihan GIS dan produk pendukung survey GIS.

Langsung daftar ke kontak Techno GIS Indonesia agar bisa mendapatkan informasi lanjutnya!

PEMETAAN VEGETASI LINGKUNGAN CANDI BOROBUDUR

Pemetaan Vegetasi Lingkungan Candi Borobudur – pemetaan topografi dan pemotretan udara dilakukan di Kawasan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan TechnoGIS untuk melihat kerapatan vegetasi di wilayah tersebut. Hasil pengukuran dengan peta situasi, peta kontur dan foto udara.

TechnoGIS melayani jasa pemetaan topografi, pemetaan kontur, pemasangan patok, pemetaan bidang, dan pemetaan terestris lainnya menggunakan total station, gps geodetik, dan alat survey lainnya. bagi anda yang ingin menggunakan jasa TechnoGIS Indonesia bisa menggubungi :
Studio    : Jln Pamularsih No 152B Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581

Email     : [email protected] / [email protected]
Telp        : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Pemetaan Topografi :
Jasa Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi dan Pemetaan Udara Hotel di Baturaden

Pemetaan Topografi dan Pemetaan Udara Hotel di Baturaden – Pemetaan topografi di kawasan hotel di batudaten, lingkup pekerjaan pemasangan patok batas, pemasangan patok bm, pengukuran topografi dan pemotretan udara . hasil pengukuran akan dilakukan masterplan perencanaan pengembangan hotel. dimana data yang dibutuhkan adalah peta situasi, peta kontur  dan foto udara.

 

 

TechnoGIS melayani jasa pemetaan topografi, pemetaan kontur, pemasangan patok, pemetaan bidang, dan pemetaan terestris lainnya menggunakan total station, gps geodetik, dan alat survey lainnya. bagi anda yang ingin menggunakan jasa TechnoGIS Indonesia bisa menggubungi :
Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Pemetaan Topografi :
Jasa Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi Lahan Perencanaan Villa di Jimbaran Bali

Pemetaan Topografi Lahan Perencanaan Villa di Jimbaran Bali – Pada minggu ke 3-4 bulan febuari 2018 TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan lahan topografi di daerah wisata jimbaran. pekerjaan ini dilakukan untuk rencana pengembangan dan pemabangunan hotel. jasa pemetaan topografi di bali kali ini bekerjasama dengan managemen hotel mercure dan pengembang yang akan melakukan pembangunan.

 

jasa pemetaan lahan di bali tahun 2018 jasa pemetaan lahan di bali pengukuran lahan topografi di jimbaran bali oleh technogis indonesia 3 pengukuran lahan topografi di jimbaran bali oleh technogis indonesia

 

TechnoGIS melayani jasa pemetaan topografi, pemetaan kontur, pemasangan patok, pemetaan

bidang, dan pemetaan terestris lainnya menggunakan total station, gps geodetik, dan alat

survey lainnya. bagi anda yang ingin menggunakan jasa TechnoGIS Indonesia bisa menggubungi :
Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Pemetaan Topografi :
Jasa Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi Untuk Perencanaan Pembangunan Lahan di Ambarawa

Pemetaan Topografi Untuk Perencanaan Pembangunan Lahan di Ambarawa – Pada minggu ke 3 Bulan Januari, TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan topografi lahan di Ambarawa yang digunakan untuk perencanaan pembangunan. Pemetaan topografi menggunakan total station dengan penentuan skala 1:500 . pemotretan udara dilakukan untuk milhat kenampakan real dari area yang dilakukan pemetaan topografi.

Hasil kontur pemetaan topografi :

 

 

Bagi anda yang membutuhkan jasa pemetaan topografi di seluruh indonesia silahkan hubungi staff marketing TechnoGIS Indonesia :

 

Pemetaan Detail Topografi Perencanaan Kost Ekslusif di Kawasan UII Sleman

Pemetaan Detail Topografi Perencanaan Kost Ekslusif di Kawasan UII Sleman – Pada minggu ke 3 Bulan Desember 2017, TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan topografi detail untuk perencanaan KOS ekslusif di kawasan kampus UII. pemetaan meliputi pengukuran lapangan dengan total station, pembuatan kontur, pemotretan udara dan pemberian batas uruk untuk pondasi. serta penembatan titik-titik pondasi cakar ayam


Hasil Peta Topografi :

Hasil Foto Udara :

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Bandung Zoo

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Bandung Zoo – Pada Minggu ke-2 TechnoGIS Indonesia bekerja sama dengan Pengeola Bandung Zoo dalam melakukan pemetaan topografi, pemetaan bangunan, dan pemetaan pohon serta pemotretan udara di kawaran wisata bandung zoo. pemetaan dilaksanakan semala 1 minggu lapangan dan 1 minggu pemrosesan data. pemetaan ini direncanakan untuk bahan pengembangan area wisata bandung zoo.

Hasil Pemetaan :

  1. Peta Topografi Kawasan Wisata Bandung Zoo
  2. Peta Foto Udara Kawasan Wisata Bandung Zoo
  3. Peta Invetasisasi Pohon Kawasan Wisata Bandung Zoo
  4. Laporan

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara di Pantai Ngunggah

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara di Pantai Ngunggah – Bulan Desember 2017 TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan topografi dan pemotretan udara di kawasan pantai Ngunggah yang dikembangkan menjadi resort. pemotretan dan pengukuran topogradi dilaksanakan selama 2 minggu dengan area luasan 14 hektar.

Hasil pemetaan topografi

Portfolio Items