Pemetaan Area Pertambangan Menggunakan Nivo VTOL V2

Pemetaan Area Pertambangan Menggunakan Nivo VTOL V2Pengelolaan kawasan sumber daya alam yang termasuk juga industri pertambangan dan migas memerlukan informasi geospasial. Peran informasi geospasial dalam tahap eksplorasi dan reklamasi kawasan pertambangan mampu memberikan hasil yang lebih efisien dalam waktu dan pembiayaan serta akurasi yang baik.

Teknologi penginderaan jauh sebagai salah satu teknik dalam pengumpulan informasi geospasial mampu memberikan hasil berupa citra foto yang tajam, topografi, dan model elevasi digital. Selain hasil tersebut, turunan dari data tersebut dapat diperoleh guna mendapatkan informasi tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Informasi tambahan seperti informasi kelerengan, tutupan lahan, sebaran lokasi galian, mengukur volume, dan sebagainya dapat diperoleh melalui pengolahan data yang dilakukan di studio.

 

Penginderaan Jauh Menggunakan Pesawat Tanpa Awak (UAV)

Pemetaan menggunakan pesawat tanpa awak (UAV), memiliki kelebihan dan alasan tersendiri. Dibandingkan dengan penggunaan media lainya. Hal ini karena perekaman menggunakan UAV dinilai lebih fleksibel dan memperpendek waktu.

Hal ini didukung dengan beberapa teori seperti di bawah ini

Penginderaan jauh memiliki peran penting dalam bidang keilmuan, yaitu digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dengan perekaman respon spektral obyek (John R. Jensen 2007).

Sistem penginderaan jauh baik citra satelit maupun foto udara format standar memiliki ketidakmampuan dalam merekam area yang relatif kecil, waktu perekaman yang kurang fleksibel, dan biaya yang tinggi (Rango, et al, 2009 dalam Iqbal, Lucieer, dan Barry 2018).

Keterbatasan tersebut dapat digantikan oleh sistem foto udara format kecil dengan wahana pesawat tanpa awak, terutama pada area kecil yang harus dimonitor seperti pertanian dan perkebunan (Harwin & Lucieer, 2012 dalam Iqbal, Lucieer, dan Barry 2018).

Wahana pesawat udara tanpa awak atau sering disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dapat dikendalikan dari jarak jauh yang digunakan untuk mengidentifikasi objek di permukaan bumi.

Kamera digital bisa dipasangkan pada badan pesawat sebagai alat pendukung dalam sistem pemetaan dengan foto udara.

UAV dapat menyediakan kebutuhan kawasan industri pertambangan seperti informasi citra foto. Dimana informasi ini sangat dibutuhkan dalam masa awal pembukaan kawasan industri pertambangan. Untuk kemudian citra foto digunakan untuk analisis identifikasi objek di kawasan industri.

Menggunakan UAV hal ini bisa dilakukan dengan cepat dan efisien.

 

Pemetaan Area Pertambangan Menggunakan Nivo Vtol V2

Pemotretan udara menggunakan UAV NIVO VTOL V2 PPK memerlukan perencanaan misi terbang yang baik. Pertimbangan yang dibutuhkan dalam perencanaan meliputi resolusi spasial atau ukuran piksel foto udara, objek yang berada di lapangan, kondisi relief/topografi, objek penghalang, kondisi cuaca dan angin, serta lokasi lepas landas wahana.

Pertimbangan tersebut akan mempengaruhi rencana misi terbang UAV terutama faktor endlap dan sidelap. Kedua faktor tersebut akan mempengaruhi jumlah dan kerapatan frame foto dalam jalur misi terbang, sehingga akan mempengaruhi kualitas foto udara yang dihasilkan.

VTOL PPK 2

Gambar UAV NIVO VTOL V2 PPK | By : Technogis Indonesia

NIVO VTOL V2 PPK dilengkapi dengan kamera Sony a5100 yang memiliki resolusi kamera 24Mp sehingga estimasi hasil foto udara yang dihasilkan ketika terbang pada ketinggian 300 m diatas permukaan tanah memiliki ukuran piksel sebesar 6- 8cm/piksel.

NIVO VTOL V2 PPK memiliki kemampuan jelajah sejauh ±35 km dengan radius sejauh 15 km dari GCS (Ground Control Station) dan dapat meliput area seluas ± 350ha dalam sekali misi terbang pada ketinggian terbang 300 m diatas permukaan tanah.

Untuk meliput area seluas 584ha maka setidaknya diperlukan 2 hingga 3 kali misi terbang, hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbang yang telah disebutkan sehingga kegiatan di lapangan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Dengan banyak kelebihannya ini, NIVO VTOL V2 mulai dikenal dan digunakan untuk kebutuhan pemetaan.

Nivo VTOL V2 ini bisa Anda dapatkan di Techno GIS Indonesia. Biaya sudah termasuk pelatihan, box dan kit pengoperasian.

 

Pengolahan Data dan Foto Udara

Proses selanjutnya setelah melakukan perekaman gambar menggunakan UAV VTOL adalah pengolahan data dan foto udara. Dimana pada tahapan ini dilakukan geotagging untuk memberikan informasi koordinat pada setiap frame yang dihasilkan.

Selanjutnya pengolahan ini menggunakan software Agisoft Metashape. Untuk kemudian hasil yang didapatkan setelah pengolahan data adalah Digital Elevation Model, Orthomosaic, dan Contour. Data tersebut dapat diturunkan menjadi berbagai macam informasi yang berguna untuk mendukung berbagai sektor pekerjaan.

Peta orthomosaic

Peta orthomosaic | Sumber : Techno GIS Indonesia

 

Jasa survey pemetaan : Techno GIS Indonesia

Membutuhkan pemetaan untuk mendukung proyek lapangan Anda? Bisa banget menggunakan jasa survey pemetaan dari Techno GIS Indonesia.

Layanan geospasial Indonesia yang memberikan layanan survey untuk Anda, seperti Jasa survey oseanografi, jasa survey geolistrik, pemetaan foto udara dan pemetaan lidar juga lainya.

Jika ingin belajar lebih dalam mengenai ilmu spasial juga bisa banget belajar bersama Techno GIS. Ada banyak bidang materi yang bisa Anda pelajari mulai dari pelatihan gis dasar, webgis sampai dengan pelatihan pemetaan drone.

profesional drone product

Profesional Drone Product By Technogis Indonesia

Pelatihan ini bersertifikat dan tentu saja bisa mendukung pekerjaan Anda, jika Anda banyak bekerja dalam bidang yang membutuhkan ilmu spasial seperti pertambangan, perkebunan dan lainya.

Itulah penjelasan hari ini tentang Pemetaan Area Pertambangan Menggunakan Nivo VTOL V2, semoga bermanfaat!

Cara Membuat Kontur Di Arcgis

Cara Membuat Kontur Di Arcgis – Garis kontur adalah sebuah garis yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama dari suatu acuan bidang tertentu. Titik-titik yang disediakan mengandung informasi sederhana seperti koordinat dan ketinggian tempat, informasi titik tersebut dapat diperoleh dengan sederhana menggunakan GPS.

Nah di menggunakan software Arcgis, kita sangat bisa untuk membuat garis kontur. Berikut adalah langkah yang bisa Anda ikuti.

 

Membuat Kontur di ArcGIS

Seperti yang kita tuliskan di atas, garis kontur adalah garis khayal yang menghubungkan beberapa titik lokasi yang memiliki ketinggian yang sama.

Garis kontur ini perlu dibuat karena digunakan sebagai dasar dalam pembuatan peta kemiringan lahan maupun pembuatan peta 3 dimensi.

Baca : Manfaat Lidar Untuk Pemetaan Topografi

Cara Membuat Kontur Di Arcgis

Untuk membuat kontur ikuti langkah di bawah ini :

  1. Buka software ArcGis lalu add data folder yang akan digunakan
  2. File yang belum memiliki proyeksi UTM maka perlu diproyeksikan dengan cara klik ArcToolbox > Management Tools > Projection and Transformation > Define Project
    Cara Membuat Kontur Di Arcgis
  3. Input file point lalu pilih system coordinate system UTM 49S, karena kita menggunakan peta wilayah Yogyakarta yang berada di bagian selatan maka UTM nya 49S
  4. Untuk membuat garis kontur, buat terlebih dahulu raster yang merupakan interpolasi ketinggian dari titik-titik yang sudah diketahui ketinggianya dengan menggunakan IDW.
    Klik ArcToolbox > Raster Interpolation > IDW. Isikan pada jendela seperti di bawah ini
    membuat garis kontur
    Hasil IDW berupa data Raster dimana terdapat informasi mengenai ketinggian yang diperoleh dari hasil interpolasi antar titik yang diketahui ketinggiannya. Data ini akan kita ubah menjadi garis kontur.
  5. Untuk mengubah data IDW menjadi garis kontur dengan cara klik ArcToolbox > 3D Analyst Tools > Raster Surface > Contour. Isikan seperti jendela dibawah ini,pilih interval kontur sesuai kebutuhan.
    mengubah data IDW menjadi garis kontur
  6. Selanjutnya potong garis kontur yang sudah dibuat dengan lokasi kajian, caranya klik ArcToolbox > Analysis tool > Extract > Clip.
    Cara Membuat Kontur Di Arcgis
  7. Kemudian masukkan input features garis kontur yang sudah dibuat dan clip features lokasi kajian klik ok dan hasilnya seperti gambar dibawah
    cara input features garis kontur

Seperti yang diketahui, kondisi permukaan bumi bukanlah sebuah bidang datar. Itulah yang menyebabkan peta memiliki garis kontur untuk menggambarkan topologi permukaan bumi. Garis kontur sendiri terbentuk karena menghubungkan titik-titik lokasi yang memiliki ketinggian elevasi yang sama.

Baca : Pemanfaatan SIG untuk Mitigasi Bencana Alam di Indonesia

Belajar GIS di Techno GIS Indonesia

Ingin mengetahui informasi dan mempelajari lebih dalam tentang ilmu Geospasial atau GIS? bisa banget mengikuti pelatihan GIS bersama Techno GIS Indonesia.

Ada banyak bidang GIS yang bisa kamu pelajari bersama kami. Mulai dari GIS Basic atau dasar sampai dengan advance.

Selain itu jika mencari jasa survey pemetaan atau layanan Survey Geospasial juga bisa langsung menghubungi tim marketing Techno GIS. Ada banyak layanan yang bisa kamu Anda gunakan untuk melancarkan proyek Anda!

sekian informasi hari ini tentang Cara Membuat Kontur Di Arcgis semoga bermanfaat!

Manfaat Lidar Untuk Pemetaan Topografi

Manfaat Lidar Untuk Pemetaan Topografi– Pemetaan topografi adalah pemetaan yang bertujuan untuk mengetahui gambar permukaan bumi. Dimana proses pemetaan ini bisa menggunakan beberapa cara, salah satunya adalah menggunakan Lidar atau Light Detection and ranging.

Jika sebelumnya proses pemetaan topografi ini ramai menggunakan drone pada era 2016 an maka di tahun 2022 ini pemetaan sudah jauh berkembang dimana banyak orang yang melakukan survey topografi menggunakan LiDar.

Ternyata LiDar memberikan banyak kelebihan jika dibandingkan dengan pemetaan menggunakan drone. Salah satu alasan utamanya adalah tentang keakuratan hasil yang diberikan LiDar lebih bagus dibandingkan dengan penggunaan drone.

Mari kita bahas bersama di ulasan berikut ini

 

Teknologi Lidar

Sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai LiDar pada ulasan sebelumya. Namun tidak ada salahnya jika kita bahas secara singkat lagi di ulasan hari ini. Untuk memberikan gambaran bagaimana lidar itu.

Lidar (Light Detection and Ranging) adalah teknologi yang membantu kita untuk mendeteksi objek menggunakan sinar laser. Dimana lidar memiliki prinsip penghitungan jarak menggunakan waktu pemantulan sinar laser yang ia tembakkan ke permukaan objek untuk kembali lagi.

Pun lidar juga merupakan teknologi yang cukup unik dalam survey topografi dimana ia bisa menembus kanopi pohon sehingga data yang permukaan bumi secara spesifik bisa diperoleh.

Untuk itulah banyak yang menggunakan Lidar untuk survey topografi di beberapa project, karena ia bisa memberikan hasil yang jauh lebih akurat daripada proses pemetaan konvensional menggunakan drone saja.

Baca Artikel Tentang : Topografi : Penjelasan dan Fungsinya

 

Manfaat Lidar untuk Pemetaan Topografi

Lidar bisa menyajikan objek 3D atau tiga dimensi untuk permukaan yang ditargetkan, dimana dari hasil informasi 3D ini pengguna bisa mendapatkan output berupa tinggi tajuk, kepadatan vegerasi sampai dengan gambaran objek lain.

Hasil informasi 3D ini juga banyak dikenal dengan titik awal atau cloud point.

Manfaat Lidar untuk Pemetaan topografi

Dalam survey topografi, lidar bekerja dengan menembakkan laser ke objek permukaan bumi untuk kemudian menghitung secara cepat waktu yang dibutuhkan sinar laser yang ditembakkan untuk memantul lagi pada pemindai.

Hasil 3D atau cloud point dianalisis untuk mendapatkan gambaran yang dibutuhkan.

Baca Artikel : Lebih Dekat Dengan WebGIS

 

Kelebihan Menggunaan Lidar Untuk Pemetaan Topografi

Jika dibandingkan dengan metode pemetaan drone, pemetaan menggunakan lidar memiliki banyak kelebihan. Diantaranya adalah dengan

1. Harga yang Lebih Murah

Harga yang lebih terjangkau bisa didapatkan ketika kita menggunakan lidar untuk melakukan pemetaan topografi dibandingkan pemetaan topografi menggunakan pesawat secara konvensional.

Harga yang lebih murah ini bisa didapatkan karena tidak menggunakan banyak tenaga kerja juga tidak banyak pengeluaran untuk bahan bakar pesawat dan lainya.

Pun pemetaan topografi menggunakan Lidar juga sudah menggunakan drone untuk sehingga akan jauh fleksibel dan mudah dilakukan.

2. Akurat

Seperti yang kita singgung di atas, pemetaan menggunakan lidar akan memberikan hasil yang lebih akurat daripada fotogrametri. Sehingga jika membutuhkan informasi yang spesifik dan detail akan lebih baik menggunakan Lidar.

Topografi menggunakan lidar memberikan kemudahan khusus dan hasil yang jauh yang lebih akurat jika dibandingkan dengan pemetaan lainya.

Baca Artikel : Apa Itu Drone, UAV dan Puna?

 

Jasa Pemetaan Lidar

Menggunakan jasa pemetaan lidar untuk kebutuhan survey Anda bisa menggunakan jasa pemetaan lidar dari Technogis Indonesia.

Selain memberikan pelatihan remote sensing juga ada jasa pemetaan lidar yang bisa membantu Anda memenuhi kebutuhan survey geospasial.

Ada banyak layanan terkait GIS yang bisa Anda gunakan di Techno GIS Indonesia. Cek selanjutnya di Jasa gis Indonesia.

Itulah penjelasan Manfaat Lidar Untuk Pemetaan Topografi untuk Anda, semoga bermanfaat!

 


TechnoGIS Indonesia melayani pemetaan LIDAR menggukan pesawat tanpa awak ataupun dengan pesawat Udara. Untuk biaya silahkan baca jasa pemetaan lidar. atau dapat berkonsultasi ke kantor TechnoGIS Indonesi

Jln Pamularsih No 152B Klaseman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55283

[email protected] / [email protected]
Telp : 0274 – 885879 / Hp : 0813-2552-3979 / Wa : 0813-2552-3979

Pemanfaatan SIG untuk Mitigasi Bencana Alam di Indonesia

Pemanfaatan SIG untuk Mitigasi Bencana Alam di IndonesiaNegara Indonesia adalah salah satu daerah yang bisa dibilang cukup rawan dengan berbagai ancaman bencana alam baik dari laut maupun dari gunung. Sudah beberapa kali terjadi bencana alam yang cukup besar bahkan bersifat merusak yang terjadi di Indonesia. Mulai dari tsunami, gunung meletus sampai dengan longsor.

Jika dulu masyarakat Indonesia masih menerima bencana alam, hidup dengan banyak bencana alam dan tidak melakukan apapun, maka di era sekarang dimana teknologi dan ilmu pengetahuan sudah berkembang cukup pesat, resiko bencana alam ini bisa di “kelola” agar pemerintah maupun masyarakat bisa ber-”siaga” dengan potensi bencana alam yang akan terjadi.

SIG (Sistem Informasi Geografis), membantu masyarakat maupun pemerintah untuk mengelola resiko bencana alam. Misalnya dengan mendeteksi daerah rawan bencana atau lainya. Juga memberikan edukasi agar masyarakat yang hidup pada daerah rawan bencana lebih bersiap dalam menghadapi bencana.

Baca Artikel : Topografi : Penjelasan dan Fungsinya

Pemetaan Daerah Rawan Bencana Dengan Ilmu SIG

Berkat bantuan ilmu SIG, kita bisa memetakan daerah rawan bencana. Sehingga kita mengetahui daerah mana saja yang memiliki potensi rawan bencana dan daerah yang berdampak.

Pemetaan daerah rawan bencana perlu dilakukan karena :

  1. Untuk membuat skenario penanganan bencana yang paling tepat
  2. Sebagai dasar untuk melakukan pemodelan dan simulasi bencana
  3. Dasar untuk manajemen bencana (evaluasi dan perencanaan pengungsian)

Tanpa pemetaan seperti ini kita tidak siap jika ada kondisi paling buruk datang.

Namun yang paling utama adalah SIG dapat membantu kita untuk mengetahui dan memetakan daerah rawan bencana sehingga penanggulangannya dapat dimaksimalkan.

Misalnya :

Dengan ilmu SIG kita bisa mengetahui bahwa pulau Jawa adalah daerah yang paling rentan mengalami kegempaan karena banyak gunung vulkanik aktif dan dilewati oleh lempeng samudra dan benua. Juga bagian selatan pulau jawa yang cukup rawan gempa dan tsunami.

Atau juga

Pemetaan bencana pada daerah Kuningan Jawa Barat yang menjadi daerah rawan longsor. Pemanfaatan SIG membantu mengetahui jenis tanah, tingkat kemiringan dan pola tutupan lahan yang menyebabkan daerah ini menjadi daerah rawan bencana.

Sehingga dari sini kita bisa mengetahui bahwa SIG membantu melindungi kita dari kerentanan bencana.

Menurut BPBD Probolinggo sendiri, penerapan dan pemanfaatan SIG dalam pengelolaan bencana memiliki beberapa fungsi yaitu

SIG dapat diterapkan untuk melindungi kehidupan, kepemilikan dan infrastruktur yang kritis terhadap bencana yang ditimbulkan oleh alam; melakukan analisis kerentanan, kajian multi bencana alam, rencana evakuasi dan`perencanaan tempat pengungsian, mengerjakan skenario penanganan bencana yang tepat sasaran, pemodelan dan simulasi, melakukan kajian kerusakan akibat bencana dan kajian keutuhan komunitas korban bencana.

Contoh Pemetaan Daerah Rawan Bencana

Contoh Pemetaan Daerah Rawan Bencana | Sumber : bappeda.kuningankab.go.id

SIG untuk Penanganan Bencana Alam

Selain digunakan untuk membantu kesiapan bencana alam, SIG juga banyak membantu untuk proses penanganan bencana alam.

Salah satunya adalah proses rehabilitasi tsunami Aceh dimana daerah yang terdampak bencana cukup luas sehingga untuk memudahkan proses evakuasi sampai dengan proses pembangunan kembali kota Aceh digunakanlah pemetaan daerah menggunakan LiDar.

Baca Artikel Tentang : Sewa GPS Geodetik

Kesimpulan

Proses mitigasi bencana sampai dengan proses pembangunan kembali pasca bencana sangat membutuhkan pemanfaatan SIG untuk memudahkan dalam mengetahui, merencanakan sampai dengan membuat keputusan dalam urusan bencana alam.

Untuk itu daerah perlu membuat pemetaan rawan bencana untuk mengantisipasi dan mempersiapkan bencana.

Anda bisa menggunakan jasa pemetaan di Indonesia untuk membantu membuat jasa pemetaan daerah rawan bencana.

pelatihan gis basic

Salah satu jasa pemetaan di Indonesia adalah Techo GIS Indonesia yang menyediakan berbagai jenis survey pemetaan untuk membantu proyek Anda.

Selain itu Anda juga bisa mengikuti pelatihan GIS untuk mengetahui bagaimana penggunaan ilmu GIS untuk menunjang pekerjaan Anda.

Topografi : Penjelasan dan Fungsinya

Topografi : Penjelasan dan FungsinyaTopografi adalah suatu ilmu studi yang mempelajari bentuk dan struktur permukaan tanah. Dalam arti lain, topografi adalah ilmu yang mempelajari lebih jauh dari kedua materi tersebut. Materi yang dimaksud adalah vegetasi lingkungan, pengaruh manusia terhadap perubahan lingkungan serta kebudayaan lokal suatu daerah.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, pembelajaran topografi semakin berkembang dan mudah. Dengan adanya model 3 dimensi, Kita bisa mempelajari topografi mengenai relief permukaan bumi dengan cermat. Serta mengidentifikasi suatu lahan atau tempat dengan baik.

Ilmu topografi memiliki tujuan objektif, yakni mengenali dan mengkonfirmasi suatu posisi menggunakan koordinat horizontal seperti lintang, bujur, dan ketinggian (altitude).

 

Teknik Pembelajaran Topografi

Dalam membuat data topografi suatu wilayah, ada dua teknik dan metode yang bisa dilakukan.

1. Pengamatan Secara Langsung

Ketika melakukan pengamatan secara langsung, ada tiga poin yang dipelajari dan diteliti. Yaitu jarak, sudut, dan ketinggian. Pengamatan secara langsung dinilai masih relevan hingga kini meskipun perkembangan teknologi semakin memudahkan pembelajaran. Karena Dengan mendatangi langsung lokasi yang akan Kita teliti, Kita akan memahami dengan betul bagaimana kondisi sebenarnya di lokasi.

Baca Tentang : GPS RTK : Definisi dan Penggunaannya

2. Pengamatan Jarak Jauh

Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, peneltian topografi suatu wilayah dapat dilakukan dimana saja. Tanpa harus mendatangi lokasi sebenarnya di lapangan.

Untuk melakukan analisa pada wilayah yang Kita tidak datangi, pengamatan dilakukan dengan menggunakan data pada alat GPS  atau Global Positioning System dan citra wilayah yang diperoleh dari wahana satelit agar hasil pengamatan yang dihasilkan semakin akurat.

Seringkali juga, pengamatan topografi jarak jauh juga memanfaatkan Sensor agar data yang didapat lebih akurat lagi. Biasanya para ahli memasang sensor dan kamera pada  pesawat, drone atau uav, dan balon udara stratosfer. Dengan menggunakan ketiga wahana tersebut. Data yang seharusnya didapat dengan mengunjungi lokasi penelitian bisa diperoleh dengan mudah dengan pengamatan jarak jauh.

 

Peta Topografi

Salah satu data yang dihasilkan dari ilmu topografi adalah peta topografi. Peta topografi merupakan salah satu jenis peta yang menggambarkan secara jelas bentuk relief permukaan bumi. Data yang ditampilkan peta topografi meliputi tinggi dan rendahnya kawasan dengan gambaran garis-garis.

Garis garis yang digambarkan dalam peta melambangkan kontur bumi. Antara garis satu dengan yang lain saling berhubungan untuk memudahkan pembaca peta untuk memahami tinggi rendahnya suatu wilayah serta  memperkirakan kecuraman dan kemiringan lereng.

Ciri khas peta topografi adalah penggunaan garis kontur elevasi untuk menunjukkan bentuk permukaan bumi. Kontur elevasi adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang memiliki elevasi yang sama pada permukaan tanah. Baik di atas atau di bawah. Dengan adanya penggunaan garis kontur elevasi, Kita juga dapat mengukur dengan baik  ketinggian dan bentuk gunung dan kedalaman dasar laut.

Berbeda dengan peta lainnya, di dalam peta topografi dapat dibedakan dengan dua poin yang dimiliki peta ini.

1. Garis Kontur

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Ciri utama dari peta ini adalah adanya garis kontur yang tidak dimiliki peta jenis lainnya. Garis tegas yang terhubung menjelaskan secara gamblang mengenai kondisi permukaan bumi. Garis garis ini terdiri dari dua kombinasi segmen yang saling berhubungan.

2. Informasi Perihal Kontur dan Struktur Tanah

Di dalam peta topografi, juga menjelaskan mengenai kontur tanah atau kondisi tanah di suatu wilayah. Penjelasan tersebut meliputi tinggi rendahnya tanah dan kemiringan suatu lereng secara teknis.

Selain dua poin di atas, peta topografi tak lain sama dengan peta lainnya. Peta yang menampilkan informasi mengenai Judul Peta, Tahun Pembuatan Peta, Legenda, Skala, Garis Koordinat dan Ketinggian / Kontur wilayah, dan tentu saja arah mata angin.

Baca Artikel : Sewa GPS Geodetik

 

Fungsi Pemetaan Topografi

Tak bisa dipungkiri, saat ini pemetaan topografi sangat membantu di segala bidang. Dengan perkembangan teknologi semakin memudahkan pekerjaan itu. Berikut adalah beberapa pengaplikasian dan  Fungsi pemetaan topografi.

1. Search and Rescue SAR

Fungsi pemetaan topografi yang paling penting adalah memudahkan dan memandu tim SAR dalam menyelamatkan korban kecelakaan. Upaya penyelamatan dan pencarian akan menjadi mudah karena Kita dapat memahami bagaimana kondisi dan struktur wilayah tempat penyelamatan. Sehingga kegiatan SAR bisa berjalan lancar.

2. Pemetaan Wilayah Sipil

Ketika akan melakukan pengembangan infrastruktur suatu wilayah, terkadang Kita akan membutuhkan data dari pemetaan topografi. Pengembangan suatu wilayah memang memerlukan perencanaan matang, contohnya adalah pembangunan jalan tol, bendungan dan waduk, serta sistem drainase. Dan untuk memudahkan pekerjaan tersebut, akan memerlukan data struktur kontur, dan tinggi rendahnya suatu wilayah dari peta topografi.

Selain itu, pembangunan suatu bangunan juga memerlukan peta topografi, terutama saat melakukan perencanaan tempat (siteplan) sebagai struktur bangunan awal. Data tesebut sangat berguna untuk mengetahui keadaan suatu wilayah ketika membangun rumah, gedung, sirkuit, dan stadion.

3. BIdang Militer

Dalam bidang pertahanan, pengetahuan dan penguasaan akan topografi suatu wilayah sangatlah penting, Fungsi pemetaan topografi di bidang pertahanan adalah, Pasukan bisa membuat strategi penyerangan, pengepungan, atau pertahanan atas musuh dengan memanfaatkan keadaan wilayah dari data pemetaan topografi.

Baca Artikel Tentang Lebih Dekat Dengan WebGIS

 

pelatihan gis basic

Butuh Jasa Survey Topografi?

Butuh jasa survey topografi untuk proyek Anda? Bisa banget menghubungi tim GIS dari Techno GIS Indonesia. Selain menyediakan jasa survey geospasial juga menyediakan pelatihan GIS dan produk pendukung survey GIS.

Langsung daftar ke kontak Techno GIS Indonesia agar bisa mendapatkan informasi lanjutnya!