Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS Geodetic

Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS Geodetic –  Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS Geodetic merupakan pendekatan yang menggunakan sistem satelit navigasi global (GNSS) seperti GPS untuk pemetaan geodetik. Dengan memanfaatkan sinyal satelit, metode ini memungkinkan penentuan posisi dan koordinat titik dengan akurasi tinggi. Prosesnya melibatkan perencanaan survei, pengukuran menggunakan penerima GNSS, pengolahan data, koreksi data, integrasi dengan sistem referensi geospasial, analisis, dan dokumentasi.

Metode ini digunakan dalam pemetaan tanah, infrastruktur, konstruksi, dan hidrografi. Keunggulannya adalah akurasi yang tinggi dan cakupan area yang luas. Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS Geodetic menjadi pilihan utama dalam pemetaan geodetik modern.

Rekomendasi Pelatihan GIS : Pelatihan Drone Pemetaan 

Pengukuran GPS Geodetik

Pengukuran GPS geodetik adalah proses penggunaan sistem satelit navigasi global (GPS) untuk mengukur posisi dan koordinat titik dengan tingkat akurasi tinggi dalam pemetaan geodetik. Pengukuran ini melibatkan penerima GPS yang menerima sinyal dari satelit GPS yang berada di orbit Bumi. Penerima GPS menghitung jarak dari titik pengukuran ke setidaknya empat satelit GPS yang terlihat, dan dengan menggunakan metode trilaterasi atau multilaterasi, koordinat titik tersebut dapat ditentukan.

Pengukuran GPS geodetik memanfaatkan informasi waktu dan posisi satelit GPS yang akurat untuk menghasilkan hasil pengukuran yang presisi. Data GPS yang diperoleh kemudian diproses dan dianalisis menggunakan perangkat lunak khusus untuk menghitung dan mereferensikan posisi dan koordinat titik dengan sistem koordinat geodetik yang relevan.

Pengukuran GPS geodetik memiliki banyak aplikasi, termasuk pemetaan tanah, pemetaan infrastruktur, pemantauan deformasi tanah, dan pemetaan perubahan tingkat laut. Tingkat akurasi yang tinggi dan kemampuan untuk mencakup area yang luas menjadikan pengukuran GPS geodetik menjadi metode yang sangat berguna dalam pemetaan geodetik modern.

 

Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS GEODETIC

 

Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS GEODETIC

Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS GEODETIC

 

Metode Survey Pemetaan GNSS/GPS Geodetic adalah metode yang menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) atau sistem satelit navigasi global, seperti GPS (Global Positioning System), untuk melakukan pemetaan geodetik. Metode ini memanfaatkan sinyal yang dikirimkan oleh satelit GNSS yang ada di orbit Bumi untuk menentukan posisi dan koordinat suatu titik dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan dalam metode survey pemetaan GNSS/GPS Geodetic:

  1. Perencanaan : Menentukan tujuan survei, lokasi titik kontrol, jumlah dan penempatan penerima GNSS, serta interval pengukuran yang diperlukan.
  2. Pengukuran : Menggunakan penerima GNSS yang terhubung dengan beberapa satelit GNSS untuk mengukur sinyal yang diterima. Pengukuran dilakukan pada titik kontrol yang telah ditentukan.
  3. Pengolahan Data: Data yang dihasilkan dari penerima GNSS direkam dan diproses menggunakan perangkat lunak pemrosesan GNSS. Data yang diukur dianalisis untuk menghitung posisi dan koordinat titik kontrol dengan presisi tinggi.
  4. Koreksi Data: Data yang dihasilkan dari pengukuran GNSS sering kali memerlukan koreksi untuk menghilangkan kesalahan sistemik dan gangguan atmosfer. Koreksi ini dapat diterapkan menggunakan data referensi yang dikumpulkan dari stasiun referensi GNSS yang terdistribusi.
  5. Integrasi dengan Sistem Referensi Geospasial: Hasil pengukuran GNSS diintegrasikan dengan sistem referensi geospasial yang lebih luas, seperti sistem koordinat geodetik yang digunakan di wilayah tertentu.
  6. Analisis dan Interpretasi: Hasil pengukuran GNSS dianalisis dan diinterpretasikan untuk memahami hubungan spasial antara titik kontrol yang diukur dan objek atau fitur lainnya di area pemetaan.
  7. Dokumentasi: Hasil survei dan data yang diperoleh direkam dan didokumentasikan dengan baik, termasuk koordinat, tingkat akurasi, serta informasi lain yang relevan.

Metode survey pemetaan  Geodetic ini sangat berguna dalam banyak aplikasi seperti pemetaan tanah, pemetaan infrastruktur, survei konstruksi, pemetaan hidrografi, dan banyak lagi. Tingkat akurasi yang tinggi dan kemampuan untuk mencakup area yang luas membuat metode ini menjadi pilihan yang populer dalam pemetaan geodetik modern.

 

Kenapa Memilih Pengukuran GPS Geodetik/GNSS? 

Ada beberapa kelebihan yang didapatkan dari pengukuran menggunakan GPS Geodetik yang bisa dipilih menjadi metode pengukuran utama untuk pemetaan, diantaranya adalah

  1. Akurasi Tinggi : Pengukuran GNSS/GPS geodetik dapat memberikan tingkat akurasi yang sangat tinggi dalam menentukan posisi dan koordinat titik. Dengan menggunakan sinyal satelit yang presisi, metode ini dapat menghasilkan hasil pengukuran dengan ketepatan yang tinggi.
  2. Cakupan Luas: GNSS/GPS geodetik memungkinkan pengukuran yang meliputi area yang luas. Dengan menerima sinyal dari beberapa satelit, metode ini dapat mencakup wilayah yang lebih besar dibandingkan dengan metode tradisional.
  3. Efisiensi Waktu: Dalam pengukuran GNSS/GPS geodetik, proses pengumpulan data dapat dilakukan dengan cepat. Satelit GPS yang tersedia secara global memungkinkan pengukuran dilakukan tanpa memerlukan penempatan titik kontrol secara manual.
  4. Fleksibilitas: GNSS/GPS geodetik dapat digunakan dalam berbagai jenis pemetaan geodetik, termasuk pemetaan tanah, infrastruktur, konstruksi, hidrografi, dan lainnya. Metode ini dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan survei yang berbeda.
  5. Pemantauan Dinamis: Selain pengukuran statis, GNSS/GPS geodetik juga memungkinkan pemantauan dinamis yang dapat mendeteksi perubahan posisi dan deformasi tanah secara real-time. Hal ini berguna dalam pemantauan pergerakan tanah, perubahan ketinggian permukaan laut, dan aktivitas geodetik lainnya. [baca : survey oceanografi
  6. Integrasi Data: Data GNSS/GPS geodetik dapat dengan mudah diintegrasikan dengan sistem referensi geospasial yang lebih luas. Hal ini memungkinkan koordinat dan hasil pengukuran dapat disesuaikan dengan sistem koordinat yang digunakan secara regional atau nasional.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, pengukuran dengan GNSS/GPS geodetik memberikan keakuratan, efisiensi, dan fleksibilitas yang tinggi dalam pemetaan geodetik modern.

 

Cari GPS Geodetic/GNSS? Semua Ada di Techno GIS Indonesia!

Sedang mencari GPS Geodetik yang akan membantu proyek Anda? bisa menggunakan GPS Geodetik dari Techno GIS Indonesia. GPS Geodetik yang cukup presisi dalam pengukurannya dengan akurasi data dibawah 5 cm. Memiliki daya pakai sampai 12 jam dan penggunaan yang mudah karena bisa dihubugkan dengan Aplikasi GIS Survey.  

gnss / gps geodetik

gnss / gps geodetik

 

 

GNSS Geodetik EQ1 menggunakan GNSS Receiver yang memiliki alur kerja tergolong cukup mudah untuk user dengan menggunakan aplikasi GIS Survey dari Android controller. Cek tentang harga, spesifikasi dan lainya di Equator GNSS EQ1 RTK .

Selain itu untuk kebutuhan waktu singkat, Anda juga bisa sewa GPS Geodetik jogja murah di Techno GIS Indonesia, kami menyediakan banyak produk dan seri GPS Geodetic sesuai kebutuhan Anda. Untuk informasi biaya dan juga merk/seri GPS Geodetic yang tersedia bisa langsung hubungi tim marketing kami.

Kontak Technogis

Kontak Technogis

 

Jika ingin lebih simpel bisa menggunaan layanan jasa survey pemetaan geodetik/gnss dari Techno GIS, layanan dengan surveyor yang profesional dan berpengalaman sehingga Anda bisa langsung dapat data siap jadi dari hasil pemetaan.

 

 

Perbandingan Software SIG Berbayar dan Open Source

Perbandingan Software SIG Berbayar dan Open Source – Sejauh yang kita tahu, SIG telah banyak berkembang. Saat ini, pengembangan software SIG telah banyak dilakukan oleh berbagai kalangan. terdapat berbagai macam produk perangkat lunak SIG yang sering kita jumpai, atau bahkan kita gunakan. Sebagian besar lebih familiar terhadap produk berbayar seperti ArcGIS.

Memang software tersebut lebih dikenal masyarakat mengingat perusahaan ESRI (Environmental System Research Institute) lebih dulu mengenalkan software SIG dengan fitur yang lebih lengkap dibandingkan dengan software lain pada era nya. Namun beberapa tahun belakangan ini, software SIG open source sudah semakin sering dikembangkan.

Meningkatnya kebutuhan akan penggunaan SIG menyebabkan pengembangan software open source menjadi sangat pesat. Salah satu software SIG open source yang masih terus berkembang dan banyak diminati masyarakat adalah QuantumGIS (QGIS). Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa perbedaan software berbayar  dan open source serta kelebihan dan kekurangannya? Berikut pemaparan singkat mengenai kedua software tersebut.

Rekomendasi Pelatihan : Pelatihan Web GIS Dasar 

Perangkat Lunak SIG

Perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografis) adalah jenis perangkat lunak yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis. Perangkat lunak SIG memungkinkan pengguna untuk bekerja dengan data spasial, seperti peta, citra satelit, data geografis, dan atribut terkait. Perangkat lunak SIG digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pemetaan, pemodelan lingkungan, perencanaan kota, pengelolaan sumber daya alam, pemantauan cuaca, analisis demografi, dan banyak lagi.

artikel terkait : 

>> Mengenal Apa Saja Manfaat SIG di Bidang Transportasi

>> 5 Contoh Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan yang Dapat Diaplikasikan 

>> Pemanfaatan SIG untuk Mitigasi Bencana Alam di Indonesia 

 

Quantum GIS | Sumber : Wikipedia

contoh software sig | Quantum GIS | Sumber : Wikipedia

 

Perangkat Lunak SIG Berbayar

Dari sisi sistem pengembangan software: 

  1. Pengembangan software oleh tim pemograman pengembangan software pada suatu perusahaan. Pengembangan menggunakan manejemen dan perencanaan yang sangat baik dan terstruktur, hingga produk selesai dan dipasarkan kepada publik.
  2. Perusahaan memiliki wewenang yang mutlak, biasanya pengembangan software dibatasi, sehingga setelah produk dirilis, pengembangannya pun terbatas.
  3. Memiliki hak cipta Copyright, dimana perusahaan memiliki hak cipta mutlak dan dilindungi oleh hukum

Kelebihan :

  1. Memiliki kemampuan yang baik, seperti perangkat yang ditawarkan memiliki tool yang lengkap untuk menangani berbagai proses dan di buat seotomatis mungkin.
  2. Dapat mengolah data vektor maupun raster menggunakan satu perangkat, dengan proses yang bervariasi dan kompleks sekalipun.
  3. Fitur yang dibawa lengkap dan banyak, disamping itu interface yang diberikan menarik dan mudah untuk dioperasikan
  4. Keamanan terjamin, untuk bisa dipublikasikan software SIG berbayar perlu melewati berbagai macam tes keamanan sehingga bisa memastikan bahwa software yang dimilikinya cukup aman
  5. Integrasi dengan perangkat lain, beberapa software SIG berbayar dirancang agar bisa digunakan dengan intergrasi perangkat lain misalnya saja integrasi dengan perangkat keras GPS
  6. Dokumentasi dan pembelajaran, perangkat lunak SIG berbayar menyediakan banyak panduan yang dapat diakses dengan bebas khusus pelanggannya.

Kekurangan :

  1. Harga sangat mahal
  2. Lisensi yang diperoleh dari pembelian hanya terbatas untuk satu atau beberapa device saja.
  3. Jika ada bug pada perangkat, harus menunggu versi update oleh perusahaan sehingga tidak dapat teratasi dengan cepat.
  4. Biasanya software berbayar tidak selalu compatible dengan semua platform. Misalnya ArcGIS, belum mengeluarkan versi Linux.

Contoh aplikasi SIG berbayar adalah : ArcGIS, Global Mapper, MapInfo, ErMapper.

 

remote sensing untuk mitigasi bencana

remote sensing untuk mitigasi bencana

 

Perangkat Lunak SIG Open Source

Dari sisi sistem pengembangan software, 

  1. Pengembangan dapat dilakukan oleh siapapun, sedangkan suntikan dana diperoleh dari dana donasi, investor, maupun pribadi. Lisensinya terbuka, sehingga user dapat menggunakannya untuk apa saja.
  2. Pengembangan dilakukan oleh komunitas tertentu dan bersifat umum.
  3. Memiliki hak cipta Copyleft, dimana terdapat kebebasan dalam pendistribusian tanpa atau dengan perubahan.

Kelebihan

  1. Pengembangan di dukung oleh komunitas, sehingga ketika ada bug pada software akan segera di atasi.
  2. Software yang ditawarkan relatif lebih ringan, tools yang tersedia lebih sederhana, dan biasanya support di instal pada semua platform.
  3. Dapat digunakan pada banyak device, tidak bergantung pada lisensi terbatas
  4. Siapapun bisa menggunakan perangkat lunak SIG open sources karena bisa di download dan dikembangkan dengan bebas

Kekurangan

  1. Fitur yang ditawarkan tidak sebanyak atau secanggih perangkat berbayar.
  2. Tidak jarang banyak pengguna yang kebingungan ketika menggunakan perangkat open source untuk pertama kali, terlebih bagi pengguna yang sudah mencoba aplikasi berbayar sebelumnya.
  3. Biasanya pengolahan terbatas hanya di vektor atau raster saja. Walaupun ada beberapa perangkat open source (seperti QGIS)  yang dapat digunakan untuk mengolah kedua jenis data, namun biasanya masih terfokus ke salah satu (pengolahan vektor lebih stabil dan baik dibandingkan tool raster atau sebaliknya).
  4. Pengguna harus aktif, ketika tool untuk mengeksekusi tidak tersedia, maka harus mencari informasi mengenai ekstensi yang dibutuhkan dan menginstalnya pada perangkat open source

Contoh aplikasi open source : QuantumGIS, MapWindow.

 

Dasar Pemilihan Software SIG

Entah berbayar ataupun gratis, software SIG memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan software SIG open sources yang gratis banyak yang memiliki kualitas baik juga populer sehingga banyak digunakan dan memenuhi kebutuhan Anda. Dalam pemilihannya antara software berbayar dan gratis, didasarkan pada kebutuhan pengguna, budget yang dimiliki dan juga kenyamanan masing-masing pengguna.

 

Jadi, Software Mana yang Anda Pilih?

Mungkin untuk lebih memahaminya, sebaiknya kita mencoba untuk belajar mengoperasikannya sehingga lebih paham mengenai perbedaan keduanya. Terdapat beberapa tutorial yang bisa dipelajari dari berbagai sumber untuk mengeksplor lebih jauh mengenai salah satu software tersebut.

Pemilihan software mana yang akan digunakan kembali ke masing-masing individu. Pertimbangan yang diperlukan adalah sejauh mana kita akan menggunakan SIG, apabila untuk pemrosesan ringan atau membuat analisis yang dirasa tidak begitu kompleks, bisa dilakukan dengan memilih software open source. Namun, kembali lagi kepada kebutuhan, dan kenyamanan dalam mengoperasikan SIG, tidak ada salahnya memilih software berbayar untuk memudahkan dalam mengaplikasikan SIG untuk kebutuhan kita.

Kontak TechnogisKontak Technogis

 

Apakah anda tertarik untuk mempelajari atau mengeksplor lebih jauh mengenai SIG dengan menggunakan ArcGIS dan software gis lainya?Anda bisa bergabung dengan pelatihan SIG Dasar atau pelatihan SIG Lanjut yang diselenggarakan oleh TechnoGIS Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silahkan kunjungi website TechnoGIS Indonesia atau menghubungi kontak Techno GIS berikut ini.

Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus

Manfaat Remote Sensing Untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus – Negara Indonesia adalah suatu negara yang memiliki SDA yang melimpah, letak Indonesia berada pada garis khatulistiwa yang mana menyimpan berbagai jenis ancaman seperti kerusakan, jenis bencana alam yang sering terjadi itu misalnya tanah longsor,banjir serta gempa bumi. Lalu apa itu remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus? Simak artikel berikut ini 

 

remote sensing untuk mitigasi bencana

remote sensing untuk mitigasi bencana

 

Pentingnya Mitigasi Bencana  

Mitigasi Bencana itu merupakan suatu jenis upaya yang dilakukan untuk memberikan suatu bentuk pelatihan dan suatu bentuk upaya untuk dapat mengurangi terjadinya suatu bencana langkahnya seperti melakukan suatu pembangunan infrastruktur yang ada pada suatu daerah yang berpotensi rawan terhadap bencana alam, selain itu setiap objek yang ada khususnya yang berada didaerah yang mampu untuk mendeteksi fenomena yang ada, biasanya hal ini bergantung pada resolusi seperti spasial,spektral,radiometrik.

Perlu Anda ketahui bahwasannya bencana alam yang terjadi itu erat kaitannya dengan proses  geologi yang mana telah melibatkan jenis material batuan. Namun untuk mengatasi hal ini terdapat citra penginderaan jauh, yang berfungsi untuk melakukan pemetaan pada bagian bencana yang mempengaruhi. Hal ini sangat penting karena dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan akibat bencana yang ada. 

 

Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana

Remote sensing adalah teknologi yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang objek atau fenomena di permukaan Bumi tanpa harus berada langsung di lokasi tersebut. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sensor yang terletak di pesawat udara atau satelit untuk mengambil citra atau data lainnya tentang permukaan Bumi.

Dalam konteks mitigasi bencana, remote sensing memiliki peran penting dalam memantau dan mengumpulkan informasi tentang kondisi geografis, lingkungan, dan perubahan yang terjadi di wilayah yang rentan terhadap bencana seperti gempa bumi dan gunung meletus.

 artikel terkait :  Definisi, Komponen dan Manfaat Remote Sensing

Bagaimana Penggunaan Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi & Gunung Meletus 

Remote sensing membantu proses mitigasi bencana gunung meletus dengan memberikan informasi penting tentang aktivitas vulkanik, pemantauan deformasi gunung berapi, pemetaan zona-zona bahaya, dan pemantauan aliran piroklastik dan lahar.

Berikut adalah beberapa cara di mana remote sensing mendukung mitigasi bencana gunung meletus:

1. Pemantauan aktivitas vulkanik

Remote sensing dapat mendeteksi aktivitas vulkanik melalui pengamatan citra satelit. Sensor yang dipasang di satelit dapat mengidentifikasi emisi gas vulkanik dan asap yang terkait dengan aktivitas vulkanik. Informasi ini sangat penting untuk memantau kegiatan gunung berapi secara real-time, sehingga memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil tindakan pencegahan dan evakuasi dini.

2. Pemantauan deformasi gunung berapi

Remote sensing memungkinkan pemantauan deformasi gunung berapi dengan menggunakan metode interferometri radar. Teknologi ini dapat mengukur perubahan bentuk dan pergerakan massa yang terjadi di sekitar gunung berapi. Data ini memberikan informasi penting tentang potensi letusan gunung berapi dan memungkinkan peneliti untuk memodelkan pola deformasi untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.

3. Pemetaan zona-zona bahaya vulkanik

Remote sensing digunakan untuk memetakan zona-zona bahaya vulkanik dengan akurasi yang tinggi. Citra satelit dan data sensor lainnya memungkinkan identifikasi dan pemetaan pola arus piroklastik, aliran lava, dan wilayah yang berpotensi terkena dampak letusan. Informasi ini sangat berharga dalam perencanaan evakuasi dan penentuan wilayah yang perlu dihindari saat gunung meletus.

4. Pemantauan aliran piroklastik dan lahar

Remote sensing dapat mendeteksi dan memantau aliran piroklastik dan lahar yang terjadi selama letusan gunung berapi. Citra satelit dan sensor lainnya dapat memberikan informasi tentang pergerakan material vulkanik dan mengidentifikasi daerah yang berisiko tinggi terkena aliran tersebut. Data ini dapat digunakan untuk memperingatkan penduduk setempat dan memandu tindakan evakuasi.

Dengan menggunakan teknologi remote sensing, para ahli dan pihak berwenang dapat memantau dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk memahami dan merespons ancaman yang terkait dengan gunung meletus. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mitigasi bencana, perencanaan evakuasi, dan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam melindungi penduduk yang tinggal di dekat gunung berapi.

 

5 Contoh Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan yang Dapat Diaplikasikan 

 

Kelebihan Menggunakan Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana

Dibandingkan dengan metode lain, penggunaan remote sensing untuk mitigasi bencana memiliki beberapa kelebihan tersendiri. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Pemantauan secara luas dan real-time

Remote sensing memungkinkan pemantauan wilayah yang luas secara efisien dan akurat. Citra satelit atau data yang dihasilkan dapat mencakup area yang luas, sehingga memungkinkan penelitian dan pemantauan secara menyeluruh.

2. Deteksi dini dan pemodelan

Dengan menggunakan remote sensing, perubahan geologis, deformasi permukaan, atau aktivitas vulkanik dapat dideteksi lebih awal. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk memodelkan potensi kerusakan atau bahaya yang terkait dengan bencana tersebut.

3. Informasi spasial yang detail

Teknologi remote sensing dapat memberikan informasi spasial yang detail tentang topografi, vegetasi, suhu permukaan, dan parameter lainnya yang relevan dalam mitigasi bencana. Hal ini memungkinkan analisis yang lebih baik tentang zona-zona bahaya atau daerah yang berisiko tinggi.

4. Analisis perubahan temporal

Dengan menggunakan serangkaian citra yang diambil dari waktu ke waktu, remote sensing memungkinkan analisis perubahan temporal. Ini membantu dalam memantau perubahan yang terjadi seiring waktu, seperti pergeseran lempeng tektonik atau perubahan perilaku gunung berapi, sehingga memungkinkan respons yang lebih cepat dalam mitigasi bencana.

5. Pemetaan dan pemodelan bahaya

Remote sensing dapat digunakan untuk pemetaan dan pemodelan zona-zona bahaya, seperti pemetaan zona gempa atau pemodelan arus piroklastik. Informasi ini sangat berharga dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengambilan keputusan.

Dalam keseluruhan, remote sensing memberikan kemampuan untuk memperoleh data yang luas, akurat, dan aktual tentang wilayah yang rentan terhadap bencana. Hal ini memungkinkan para ahli dan pembuat kebijakan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam mitigasi bencana dengan lebih efektif.

 

Kesimpulan 

Mitigasi bencana bisa dilakukan dengan lebih terarah dengan bantuan teknologi remote sensing. Berkat teknologi ini proses mitigasi bisa dilakukan secara terukur dan dilakukan lebih praktis. Kita bisa melihat dan memantau keadaan daerah terdampak bencana tanpa harus kontak langsung. Jika daerah Anda membutuhkan perhatian lebih karena terdampak bencana atau memiliki resiko tinggi terdampak bencana, bisa menggunakan layanan pemetaan remote sensing dari Techno GIS Indonesia.

Layanan pemetaan Indonesia yang siap membantu proyek Anda dengan sepenuh hati, segera konsultasikan kebutuhan Anda dengan Techno GIS Indonesia dan dapatkan opsi terbaiknya.

Sekian informasi hari ini tentang Remote Sensing untuk Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Meletus, semoga bermanfaat!

Kontak Technogis

Kontak Technogis

Read more