Pos

Pemetaan Lahan Kritis Area Danau Toba Kerjasama Dengan PT Innalum

Pemetaan Lahan Kritis Area Danau Toba Kerjasama Dengan PT Innalum – Danau Toba merupakan daerah yang dianfaatkan airnya oleh PT Inalum sebagai energi penggerak turbin pembangkit listrik tenaga air. karena pentingnya hal tersebut maka pelestarian daerah cathment area di sekitar danau toba perlu di lestarikan. untuk itu perlu kajian dimana lokasi-lokasi lahan kritis di sekitar danau toba yang perlu dilakukan penghijauan kembali. TechnoGIS Indonesia menjadi  perusahaan yang digandeng oleh PT Inalum dalam melakukan pemetaan lahan kritis didaerah tersebut, dimana hasil studi akan dijadikan refrensi penghijauan kembali. pemetaan dilakukan dengan menggunakan peraturan menteri tentang lahan kritis.

 

Pemetaan Topografi dan Pemetaan Udara Hotel di Baturaden

Pemetaan Topografi dan Pemetaan Udara Hotel di Baturaden – Pemetaan topografi di kawasan hotel di batudaten, lingkup pekerjaan pemasangan patok batas, pemasangan patok bm, pengukuran topografi dan pemotretan udara . hasil pengukuran akan dilakukan masterplan perencanaan pengembangan hotel. dimana data yang dibutuhkan adalah peta situasi, peta kontur  dan foto udara.

 

 

TechnoGIS melayani jasa pemetaan topografi, pemetaan kontur, pemasangan patok, pemetaan bidang, dan pemetaan terestris lainnya menggunakan total station, gps geodetik, dan alat survey lainnya. bagi anda yang ingin menggunakan jasa TechnoGIS Indonesia bisa menggubungi :
Jln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

info@technogis.co.id / technogis.id@gmail.com
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pelatihan Pemetaan Topografi :
Jasa Pemetaan Topografi

Jasa Survei Pemetaan Topografi di Bali

Jasa Survei Pemetaan Topografi di Bali Pemetaan topografi untuk perencanaan di daerah bali dan sekitarnya. Bali merupakan daerah wisata yang sangat terkenal hingga kancah internasional, perkembangan hotel dan villa sangat lah pesat sehingga kebutuhan akan pengukuran lahan saat dilaksanakan pembangunan sangatlah penting. TechnoGIS Indonesia melayani jasa pengukuran, jasa survei, dan jasa pemetaan topografi di bali. Jasa topografi di bali yang disediakan technogis dapat di sesuaikan dengan kebutuhan misalnya untuk pembagnunan dan perencanaan hotel, kawasan wisata, kawasan industri.  hasil pemetaan akan di sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Berikut Beberapa pengukuran di lahan di Bali dan sekitarnya:

  1. PEMETAAN TOPOGRAFI LAHAN PERENCANAAN VILLA DI JIMBARAN BALI

  2. PEMETAAN TOPOGRAFI DAN SITUASI KONSULAT JEPANG DI KAWASAN SANUR, BALI

Peralatan yang digunakan saat melakukan pemetaan topografi :

  • Total Station
  • Waterpass
  • GPS Geodetik
  • GPS handheld
  • Pita Ukur

Adapun layanan jasa pemetaan topografi ini dapat di jabarkan menjadi beberapa sub pekerjaan diantaranya :

  • Pemetaan bentuk dan kondisi eksisting lahan / bangunan
  • Pemetaan Kontur
  • Pembuatan Transek ( Cross section / Long section )
  • Pemasangan BM
  • Pemotretan udara dengan drone/uav
  • Pemasangan Patok Batas

Harga Biaya Pemetaan Topografi di Bali dan sekitarnya dapat anda konsultasikan kepada marketing TechnoGIS Indonesia di :
ln Pamularsih No 152B
Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

info@technogis.co.id / technogis.id@gmail.com
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Informasi Paket Pemetaan Topografi :
Jasa Pemetaan Topografi

Pemetaan Zonasi Irigasi Pertanian di Bojonegoro, Tuban, dan Cepu Kerjasama AIP-Rural (Australia-Indonesia Partnership)

Pemetaan Zonasi Irigasi Pertanian di Bojonegoro, Tuban, dan Cepu Kerjasama AIP-Rural (Australia-Indonesia Partnership) – Bulan Desembar 2017 TechnoGIS dan TIRTA bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Daerah Kabupaten Bojonegoro, Tuban di Jawa Timur dan Kecamatan Blora di Jawa Tengah. Daerah pertanian di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu termasuk sebagai daerah lumbung padi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.  Melalui aliran sungai utama Bengawan Solo yang masuk ke aliran tiap daerah di wilayah administrasi tersebut dan memberikan suplai air bagi lahan pertanian yang ada.  Kebutuhan akan air bagi lahan pertanian disekitarnya menjadi tercukupi.

Peta lahan sawah di tuban-bojonegoro dan cepu by technogis

Peta lahan sawah di tuban-bojonegoro dan cepu by technogis

Lahan pertanian pada Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu berada tersebar di masing-masing wilyahnya dan aliran Sungai Bengawan Solo hanya sampai hingga batas-batas wilayah tertentu. Lahan pertanian yang berada dekat dengan sumber air atau lahan pertanian di petak primer dan sekunder masih memiliki suplai air yang cukup.  Tingkatan lahan dibawahnya untuk tersier memiliki kondisi yang berbeda dan bahkan tidak tentu. Pengairan terkadang dapat dilakukan dengan air permukaan ataupun air tanah yang ada dan dapat juga lahan pertanian tidak mendapatkan pengairan yang cukup.Pengairan lahan pertanian memiliki mekanisme masing-masing yang dilihat dari jenis tanamannya dan kondisi tanah agar cukup bagi tanaman. Pengairan dari saluran irigasi kemudian dibagi-bagi agar lahan pertanian tersier mendapatkan akses pengairan. Membagi saluran utama primer ke saluran sekunder dan disambungkan hingga tersier serta saluran dibawahnya. Tujuannya adalah mengairi lahan pertanian di saluran irigasi tersier yang memerlukan suplai air. Irigasi tersier mampu memenuhi 8 hingga 15 hektar luasan lahan pertanian. Terpenuhinya kebutuhan dasar air ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dengan hasil panen yang membaik tiap waktunya.

Program kerjasama antara negara Indonesia dengan Australia salah satunya menyoroti bidang pertanian ini dan ingin mendukung peningkatan kesejahteraan para petani.  Dukungan diberikan dengan memberikan para petani di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu akses untuk memperoleh pengairan yang cukup bagi lahannya masing-masing. Kondisi lahan pertanian yang dimaksud adalah lahan pertanian yang berada atau merupakan petak sawah tersier. Pemetaan sawah tersier yang dilakukan TechnoGIS akan membantu program kerjasama ini menjadi terarah pada lahan pertanian yang memerlukan dukungan pengairan.

Penentuan sawah tersier ditentukan berdasarkan kriteria penggunaan lahan, sumber pengairan, dan kondisi topografi yang dapat diamati dengan Geography Information System (GIS) dan kemudian menginformasikan sebaran area pertaniannya di wilayah kajian ini. Mengingat kondisi wilayah antar daerah berbeda-beda maka informasi spasial ini menjadi penting terutama untuk membantu arahan tentang keberadaan sawah tersier bagi program kerjasama ini.  TIRTA (Tertiary Irrigation Technical Assistance) adalah salah satu bagian dari kerjasama Australia-Indonesia untuk meningkatkan pembangunan desa. TIRTA bertujuan untuk mempermudah para petani kecil agar dapat mengairi lahan pertaniannya sehingga berpengaruh pada hasil panen dan kesejahteraan petani. Skema pengairan ataupun irigasi ini yang dirancang oleh TIRTA berupa irigasi tersier karena kondisi lahan pertanian yang jauh dari akses air sungai primer. Bekerja sama dengan HIPPA untuk mengelola skema pengairan ini serta investor lokal.

Pemetaan lahan pertanian petak sawah tersier pada wilayah kajian dilakukan pada bulan Desember 2017. Alur penentuan sawah tersier diamati dari penggunaan lahan, sungai, dan kondisi kemiringan lereng pada tiap daerah. Penggunaan lahan yang ada di area kajian yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu adalah dominan sawah.

Lahan pertanian atau sawah dalam hal ini dilapangan terdiri dari sawah irigasi atau sawah tadah hujan. Membentuk peta penggunnaan lahan yang dipisahkan antara bangunan dan lahan lainnya dengan lahan pertanian sehingga hanya terdapat informasi lahan pertanian. Menggunakan informasi jaringan sungai utama dan memperhitungkan area lahan pertanian yang berada jauh dari aliran sungai. Syarat lain dari penentuan sawah tersier ini adalah berada pada area datar yang dapat dianalisis dari data slope. Dari beberapa hasil parameter tersebut dapat ditentukan area-area lahan pertanian yang termasuk dalam kategori sawah tersier.

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area kajian ( Tuban, Bojonegoro, Kec Cepu )

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area kajian ( Tuban, Bojonegoro, Kec Cepu )

Pemilihan lokasi lahan pertanian yang menjadi sorotan dalam program AIP disajikan dalam bentuk peta hasil olah data. Pengecekan dan pengamatan juga dilakukan dikondisi sebenarnya pada kegiatan lapangan di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kecamatan Cepu. Data survey lapangan yang diperlukan dilapangan adalah pengecekan penggunaan lahan sawah dan melakukan wawancara dengan para petani yang ditemui. Wawancara dilakukan pada petani yang ditemui di sawah atau orang yang memang mengerti tentang pertanian dan irigasi seperti Kepala Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Terutama untuk data sistem irigasi surveyor akan mengamatinya dilapangan.

Hasil pemetaan lahan sawah di zona irigasi tersier di Kec Cepu

Hasil pemetaan lahan sawah di zona irigasi tersier di Kec Cepu

Pertengahan bulan Desember 2017 TechnoGIS melakukan pengamatan lapangan. Kondisi hasil pengamatan lapangan dan pengolahan data untuk Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Cepu menunjukkan banyak area pertanian yang potensial. Daerah dengan topografi yang relatif datar dan tersedia sumber air yang cukup akan memudahkan untuk penyaluran akses pengairan. Penyaluran dapat dilakukan langsung dari saluran primer atau pun sekunder untuk kemudian dialiri ke petak tersier. Produksi panen bagi daerah ini dominan pada varietas padi Ciherang. Pengelolaan lahan sudah memiliki struktur yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya Gapoktan yang menaungi para petani dalam hal bibit, tanam, pemanenan, dan juga hal-hal baru seperti teknologi pertanian dan pengetahuan baru.  Sisi pengelolaan pengairan sawah di Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Cepu memiliki HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) yang menaungi permasalahan kebutuhan air bagi petani. Masyarakat dan pengelola memiliki cara pembagian penggunaan air dengan HIPPA tersebut. Administrasi pembagiannya dilakukan berdasarkan hasil panen yang sebagian atau seperlimanya untuk HIPPA. Bagi Kabupaten Tuban keberadaan kelompok tani terdapat beberapa diantaranya Sumber Hidup,Samugede, Bagor Mulyo, Petengan Waras, Tani Jaya, serta Eratani dan lainnya. Perhimpunan seperti para petani pengguna air belum ada untuk daerah ini. Kondisi morfologi karst rembang mempengarui Kabupaten Tuban. Hal ini karena sebagian daerahnya terutama tengah dan selatan memiliki tanah dan batuan kapur. Hanya daerah-daerah tertentu yang digunakan untuk lahan pertanian.

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Bojonegoro

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Bojonegoro

Salah satu pemilik sawah dari Kabupaten Tuban yang ditemui dilapangan, Hartono mampu melakukan 4 kali panen dalam setahun di lahannya. Pola tanam yang dilakukannya tidak hanya padi saja namun padi, padi, kacang, dan gandum. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesuburan tanahnya. Bagi Lamijin di Kabupaten Bojonegoro lahan pertaniannya juga mampu panen hingga 4 kali dengan pola tanam padi,padi, padi, dan kacang hijau. Penanaman padi dilakukan lebih banyak karena kondisi lingkungan yang mendukung akan ketersediaan air bagi lahannya.  Lahan pertanian petak tersier tiap wilayah kajian didapati memiliki luasan yang variasi. Kecamatan Cepu memiliki luasan total 15.4085 km2. Kabupaten Tuban dan Bojonegoro memiliki luasan yang hampir sama yakni 451.483km2 dan 432.484km2. Lahan pertanian tersier di wilayah kajian tersebut ikut menyumbang produksi pangan di Pulau Jawa ini. Dukungan infrastruktur dan pengelolaan yang terarah merupakan hal penting yang dapat meningkatkan hasil panen para petani.

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Tuban

Hasil pemetaan sawah di zona irigasi tersier area Tuban

Dokumentasi Lapangan :

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Bandung Zoo

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Bandung Zoo – Pada Minggu ke-2 TechnoGIS Indonesia bekerja sama dengan Pengeola Bandung Zoo dalam melakukan pemetaan topografi, pemetaan bangunan, dan pemetaan pohon serta pemotretan udara di kawaran wisata bandung zoo. pemetaan dilaksanakan semala 1 minggu lapangan dan 1 minggu pemrosesan data. pemetaan ini direncanakan untuk bahan pengembangan area wisata bandung zoo.

Hasil Pemetaan :

  1. Peta Topografi Kawasan Wisata Bandung Zoo
  2. Peta Foto Udara Kawasan Wisata Bandung Zoo
  3. Peta Invetasisasi Pohon Kawasan Wisata Bandung Zoo
  4. Laporan

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Area Perumahan di Dekat Green Hill, Sleman

Pemetaan Topografi dan Pemotretan Udara Area Perumahan di Dekat Gren Hill, Sleman – Pada awal bulan Desember 2017 tim survey dan UAV TechnoGIS Indonesia melakukan pemetaan lahan yang akan dikembangkan menjadi area perumahan di kawasan sekitar perumahan Green Hill, area yang dikembangkan merupakan lahan yang cocok untuk kawasan perumahan di slemen. pengukuran topografi dan pemotretan udara dilakukan untuk perencanaan awal dan penentuan design kavling perumahan. pengukuran topografi menggunakan total station dan pemotretan udara menggunakan DJI Phantom 3 Profesional.

Hasil Pengukuran Topografi

 

Hasil Pemotretan Udara

 

Pemetaan Drone Untuk Pemodelan 3D Area Tambang PT COCOMAN, Sulawesi Tengah

Pemetaan Drone Untuk Pemodelan 3D Area Tambang PT COCOMAN, Sulawesi Tengah – Pemetaan menggunakan drone merupakan penerapan terbaru dan populer di tahun 2017 ini. pemeanfaatan drone untuk pemetaan mulai dikembangkan salah satunya oleh TechnoGIS Indonesia. pemetaan menggunakan drone akan menggunakan pesawat tanpa awak yang dimanfaatkan untuk mengambil gambar permukaan bumi yang akan dipetakan. kelebihan dari pemetaan drone ini yang dapat memotret obyek terbaru dengan biaya yang murah bahkan akurasi dapat melebihi citra satelit. Salah satu pemanfaatan pemetaan drone adalah untuk pembuatan pemodelan 3d. untuk area lahan diatas 100 ha akan lebih mudah menggunakan drone untuk pemetaan 3d hasilnya dapat berupa DSM, DEM dan Kontur. dengan sentuhan teknologi GIS akan dihasilkan pemodelan yang baik dan representatif.

Pada bulan oktober 2017 tim TechnoGIS Bekerja sama dengan PT COCOMAN untuk memetakan daerah tambang baru yang dikelola oleh PT COCOMAN. projek dilakukan selama 20 hari kerja. hasil dari pemetaan ini adalah DEM, DSM dan Kontur area pertambangan.

Hasil Model 3d Area Tambang PT Cocoman

Peta Kontur CI = 10 M , Area Tambang PT Cocoman Hasil pemrosesan foto udara

Pemetaan Topografi

Pemetaan Topografi – Dalam dunia ilmu kebumian kita akan mengenal istilah dari peta topografi. sebelum kita membahas mengetahui apa itu pemetaan topografi secara detail kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksut peta. dan apa yang di maksut topografi , dalam artikel ini kita akan membahas mulai dari pengertian, teknik/metode, dan kelemahan dan kelebihan dari peta topografi.

Peta adalah representasi permukaan muka bumi (topografi) ataupun fenomena geosfer yang dituangkan dalam bidang datar. Pada sebuah peta, terdapat informasi spasial yang kemudian dapat dikomunikasikan kepada pembaca peta. Dalam penggambarannya terdapat unsur-unsur yang diperlukan untuk menambah presisi dan akurasi peta agar informasi yang tampilkan dapat diukur secara matematis. Penggambaran fenomena geosfer melalui peta mempermudah dalam penyampaian infromasi secara spasial maupun analisisnya. Namun pada praktek pembuatannya tidak bisa sembarangan karena banyak aspek yang perlu diperhatikan.

Dalam suatu proses pemetaan, hal yang pertama harus di pahami adalah jenis data yang akan digunakan. Sumber data harus jelas dan informasi apa yang akan ditampilkan nantinya. Apakah membutuhkan seleksi data, melalui proses pengolahan terlebih dahulu, atau perlu adanya  penggambungan dengan data lainnya. Tentunya metode yang akan digunakan beserta output seperti apa harus jelas, karena memetakan sesuatu tidak semata-mata menampilkan data spasial begitu saja melainkan disajikan dengan infromasi yang mudah dibaca dan ditangkap oleh indera pembaca peta.

Perbedaan jenis data yang digunakan jelas mempengaruhi bagaimana proses peta itu akan diolah nantinya. Sedangkan representasi data akhir juga perlu dianalisa lebih lanjut apakan semua informasi didalamnya dapat tersalurkan dengan baik atau tidak. Pada dasarnya, peta disajikan dengan bergam simbol yang dapat dibedakan oleh mata manusia. Namun perlu juga diperhatikan pemilihan karakter simbol seperti apa yang memudahkan dibaca. Hal ini berkaitan dengan karakteristik alami mata dalam menerima rangsangan sehingga pemilihan simbol pun memiliki aturan.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam pemetaan adalah informasi sekunder dan tersier yang perlu atau tidak perlu di munculkan. Pengaruhnya adalah apakah informasi yang diterima pembaca peta utuh atau tidak atau malah terjadi missunderstanding dari pembacaannya. Dari sinilah si pembuat peta perlu mempertimbangkan apa yang perlu dicantumkan dan tidak pada peta yang dibuatnya.

Terkait dengan representasi permukaan bumi secara detil biasa disajikan dalam bentuk peta topografi. Seperti namanya, informasi utama peta ini adalah infromasi topografi yang biasanya digambarkan dengan garis kontur detil dan sebaran titik-titik ketinggian. Peta topografi biasanya dibuat dari hasil pengukuran ketinggian dan kodisi permukaan sampel titik yang digunakan.

Peta topografi yang digunakan di Indonesia sebagian besar adalah peninggalan Belanda pada masaa penjajahan dahulu. Mereka jauh lebih dulu mengenal pemanfaatan peta dan bagaimana cara pembuatannya. Namun pada saat itu, perkembangan informasi spasial belum seperti sekarang sehigga penentuan datum hingga proyeksi yang digunakan saat itu juga jauh lebih sempit lingkupnya. Alasan ini berimbas pada pembuatan peta topografi Indonesia yang dibuat dengan menggunakan proyeksi Lambert Conical Orthomorpic (LCO) yang sebenarnya proyeksi tersebut tidak cocok digunakan untuk melakukan pemetaan di wilayah khatulistiwa. Penggunaan proyeksi sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap presisi dan akurasi peta. Namun dibalik kekurangannya, peta topografi yang biasa digunakan masih memiliki informasi yang cukup detil mengenai representasi topografi wilayah dibandingkan dengan peta lainnya.

Perlu diingat bahwa skal pemetaan peta topografi menggunakan skala kecil sehingga cakupannya luas. Hal ini yang menjadi pertimbangan ketika ingin melakukan perencanaan dan pembangunan dengan skala detil. Ada baiknya jika untuk pembangunan, membutuhkan data spasial hasil dari pengukuran dan survei independent sehingga data yang digunakan sesuai untuk diproses dan output akan muncul dalam skala yang lebih detil.

Pemetaan bisa  dikatakan mudah dan sulit bergantung dari sisi mana dilihatnya. Namun jangan khawatir jika memang pemetaan itu sulit, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan jasa pemetaan sehingga hasil yang diperoleh pastinya telah dibuat dengan sebaik mungkin dengan memperhatikan banyak pertimbangan.

Untuk pembuatan detil representasi permukaan wilayah dengan cakupan tertentu dapat dilakukan dengan melakukan pengumpulan data pengukuran terlebih dahulu. Data-data tersebut dapat diukur menggunakan berbagai macam teknik dan dengan bantuan alat survei untuk mengetahui posisi absolut hingga ketinggian tempat tersebut. Pemetaan topografi dapat dilakukan dengan mudah setelahnya dan tentunya hasilnya akan jauh lebih presisi dibandingkan mengacu pada peta topografi yang sudah ada.

Pemetaan topografi detil memiliki banyak sekali manfaat. Khususnya bagi pembangunan bangunan, jalan, landasan, dan sebagainya membutuhkan pengukuran yang presisi. Perbedaan ketinggian tanah dalam selisih sentimeter saja memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembangunan. Tidak jarang juga kontraktor melakukan proses perataan agar pembangunan lancar. Proses in tidak terlepas dari pemetaan karena kontur akan diketahui secara pasti dan dapat diturunkan menjadi informasi lainnya seperti volume yang dibutuhkan untuk meratakan lahan, dan lain sebagainya.

Melakukan survey dan pengukuran topografi bukanlah hal yang mudah karena menggunakan berbagai alat dan metode bergantung jenis output yang diinginkan memerlukan keahlian khusus. Oleh sebab itu tidak ada salahnya ketika menggunakan jasa pemetaan topografi untuk memfasilitasi pekerjaan agar dapat selesai lebih cepat.

TechnoGIS Indonesia memberikan solusi terbaik untuk membantu melakukan pengukuran topografi yang akurat. Jika berminat dengan jasa kami, silahkan hubungi kontak kami.

 

Jasa Pemetaan Drone Murah Untuk Berbagai Tematik

Jasa Pemetaan Drone Murah Untuk Berbagai Tematik – Pemetaan menggunakan drone sudah mulai berkembang dewasa ini. Jasa pemetaan drone telah banyak menjadi solusi di berbagai bidang dikombinasikan dengan teknologi GIS, seperti dibidang perkebunan, pertanian, dan pertambangan. penerapan teknologi drone dirasa mampu menjawab tantangan untuk mendapatkan gambaran obyek terbaru yang akan dipetakan dibanding dengan pembelian citra resolusi tinggi yang belum tentu merupakan kondisi terbaru saat dipetakan. biaya pemotretan dan pemetaan menggunakan drone yang sangat terjangkau menjadikan opsi pemotretan menggunakan drone sangat digemari oleh praktisi dibidang pemetaan terutama untuk pemetaan skala detail.

Pemetaan menggunakan drone dilaksanakan dengan metode auto pilot, teknologi auto pilot dan perencanaan jalur penerbangan menjadikan hasil pemetaan akan memiliki akurasi yang tinggi. banyak software untuk melakukan konfigurasi jalur terbang dan auto pilot, sama halnya seperti jenis drone itu sendiri, software untuk perencanaan jalur terbang juga tersedia banyak macamnya baik yang gratis maupun berbayar. teknologi yang digunakan TechnoGIS Indonesia divisi Drone dan UAV adalah software pix4d capture dan mission planner.

Layanan jasa pemetaan drone di TechnoGIS Indonesia di dukung oleh tim berpengalaman baik dibidang pilot drone maupun dunia pemetaan GIS, kami selalu aktif memberikan pelatihan baik untuk swasta maupun untuk instansi pemerintah. telah banyak instansi pemerintah maupun swasta yang bekerja sama dengan TechnoGIS dalam upaya meningkatkan sumber daya dibidang pemetaan menggunakan drone maupun jasa pemetaan dengan drone secara langsung.

Projek pemetaan yang dapat dilayani menggunakan drone

  • Pengukuran luas lahan dengan area kurang dari 500 ha
  • Pembuatan bentuk dan luasan suatu lahan
  • Memetakan area permukiman terbaru
  • Mendapatkan data permukaan tanah/bumi terbaru
  • Pemantauan areal projek
  • Perhitungan pohon sawit atau kebun lainnya
  • Pemetaan topografi atau DSM
  • Pemodelan 3D obyek

Peralatan yang digunakan TechnoGIS dalam pemetaan / pemotretan drone 

  • DJI 3 Profesional
  • DJI 4 Profesional
  • DJI Inspire
  • Drone Custom

Pemetaan dengan menggunakan drone efisien untuk luasan dibawah 350 ha, untuk luasan lahan diatas 350 ha lebih bagus menggunakan fix wing. pemetaan uav menggunakan fix wing dapat menjangkau area hingga 5000 km untuk sekali penerbangan. untuk projek pemetaan uav silahkan baca disini : Jasa Pemetaan UAV

 

Pengukuran Topografi dan Pemotretan Udara Perencanaan Pom Bensin, Hotel, dan Rest Area di Kawasan Bandara Kulon Progo Yogyakarta

Pengukuran Topografi dan Pemotretan Udara Perencanaan Pom Bensin, Hotel, dan Rest Area di Kawasan Bandara Kulon Progo Yogyakarta – Terkait pembangunan bandara baru Daerah Istimewa Yogyakarta yang direncanakan akan mulai beroperasi pada 2018/2019 mendatang, banyak proyek-proyek baru yang turut dikerjakan dilokasi sekitarnya guna menunjang sarana dan prasarana nantinya. Isu mengenai pembangunan jalan bebas hambatan juga menambah pembangunan Kabupaten Kulon Progo, khususnya wilayah Kecamatan Wates dan Kecamatan Temon semakin marak dilakukan.

Salah satu pembangunan fasilitas umum yakni SPBU, yang diperuntukan mendukung aktivitas di bandara baru juga sudah memasuki tahap perencanaan pembangunan. Pada awal Oktober 2017, TechnoGIS Indonesia sebagai perusahaan yang melayani jasa survei dan pemetaan, telah diberi kepercayaan untuk melakukan pengukuran sebidang lahan yang nantinya akan dibangun SPBU paada jalur menuju bandara baru. Pemetaan yang dilakukan meliputi pengukuran kontur dan pemetaan detil topografi, serta pemotretan udara dengan menggunakan drone untuk mengetahui kondisi eksisting area kajian dan kenampakan sekitarnya.


Proyek pengukuran dan pemetaan berlangsung kurang lebih sepuluh hari hingga dua minggu dimana pada 4 hari pertama digunakan untuk melakukan pengukuran di lapangan dan pemotretan udara. Pada kesempatan tersebut, digunakan dua kali pengukuran dengan menggunkan alat berbeda yaitu waterpass dan total station. Disamping itu persiapan juga dilakukan dengan melakukan pemasangan pasak kayu untuk menandai penempatan titik ukur yang nantinya akan berguna bagi perencanaan pembangunan selanjutnya. Pasca lapangan diisi dengan kegiatan pengolahan data di studio.

Bagi Anda yang membutuhkan jasa survei dan jasa pemetaan, jangan sungkan untuk mengkonsultasikan kepada kami untuk mendapatkan solusi terbaik pemetaan Anda. Kami akan melayani dengan sepenuh hati.

pemasangan patokPemasangan patok ditandai dengan batas uruk atau timbungan tanah, pada projek ini batas bawah adalah batas 0 (bawah) dan setinggi 50 cm dari titik nol. pemberian warna cat akan mempermudah kontraktor uruk dalam proses pengerjaan pengurukan lahan.

Patok yang digunakan menggunakan patok kayu kalimantan dan di kombinasi dengan pasak bambu sehingga kokoh dan tahan terhadap kondisi panas maupun hujan. diharapkan dengan patok yang kuat dapat bertahan hingga waktu pemasangan selesai.

Proses pemasangan patok berlangsung selama 2 hari, dimana hari pertama dilakukan dengan memberi tanda yang diukur menggunakan waterpass. pengukuran untuk mengetahui posisi datar dari titik acuan kemudian dinaikkan hingga batas pengurukan.

 

Hasil pemasangan patok untuk batas uruk tanah

 

Hasil Pemetaan Kontur

hasil pengukuran kontur technogis indonesia

Hasil Pemotretan Udara

hasil pengukuran kontur technogis indonesia

Portfolio Items