Tag Archive for: pemetaan sawah

Rekomendasi Peralatan Untuk Program Pemetaan Cetak Sawah

Dalam program cetak sawah baru, pemetaan lahan menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memastikan keberhasilan proyek. Proses ini tidak hanya memerlukan tenaga ahli, tetapi juga dukungan peralatan yang tepat guna menghasilkan data akurat yang dapat diandalkan. Dengan teknologi yang semakin berkembang, peralatan modern kini mampu memberikan efisiensi waktu dan biaya sekaligus meningkatkan presisi dalam pengambilan data. Oleh karena itu, memilih peralatan yang sesuai adalah kunci untuk keberhasilan program ini.

Teknologi pemetaan saat ini tidak hanya berfokus pada pengambilan data dasar seperti batas lahan, tetapi juga mampu memberikan informasi tambahan seperti topografi, kesuburan tanah, hingga potensi irigasi. Dalam artikel ini, kami merekomendasikan beberapa peralatan yang dirancang khusus untuk mendukung program pemetaan cetak sawah. Peralatan ini meliputi drone pemetaan, teknologi LiDAR, receiver GNSS, dan kamera multispektral. Dengan menggunakan perangkat ini, setiap tahapan dalam program cetak sawah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.


1. NiVO V5 Drone atau NiVO V2

NiVO V5 dan NiVO V2 adalah drone pemetaan yang dirancang untuk menghasilkan data foto udara berkualitas tinggi. Drone ini dilengkapi dengan teknologi RTK (Real-Time Kinematic), yang memungkinkan akurasi hingga tingkat sentimeter. Dengan kemampuan ini, NiVO V5 dan NiVO V2 menjadi solusi ideal untuk pemetaan wilayah sawah yang luas, termasuk area dengan topografi yang bervariasi.

Keunggulan utama dari drone ini terletak pada waktu terbang yang panjang, memungkinkan pengumpulan data dalam sekali penerbangan untuk area yang luas. Selain itu, perangkat ini telah bersertifikat TKDN, mendukung program pemerintah dalam memprioritaskan produk dengan komponen lokal. Drone ini juga mudah dioperasikan sehingga cocok digunakan oleh tim lapangan dengan pelatihan minimal. Dengan presisi tinggi dan efisiensi, NiVO V5 dan NiVO V2 membantu dalam menghasilkan peta orthomosaic dan model elevasi digital (DEM) yang sangat akurat.


2. GeoLiDAR ALS

GeoLiDAR ALS adalah teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) yang mampu memetakan area dengan detail tinggi. Perangkat ini sangat efektif untuk memetakan wilayah dengan topografi kompleks atau vegetasi lebat yang sulit diakses. Dengan kemampuan menghasilkan rekonstruksi 3D topografi, GeoLiDAR ALS menjadi solusi terbaik untuk analisis elevasi lahan dan perencanaan sistem irigasi yang optimal.

Keunggulan lainnya dari GeoLiDAR ALS adalah integrasinya dengan kecerdasan buatan, yang memungkinkan proses analisis data dilakukan secara otomatis dan cepat. Produk ini telah diuji oleh konsultan profesional dan akademisi, membuktikan keandalannya di berbagai skenario lapangan. Selain itu, GeoLiDAR ALS juga bersertifikat TKDN, menjadikannya pilihan unggul dalam mendukung inovasi teknologi lokal. Dengan perangkat ini, perencanaan tata letak sawah dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, mendukung keberhasilan program cetak sawah.


3. TGS GNSS EQ1

TGS GNSS EQ1 adalah receiver GNSS (Global Navigation Satellite System) yang dirancang untuk pengukuran geospasial dengan tingkat akurasi tinggi. Alat ini sangat penting untuk menentukan batas-batas lahan secara presisi dan mengumpulkan data geospasial yang diperlukan dalam perencanaan sawah. Dengan teknologi RTK dan PPK (Post-Processed Kinematic), TGS GNSS EQ1 mampu memberikan akurasi hingga tingkat sentimeter.

Selain akurasinya, TGS GNSS EQ1 juga memiliki desain portabel dan tahan cuaca, memungkinkan penggunaan di berbagai kondisi lapangan. Keunggulan lainnya adalah kompatibilitasnya dengan perangkat lunak GIS, memudahkan integrasi data untuk analisis lebih lanjut. Produk ini juga bersertifikat TKDN, sehingga mendukung pengembangan teknologi lokal dengan standar global. Dengan menggunakan TGS GNSS EQ1, proses pemetaan batas lahan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.


4. LandCam Multispectral Camera

LandCam Multispectral Camera adalah perangkat kamera multispektral yang dirancang untuk menganalisis kondisi tanah dan vegetasi. Alat ini sangat berguna dalam menentukan kesesuaian lahan untuk sawah berdasarkan data NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) yang dihasilkannya. Dengan kemampuan ini, LandCam dapat membantu mengidentifikasi area dengan tingkat kesuburan yang paling cocok untuk pertanian sawah.

Keunggulan utama dari LandCam adalah kemampuannya dalam memberikan data yang mendetail tentang kesehatan tanah dan vegetasi. Kamera ini telah diuji dalam berbagai proyek survei agrikultur, membuktikan keandalannya di lapangan. Diproduksi dengan standar tinggi oleh TechnoGIS, LandCam Multispectral Camera menjadi salah satu perangkat yang dapat diandalkan untuk mendukung program cetak sawah. Dengan LandCam, data tentang kelembaban tanah, kesehatan vegetasi, dan potensi hasil panen dapat diperoleh secara akurat.


Keunggulan Produk TechnoGIS

TechnoGIS tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan solusi terintegrasi yang mendukung kebutuhan pemetaan secara menyeluruh. Seluruh produk TechnoGIS telah bersertifikat TKDN, menjadikannya pilihan unggul untuk program pemerintah. Dengan performa maksimal, produk-produk ini telah diuji oleh konsultan profesional dan akademisi, memastikan keandalannya di berbagai kondisi lapangan.

Selain itu, TechnoGIS juga mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam perangkatnya, memungkinkan pengolahan data secara otomatis dengan akurasi tinggi. Peralatan ini kompatibel dengan berbagai perangkat lunak GIS dan aplikasi berbasis cloud, menjadikannya solusi yang fleksibel dan efisien untuk berbagai kebutuhan pemetaan. Sebagai inovasi lokal, produk TechnoGIS tidak hanya mendukung keberlanjutan proyek, tetapi juga memajukan teknologi dalam negeri dengan kualitas global.


TechnoGIS: Provider Solusi Pemetaan Berbasis Teknologi

TechnoGIS adalah startup teknologi asal Indonesia yang berfokus pada solusi di bidang geoscience, digitalisasi, dan deep tech berbasis kecerdasan buatan untuk engineering. Dengan pengalaman dalam mendukung berbagai proyek pemetaan, TechnoGIS menghadirkan produk inovatif seperti NiVO V5 Drone, GeoLiDAR ALS, TGS GNSS EQ1, dan LandCam Multispectral Camera.

Sebagai penyedia solusi teknologi, TechnoGIS memiliki komitmen untuk memberikan produk dan layanan terbaik bagi setiap klien. Dengan mengutamakan inovasi lokal yang bersaing secara global, TechnoGIS siap menjadi mitra terpercaya dalam proyek pemetaan Anda. TechnoGIS juga berperan aktif dalam memajukan digitalisasi dan transformasi teknologi di Indonesia, memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan berbagai sektor, termasuk pertanian dan lingkungan.


Kesimpulan

Program pemetaan cetak sawah memerlukan peralatan yang andal untuk menghasilkan data yang akurat dan efisien. Produk-produk dari TechnoGIS seperti NiVO V5 Drone, GeoLiDAR ALS, TGS GNSS EQ1, dan LandCam Multispectral Camera menawarkan solusi terbaik untuk mendukung kebutuhan pemetaan. Dengan keunggulan seperti sertifikasi TKDN, performa maksimal, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan, TechnoGIS menjadi mitra ideal untuk memastikan keberhasilan program cetak sawah Anda.

Peta Usulan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B, LP2B, LCP2B)

Peta Usulan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B, LP2B, LCP2B) – Program pelestaraian sawah di Indonesia salah satunya adalah membuat program sawah berkelanjutan.

 

Techno GIS Indonesia memiliki layanan jasa pemetaan sawah dibidang pertanian untuk berbagai sektor seperti pemetaan dasar, pemetaan tematik dan analisis spasial dengan citra satelit maupun foto udara berkaitan dengan lahan pertanian sawah.

 

TechnoGIS Indonesia

Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

 

Baca Juga :

PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

UPDATE LAHAN BAKU SAWAH

PETA USULAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (KP2B, LP2B, LCP2B)

JASA PEMETAAN LAHAN SAWAH

Update Lahan Baku Sawah

Update Lahan Baku Sawah – Lahan baku sawah merupakan data utama dalam pengembangan bidang pertanian di indonesia khusus nya untuk pertanian padi. Updating lahan baku sawah perlu dilakukan dengan metode yang tepat. metodep pemetaan yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan citra satelit penginderaan jauh, pemotretan udara dan pemetaan secara terestris. namun karena program secara nasional ini fokus pada tematik indeks pertanaman dan lahan baku sawah untuk tujuan tematik maka pendekatan citra satelit dan foto udara lebih tepat. dalam juknis ditentukan skala output adalah 1:5000 atau 1:10000 sehingga nilai akurasi data yang dapat digunakan dalam pemetaan itu adalah data dengan akurasi kurang dari 1,5 M untuk akurasi CE90 dan LE90 untuk skala 1:5000 dan 3-5 meter untuk skala 1:10.000

Techno GIS Indonesia memiliki layanan jasa pemetaan sawah dibidang pertanian untuk berbagai sektor seperti pemetaan dasar, pemetaan tematik dan analisis spasial dengan citra satelit maupun foto udara berkaitan dengan lahan pertanian sawah.

 

TechnoGIS Indonesia

Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Baca Juga :

PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

UPDATE LAHAN BAKU SAWAH

PETA USULAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (KP2B, LP2B, LCP2B)

JASA PEMETAAN LAHAN SAWAH

Jasa Pemetaan Lahan Sawah

Jasa Pemetaan Lahan Sawah – Indonesia merupakan negara dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani. disebut sebagai negara agraria, indonesia memiliki lahan pertanian yang luas. Sawah merupakan penggunaan lahan untuk bercocok tanam khususnya tanaman padi. untuk mensejah terakan petani di indonesia instansi yang menaungi tanggung jawab tersebut diantaranya kementerian pertanian, dinas pertanian dan instansi yang berhubungan dengan data spasial dalam upaya pemetaan lahan sawah. metode untuk melakukan pemetaan sawah diantaranya dengan pendekatan penginderaan jauh menggunakan citra resolusi tinggi yang telah terkoreksi geometrik.

Techno GIS Indonesia memiliki layanan jasa pemetaan sawah dibidang pertanian untuk berbagai sektor seperti pemetaan dasar, pemetaan tematik dan analisis spasial dengan citra satelit maupun foto udara berkaitan dengan lahan pertanian sawah.

 

TechnoGIS Indonesia

Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Baca Juga :

PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

UPDATE LAHAN BAKU SAWAH

PETA USULAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (KP2B, LP2B, LCP2B)

JASA PEMETAAN LAHAN SAWAH

Pemetaan Zonasi Irigasi Pertanian di Bojonegoro, Tuban, dan Cepu Kerjasama AIP-Rural (Australia-Indonesia Partnership)

Pemetaan Zonasi Irigasi Pertanian di Bojonegoro, Tuban, dan Cepu Kerjasama AIP-Rural (Australia-Indonesia Partnership) – Bulan Desembar 2017 TechnoGIS dan TIRTA bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Daerah Kabupaten Bojonegoro, Tuban di Jawa Timur dan Kecamatan Blora di Jawa Tengah. Daerah pertanian di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu termasuk sebagai daerah lumbung padi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.  Melalui aliran sungai utama Bengawan Solo yang masuk ke aliran tiap daerah di wilayah administrasi tersebut dan memberikan suplai air bagi lahan pertanian yang ada.  Kebutuhan akan air bagi lahan pertanian disekitarnya menjadi tercukupi.

Peta lahan sawah di tuban-bojonegoro dan cepu by technogis

Peta lahan sawah di tuban-bojonegoro dan cepu by technogis

Lahan pertanian pada Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu berada tersebar di masing-masing wilyahnya dan aliran Sungai Bengawan Solo hanya sampai hingga batas-batas wilayah tertentu. Lahan pertanian yang berada dekat dengan sumber air atau lahan pertanian di petak primer dan sekunder masih memiliki suplai air yang cukup.  Tingkatan lahan dibawahnya untuk tersier memiliki kondisi yang berbeda dan bahkan tidak tentu. Pengairan terkadang dapat dilakukan dengan air permukaan ataupun air tanah yang ada dan dapat juga lahan pertanian tidak mendapatkan pengairan yang cukup.Pengairan lahan pertanian memiliki mekanisme masing-masing yang dilihat dari jenis tanamannya dan kondisi tanah agar cukup bagi tanaman. Pengairan dari saluran irigasi kemudian dibagi-bagi agar lahan pertanian tersier mendapatkan akses pengairan. Membagi saluran utama primer ke saluran sekunder dan disambungkan hingga tersier serta saluran dibawahnya. Tujuannya adalah mengairi lahan pertanian di saluran irigasi tersier yang memerlukan suplai air. Irigasi tersier mampu memenuhi 8 hingga 15 hektar luasan lahan pertanian. Terpenuhinya kebutuhan dasar air ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dengan hasil panen yang membaik tiap waktunya.

Program kerjasama antara negara Indonesia dengan Australia salah satunya menyoroti bidang pertanian ini dan ingin mendukung peningkatan kesejahteraan para petani.  Dukungan diberikan dengan memberikan para petani di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu akses untuk memperoleh pengairan yang cukup bagi lahannya masing-masing. Kondisi lahan pertanian yang dimaksud adalah lahan pertanian yang berada atau merupakan petak sawah tersier. Pemetaan sawah tersier yang dilakukan TechnoGIS akan membantu program kerjasama ini menjadi terarah pada lahan pertanian yang memerlukan dukungan pengairan.

Penentuan sawah tersier ditentukan berdasarkan kriteria penggunaan lahan, sumber pengairan, dan kondisi topografi yang dapat diamati dengan Geography Information System (GIS) dan kemudian menginformasikan sebaran area pertaniannya di wilayah kajian ini. Mengingat kondisi wilayah antar daerah berbeda-beda maka informasi spasial ini menjadi penting terutama untuk membantu arahan tentang keberadaan sawah tersier bagi program kerjasama ini.  TIRTA (Tertiary Irrigation Technical Assistance) adalah salah satu bagian dari kerjasama Australia-Indonesia untuk meningkatkan pembangunan desa. TIRTA bertujuan untuk mempermudah para petani kecil agar dapat mengairi lahan pertaniannya sehingga berpengaruh pada hasil panen dan kesejahteraan petani. Skema pengairan ataupun irigasi ini yang dirancang oleh TIRTA berupa irigasi tersier karena kondisi lahan pertanian yang jauh dari akses air sungai primer. Bekerja sama dengan HIPPA untuk mengelola skema pengairan ini serta investor lokal.

Pemetaan lahan pertanian petak sawah tersier pada wilayah kajian dilakukan pada bulan Desember 2017. Alur penentuan sawah tersier diamati dari penggunaan lahan, sungai, dan kondisi kemiringan lereng pada tiap daerah. Penggunaan lahan yang ada di area kajian yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu adalah dominan sawah.

Lahan pertanian atau sawah dalam hal ini dilapangan terdiri dari sawah irigasi atau sawah tadah hujan. Membentuk peta penggunnaan lahan yang dipisahkan antara bangunan dan lahan lainnya dengan lahan pertanian sehingga hanya terdapat informasi lahan pertanian. Menggunakan informasi jaringan sungai utama dan memperhitungkan area lahan pertanian yang berada jauh dari aliran sungai. Syarat lain dari penentuan sawah tersier ini adalah berada pada area datar yang dapat dianalisis dari data slope. Dari beberapa hasil parameter tersebut dapat ditentukan area-area lahan pertanian yang termasuk dalam kategori sawah tersier.

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area kajian ( Tuban, Bojonegoro, Kec Cepu )

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area kajian ( Tuban, Bojonegoro, Kec Cepu )

Pemilihan lokasi lahan pertanian yang menjadi sorotan dalam program AIP disajikan dalam bentuk peta hasil olah data. Pengecekan dan pengamatan juga dilakukan dikondisi sebenarnya pada kegiatan lapangan di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu. Data survey lapangan yang diperlukan dilapangan adalah pengecekan penggunaan lahan sawah dan melakukan wawancara dengan para petani yang ditemui. Wawancara dilakukan pada petani yang ditemui di sawah atau orang yang memang mengerti tentang pertanian dan irigasi seperti Kepala Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Terutama untuk data sistem irigasi surveyor akan mengamatinya dilapangan.

Hasil pemetaan lahan sawah di zona irigasi tersier di Kec Cepu

Hasil pemetaan lahan sawah di zona irigasi tersier di Kec Cepu

Pertengahan bulan Desember 2017 TechnoGIS melakukan pengamatan lapangan. Kondisi hasil pengamatan lapangan dan pengolahan data untuk Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Cepu menunjukkan banyak area pertanian yang potensial. Daerah dengan topografi yang relatif datar dan tersedia sumber air yang cukup akan memudahkan untuk penyaluran akses pengairan. Penyaluran dapat dilakukan langsung dari saluran primer atau pun sekunder untuk kemudian dialiri ke petak tersier. Produksi panen bagi daerah ini dominan pada varietas padi Ciherang. Pengelolaan lahan sudah memiliki struktur yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya Gapoktan yang menaungi para petani dalam hal bibit, tanam, pemanenan, dan juga hal-hal baru seperti teknologi pertanian dan pengetahuan baru.  Sisi pengelolaan pengairan sawah di Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Cepu memiliki HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) yang menaungi permasalahan kebutuhan air bagi petani. Masyarakat dan pengelola memiliki cara pembagian penggunaan air dengan HIPPA tersebut. Administrasi pembagiannya dilakukan berdasarkan hasil panen yang sebagian atau seperlimanya untuk HIPPA. Bagi Kabupaten Tuban keberadaan kelompok tani terdapat beberapa diantaranya Sumber Hidup,Samugede, Bagor Mulyo, Petengan Waras, Tani Jaya, serta Eratani dan lainnya. Perhimpunan seperti para petani pengguna air belum ada untuk daerah ini. Kondisi morfologi karst rembang mempengarui Kabupaten Tuban. Hal ini karena sebagian daerahnya terutama tengah dan selatan memiliki tanah dan batuan kapur. Hanya daerah-daerah tertentu yang digunakan untuk lahan pertanian.

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Bojonegoro

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Bojonegoro

Salah satu pemilik sawah dari Kabupaten Tuban yang ditemui dilapangan, Hartono mampu melakukan 4 kali panen dalam setahun di lahannya. Pola tanam yang dilakukannya tidak hanya padi saja namun padi, padi, kacang, dan gandum. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesuburan tanahnya. Bagi Lamijin di Kabupaten Bojonegoro lahan pertaniannya juga mampu panen hingga 4 kali dengan pola tanam padi,padi, padi, dan kacang hijau. Penanaman padi dilakukan lebih banyak karena kondisi lingkungan yang mendukung akan ketersediaan air bagi lahannya.  Lahan pertanian petak tersier tiap wilayah kajian didapati memiliki luasan yang variasi. Kecamatan Cepu memiliki luasan total 15.4085 km2. Kabupaten Tuban dan Bojonegoro memiliki luasan yang hampir sama yakni 451.483km2 dan 432.484km2. Lahan pertanian tersier di wilayah kajian tersebut ikut menyumbang produksi pangan di Pulau Jawa ini. Dukungan infrastruktur dan pengelolaan yang terarah merupakan hal penting yang dapat meningkatkan hasil panen para petani.

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Tuban

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Tuban

Dokumentasi Lapangan :

Tag Archive for: pemetaan sawah