Perbandingan Software SIG Berbayar dan Open Source

Perbandingan Software SIG Berbayar dan Open Source – Sejauh yang kita tahu, SIG telah banyak berkembang. Saat ini, pengembangan software SIG telah banyak dilakukan oleh berbagai kalangan. terdapat berbagai macam produk perangkat lunak SIG yang sering kita jumpai, atau bahkan kita gunakan. Sebagian besar lebih familiar terhadap produk berbayar seperti ArcGIS. Memang software tersebut lebih dikenal masyarakat mengingat perusahaan ESRI (Environmental System Research Institute) lebih dulu mengenalkan software SIG dengan fitur yang lebih lengkap dibandingkan dengan software lain pada era nya. Namun beberapa tahun belakangan ini, software SIG open source sudah semakin sering dikembangkan. Meningkatnya kebutuhan akan penggunaan SIG menyebabkan pengembangan software open source menjadi sangat pesat. Salah satu software SIG open source yang masih terus berkembang dan banyak diminati masyarakat adalah QuantumGIS (QGIS). Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa perbedaan software berbayar  dan open source serta kelebihan dan kekurangannya? Berikut pemaparan singkat mengenai kedua software tersebut.

Perangkat Lunak SIG Berbayar

Dari sisi sistem pengembangan software, 

  1. Pengembangan software oleh tim pemograman pengembangan software pada suatu perusahaan. Pengembangan menggunakan manejemen dan perencanaan yang sangat baik dan terstruktur, hingga produk selesai dan dipasarkan kepada publik.
  2. Perusahaan memiliki wewenang yang mutlak, biasanya pengembangan software dibatasi, sehingga setelah produk dirilis, pengembangannya pun terbatas.
  3. Memiliki hak cipta Copyright, dimana perusahaan memiliki hak cipta mutlak dan dilindungi oleh hukum

Kelebihan :

  1. Memiliki kemampuan yang baik, seperti perangkat yang ditawarkan memiliki tool yang lengkap untuk menangani berbagai proses dan di buat seotomatis mungkin.
  2. Dapat mengolah data vektor maupun raster menggunakan satu perangkat, dengan proses yang bervariasi dan kompleks sekalipun.
  3. Fitur yang dibawa lengkap dan banyak, disamping itu interface yang diberikan menarik dan mudah untuk dioperasikan.

Kekurangan :

  1. Harga sangat mahal
  2. Lisensi yang diperoleh dari pembelian hanya terbatas untuk satu atau beberapa device saja.
  3. Jika ada bug pada perangkat, harus menunggu versi update oleh perusahaan sehingga tidak dapat teratasi dengan cepat.
  4. Biasanya software berbayar tidak selalu compatible dengan semua platform. Misalnya ArcGIS, belum mengeluarkan versi Linux.

Contoh aplikasi SIG berbayar adalah : ArcGIS, Global Mapper, MapInfo, ErMapper.

Perangkat Lunak SIG Open Source

Dari sisi sistem pengembangan software, 

  1. Pengembangan dapat dilakukan oleh siapapun, sedangkan suntikan dana diperoleh dari dana donasi, investor, maupun pribadi. Lisensinya terbuka, sehingga user dapat menggunakannya untuk apa saja.
  2. Pengembangan dilakukan oleh komunitas tertentu dan bersifat umum.
  3. Memiliki hak cipta Copyleft, dimana terdapat kebebasan dalam pendistribusian tanpa atau dengan perubahan.

Kelebihan

  1. Pengembangan di dukung oleh komunitas, sehingga ketika ada bug pada software akan segera di atasi.
  2. Software yang ditawarkan relatif lebih ringan, tools yang tersedia lebih sederhana, dan biasanya support di instal pada semua platform.
  3. Dapat digunakan pada banyak device, tidak bergantung pada lisensi terbatas.

Kekurangan

  1. Fitur yang ditawarkan tidak sebanyak atau secanggih perangkat berbayar.
  2. Tidak jarang banyak pengguna yang kebingungan ketika menggunakan perangkat open source untuk pertama kali, terlebih bagi pengguna yang sudah mencoba aplikasi berbayar sebelumnya.
  3. Biasanya pengolahan terbatas hanya di vektor atau raster saja. Walaupun ada beberapa perangkat open source (seperti QGIS)  yang dapat digunakan untuk mengolah kedua jenis data, namun biasanya masih terfokus ke salah satu (pengolahan vektor lebih stabil dan baik dibandingkan tool raster atau sebaliknya).
  4. Pengguna harus aktif, ketika tool untuk mengeksekusi tidak tersedia, maka harus mencari informasi mengenai ekstensi yang dibutuhkan dan menginstalnya pada perangkat open source

Contoh aplikasi open source : QuantumGIS, MapWindow,

Nah, bagaimana??sudah lebih paham dengan perbedaan keduanya??

Mungkin untuk lebih memahaminya, sebaiknya kita mencoba untuk belajar mengoperasikannya sehingga lebih paham mengenai perbedaan keduanya. Terdapat beberapa tutorial yang bisa kita coba untuk mengeksplor lebih jauh mengenai salah satu software tersebut, klik  Tutorial Pengolahan Dasar dengan QuantumGIS.

Pemilihan software mana yang akan digunakan kembali ke masing-masing individu. Pertimbangan yang diperlukan adalah sejauh mana kita akan menggunakan SIG, apabila untuk pemrosesan ringan atau membuat analisis yang dirasa tidak begitu kompleks, bisa dilakukan dengan memilih software open source. Namun, kembali lagi kepada kebutuhan, dan kenyamanan dalam mengoperasikan SIG, tidak ada salahnya memilih software berbayar untuk memudahkan dalam mengaplikasikan SIG untuk kebutuhan kita.

Apakah anda tertarik untuk mempelajari atau mengeksplor lebih jauh mengenai SIG dengan menggunakan ArcGIS?Anda bisa bergabung dengan pelatihan SIG Dasar atau SIG Lanjut yang diselenggarakan oleh TechnoGIS Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silahkan kunjungi website TechnoGIS Indonesia .